Tawaran Menggiurkan

Tasya sejujurnya memang tergiur dengan tawaran jabatan itu apalagi menjadi pejabat publik yang secara tak langsung mendongkrak reputasinya lengkap dengan dukungan keluarga besar tentu semua bisa digenggam saat itu juga namun yang menjadi pertanyaannya adalah apakah dia bisa diberikan amanah ini? Tasya tahu bahwa menjadi pejabat publik adalah tanggung jawab besar walau sudah diiming-imingi segala kemudahan dan pensiun yang akan diberikan oleh negara ketika ia sudah tak lagi menjabat namun tetap saja ada tanggung jawab moral yang harus ia tanggung ketika menjadi pejabat publik.

"Kamu percayakan saja semua pada Papa."

Andri menepuk tangan Tasya lembut dan tersenyum penuh arti. Tasya tentu paham apa yang dimaksud oleh papanya dan kemudian ia memutuskan untuk segera pergi dari kantor ini namun hari ini ia sama sekali tak ingin pergi ke butik melainkan ia ingin di rumah saja dan memikirkan semua tawaran menggiurkan ini.

"Astaga, aku sampai lupa untuk membicarakan soa Wikka karena terlalu asyik soal membahas pemilihan itu."

Tasya nampak menggerutu saat ingat bahwa seharusnya ia juga membicarakan soal ayah kandung Wikka yang ingin bertemu dengan anaknya.

"Lain kali saja aku bicara pada papa."

Maka Tasya kembali melanjutkan langkah kakinya ke arah lift dan tak lama kemudian lift yang biasa digunakan khusus untuk Andri terbuka dan ia langsung masuk ke dalam. Lift tiba di lobi kantor dan setiap karyawan yang bertemu atau berpapasan akan menyapa dan membungkukan badan hormat ketika Tasya lewat dan di depan sana mobil sudah menunggunya.

"Kita mau ke mana, Bu?"

"Kita kembali saja ke rumah, Pak."

"Baik Bu."

Maka sopir melajukan mobil mewah itu meninggalkan lobi kantor Andri menuju rumah yang menjadi tempat tinggal ia dan Kevin selama 10 tahun belakangan. Sepanjang perjalanan ia menatap keluar jendela hingga suara ponsel di dalam tasnya mengganggu ketenangannya maka mau tak mau ia meraih ponsel itu dan melihat siapakah gerangan yang menelponnya saat ini dan rupanya orang yang menghubunginya saat ini adalah Kevin.

"Mau apalagi dia menghubungiku?"

****

Tasya baru saja tiba di rumah namun ia mendapatkan laporan dari satpam yang berjaga di depan rumah bahwa tadi Desta ke sini dan kembali memaksa masuk.

"Di mana dia sekarang?"

"Dia sudah pergi Nyonya, anda tenang saja karena saya selalu menjalankan perintah anda untuk tak memberikan orang asing masuk begitu saja ke dalam rumah."

"Memang sudah seharusnya begitu, belakangan ini banyak sekali orang yang mengaku ini dan itu untuk keuntungan pribadi dengan didasari niat yang tak baik."

Tasya bisa bernapas lega karena Desta rupanya tak bisa masuk ke dalam rumah namun itu semua sama sekali tak menjamin bahwa Desta tak akan kembali lagi ke sini.

"Di mana Wikka, Mbok?"

"Non Wikka sedang ada guru privatnya di kamar bersama Mbak Nia."

"Baiklah kalau begitu, kamu siapkan saya dan Wikka makan siang karena saya lapar."

"Baik Nyonya."

Segera saja asisten rumah tangga itu pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan siang sementara Tasya masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian maka ia gegas menuju meja makan dan di sana Wikka sudah ada tengah menantinya.

"Mama sudah pulang?"

"Kenapa? Kamu tak suka kalau Mama sudah pulang?"

"Suka, aku harap Mama di rumah saja bersama aku, temani aku belajar bersama Miss Violet."

"Mbak Nia kan ada menemani kamu? Apa Mbak Nia bersikap tak baik pada kamu?"

"Mbak Nia baik, Ma. Tapi ... Wikka kan mau ditemani Mama ketika belajar."

****

Kevin kembali mengirimkan pesan pada Tasya bahwa malam ini ia tak pulang ke rumah karena akan pulang ke rumah selirnya. Tasya sama sekali tak ada niatan untuk membalas pesan suaminya itu. Tasya memang sejak awal sudah tahu kalau Kevin memiliki rasa pada wanita lain sebelum mereka dijodohkan. Awalnya Tasya menolak namun anehnya Kevin tak menolak yang mana Tasya heran kala itu namun kemudian Kevin mengatakan bahwa ia mau menerima perjodohan dan menikah dengan Tasya dengan syarat ia tak akan bicara banyak mengenai asmara terlarang Kevin dengan selirnya itu. Kevin dan wanita itu sudah menikah selama 7 tahun dan mereka sudah dikaruniai seorang anak tampan yang juga usianya sudah 7 tahun.

"Ma, Papa tak pulang ke rumah?"

"Papa di rumah tante Runi."

"Tante Runi?"

"Sudahlah Mama kan ada di sini."

Wajah Wikka menjadi muram kala itu, Tasya pun bertanya pada anaknya mengenai apa yang terjadi dan Wikka pun menceritakan semua yang selama ini ia tak tahu.

"Oma waktu itu datang ketika Mama tak ada, dia mengatakan padaku bahwa aku bukan anak papa. Oma tak menganggap aku cucunya namun dia hanya menganggap Brandon sebagai cucunya."

Hati Tasya sakit mendengar apa yang dikatakan oleh mertuanya pada Wikka. Sejak awal memang sang mertua sudah tak suka dengan Wikka namun walau tak suka juga tak harus mengungkit soal status di depan Wikka karena anak ini masih terlalu polos untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

****

Kevin menghabiskan malam di rumah Runi yang merupakan istri keduanya walau ia tak menikah secara resmi di bawah hukum sah negara namun semua keluarga besarnya sudah tahu mengenai siapa Runi dan anak mereka yang tampan dan menggemaskan. Kevin bahagia bisa memiliki anak kandung dari Runi setelah ada drama tes DNA yang dilakukan bukan hanya sekali karena Kevin tak mau dijebak oleh Runi dan semua keluarga besar pun akhirnya mau mengakui bahwa Brandon adalah memang benar anak kandungnya dengan Runi.

"Mas, apa benar istrimu akan dicalonkan menjadi Gubernur di pilkada nanti?"

"Itu semua ide papi. Mas tak punya hak apa pun untuk ikut campur mengenai itu."

"Tapi papi kan percaya sama kamu, Mas. Kamu sekarang Presiden Direktur Laz Group lho. Kamu berkuasa di semua anak perusahaan, masa sih papi tak melibatkan kamu dalam mengambil keputusan?"

"Papi itu selalu jalan sendiri dalam menjalankan intuisinya. Kami semua tak pernah dilibatkan dalam masalah begini, pokoknya ketika papi bilang A maka siapa pun tak bisa membantah apalagi menolak karena kalau tidak ya akan kehilangan warisan."

****

Keesokan harinya Tasya akan pergi ke butik seperti biasanya namun baru saja mobil melaju meninggalkan area pekarangan rumah, matanya langsung tertuju pada sebuah mobil MPV yang terparkir di jalan yang agak jauh dari gerbang rumah dan tentu saja ia kenal betul siapa pemilik mobil MPV itu.

"Rupanya dia masih saja keras kepala."

Tasya kemudian mengirimkan pesan pada satpam untuk lebih berjaga agar tak ada sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi namun tiba-tiba saja mobil berhenti secara tiba-tiba yang membuat Tasya mengaduh.

"Pak, kenapa berhenti tiba-tiba?!"

"Maaf Bu, anu di depan ada orang yang tiba-tiba melompat dan menghalangi jalan."

Tasya melihat ke depan dan ia nampak menghela napasnya kesal melihat siapa yang berdiri di depan sana.

"Keluar Tasya!"

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!