Anakku Tak Mengenaliku

Desta sudah berdiri tepat di belakang Wikka ketika anaknya itu berbalik badan dan menatapnya dengan takut karena wajar saja ini adalah kali pertama mereka bertemu.

"Om siapa?"

Lidah Desta mendadak kelu hingga ia tak tahu harus mengatakan apa pada anaknya ini. Rasanya bahagia sekali bisa bertemu secara langsung seperti ini namun ada rasa sakit yang luar biasa ketika sang anak tak mengenali ayah kandungnya.

"Non Wikka!"

Mbak Nia buru-buru datang menghampiri Wikka dan melindungi Wikka dari Desta yang ia anggap adalah penculik anak.

"Lebih baik kamu pergi sebelum saya lapor polisi!"

"Polisi? Memang saya melakukan apa? Saya tak melakukan apa pun."

"Alasan! Saya tahu kalau kamu mau menculik anak majikan saya kan?!"

Desta paham di sini, ia kemudian mengatakan kalau ia sama sekali tak seperti apa yang dituduhkan oleh mbak Nia ini namun sayangnya pengasuh Wikka ini tak peduli dan mengusir Desta. Karena tak mau membuat keributan yang lebih besar maka Desta memutuskan untuk pergi saja dari sini walau dengan berat hati. Desta masih ingin menghabiskan waktu dengan Wikka namun ia sadar bahwa ia harus pergi bekerja.

"Semoga saja ini adalah awal dari segalanya."

Desta menyalakan mesin mobilnya dan gegas ia meninggalkan tempat itu menuju tempatnya bekerja sementara mbak Nia mengajak Wikka untuk pulang saja ke rumah karena dirasa main di luar rumah agak membahayakan.

"Non baik-baik saja kan?"

"Iya Mbak, aku baik-baik saja."

"Orang tadi tak menyakiti Non kan?"

Wikka menggelengkan kepalanya dan mbak Nia menghela napas lega melihatnya. Ia tak mau mendapat masalah karena sudah membuat anak majikannya celaka. Ketika mereka sudah masuk ke dalam maka mbak Nia gegas menghubungi Tasya untuk menceritakan apa yang terjadi di taman. Tasya yang sedang bekerja nampak terkejut dengan cerita pengasuh anaknya itu namun ia bersyukur karena Wikka sama sekali tak kenapa-kenapa.

"Kalau sampai anakku kenapa-kenapa maka saya akan pecat kamu!"

****

Tasya baru menyadari kalau banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari Desta dan mau tak mau maka wanita ini jadi mengaitkan apa yang dikatakan oleh mbak Nia dengan nama Desta.

"Apakah yang dimaksudnya adalah Desta?"

Tasya kemudian mengirimkan pesan balasan pada Desta yang mana pesan itu tak langsung dijawab dan Tasya kembali fokus pada pekerjaannya di butik hingga ponselnya berdering dan ada balasan dari Desta. Tasya melirik jawaban pesan dari Desta dan kemudian ia menghela napasnya panjang. Rupanya memang Desta yang barusan ingin bertemu Wikka namun entah kenapa perasaan Tasya bergejolak sendiri saat ayah kandung anaknya ingin bertemu dengan anaknya setelah 11 tahun berlalu ditambah saat ini ia masih bingung harus memercayai papanya atau Desta.

"Siapa yang harus aku percaya?"

Ketika tengah memikirkan itu, Kevin menelponnya dan langsung saja Tasya menjawab telepon dari sang suami yang mengatakan bahwa nanti Tasya jangan lupa untuk hadir dalam acara pendaftaran baka calon Gubernur bersama partai pengusung dan keluarga ke komisi pemilihan umum daerah.

"Baiklah, kamu atur saja."

"Bukan aku yang mengatur namun papi yang mengatur semua."

"Terserah sajalah."

Maka Kevin mewanti-wanti bahwa Tasya harus bisa bersandiwara lagi bersamanya ketika datang ke sana dan hal yang selalu saja Kevin katakan ketika merema akan mendatangi sebuah acara hingga ia sudah hafal diluar kepala kata-kata suaminya itu.

****

Elita datang ke rumah Runi dan kedatangan mertuanya itu membuat Runi seketika tegang bukan main. Hubungan Elita dan Runi sama sekali bisa dibilang tak berjalan dengan baik karena wanita ini masih saja memandang rendah Runi walau ia sudah memberikan cucu kandung untuk keluarga Lazuardi.

"Mami mau minum apa?"

"Tak perlu repot-repot."

"Jadi kenapa Mami datang ke sini?"

"Baiklah aku memang tak suka basa-basi jadi alangkah baiknya kita langsung masuk pada intinya saja. Berpisahlah dengan anakku namun serahkan Brandon pada kami."

"Maaf?"

"Telingamu masih berfungsi dengan normal kan?"

"Tapi ... kenapa Mami meminta seperti itu?"

"Aku melakukan semua ini demi keluargaku, aku mau menantuku menang dalam pemilihan Gubernur dan kalau dia menang maka kami juga yang akan mendapatkan banyak keuntungan. Kamu selalu dijadikan bahan untuk mengusik Kevin dengan statusmu sebagai selirnya. Bukan rahasia umum bahwa lawan politik dan bisnis kami akan menggunakan isu pernikahan siri Kevin untuk menggembosi suara Tasya maka aku tak mau Tasya gagal dalam pemilihan kali ini. Kamu harus berkorban untuk kebaikan kami semua maka mengertilah."

Runi nampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh mertuanya yang ingin membuat dirinya dan Kevin berpisah dan parahnya lagi ia ingin memisahkan dirinya dan anaknya.

****

Runi merasa marah dan gelisah dengan apa yang dikatakan oleh mertuanya, ia sadar betul bahwa ia datang bukan dari keluarga kaya raya dan memiliki pengaruh layaknya Tasya yang walaupun hamil diluar nikah namun bisa dilindungi oleh keluarganya yang berkuasa bahkan kini keluarga suaminya sangat mesra dengan keluarga Tasya demi ambisi masing-masing. Runi merasa marah pada takdirnya yang bukan terlahir dari keluarga kaya raya dan berpengaruh hingga statusnya yang orang biasa saja ini dipandang rendah oleh banyak orang.

"Tidak, aku tak bisa mundur begitu saja."

Runi menggelengkan kepalanya, dirinya sangat tak rela jika harus mundur begitu saja dan memberikan jalan bagi keluarga suaminya merebut Brandon darinya. Runi gegas pergi menemui sang suami di kantornya namun ketika ia tiba di sana satpam mengatakan Kevin tak ada di kantor.

"Bapak kan sedang mengantar ibu untuk mendaftarkan diri secara langsung ke komisi pemilihan umum daerah."

Seketika Runi menjadi lemas, ia sudah jauh-jauh datang ke sini dan malah mendapatkan kabar ini. Perasaannya sangat berkecamuk saat ini namun tak ada hal yang dapat ia lakukan selain menerima semua ini walau rasanya ia ingin sekali marah dan melampiaskan semuanya yang ia rasakan saat ini.

****

Tasya dan Adiguna mendaftar secara resmi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam pilkada yang akan datang. Mereka datang dengan diarak oleh partai pengusung dan keluarga. Selain itu juga tentu dengan massa bayaran yang seolah membuktikan bahwa banyak masyarakat yang mendukungnya, suasana heboh dan semarak ketika pendaftaran itu membuat arus lalu lintas macet di sekitar gedung dan beberapa masyarakat sipil yang melintas merekamnya melalui ponsel. Banyak media yang meliput kedatangan mereka namun Tasya hanya melempar senyum dengan didampingi oleh Kevin yang menggenggam tangannya mesra dan erat.

"Nanti kami akan memberikan pernyataan setelah semua prosesnya selesai, mohon kalian tunggu."

Rupanya ada dua orang yang berada tak jauh dari kerumumnan itu dengan pandangan yang berbeda ketika melihat Tasya dan Kevin masuk ke dalam gedung diikuti oleh wartawan.

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!