Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang

Kevin nyatanya memang menepati janjinya pada Runi untuk datang menemui wanita itu namun ada satu hal yang tak berubah di wajahnya yaitu raut wajah dingin dan sama sekali tak memberikan Runi senyum seperti biasanya ketika pulang ke rumah ini walau Runi sudah berusaha untuk memberikan hal baik pada suaminya ini. Kevin akan bersikap baik pada Brandon ketika anak mereka datang menyapa dan mengungkapkan bahwa ia sangat merindukannya. Kevin nampak tersenyum ketika mendengar celoteh polos dari anaknya dan Runi hanya bisa diam dan memperhatikan kedekatan keduanya. Sikap Kevin padanya masih saja dingin katanya ada hal yang mau ia bicarakan namun karena Brandon masih ada di antara mereka mau tak mau Kevin harus menunda sejenak masalah yang ingin ia selesaikan dengan Runi.

"Kamu mau tidur siang? Bukankah saatnya tidur siang sekarang?"

"Tapi kalau aku tidur nanti Papa pergi."

"Papa tak akan pergi, Papa akan menunggu kamu bangun dan kita akan main lagi."

"Papa janji?"

"Iya sayang, Papa janji."

Brandon tersenyum senang dan dengan diantarkan oleh pengasuhnya maka Brandon diantar menuju kamarnya dan saat inilah yang Runi nantikan sejak tadi.

"Kita bicara di ruangan kerjaku."

Kevin nampak memimpin jalan di depan dan Runi mengukuti langkah sang suami di belakangnya, raut wajah Kevin masih saja tak berubah, ia masih dingin memperlakukannya dan tak bicara apa pun bahkan saat mereka tiba di ruangan ini sejak beberapa waktu yang lalu.

"Untuk apa kita ada di sini kalau kamu saja tak mengatakan apa pun sejak tadi?"

"Bisakah kamu jangan pernah melakukan hal itu lagi?"

"Apa maksudmu?"

"Jangan pernah datang ke kantor lagi tanpa pemberitahuan karena aku tidak suka."

"Kenapa? Kenapa kamu tak suka? Aku kan istrimu!"

"Namun hanya keluarga saja yang tahu dan bukannya orang lain apalagi media! Saat ini Tasya sedang kampanye dan oleh sebab itu semua yang berhubungan dengannya dan keluarganya akan menjadi sorotan media maka bijaklah dalam bersikap."

****

Runi tak menyangka bahwa Kevin begitu memerhatikan Tasya bahkan sampai sedetail itu dan tentu saja ada rasa cemburu dalam hatinya kala mendengar kalimat itu. Runi tahu bahwa posisinya hanya istri kedua dan tak ada seorang pun yang tahu namun hati wanita mana yang tak hancur dan sakit saat sang pria membagi cintanya dengan wanita lain?

"Kalau memang kamu tak sanggup melanjutkan semua ini maka akan jauh lebih baik kita berpisah saja."

Sontak saja kedua mata Runi melotot tak terduga mendengar apa yang Kevin katakan barusan. Ia benar-benar tak habis pikir dengan Kevin yang dengan santainya mengatakan hal tersebut tanpa memikirkan bagaimana perasaannya.

"Apakah kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan?"

"Kenapa memangnya menanyakan hal itu?"

"Apakah kamu tahu bahwa pertanyaan itu sangat menyakitkanku?"

"Kalau memang kamu merasa tersakiti dengan pertanyaan itu maka aku minta maaf namun aku serius, kalau memang kamu tak sanggup memendam rasa cemburu kala suamimu membagi cinta dengan wanita lain maka mundurlah namun Brandon akan ikut bersamaku."

"Apa-apaan itu? Lagi pula siapa juga yang bersedia mundur? Aku tak akan pernah mundur dan Brandon akan tetap bersama kita."

"Baiklah kalau memang itu adalah keputusanmu maka aku akan menghormatinya namun jangan pernah usik lagi Tasya."

****

Erlita yang tadi sudah berpisah dengan besannya di depan salon kini meminta sopirnya mengantar ke rumah Runi. Erlita panas mendengar bahwa Runi sudah berbuat onar di rumah Tasya apalagi sampai membuat Mayra turun tangan sendiri memberi pelajaran pada istri kedua Kevin itu.

"Wanita itu memang harus aku beri pelajaran."

Erlita sudah tiba di rumah Runi dan ia menemukan mobil Kevin di garasi yang mana artinya Kevin ada di sini maka gegas saja Erlita masuk tanpa permisi dan berteriak mencari di mana Runi berada.

"Runi keluar kamu!"

Tak lama kemudian akhirnya Runi dan Kevin keluar dari ruangan kerja pria itu setelah mendengar suara teriakan Erlita yang membahana di rumah ini.

"Apa yang Mami lakukan di sini?" tanya Kevin.

Erlita sama sekali tak menjawab pertanyaan Kevin namun tatapannya tertuju pada Runi dan tanpa basa-basi, Erlita menampar wajah Runi dengan keras dan membuat Kevin terkejut dengan yang maminya lakukan saat ini.

"Mami kenapa menampar Runi?"

"Kenapa? Apakah kamu tahu tadi Mayra curhat pada Mami bahwa wanita tak tahu diri ini datang ke rumah Tasya dan membuat onar dan yang membuat Mami malu adalah ada Mayra juga di sana, besan Mami! Mau ditaruh di mana muka Mami di depan besan sendiri justru ada pengacau murahan seperti wanita ini!"

****

Ariel pulang ke rumah untuk menyelesaikan masalahnya dengan Berlian, semenjak tadi ia mendengar nasihat sang papa untuk menyelesaikan masalah dan tak melarikan diri maka ia akhirnya memutuskan untuk menghadapinya.

"Baiklah, apa pun yang terjadi maka aku harus hadapi."

Ariel sudah tiba di rumah dan ia gegas turun dari dalam mobilnya dan masuk ke dalam rumah itu, asisten rumah tangga menyambut kepulangannya di rumah ini.

"Selamat datang Tuan."

"Iya Mbok, Lian ada di mana?"

"Nyonya ada di kamar-"

"Oh baiklah, saya akan susul dia ke kamar."

Asisten rumah tangga itu nampak panik ketika Ariel sudah melangkahkan kaki menuju kamarnya dan Berlian namun ketika Ariel yang sudah membuka pintu kamar dan bersiap untuk bicara dengan Berlian mengenai masalah rumah tangga mereka justru dibuat terkejut dengan pemandangan di depannya. Berlian tengah memadu kasih dengan seorang pria muda di atas ranjang tempat mereka tidur. Berlian dan pria muda itu nampak terkejut dan gugup saat mendapati Ariel berdiri mematung tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.

"Ariel? Kenapa kamu ada di sini?"

"Apa maksud semua ini?" tanya Ariel dengan nada rendah.

"Ariel aku bisa jelaskan semua."

"Cepat kenakan pakaian kalian dan turun ke bawah, kalian berdua harus jelaskan semuanya padaku!"

****

Sementara itu Tasya hari ini tak melakukan safari politik dan lebih memilih untuk menemani Wikka seharian ini. Ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Wikka karena nanti ketika dirinya menjadi Gubernur maka anaknya pasti akan lebih banyak sendirian karena akan banyak tugas yang datang padanya. Ketika itulah ponselnya berdenting menandakan ada sebuah pesan masuk di sana, Tasya kemudian meraih benda itu dan melihat ada pesan masuk dari Desta yang mana katanya pria itu sudah ada di depan pagar namun satpam tak membiarkannya masuk ke dalam. Tasya kemudian melihat keluar jendela dari lantai dua ini dan memang melihat sosok Desta di sana yang melambaikan tangan padanya.

"Mau apa sih dia datang ke sini?"

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

Istri gak tau diri lagii.. 😡

2024-06-15

0

lihat semua
Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!