Masih Tak Dapat Menerima

Mayra mengatakan hal itu sangatlah tak penting untuk diberitahu kepada Tasya yang sangat ingin tahu dari mana sang mama mengetahui bahwa Desta dan Wikka sudah pernah ia izinkan untuk bertemu karena rasanya tak mungkin kalau Kevin yang memberitahunya.

"Wikka sendiri yang bercerita pada Mama."

"Wikka?"

"Iya, dia bercerita pada Mama bahwa kamu membawa dia menemui seorang temannya dan katanya temannya laki-laki dan ketika Mama tanya ciri-cirinya semua itu entah kenapa Mama bisa menyimpulkan itu adalah Desta."

"Lantas apakah Mama keberatan?"

"Dia kan sudah meninggalkan kamu dan Wikka selama 11 tahun. Ke mana saja dia selama ini? Bukannya bertanggung jawab namun malah pergi begitu saja dan setelah sekian lama dia datang kembali dan ingin bertemu dengan anak kalian? Bukankah itu sesuatu hal yang aneh? Mama rasa dia sengaja datang untuk mencari keuntungan darimu."

"Maksudnya?"

"Kan tak lama lagi kamu akan menjadi Gubernur dan bisa saja dia memanfaatkan kamu untuk mempermulus sesuatu yang ia kerjakan."

Apa yang mamanya katakan memang masuk akal namun entah kenapa Tasya tak memercayai alasan itu, ia yakin bahwa Desta tak kembali untuk alasan seperti itu karena ia sendiri bosa merasakan bahwa Desta mengatakan yang sebenarnya mengenai alasan ia pergi selama ini namun jujur saja sampai saat ini Tasya masih bimbang dengan semua itu.

"Ada apa?"

"Tidak."

Maka kemudian Tasya pergi ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian sebelum sarapan di meja makan. Ketika ia tiba di kamar nampak Kevin baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang sebatas pinggang saja.

"Kamu sudah bangun rupanya."

"Kenapa bangunnya pagi sekali? Kamu menyiapkan sarapan?"

"Tidak, tentu saja sudah ada asisten rumah tangga yang menyiapkannya. Aku terbangun karena memang sudah biasa kan untuk membantu menyiapkan sarapan di dapur kalau di rumah."

Kevin tersenyum mendengar apa yang menjadi jawaban dari Tasya barusan dan sontak saja ia mengatakan bahwa Tasya adalah istri yang baik.

****

Runi tak bisa tidur semalaman karena memikirkan soal Kevin dan nasib rumah tangganya ke depan. Ia tahu bahwa tak seharusnya meragukan Kevin namun entah kenapa ucapan sang mama yang mengatakan kalau ia harus tahu diri dengan posisinya yang hanya sebagai istri kedua dan tak memiliki posisi yang lebih baik maka jangan cari gara-gara cukup menyentil hatinya. Runi makin kesal karena Kevin semalam mengabari bahwa ia akan menginap di rumah orang tua Tasya bersama istri dan anaknya itu yang mana harusnya Kevin bersama dirinya dan Brandon sekarang.

"Astaga kepalaku panas sekali!"

Runi kemudian gegas masuk ke dalam kamar mandi dan berendam selama satu jam lamanya untuk mendinginkan kepala dan pikirannya yang tak tentu arah namun sayangnya hal itu tak berhasil karena pikiran buruk itu tetap ada ditambah lagi dengan ketakutan kalau Kevin akan menuruti apa yang dikatakan oleh Elita.

"Astaga!"

Runi kesal pada dirinya sendiri karena masih saja belum bisa untuk menghindarkan pemikiran buruk seperti itu, ia mencoba menarik napas panjang dan berdandan di depan cermin sebelum turun ke bawah dan sarapan. Ketika ia turun ke lantai bawah nampak Brandon sudah menantinya di sana dan duduk diam menatap piring yang masih kosong.

"Pagi sayang."

****

Selepas Tasya dan keluarganya pulang kini Mayra bicara dengan sang suami mengenai apa yang ia khawatirkan yaitu dengan kembalinya Desta maka akan membuat rumah tangga Tasya dan Kevin akan hancur. Andri mengatakan pada istrinya untuk tak memikirkan hal yang tak baik akan hal itu namun sebagai seorang ibu tentu saja Mayra khawatir kalau apa yang menjadi pemikirannya itu akan terbukti.

"Sudahlah kamu jangan memikirkan itu."

"Kamu bisa jamin kan bahwa anak kita tak akan kehilangan Kevin?"

"Tentu saja, sudah lebih baik kita jangan bahas soal masalah ini lagi."

Mayra nampak tak puas dengan jawaban sang suami yang ingin menyudahi pembahasan masalah ini padahal dirinya merasa bahwa pembahasan ini sama sekali belum selesai. Rupanya sejak tadi ada yang secara sengaja menguping pembicaraan mereka berdua yang tak lain adalah Berlian, ia nampak mengerutkan kening heran dengan pembicaraan mertuanya itu dan wanita itu sangat ingin tahu lebih banyak mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa yang kamu lakukan di sini?"

Berlian terkejut bukan main saat Ariel menyapanya dari belakang. Karena terlalu fokus dalam mencuri dengar apa yang barusan dibicarakan oleh sang mertua membuatnya sama sekali tak memerhatikan sekitar dan sekarang tiba-tiba saja sosok suaminya sudah berdiri tepat di belakangnya dan menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

****

Suryani kembali datang ke rumah untuk main seperti biasanya. Ketika datang ke rumah anaknya ia berlagak seperti nyonya di rumah ini dan kerap kali memerintah asisten rumah tangga melakukan apa yang ia inginkan. Suryani yang memang tak pernah merasakan menjadi orang kaya sebelumnya jadi terlihat begitu norak yang mana membuat Runi kesal dengan tingkah mamanya.

"Mama jangan terlihat seperti orang kaya baru dong!"

"Kamu ini bicara apa?"

"Sudahlah, aku sedang malas berdebat!"

Suryani menatap seksama wajah Runi yang tak bersahabat saat ini, Suryani kemudian jadi memikirkan sesuatu yang membuat Runi menjadi seperti ini.

"Masalah lagi dengan suamimu?"

"Memangnya dengan siapa lagi?"

Suryani kemudian mulai memberikan nasihat bahwa ia harus nurut pada suami dan jangan banyak tingkah kalau tak mau Kevin pergi. Nasihat yang diberikan oleh mamanya nyatanya malah membuat telinga Runi makin panas, ia merasa bahwa hidupnya tak adil dan ia hanya bisa menjadi bayang-bayang Tasya saja.

"Apakah aku salah jika ingin diakui sebagai istri Kevin Lazuardi? Aku tahu bahwa aku hanya selir saja namun dia juga suamiku bahkan kami juga memiliki anak."

Suryani menggelengkan kepalanya ketika Runi mulai mengeluarkan air matanya, Suryani rasanya sudah lelah memberikan wejangan bahwa Runi sudah terlalu jauh keinginannya dan harusnya dengan hidup seperti ini sudah cukup.

****

Semenjak kejadian di mana Desta diizinkan oleh Tasya menemui Wikka maka mulai saat itulah pria itu bisa dengan leluasa berkirim pesan dengan Tasya. Ia tahu bahwa ia tak boleh melanggar batas karena Tasya sudah menikah dengan Kevin namun mereka hanya berkomunikasi sebatas sebagai orang tua Wikka saja. Desta tak menampik bahwa ia masih ada rasa pada Tasya dan ia masih belum sepenuhnya bisa menerima fakta bahwa Tasya sudah menikah dengan Kevin dan hal lain yang membuatnya cukup sedih adalah Wikka menganggap Kevin adalah papa kandungnya tanpa pernah ia ketahui bahwa ia adalah ayah kandungnya.

"Menyedihkan sekali hidupku, anakku bahkan tak mengenaliku sebagai ayah kandungnya."

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!