bab 18 Di undur tiba-tiba

" kita mau kemana Kak?" tanya Raisya yang berjalan dengan tangan di genggam oleh Zo yang berjalan cepat sekali sampai Raisya harus sedikit berlari agar bisa terus mengikuti nya .

" Saya mau meeting" ucap Zo menatap jam di pergelangan tangan nya semakin mempercepat langkah nya.

" Mmmm" rengek Raisya berhenti di tengah jalan tak sanggup lagi mengimbangi langkah Zo yang hampir 2 kali langkahnya.

" Ayo , mengapa berhenti ?" tanya Zo menatap Raisya yang sudah cemberut itu membuat Zo langsung buah muka , karena gadis itu semakin cemberut semakin terlihat manis .

" Capek ngikutin raksasa jalan , mending jalan sendiri " ucap Raisya melepaskan genggaman tangan Zo lalu berjalan sendiri meninggalkan Zo yang masih terdiam di tengah keramaian itu .

" Kalau capek jalan bilang , bukan marah-marah" ucap Zo berjalan cepat lalu menggendong Raisya dengan sebelah tangan nya , layaknya menggendong anak kecil .

" Ihhh, turunin " rengek Raisya yang merasa malu di gendong seperti anak kecil oleh Zo yang berjalan santai itu seolah tanpa beban .

" Kalau masih marah-marah Saya nggak akan nurunin Kamu" ucap Zo terus berjalan tak peduli dengan tatapan orang-orang disekitarnya.

" Iya , nggak marah lagi " kata Raisya menurunkan ego nya karena merasa malu di gendong Zo dengan cara begitu sampai setiap orang menatapnya.

" Berjalan dengan baik " ucap Zo menurunkan Raisya lalu berjalan cepat menuju ruangan nya karena akan meeting.

" Ikut Saya jangan berbelok" ucap Zo memegang kerah belakang baju raisya yang sudah akan berbelok arah itu .

" Nggak, Aku mau pulang aja " ucap Raisya yang jadi menyesal datang ke perusahaan Zo , ternyata bersama pria itu beberapa jam saja sudah menguras emosi nya .

" Disini aja sama Saya biar kamu aman sampai Papa kamu pulang " ucap Zo pada Raisya yang membuat Raisya langsung melek .

" Terus nanti ?" tanya Raisya mengangkat alisnya.

" ikut pulang ke apartemen dan Saya juga nggak akan macam-macam sama Kamu kok tapi jangan nakal apalagi membuat ulah " ucap Zo yang langsung memperingati gadis itu.

" Kalau nakal ?" tanya Raisya yang sangat penasaran dengan apartemen Zo .

" Saya buang kamu " ucap Zo cuek lalu berjalan lagi menggenggam tangan Raisya agar berjalan mengikuti nya .

" Emang Aku kucing di buang " jawab Raisya dengan suara kecil .

Raisya berjalan dengan bingung mengikuti Zo yang membawanya masuk kedalam lift khusus.

" Kak Aku lapar" ucap Raisya mengelus perutnya sebelah tangan.

" Lapar ?" ulang Zo menatap Raisya yang mengangguk polos dengan ekspresi sedih .

" Iya nanti makan nggak usah sedih " tawa Zo dengan spontan menatap ekspresi gadis itu lalu segera menelfon sekretaris nya untuk membelikan Raisya beberapa makanan.

" Kak mau kue juga " pinta Raisya mendongak menatap Zo yang sedang menelfon itu agar juga di belikan kue .

" I,, Iya " Zo sampai gelagapan menatap mata polos yang menatapnya penuh harap itu .

Zo kali ini benar-benar menyita perhatian ratusan petinggi perusahaan bahkan semua staf di perusahaan utamanya, karena kali ini pria yang terkenal dingin dan anti wanita itu membawa seorang gadis bersamanya.

" Duduk dan makanlah " ucap Zo pada Raisya dengan nada rendah yang di patuhi saja oleh Raisya yang sudah terlanjur ngiler melihat kue dan beberapa Snack di atas meja Zo .

Walaupun sungkan tapi akhirnya Raisya duduk di kursi Zo yang letak mejanya terpisah didepan puluhan meja yang berderet di dalam ruangan , tapi setelah duduk Raisya benar-benar tidak pede duduk sendiri di meja depan di tatap ratusan orang lagi .

" Kak Aku duduk disana aja Ya" ucap Raisya menunjuk kursi kosong di sebelah Brian duduk , walaupun dibarisan meja depan tapi setidaknya Raisya tidak duduk berhadapan dengan ratusan orang itu .

" Enggak " jawaban tegas Zo.

" Mmmh" Raisya menatap Zo sampai ingin menangis benar-benar tak nyaman duduk di sini .

" Huftt , duduklah " ucap Zo menarik nafas kasar lalu menggenggam tangan Raisya dan mengantarnya duduk disebelah Brian sekaligus membawakan makanan nya .

" Kalau nggak takut dibunuh musuh Papa udah pulang Aku " suara lirih Raisya berjalan mengikuti Zo saat semua orang menatapnya begitu menilai Raisya jadi merasa insecure.

" Duduk diam disini jangan menoleh kanan kiri " ucap Zo dengan suara kecil yang membuat Raisya melongo .

" Udah dibilang jangan menoleh " ucap Zo yang berdiri di depan Raisya dengan wajah tidak sukanya padahal baru juga di bilang gadis itu malah langsung menoleh kanan dan kiri .

" Kenapa ?" tanya Raisya yang malah semakin menoleh ke kanan dan kiri .

" Oiii, ganteng " ucap Raisya yang langsung menutup mulut ketika keceplosan.

" Mata keranjang " ucapan terakhir Zo dengan ekspresi wajah datar menatap Raisya begitu menjurus.

" Hehehe , ampun kak" kekeh Raisya melihat wajah tak suka Zo saat dia mengatakan pria lain ganteng.

setelah dibuka meeting itu dimulai dengan Zo yang mulai menjelaskan hal-hal penting di depan layar monitor dengan profesional mendengarkan setiap argumen dan aspirasi para pihak internal perusahaan nya .

............

" Sayang Mau ?" tawar Raisya yang sedang makan kue itu pada Brian yang duduk disebelahnya.

Glukkk

Suara Raisya memang pelan bahkan mungkin saja hanya Brian yang mendengar suaranya namun begitu Raisya menawari Brian Zo yang entah mendengar atau tidak ucapan Raisya tapi tatapan matanya benar-benar tajam pada Brian secara tiba-tiba padahal Zo dengan menjelaskan di depan layar monitor .

" Laparkan , Ayuk coba ini enak tau " kata Raisya yang tidak suka makan sendirian dia senang berbagi dengan orang lain dan dia melihat Brian sepertinya juga belum makan .

Brian menatap Raisya yang menyuapinya dengan tulus sehingga hati dan fisik Brian pun tak mampu menolak apalagi tangan Raisya sudah terangkat menyuapinya.

" Enakkan ?" tanya Raisya setelah kue yang dia suapi masuk kemulut Brian.

" Meeting nya di undur , Saya ada keperluan lain jadi kalian silahkan meninggalkan ruangan " ucap Zo tiba-tiba yang membuat semua orang kaget tapi walaupun begitu mereka semua segera keluar bisa merasakan aura negatif Zo .

" Hahhhh, Di undur " kaget Brian yang baru mengalihkan tatapan nya dari Zo yang tengah berdiri di depan layar monitor menjelaskan poin-poin yang akan dibahas dalam meeting tapi seketika meeting itu di undur dan usai begitu saja bahkan semua orang langsung meninggalkan ruangan .

" Pulang " ucap Zo menghampiri Raisya yang masih makan kue itu .

" kenapa meeting nya diundur Kak?" tanya Raisya yang juga heran .

" Saya bad mood liat kalian " ketus Zo lalu berjalan menuju pintu keluar .

" Nona jangan panggil Sayang lagi , bisa digantung saya sama pak bos" ucap Brian yang jadi benar-benar takut sekarang.

" Ehhh maaf Kak , Aku jadi kebiasaan" ucap Raisya yang memang dengan spontan saja memanggil Brian seperti itu karena saat mengenal Brian itulah kata pertama yang didengar nya .

" Kamu benar-benar ingin saya makan" ucap Zo kembali masuk keruangan dengan aura dinginnya yang begitu membekukan saat ternyata Raisya tidak mengikuti nya .

Terpopuler

Comments

Atiek Soepardi

Atiek Soepardi

persis mommy n daddy dulu ya zo m raisya

2024-08-08

5

wariyanti Safitri

wariyanti Safitri

lanjut Thor

2024-06-12

1

dee

dee

😂😂😂😂
neng raisya zeyeennnnkkk, jangan lagi panggil sayang2 ke bang ryan, y. bahaya tuh. bisa2 bang zo tiap hari sawan ngliat kamu "sayang2an" ama bang ryan 😂😂😂😂
kapan nih si eneng ketemu ama mommy aya & dedek kenzie, kak mul? gumushhh laahh ngebayangin klo 3 orang ini nanti ketemu 😍😍😍😍

2024-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Jomblo Abadi
2 Bab 2 Papa ku ganteng
3 Bab 3 Gadis Gila
4 Bab 4 Butuh Bantuan
5 Bab 5 sebuah Simulasi
6 Bab 6 Tidak mau kalah saing
7 Bab 7 Ada apa dengan mu
8 Bab 8 Di gendong
9 Bab 9 Kenzie
10 Bab 10 Aunty Rais
11 Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12 Bab 12 Papa Raisya
13 Bab 13 sleep Call
14 Bab 14 Asisten sialan
15 Bab 15 Ingin sama Kakak
16 Bab 16 Ketahuan
17 Bab 17 Raisya jatuh
18 bab 18 Di undur tiba-tiba
19 Bab 19 Punya rasa takut
20 Bab 20 kemasan sachet
21 Bab 21 kembaran.
22 bab 22 Ada Saya
23 Bab 23 jangan Kak
24 Bab 24 Menitipkan
25 Bab 25 Baby
26 Bab 26 Menemani kerja
27 Bab 27 Pacar kecil
28 Bab 28 cemburu tipis
29 Bab 29 Saya cemburu
30 Bab 30 Frustasi
31 Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32 Bab 32 Terlalu manis
33 Bab 33 Baby jangan nakal
34 Bab 34 Zo punya pacar
35 Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36 Bab 36 Saling cemburu
37 Bab 37 Pelampiasan emosi
38 Bab 38 random
39 Bab 39 bertemu aunty Rais
40 bab 40 Punya Uncle
41 Bab 41 teman Raisya
42 Bab 42 Pulang ke apartemen
43 Bab 43 sesuai peran
44 Bab 44 Bocil ngambek
45 Bab 45 Cinta pertama Saya
46 Bab 46 Tidak Baby
47 Bab 47 Minum alkohol
48 Bab 48 pahit
49 Bab 49 Tidur bersama
50 bab 50 Daddy Vicenzo
51 bab 51 Batalyon
52 bab 52 Dosa apa ?
53 Bab 53 Permintaan apapun
54 Bab 54 kejujuran
55 bab 55 Film horor
56 Bab 56 Farhan
57 Bab 57 Mommy Zo
58 Bab 58 Perubahan sikap Zo
59 Bab 59 Jauhi Dia
60 bab 60 plester
61 Bab 61 Baby sering terluka
62 Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63 Bab 63 Menikah
64 bab 64 Daddy Vicenzo
65 Bab 65 Emosi meledak-ledak
66 Bab 66 Baby cium
67 Bab 67 Saya kangen Baby
68 Bab 68 segepok dollar
69 Bab 69 Ayo menikah
70 Bab 70 datang melamar
71 Bab 71 Istri Saya
72 Bab 72 kain tipis
73 Bab 73 Daddy menggila
74 bab 74 mulai dari awal
75 Bab 75 I love you
76 Bab 76 kebakaran jenggot
77 Bab 77 menyala
78 Bab 78 2 pilihan
79 Bab 79 Raisya dan Lena
80 Bab 80 ngidam
81 Bab 81 habis kesabaran
82 Bab 82 banyak tingkah
83 Bab 83 Bayi nakal
84 Bab 84 ngidam ekstrim
85 Bab 85 Ara
86 Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87 perjodohan sang baby mafia
88 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 Jomblo Abadi
2
Bab 2 Papa ku ganteng
3
Bab 3 Gadis Gila
4
Bab 4 Butuh Bantuan
5
Bab 5 sebuah Simulasi
6
Bab 6 Tidak mau kalah saing
7
Bab 7 Ada apa dengan mu
8
Bab 8 Di gendong
9
Bab 9 Kenzie
10
Bab 10 Aunty Rais
11
Bab 11 Kebahagiaan Mommy
12
Bab 12 Papa Raisya
13
Bab 13 sleep Call
14
Bab 14 Asisten sialan
15
Bab 15 Ingin sama Kakak
16
Bab 16 Ketahuan
17
Bab 17 Raisya jatuh
18
bab 18 Di undur tiba-tiba
19
Bab 19 Punya rasa takut
20
Bab 20 kemasan sachet
21
Bab 21 kembaran.
22
bab 22 Ada Saya
23
Bab 23 jangan Kak
24
Bab 24 Menitipkan
25
Bab 25 Baby
26
Bab 26 Menemani kerja
27
Bab 27 Pacar kecil
28
Bab 28 cemburu tipis
29
Bab 29 Saya cemburu
30
Bab 30 Frustasi
31
Bab 31 Jadi Bayi Raisya
32
Bab 32 Terlalu manis
33
Bab 33 Baby jangan nakal
34
Bab 34 Zo punya pacar
35
Bab 35 Bukan Kakak Kamu
36
Bab 36 Saling cemburu
37
Bab 37 Pelampiasan emosi
38
Bab 38 random
39
Bab 39 bertemu aunty Rais
40
bab 40 Punya Uncle
41
Bab 41 teman Raisya
42
Bab 42 Pulang ke apartemen
43
Bab 43 sesuai peran
44
Bab 44 Bocil ngambek
45
Bab 45 Cinta pertama Saya
46
Bab 46 Tidak Baby
47
Bab 47 Minum alkohol
48
Bab 48 pahit
49
Bab 49 Tidur bersama
50
bab 50 Daddy Vicenzo
51
bab 51 Batalyon
52
bab 52 Dosa apa ?
53
Bab 53 Permintaan apapun
54
Bab 54 kejujuran
55
bab 55 Film horor
56
Bab 56 Farhan
57
Bab 57 Mommy Zo
58
Bab 58 Perubahan sikap Zo
59
Bab 59 Jauhi Dia
60
bab 60 plester
61
Bab 61 Baby sering terluka
62
Bab 62 memanfaatkan kepolosan
63
Bab 63 Menikah
64
bab 64 Daddy Vicenzo
65
Bab 65 Emosi meledak-ledak
66
Bab 66 Baby cium
67
Bab 67 Saya kangen Baby
68
Bab 68 segepok dollar
69
Bab 69 Ayo menikah
70
Bab 70 datang melamar
71
Bab 71 Istri Saya
72
Bab 72 kain tipis
73
Bab 73 Daddy menggila
74
bab 74 mulai dari awal
75
Bab 75 I love you
76
Bab 76 kebakaran jenggot
77
Bab 77 menyala
78
Bab 78 2 pilihan
79
Bab 79 Raisya dan Lena
80
Bab 80 ngidam
81
Bab 81 habis kesabaran
82
Bab 82 banyak tingkah
83
Bab 83 Bayi nakal
84
Bab 84 ngidam ekstrim
85
Bab 85 Ara
86
Bab 86 Maafkan Ara Daddy
87
perjodohan sang baby mafia
88
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!