Aku Muak Padamu

Ariel nampak sama sekali tak memercayai apa yang barusan dikatakan oleh Berlian yang menolak jika dirinya yang dijadikan pihak tergugat oleh Ariel padahal yang jelas bersalah di sini adalah wanita itu. Ariel sendiri hanya bisa menarik napas panjang untuk mengumpulkan semua stok sabar yang ia miliki karena bicara dengan Berlian sungguh sangat membuatnya emosi jiwa. Berlian yang memiliki ego tinggi menolak untuk mengakui kalau dia salah dan justru ia melimpahkan kesalahan pada orang lain untuk menutupi apa yang menjadi kesalahannya.

"Sepertinya ini memang salahku yang tidak jeli dalam memilih istri."

"Apa maksudmu mengatakan demikian?"

"Selama ini aku selalu menuruti apa pun yang kamu inginkan dan bahkan selalu saja membela kamu di depan mama kala kamu dan mama bertengkar namun sekarang aku jadi paham kenapa mama tak suka denganmu."

"Jadi semua ini karena kamu sudah dicuci otaknya oleh mamamu? Pantas saja kamu bersikap seperti ini!"

"Jangan menyalahkan mamaku karena dia sama sekali tak salah! Aku di sini yang salah karena sama sekali tak memercayai apa yang mama katakan dan lebih memilih percaya pada wanita ular sepertimu!"

"Jaga bicaramu, Ariel! Kamu pikir aku juga bahagia menikah selama ini denganmu?! Kamu tak lebih dari anak mami yang manja dan ketika ada masalah kamu selalu saja meminta pertolongan orang tuamu, kamu mau saja diatur oleh orang tuamu. Kamu kan bukan anak kecil lagi dan sudah bisa menentukan sikap!"

"Perangai aslimu ini yang membuat diriku semakin muak dan benci padamu, aku ingin kita berpisah dan aku akan tetap menggugat cerai kamu!"

"Baiklah, silakan saja! Tapi aku yang akan menggugat cerai kamu terlebih dahulu dan akan aku pastikan kamu akan gagal jadi wali kota!"

Mendengar ancaman Berlian barusan membuat Ariel tertawa, tentu saja ia sama sekali tak takut dengan ancaman wanita ini yang menurutnya sama sekali tak ada apa-apanya.

"Lakukan apa pun yang membuatmu senang namun pada akhirnya jugalah aku yang akan menang."

****

Kevin baru saja tiba di rumah dan Tasya memang ingin membicarakan soal penawaran Desta padanya yang katanya pria itu bisa menjadi pengasuh Wikka membantu mbak Nia yang selama ini menjadi pengasuh Wikka sejak kecil. Tasya bukan orang bodoh karena ia tahu bahwa Desta menggunakan cara itu supaya bisa dekat dengan Wikka yang tak lain adalah anak kandungnya. Tapi tentu saja Tasya tak bisa sembarangan memutuskan karena Kevin sebagai papa sambung Wikka berhak dalam memberikan pendapat.

"Apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?"

"Iya, ada sesuatu yang sebenarnya hendak aku diskusikan denganmu dan ini soal Wikka."

Maka kemudian Tasya memberitahu mengenai apa saja yang menjadi pembicaraanya dengan Desta, Kevin diam dan menyimak semua yang dikatakan oleh Tasya tanpa ada niat untuk memotong pembicaraan dan hal itu adalah salah satu hal yang disukai oleh Tasya karena ia merasa dihargai kala bicara.

"Jadi bagaimana menurutmu?"

"Menurutku? Yakin kamu mau mendengarkan pendapatku?"

"Tentu saja, bagaimanapun juga kan kamu papanya Wikka dan wajar dong aku minta pertimbanganmu."

"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?"

"Apa yang hendak kamu tanyakan padaku?"

"Apakah sampai detik ini kamu masih mencintai Desta?"

"Kenapa kamu menanyakan hal itu?"

"Jawab saja pertanyaanku barusan."

"Sebenarnya ... aku ...."

****

Tasya sendiri sebenarnya bingung dengan perasaan yang ia miliki saat ini karena ia pun masih ada perasaan pada Desta walau itu sudah tak sebesar dulu. Tasya selalu menghindari topik pembicaraan jika menyangkut mengenai Desta namun kali ini sepertinya ia tak punya kesempatan untuk mengelak karena Kevin dengan tegas memintanya untuk menjawab. Tasya pun pada akhirnya memilih menjawab jujur pertanyaan sang suami mengenai perasaannya pada Desta. Tasya memilih mengakui bahwa memang benar dirinya masih ada rasa pada Desta walau rasa itu tidaklah sebesar dulu.

"Apakah itu sebabnya kamu mengizinkan Wikka dekat dengan Desta?"

"Desta adalah ayah kandungnya, mana mungkin aku memisahkan anak dari ayah kandungnya lagi pula aku juga masih belum mendapatkan fakta apa yang sebenarnya terjadi 11 tahun yang lalu."

"Maksudmu?"

"Papaku dan Desta memiliki versi yang berbeda dari sudut pandang mereka dan oleh sebab itu sampai saat ini aku masih belum tahu harus berpihak pada siapa."

"Apakah kamu ingin tahu yang sebenarnya?"

"Iya, aku ingin tahu yang sebenarnya."

"Apakah kamu yakin? Kalau kamu yakin maka aku bisa saja membantumu."

"Sungguh? Terima kasih banyak Kevin!"

"Namun kalau kelak kamu menemukan fakta apa yang papamu katakan mengenai Desta adalah sebuah fakta bagaimana?"

"Itu memang menyakitkan namun 11 tahun sudah berlalu dan aku harus mulai bisa menerimanya kan?"

****

Mayra datang ke rumah Ariel pagi ini untuk memastikan anaknya baik-baik saja. Ketika masuk ke dalam rumah ia disambut oleh asisten rumah tangga namun ia sama sekali tak melihat di mana Ariel dan Berlian.

"Di mana mereka?"

"Tuan Ariel masih di kamar, Nyonya."

"Lalu wanita itu?"

Asisten rumah tangga diam ketika mendengar pertanyaan dari nyonya besar yang mana sikap diam asisten rumah tangga membuat Mayra menjadi curiga bahwa ada sesuatu hal yang salah di sini.

"Apakah kamu tahu sesuatu apa yang terjadi di sini? Jangan ragu katakan semua yang kamu ketahui!"

"Anu Nyonya, saya merasa tak berhak untuk mengatakannya pada Nyonya biar saja tuan Ariel yang mengatakannya."

"Kamu ini kenapa? Saya sudah katakan padamu beritahu saja saya apa yang terjadi!"

Asisten rumah tangga makin gugup dan kemudian Mayra menghela napasnya panjang, gegas saja ia pergi menuju kamar Ariel untuk menengok putranya namun rupanya Ariel sudah turun ke bawah dan terkejut menemukan sang mama di sini.

"Mama kapan datang?"

"Baru saja Mama datang."

Ariel kemudian menghampiri sang mama dan mereka berjalan ke maja makan dan duduk di kursi meja makan seraya menanti sarapan disiapkan.

"Di mana Lian?"

Raut wajah Ariel berubah ketika sang mama menyebut nama wanita itu dan seketika kilatan kejadian apa yang terjadi semalam kembali berputar di dalam otaknya.

****

Desta terkejut ketika Kevin menghubunginya barusan dan meminta supaya mereka bisa bertemu di sebuah restoran tempat di mana Kevin sudah menantinya. Kevin mengirimkan alamat restoran ini dan langsung saja Desta gegas menuju lokasi. Ketika sampai di sana, ia diantarkan oleh pelayan menuju sebuah ruangan khusus di mana Kevin sudah menantinya.

"Terima kasih."

"Tidak masalah, silakan masuk."

Maka kemudian Desta pun masuk ke dalam ruangan itu yang mana Kevin sudah menantinya dan pria itu tersenyum padanya.

"Selamat datang, silakan duduk."

"Terima kasih, ngomong-ngomong apa yang ingin anda bicarakan denganku saat ini?"

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!