Pertemuan Resmi Dengan Anak

Tasya dan Kevin nampak berjalan keluar dari dalam gedung komisi pemilihan umum daerah setelah memberikan berkas formulir pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Tasya dan Adiguna kini diwawancara oleh wartawan mengenai apa saja yang akan mereka lakukan jika terpilih dalam pilkada ini namun baik Tasya maupun Adiguna sama-sama memilih tak menjawab dan hanya mengatakan nanti saja mereka akan membuktikan langsung pada masyarakat. Selepas itu maka Tasya langsung memutuskan kembali ke rumahnya karena lelah sekali seharian ini menjalani proses pendaftaran dan ketika tiba di rumah Tasya langsung menanyakan pada Nia mengenai apakah ada orang asing lagi yang mencoba mendekati Wikka.

"Tidak ada Bu, saya sudah pastikan bahwa kejadian itu adalah yang terakhir dan saya janji tak akan mengulanginya lagi."

"Tentu saja begitu karena kalau tidak maka saya akan memecat kamu dan kalau saya sudah melakukan itu maka kamu akan kesulitan mendapatkan pekerjaan lagi!"

"Ampun Bu, saya janji tak akan teledor lagi."

Bukan hanya Nia saja namun satpam juga mendapatkan peringatan keras dari Tasya jika berani kejadian serupa terulang kembali dan tentu saja kalau Tasya sudah bicara begitu maka apa pun bisa saja wanita ini lakukan.

"Di mana Wikka?"

"Di kamar, Bu."

Tasya gegas menuju kamar anaknya dan setelah sampai di sana, ia langsung masuk ke dalam kamar dan menemukan Wikka tengah duduk di kursi belajar dan tengah melakukan sesuatu di meja belajarnya.

"Sayang."

"Mama sudah pulang?"

Wikka langsung memeluk mamanya, sejak tadi Wikka sibuk mengerjakan PR yang diberikan oleh guru privatnya yang sengaja Tasya berikan untuk menunjang pendidikan Wikka.

"Senang kan belajar hari ini?"

"Senang."

"Jadi kamu tak perlu ya meminta supaya sekolah normal."

"Kok begitu?"

Tasya nampak membuang napas berat dan ia sendiri saat ini tengah mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan Wikka yang semakin ingin tahu banyak hal lagi.

"Sayang, Mama mau bertanya sesuatu padamu."

"Apa?"

****

Tasya awalnya ragu dengan hal ini namun setelah mendapatkan izin dari Kevin maka Tasya berani melakukannya. Tasya membawa Wikka menuju sebuah taman yang letaknya jauh dari rumah dan di sini mereka akan bertemu seseorang. Wikka yang selama ini memang jarang diajak keluar rumah begitu antusias dan bahagia sekali melihat dunia luar. Tasya merasa sedih karena harus mengurung Wikka di dalam rumah demi menghindarkan anaknya dari bully yang mungkin akan diterimanya kalau bersekolah normal.

"Tasya."

Ia mengenali suara pria itu, tanpa ia harus menoleh pun ia mengetahui siapa yang datang namun ia sama sekali tak mengalihkan pandangan dari Wikka yang sedang bermain sendirian dengan pengawasan darinya.

"Kamu sudah pernah bertemu dengannya diam-diam kan?"

"Maaf, itu semua adalah kesalahanku."

"Kevin sudah memberikan izin oleh sebab itu maka aku membolehkan pertemuan ini namun tentu saja semua atas pengawasan dariku."

"Aku tak masalah dengan itu, asalkan aku bisa dekat dengan anakku."

Tasya kemudian memanggil Wikka untuk mendekati mereka, ketika sudah dekat raut wajah anak itu jelas bingung karena melihat sosok yang pernah ia lihat sebelumnya dan membuatnya takut.

"Kamu pernah bertemu dengan Om ini?"

"Iya Ma, aku pernah."

"Om ini bukanlah orang jahat sayang. Dia adalah teman Mama."

Walau keberatan dengan ucapan Tasya barusan namun Desta sama sekali tak punya pilihan lain lagi selain menuruti skenario yang telah dibuat oleh Tasya.

****

Runi menantikan Kevin datang di sebuah restoran yang sudah mereka sepakati untuk janjian bertemu saat ini. Sesekali wanita itu melirik jam tangan yang dikenakan olehnya hingga akhirnya yang sejak tadi ia tunggu muncul juga.

"Maaf aku terlambat."

Runi memesan sebuah ruangan khusus supaya mereka bisa bicara berdua tanpa harus khawatir ada yang melihat mereka atau obrolan mereka sampai terdengar oleh orang lain karena status Runi yang hanya jadi istri siri Kevin saja.

"Jadi ada apa?"

"Mami, dia datang padaku dan mengatakan bahwa aku harus mundur."

"Mami mengatakan itu?"

Runi menganggukan kepalanya, ia mengatakan bahwa perlakuan Erlita padanya sama sekali tak berubah walau ia sudah memberikan cucu laki-laki untuk wanita sombong itu. Erlita masih memandang rendah dirinya yang datang dari keluarga miskin dan tak punya apa-apa.

"Jangan dengarkan apa yang Mami katakan."

"Jadi kamu tak akan melakukan itu kan, Mas? Kamu tak akan meninggalkan aku dan memisahkan aku dengan anakku?"

"Tentu saja tidak."

Runi bisa tersenyum lega ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Kevin namun kemudian senyum itu seketika luntur setelah Kevin mengatakan sesuatu.

"Alangkah baiknya kamu jangan kumpul lagi dengan teman arisan sosialitamu itu."

****

Desta merasa haru karena bisa menyentuh dan memeluk Wikka yang rasanya saat ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan. 11 tahun ia harus habiskan di pengasingan demi membiayai ibunya yang sakit dan harus rela dibenci oleh Tasya padahal ia sama sekali tak ada niatan untuk lari dari tanggung jawab. Wikka sendiri bisa langsung akrab dengan Desta dan bisa Tasya lihat bahwa ikatan ayah dan anak memang tak bisa bohongi dan hal itu membuat perasaannya berkecamuk saat ini. Siapa yang harus ia percaya saat ini, papanya atau Desta?

"Terima kasih Tasya."

"Tidak masalah."

Tasya kemudian meminta Nia untuk membawa Wikka ke dalam mobil karena ia harus bicara sebentar dengan Desta sebelum pulang.

"Ayo salim dulu pada Om."

Wikka menurut dan mencium tangan Desta dan berpamitan pada pria itu, hati Desta menghangat saat melihat perlakuan manis Wikka yang sampai saat ini belum tahu bahwa ia adalah ayah kandungnya.

"Sejujurnya aku tak tahu siapa yang bisa aku percayai."

Desta tersenyum miris dengan apa yang barusan dikatakan oleh Tasya dan Desta mengatakan bahwa Tasya hanya perlu ikuti kata hatinya dan cari kebenaran yang sesungguhnya.

"Aku sama sekali tak akan memaksa kamu untuk memercayai ceritaku karena aku percaya bahwa kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri."

****

Runi uring-uringan sendiri selepas bicara dengan Kevin barusan. Ia bisa lega dengan ucapan Kevin yang katanya tak akan menceraikannya dan memisahkannya dari anaknya namun ada hal yang membuat Runi jengkel yaitu harus keluar dari geng arisan sosialita yang ia ikuti demi pengakuan status sosialnya di kalangan atas. Runi harus ia akui bahwa grup arisan itu rata-rata memang julid dan tak suka dengannya namun ia tak memiliki pilihan lain kalau ia mau diakui sebagai istri Kevin Lazuardi maka ia harus menjadi bagian kelompok itu. Baru saja ia tiba di rumah sudah harus menemukan sosok mamanya yang duduk di sofa ruang tengah dan berlagak sebagai nyonya di rumah ini.

"Dari mana kamu?"

"Kenapa Mama ke sini?!"

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!