Iri Pada Sang Ratu

Suryani adalah mama dari Runi dan wanita itu sangat bahagia sekali kala 7 tahun yang lalu mengetahui bahwa Runi bisa tidur dengan Kevin Lazuardi yang memang sungguh sangat dikenal reputasinya sebagai anak konglomerat di negeri ini. Suryani mendukung langkah Runi untuk bisa menjadi istri Kevin dan puncaknya adalah berhasil membuat Kevin menikah dengan Runi karena memang pria itu mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia lakukan pada Runi.

"Mau apa Mama datang ke sini?"

"Wajahmu kusut begitu."

Runi mendudukan diri di sofa yang agak jauh dadi sang mama dan kemudian sikap Runi yang tak biasa ini membuat Suryani jadi bertanya apakah gerangan yang terjadi namun Runi tak mau mengatakan apa pun padanya.

"Apakah bertengkar lagi dengan Kevin?"

"Aku kesal dengan istri pertamanya."

"Tasya? Memangnya ada apa?"

Runi kemudian menceritakan iri hati yang dimilikinya pada Tasya yang ia anggap sempurna walau ia memiliki dosa masa lalu namun ada keluarga yang melindunginya dari skandal itu hingga sampai detik ini status Wikka aman dari sorotan media pun dengan nama keluarga Tasya dan Kevin. Suryani menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa Runi lebih baik jangan cari gara-gara dengan keluarga Tasya karena memang keluarga itu bukanlah keluarga sembarangan.

"Andriawan Kolopaking bukanlah orang sembarangan dan Mama yakin ia tak akan membiarkan anak dan cucunya diusik apalagi oleh dirimu yang tak ada apa-apanya dibanding mereka."

"Kok Mama malah membela Tasya?"

"Siapa yang membela wanita itu? Mama hanya minta kamu untuk tahu diri saja! Jangan cari masalah apa pun dengan istri pertama Kevin itu. Masih untung dia tak melabrak kamu dan membuat kamu tak bisa menikah dengan suaminya."

"Menyebalkan sekali! Ucapan Mama sama persis dengan ucapan anggota grup arisan saja!"

"Arisan sosialita yang kamu bicarakan itu?"

"Memangnya acara arisan apalagi yang sedang aku bicarakan?"

"Saran Mama lebih baik jangan ikut acara seperti itu yang ada kamu hanya menjadi bahan olok-olok saja."

****

Kevin tiba di rumah ketika menjelang tengah malam karena banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan dan ketika masuk ke dalam kamar ia menemukan Tasya yang masih terjaga walau ia terbaring di tempat tidur.

"Sengaja menungguku?"

"Siapa juga yang menunggumu? Terlalu percaya diri!"

Kevin tertawa mendengar apa yang Tasya katakan barusan dan ia gegas membuka satu persatu kancing kemeja yang ia kenakan dan Tasya mengamatinya dari tempatnya saat ini.

"Ada apa? Terpukau dengan bentuk tubuhku yang masih terjaga?"

"Siapa juga yang memikirkan itu! Aku hanya ingin bertanya padamu."

"Katakan."

"Apakah kamu mencintaiku?"

Kevin mengerutkan kening heran dengan pertanyaan Tasya barusan. Tasya menghela napasnya kemudian malas membahas hal itu lebih lanjut lagi selepas ia melihat bagaimana ekspresi Kevin barusan.

"Ada apa tiba-tiba saja kamu menanyakan itu?"

"Entahlah! Aku sendiri juga heran kenapa aku tiba-tiba saja menanyakan itu."

"Apakah ini artinya kamu mulai membuka hatimu untukku dan melupakan sepenuhnya Desta?"

"Sudah aku katakan bahwa aku sudah tak ada rasa lagi pada Desta!"

"Lalu bagaimana padaku?"

"Aku juga tak mencintaimu."

"Sungguh?"

"Kamu sendiri bagaimana?"

"Mau jawaban jujur atau tidak?"

"Tentu saja jujur!"

"Jawabanku adalah tidak! Aku sama sekali tak jatuh cinta padamu."

"Lalu bagaimana dengan Runi? Kamu mencintainya?"

****

Andri mengundang Tasya dan Kevin ke rumah untuk acara makan malam bersama pada akhir pekan ini. Tentu saja mereka mengajak Wikka yang juga rindu pada kakek dan neneknya. Mayra begitu menyayangi Wikka karena dia adalah cucu satu-satunya dalam keluarga ini. Istri Ariel saat ini belum hamil juga karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai anggota dewan.

"Riel, memangnya kamu tak mau punya anak?" tanya Mayra iseng ketika di ruang tengah hanya ada Mayra, Ariel, Tasya dan Berlian yang merupakan istri Ariel.

"Mama kenapa tiba-tiba saja menyinggung ini?"

"Lho? Memangnya kenapa? Usia Lian itu sudah matang lho, masa sih tak kepikiran punya anak? Kamu kan anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini, wajar dong kalau Mama khawatir dengan keberlangsungan nasib keturunan keluarga ini kalau kamu dan Lian tak punya anak."

Berlian nampak tak nyaman dengan ucapan Mayra yang menyindirinya barusan. Ariel yang paham kondisi istrinya kemudian meminta sang mama untuk jangan mengatakan hal sensitif begitu.

"Sekarang Mama tanya, siapa yang tak ingin punya anak? Kamu atau dia!" tunjuk Mayra pada menantunya.

"Mama tolong jangan bersikap begini."

"Jawab saja pertanyaan Mama. Siapa yang salah di sini kamu atau dia!"

Ariel dan Berlian tak menjawab dan barang tentu Mayra langsung memiliki insting bahwa menantunya ini yang menjadi masalah di sini.

****

Andri dan Kevin nampak akrab berbincang membicarakan masalah pekerjaan di ruangan kerja Andri. Andri beruntung memiliki menantu seperti Kevin yang handal mengelola bisnis dan bisa saling menguntungkan untuk perusahaan yang ia kelola ditambah lagi nanti ketika Tasya bisa menang maka gurita bisnis keluarganya bisa akan berjaya. Selain itu Andri beruntung bisa berbesan dengan Tama Lazuardi karena ia jadi punya makin banyak koneksi ke orang pemerintah pusat dan sejumlah elit partai di parlemen.

"Kalian sibuk sekali membicarakan bisnis, ayo keluar makan malamnya sudah siap," ujar Mayra.

Maka Andri dan Kevin berjalan bersama menuju meja makan yang mana di sana semua sudah berkumpul. Andri dan Kevin layaknya seorang ayah dan anak laki-lakinya karena Ariel yang anak kandungnya saja tak pernah sedekat itu dengan sang papa.

"Suamimu itu memang anak kesayangan papa," bisik Ariel.

"Bukannya kamu juga anak kesayangan papa? Buktinya dia mau memajukan kamu menjadi calon wali kota kan?"

"Kalau saja aku tak meminta maka dia pasti tak akan mau."

Maka kemudian makan malam berlangsung khidmat dan hanya ada sesekali celoteh Wikka yang membuat suasana di meja makan terasa jauh lebih hidup dan setelah makan malam maka Mayra meminta Tasya dan keluarganya menginap saja di rumah ini.

****

Keesokan paginya Tasya sudah lebih dulu bangun dibanding Kevin yang masih pulas tidurnya di sebelahnya. Wikka sendiri tidur di kamar khususnya ketika menginap di sini yang dipersiapkan spesial dari kakek dan neneknya. Tasya turun ke lantai bawah dan menyapa asisten rumah tangga yang sedang bersiap menyiapkan sarapan.

"Pagi Mbok."

"Pagi Non. Pagi juga bangunnya."

"Kebiasaan di rumah juga bangun jam segini."

Tak lama Mayra datang dan duduk di kursi meja makan bersama putrinya, mereka minum teh hangat pagi ini ditemani biskuit sebelum sarapan siap untuk dihidangkan.

"Tasya, Mama dengar kamu membiarkan Wikka bertemu dengan pria itu. Apakah semua itu benar?"

"Dari mana Mama tahu?"

"Jadi itu benar?!"

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!