Penjelasan yang Dinanti

Ketika tiba di rumah, Tasya baru ingat bahwa ia memiliki janji untuk mengatur pertemuan dengan Desta tadi. Tasya juga belum mengatakan apa pun pada Kevin mengenai pertemuannya dengan Desta tadi pagi dan soa janji ini. Tasya melihat Kevin baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya saja.

"Kenapa menatapku? Apakah sudah rindu dengan sentuhanku?"

Tasya menatap malas ke arah Kevin yang percaya diri sekali mengatakan itu. Selama mereka menikah, Kevin pernah beberapa kali menyentuhnya namun tentu saja Kevin menyentuhnya dengan menggunakan pengaman karena Tasya sendiri yang tak ingin punya anak lagi selain Wikka. Selain karena masih trauma mengandung Wikka dan ketika melahirkan ayah si bayi justru pergi entah ke mana, Tasya juga merasa belum bisa menjadi ibu yang baik bagi Wikka.

"Ada sesuatu yang mau aku bicarakan."

"Apa?"

"Ayahnya Wikka."

"Kenapa?"

Tasya menceritakan pada Kevin mengenai Desta yang mau menemui anaknya dan juga mengenai soal pertemuan dengan pria itu karena katanya Desta ingin menjelaskan sesuatu padanya.

"Masih berharap pada Desta?"

"Siapa yang bilang aku masih berharap pada pria itu? Hanya saja aku kan butuh penjelasan, kenapa dia pergi begitu saja 11 tahun lalu."

"Kalau soal itu aku tak bisa ikut campur, kalian orang tua kandung Wikka. Kalian yang sudah lebih berhak membicarakan semuanya."

"Bisakah kamu jangan membedakan perlakuan antara Brandon dan Wikka?"

"Sejak kapan aku memerlakukan mereka berbeda?"

Pertanyaan Kevin membuat Tasya terdiam, selama ini suaminya walaupun sibuk dan jarang berinteraksi dengan Wikka namun Kevin juga tak pernah membedakan perlakuan anak kandung dan anak tirinya.

"Kamu bisa menjawabnya sendiri tanpa perlu repot-repot aku membela diri."

Tasya menganggukan kepalanya, ia kemudian meraih ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan pada Desta yang mana intinya ia mengajak pria itu bertemu besok di tempat dan jam yang sudah ia atur sedemikian rupa.

"Tidurlah, hari sudah malam."

Tasya melirik ke arah Kevin yang sudah rebah di sebelahnya dan kemudian ia pun memejamkan matanya juga.

****

Keesokan harinya Kevin nampak mendengarkan antusias cerita Wikka mengenai apa saja yang ia lakukan selama ini. Tasya bisa melihat Kevin begitu tulus menyayangi Wikka walau anak itu bukan anak kandungnya, ia juga merasa bahwa Kevin selalu adil dalam membagi perhatiannya antara Wikka dan Brandon oleh sebab itu rasanya ia tak perlu cemburu pada anak kandung suaminya dari selirnya tersebut.

"Papa harus berangkat kerja dulu."

"Aku kan masih ingin bercerita dengan Papa."

"Kita sambung nanti, Papa sudah terlambat ke kantor."

Tasya langsung tanggap dan membujuk Wikka hingga anaknya itu akhirnya menurut dan melepaskan Kevin untuk bisa pergi ke kantor. Di depan Wikka, tentu Kevin bersikap layaknya suami-istri sungguhan dengan Tasya supaya Wikka bisa melihat mereka baik-baik saja dan selama mereka menikah maka selama itu pula sandiwara itu terus dilakukan.

"Papa berangkat dulu."

"Iya Pa."

Tasya mengantarkan Kevin hingga depan dan melambaikan tangan ke arah suaminya yang sudah masuk ke dalam mobil. Selepas mobil Kevin pergi dari pekarangan rumah maka Tasya kembali masuk ke dalam rumah.

"Mama."

"Ada apa sayang?"

"Kenapa aku tak boleh sekolah?"

"Sekolah? Wikka kan sekolah tapi di rumah."

"Tapi aku juga mau sekolah bertemu dengan teman-teman."

****

Tasya bertemu dengan Desta di sebuah restoran yang sudah ia booking sebelumnya dan ia juga sudah menaruh bodyguard di depan restoran supaya tak ada orang yang bisa sembarangan masuk ke dalam restoran ini ketika ia dan Desta berbincang.

"Terima kasih karena kamu menghubungiku, aku pikir kamu akan ingkar janji."

"Sudahlah, katakan padaku semuanya."

Desta terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Tasya barusan yang memintanya untuk segera cerita tanpa mau basa-basi dulu namun tentu saja Tasya memang seperti ini sejak dulu dan seharusnya juga ia tak perlu heran.

"Jangan membuang waktuku yang berharga."

Desta menarik napas dan kemudian mulai menceritakan kenapa ia memilih pergi dan tak mau bertanggung jawab pada apa yang sudah ia lakukan pada Tasya. Cerita Desta sungguh membuat Tasya terkejut karena rupanya Desta dipaksa untuk pergi oleh kedua orang tuanya karena Desta bukan dari kalangan atas.

"Itulah yang terjadi."

"Dan apakah aku bisa memercayai apa yang kamu katakan?"

"Papamu kemarin menemuiku dan mengancam bahwa ia tak akan membiarkan aku lolos kalau aku masih mencoba mendekati Wikka. Ia mengungkit apa yang sudah ia lakukan pada ibuku untuk membuat aku cukup tahu diri mengenai statusku."

"Ibu?"

Desta menganggukan kepalanya dan mengatakan bahwa ibunya mengidap penyakit yang membutuhkan biaya yang mahal sementara gajinya tidaklah cukup untuk memberikan perawatan maksimal dan membuat ibunya sembuh dan oleh sebab itu ia menerima tawaran Andri.

****

Sementara itu di ruangan rapat Kevin tengah mendengarkan penjelasan mengenai rencana ekspansi bisnis Laz Construction dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa proyek besar yang pernah mangkrak akibat disegel paksa oleh kepala daerah berpotensi akan dilanjutkan jika pemilihan kepala daerah berikutnya ada di pihak mereka. Selama ini pembangunan yang dilakukan menyalahi tata ruang lingkungan dan berpotensi membahayakan lingkungan jika dipaksa untuk dilanjutkan. Berbagai opsi dilakukan untuk membuat proyek dengan nilai fantastis itu bisa berjalan dengan semestinya termasuk menyuap kepala daerah namun karena kepala daerah yang oposisi maka ia lebih cenderung memberikan proyek pada saingan bisnis mereka.

"Baiklah, saya rasa kita sudahi rapat hari ini."

Maka setelah Kevin menutup rapat hari ini, satu persatu anggota rapat gegas keluar ruangan ini kecuali satu orang yang tak lain adalah kakak Kevin.

"Aku dengar istrimu akan maju dalam pemilihan kepala daerah mendatang."

"Ada apa memangnya?"

"Tidak, hanya saja pantas kalau kamu berambisi untuk melanjutkan kembali proyek ini."

"Sudah banyak yang kita lalui untuk membuat proyek ini berjalan kan? Bukankah kamu Direktur Utama Laz Construction yang pasti lebih paham dariku sebagai Presiden Direktur yang menaungi semua anak usaha di bawah bendera Laz Group?"

****

Selepas pulang kantor, Kevin menyempatkan diri mampir ke rumah orang tuanya. Di sana nampak sang mami menyambutnya dengan hangat dan langsung memeluknya.

"Anak Mami akhirnya pulang juga."

"Bukankah aku juga selalu datang, Mi?"

"Tapi ini pasti kedatangan spesial kan? Karena kamu sama sekali tak membawa istri dan anakmu."

"Itu justru yang ingin aku bicarakan dengan Mami."

"Apa?"

"Apakah Mami pernah bersikap kasar pada Wikka dan mengatakan bahwa dia bukan cucu Mami?"

"Siapa yang bilang begitu? Apakah Tasya yang mengatakan itu?"

"Sudahlah Mi, aku mohon jangan bedakan Brandon dan Wikka. Dia anakku dan cucu Mami."

"Tapi Mami benar kan? Wikka memang bukan anak kandung kamu dan wajar Mami mengatakan dia bukan cucu Mami?"

"Mami."

"Iya sayang, maaf Mami waktu itu kelepasan karena mood Mami sedang buruk."

"Tolong jangan Mami lakukan hal itu lagi."

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!