Harus Percaya Siapa?

Tasya yang baru saja mendapatkan informasi dari Desta mengenai apa yang sebenarnya terjadi 11 tahun lalu pun akhirnya mau tak mau mempertanyakan kembali apakah sang papa benar-benar tak tahu menahu mengenai kasus ini atau seperti apa yang Desta katakan bahwa papanya yang sengaja membuat Desta menghilang selama 11 tahun lamanya hingga Wikka tak mengenali siapa ayah kandungnya yang sebenarnya. Pertanyaan itu yang pada akhirnya membawa Tasya kembali ke kantor sang papa untuk bicara mengenai hal ini. Ketika datang ke sana seperti biasa sang sekretaris menyambutnya dengan ramah dan mengatakan kalau papanya sedang ada tamu di dalam.

"Siapa tamunya?"

"Mas Ariel, Mbak."

"Ariel?"

Tasya gegas masuk ke dalam ruangan kerja sang papa dan memang benar saja baru ia membuka pintu ruangan ini, ia langsung bisa melihat sang adik tengah berbincang dengan papanya. Andri mengalihkan pandangan pada Tasya yang baru saja tiba di sini dan menatapnya dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.

"Tasya, masuklah."

Tasya gegas mengayunkan kakinya untuk menuju sebelah sofa yang diduduki oleh adiknya dan Andri kemudian bertanya apa yang membawa Tasya ke sini.

"Aku tak mau mengganggu pembicaraan kalian."

"Justru bagus kalau ada kamu sekalian Mbak, aku dan Papa sedang membahas soal strategi kampanye untuk memenangkan kita di pilkada nanti," ujar Ariel penuh dengan semangat.

Tasya menghembuskan napasnya berat, Andri tahu bahwa saat ini putrinya sedang tak baik-baik saja. Andri kemudian menanyakan apakah yang terjadi saat ini namun Tasya malah balik bertanya padanya.

"Apakah aku boleh bicara di sini di depan Ariel juga? Ini menyangkut soal Desta."

"Desta? Mantan pacarmu dulu itu?"

"Iya, memang kamu pikir Desta yang mana lagi?"

"Jadi Mbak bisa bertemu Desta lagi? Jadi ceritanya cinta lama bersemi kembali gitu? Terus mas Kevin apa kabarnya?"

"Ehem!"

Deheman Andri membuat Ariel terdiam karena papa mereka langsung memasang wajah garang saat ini yang mana membuat nyalinya jadi ciut.

****

Andri melirik ke arah Ariel yang nampak tak mau beranjak dari duduknya karena memang ia penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh papa dan kakaknya.

"Kenapa? Papa tak percaya padaku bahwa aku bisa menjaga rahasia?"

"Jadi Ariel tak tahu soal itu?"

"Mbak bicara apa?"

"Ariel!"

Maka Ariel kembali diam ketika papanya sudah angkat bicara dan wajahnya kembali mengeras. Andri akhirnya menanyakan apa maksud Tasya ini karena ia sama sekali tak paham. Tasya dengan senang hati menjelaskan semuanya pada sang mama mengenai poin perbincangannya dengan Desta beberapa saat yang lalu oleh karena pembicaraan itu maka Tasya jadi tertarik untuk melakukan konfirmasi secara langsung pada papanya.

"Tasya, kamu percaya begitu saja dengan pria itu?"

"Tidak, oleh sebab itu aku kan tanya pada Papa."

"Kalau memang kamu tak percaya, kenapa juga masih memikirkan omong kosong seperti itu?!"

Ariel bisa menangkap adanya gelagat mencurigakan dari papa mereka namun ia memilih bungkam dan menyimak saja sementara Tasya mengatakan bahwa ia sama sekali tak ada niatan untuk meragukan Andri.

"Pokoknya kamu percaya pada Papa. Dan soal Desta kamu serahkan pada Papa karena pria itu adalah urusan Papa."

"Papa akan apakan Desta?"

"Kamu tak perlu tahu, tugasmu hanya menjadi mama yang baik untuk Wikka dan maju sebagai Gubernur dalam pilkada nanti."

****

Jawaban dari Andri nyatanya sama sekali tak memberikan ketenangan dalam diri Tasya. Ia masih mempertanyakan siapakah yang perlu ia percaya dengan hal ini hingga ketika ia kembali tiba di butiknya ada sebuah mobil terparkir yang mana mobil itu tentu saja Tasya kenali sebagai milik mertuanya.

"Mau apalagi dia datang ke sini?"

Tasya menarik napasnya dalam dan gegas turun dari dalam mobilnya dan pegawai butik langsung menyambutnya dan mengatakan bahwa sang mertua sudah menanti kedatangannya sejak tadi.

"Tanpa kalian memberitahu saya pun juga tahu kalau ada mertua saya di sini."

Tasya gegas menuju ruangan kerjanya yang mana sang mertua sudah menunggunya. Ia langsung masuk ke dalam ruangan itu dan menemukan sang mertua sudah duduk menanti kedatangannya.

"Mami, maaf kalau ketika Mami datang aku tak ada di sini karena aku ada urusan penting tadi."

"Tidak masalah, duduklah ada yang ingin Mami bicarakan."

Tasya duduk di sofa yang sama dengan Elita dan menantikan apakah yang akan dikatakan oleh mertuanya ini.

"Sebelumnya Mami ingin bertanya padamu, apakah Wikka pernah mengatakan sesuatu yang buruk mengenai Mami atau tidak?"

"Jadi Kevin sudah menyampaikan pada Mami mengenai apa yang Wikka katakan kala itu?"

"Mami minta maaf karena sempat hilang kontrol dan kelepasan mengucapkan itu. Mami sama sekali tak sengaja mengatakannya."

"Syukurlah kalau memang begitu."

"Namun itu semua kenyataannya kan?"

****

Hubungan Kevin dan kakaknya yaitu Charlie sama sekali tak berjalan baik. Charlie dikenal tak suka dengan Kevin karena terlalu bersinar dibandingkan dirinya yang biasa saja. Charlie masuk perusahaan karena bantuan papanya bukan karena kemampuannya dalam mengelola bisnis Laz Group yang sudah puluhan tahun dikenal di negara ini namun karena dia adalah anak Tama Lazuardi pemilik Laz Group. Charlie dikenal playboy dan punya banyak simpanan hingga pernikahan pertamanya kandas beberapa tahun lalu dan meninggalkan seorang anak remaja berusia 16 tahun yang bernama James. James tak tinggal di rumah melainkan tinggal di apartemen karena tak tahan tinggal satu atap dengan istri baru Charlie yang merupakan mantan model dari Rusia yang bernama Nikita.

"Kurang ajar, Kevin brengsek!"

Charlie tak bisa menahan diri ketika masuk ke dalam ruangannya dan memukul meja kerjanya. Setiap kali Tama memuji Kevin di depan relasi bisnis dan jabatan Kevin lebih tinggi darinya padahal dia adalah adiknya membuat harga diri Charlie terluka.

"Harusnya aku penerus Laz Group dan menjadi Presiden Direktur bukan Kevin! Kenapa papa lebih memercayai bocah ingusan tak tahu diri itu!"

Charlie menoleh ke arah ponsel yang ia taruh di atas meja kerjanya dan di layar ponselnya tertera nama Nikita namun ia sama sekali tak ada niatan menjawab telepon itu.

****

Malam ini Kevin bermalam di rumah Runi, Brandon merindukan papanya dan senang sekali bisa bermain sebelum tidur dengan sang papa. Runi diam-diam memerhatikan kedekatan kedua orang itu dan mengulas senyum, setidaknya Kevin memang adalah orang yang baik dan peduli dengan nasib Brandon sebagai darah dagingnya sendiri walau Runi hanya berstatus sebagai istri siri saja. Runi terkadang merasa iri dengan sorotan pada Tasya sebagai istri sah dari Kevin Lazuardi namun ia sadar dengan posisinya yang tak akan mungkin untuk menggantikan Tasya sebagai satu-satunya ratu untuk Kevin.

"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Kevin ketika masuk ke dalam kamar.

"Apakah boleh aku jujur?"

Episodes
1 Permintaan Sang Suami
2 Tawaran Menggiurkan
3 Pria Dari Masa Lalu
4 Penjelasan yang Dinanti
5 Harus Percaya Siapa?
6 Hanya Seorang Selir
7 Anakku Tak Mengenaliku
8 Pertemuan Resmi Dengan Anak
9 Iri Pada Sang Ratu
10 Masih Tak Dapat Menerima
11 Tak Bisa Akur
12 Apa yang Terjadi Padamu?
13 Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14 Kampanye Pertama
15 Drama Dengan Mertua
16 Jangan Bertindak Sembarangan
17 Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18 Menawarkan Diri
19 Aku Muak Padamu
20 Peringatan Secara Halus
21 Keputusan Untuk Berpisah
22 Fakta yang Membuat Terkejut
23 Biasakan Dirimu
24 Bohong Soal Umur?
25 Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26 Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27 Permintaan Terakhir Ibu
28 Merendahkan Diri
29 Kabar Duka Cita
30 Trauma Anak
31 Aku Ingin Memanggil Ayah
32 Papa Angkat Bicara
33 Menolak Untuk Bercerai
34 Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35 Aku Tidak Gentar
36 Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37 Aku Mau Ayah
38 Siksaan Dunia
39 Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40 Cerita Pada Suami
41 Bermalam Di Rumah Sakit
42 Tak Percaya Cinta
43 Hari Pemungutan Suara
44 Besan Pun Jujur
45 Mengetahui Dari Dua Sisi
46 Mantan Mertua
47 Pelantikan Jabatan
48 Hanya Berkata Jujur
49 Kamu Akan Hancur
50 Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51 Alibi Sang Wanita Licik
52 Kebusukan yang Terbongkar
53 Ditangkap Pada Akhirnya
54 Kunjungan Kerja
55 Kembali Membuat Viral
56 Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57 Hoaks yang Membuat Heboh
58 Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59 Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60 Pembicaraan yang Berujung Emosi
61 Aku Masih Cinta
62 Dia Bukan Orang Baik
63 Cinta Itu Masih Ada
64 Mama Mencoba Mengerti
65 Dia Pergi
66 Aku Yakin Karena Kamu
67 Papa Jangan Ikut Campur
68 Memahami Tanpa Menghakimi
69 Curigaku Ternyata Benar
70 Aku Akui Cinta Padamu
71 Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72 Mencoba Membuat Besan Paham
73 Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74 Aku Menyerah
75 Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76 Pertemuan Setelah Sekian Lama
77 Bukan Menantu yang Baik
78 Dia Mengaku?
79 Sidang yang Ricuh
80 Putusan Cerai
81 Menuai Karma
82 Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83 Kembali Ke Kota
84 Apakah Akan Menyusul?
85 Aku Akan Selalu Bersamamu
86 Ditetapkan Sebagai Tersangka
87 Sebuah Akhir Cerita
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Sang Suami
2
Tawaran Menggiurkan
3
Pria Dari Masa Lalu
4
Penjelasan yang Dinanti
5
Harus Percaya Siapa?
6
Hanya Seorang Selir
7
Anakku Tak Mengenaliku
8
Pertemuan Resmi Dengan Anak
9
Iri Pada Sang Ratu
10
Masih Tak Dapat Menerima
11
Tak Bisa Akur
12
Apa yang Terjadi Padamu?
13
Tuduhan yang Membuat Hati Panas
14
Kampanye Pertama
15
Drama Dengan Mertua
16
Jangan Bertindak Sembarangan
17
Menyelesaikan Masalah Dan Masalah Lain Datang
18
Menawarkan Diri
19
Aku Muak Padamu
20
Peringatan Secara Halus
21
Keputusan Untuk Berpisah
22
Fakta yang Membuat Terkejut
23
Biasakan Dirimu
24
Bohong Soal Umur?
25
Pertengkaran yang Tak Bisa Terhindarkan
26
Membongkar Aib Orang Tak Tahu Diri
27
Permintaan Terakhir Ibu
28
Merendahkan Diri
29
Kabar Duka Cita
30
Trauma Anak
31
Aku Ingin Memanggil Ayah
32
Papa Angkat Bicara
33
Menolak Untuk Bercerai
34
Mendapatkan Kesempatan Bertemu
35
Aku Tidak Gentar
36
Menjadi Viral Akibat Masa Lalu
37
Aku Mau Ayah
38
Siksaan Dunia
39
Memberitahu Mami yang Sebenarnya
40
Cerita Pada Suami
41
Bermalam Di Rumah Sakit
42
Tak Percaya Cinta
43
Hari Pemungutan Suara
44
Besan Pun Jujur
45
Mengetahui Dari Dua Sisi
46
Mantan Mertua
47
Pelantikan Jabatan
48
Hanya Berkata Jujur
49
Kamu Akan Hancur
50
Melabrak Pelakor Tak Tahu Diri
51
Alibi Sang Wanita Licik
52
Kebusukan yang Terbongkar
53
Ditangkap Pada Akhirnya
54
Kunjungan Kerja
55
Kembali Membuat Viral
56
Tuduhan Di Pesta Ulang Tahun
57
Hoaks yang Membuat Heboh
58
Ditangkapnya Sang Pembuat Onar
59
Rasa Iri Dan Cemburu Pada Mantan
60
Pembicaraan yang Berujung Emosi
61
Aku Masih Cinta
62
Dia Bukan Orang Baik
63
Cinta Itu Masih Ada
64
Mama Mencoba Mengerti
65
Dia Pergi
66
Aku Yakin Karena Kamu
67
Papa Jangan Ikut Campur
68
Memahami Tanpa Menghakimi
69
Curigaku Ternyata Benar
70
Aku Akui Cinta Padamu
71
Frustasi Setelah Tak Ada Kabar
72
Mencoba Membuat Besan Paham
73
Jangan Menyakiti Lebih Dalam Lagi
74
Aku Menyerah
75
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
76
Pertemuan Setelah Sekian Lama
77
Bukan Menantu yang Baik
78
Dia Mengaku?
79
Sidang yang Ricuh
80
Putusan Cerai
81
Menuai Karma
82
Penangkapan yang Akhirnya Terjadi
83
Kembali Ke Kota
84
Apakah Akan Menyusul?
85
Aku Akan Selalu Bersamamu
86
Ditetapkan Sebagai Tersangka
87
Sebuah Akhir Cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!