Mayra nampak heran ketika menatap layar ponselnya yang menampakan nama yang sama sekali tak pernah ia sangka akan menelponnya saat ini. Bagaimana tidak, semenjak menikah dengan Ariel 8 tahun yang lalu sama sekali Berlian mau menghubunginya andai jika ia yang tidak duluan mencari inisiatif menghubungi terlebih dahulu dan kini sepertinya menantunya yang sombong itu sudah mulai kegerahan dengan adanya pertengkaran antara Ariel dan wanita itu.
"Ada apa menelponku?"
Berlian menanyakan pada Mayra mengenai keberadaan suaminya yang mana Mayra sendiri sudah tahu bahwa antara Berlian dan Ariel hubungannya tak baik-baik saja. Mayra yang memang sejak dulu menahan jengkel pada Berlian kini seolah memiliki alasan untuk mengungkapkan kejengkelannya pada sang menantu. Selama ini Berlian selalu berlindung di balik Ariel namun sekarang kala hubungan mereka merenggang saatnya ia beraksi untuk memberitahu Berlian siapa dirinya.
"Kamu itu sama sekali tak becus dalam mengurus suami! Masa sih kamu istrinya tak tahu di mana suamimu?!"
"Yang aku tahu tadi dia ikut kampanye mbak Tasya, tapi aku mencoba menelponnya ponselnya mati dan oleh sebab itu maka aku menelpon Mama siapa tahu Mama tahu di mana suamiku berada."
"Sayangnya aku sama sekali tak tahu di mana suamimu berada! Sudahlah, aku sedang banyak urusan!"
Mayra dengan sengaja menutup sambungan telepon secara sepihak dan ia tengah membayangkan raut wajah kesal Berlian saat ia melakukannya dan hanya dengan membayangkannya saja sudah membuat hatinya gembira karena saat yang selama ini ia nantikan tiba juga.
"Siapa yang menelpon Mama?" tanya Ariel menghampiri sang mama.
"Istrimu, dia mengatakan bahwa ponselmu mati dan ia tak bisa menghubunginya jadi dia menelpon ke ponsel Mama."
"Dan apakah Mama memberitahu kalau ada di sini?"
"Tentu saja tidak! Mama justru puas memberikan wanita itu pelajaran karena sudah berulang kali dia merendahkan Mama kini lihat siapa dirinya apakah bisa melawanku?" seringai Mayra.
Ariel menggelengkan kepalanya dengan sikap sang mama, kemarahannya pada Berlian nyatanya masih belum reda oleh sebab itu maka ia izin menginap di rumah orang tuanya dan Mayra tentu dengan senang hati memberikan izin pada Ariel untuk tidur di sini karena walau bagaimanapun juga ini rumahnya juga.
****
Kevin kembali pulang ke rumah bukan ke rumah Runi yang membuat Tasya menjadi heran karena merasa kalau ada sesuatu yang tak beres antara Kevin dan Runi. Tasya kemudian berjalan menghampiri sang suami yang baru saja selesai mandi dan Kevin nampak heran dengan tingkah Tasya yang tak biasa ini.
"Ada apa?"
"Bukan apa-apa, bolehkah aku membantumu mengeringkan rambut?"
Kevin mempersilakan istrinya untuk mengeringkan rambut seperti yang barusan diminta, walau Kevin merasa aneh dengan sikap tak biasa yang ditunjukan oleh Tasya namun ia sama sekali tak berniat buka suara dan membiarkan saja Tasya melakukan tugasnya. Tasya sendiri nampak kesal karena Kevin hanya diam saja dan sama sekali tak ada inisiatif untuk bertanya terlebih dahulu.
"Ehem."
"Ada apa?"
"Ada apa? Apakah sikapku yang tak biasa ini sama sekali tak memancing rasa ingin tahumu?" tanya Tasya tak habis pikir dengan sikap suaminya.
Kevin justru tergelak mendengar pertanyaan Tasya barusan yang makin membuat Tasya menjadi kesal sendiri.
"Baiklah, aku minta maaf karena sudah tergelak barusan. Sekarang beri tahu aku apa yang kamu inginkan."
****
Tasya tentu saja tak ingin membuang kesempatan untuk bertanya pada Kevin mengenai apa yang terjadi pada dirinya dan Runi karena Tasya merasa bahwa belakangan ini Kevin jauh lebih suka menghabiskan waktu di rumah ini dibandingkan di rumah Runi padahal sebelumnya Kevin bersikap adil antara Tasya dan Runi.
"Kamu dan Runi ada masalah?"
"Iya, ada hal yang membuat hubungan kami agak renggang."
"Kamu tertarik pada wanita lain lagi?"
"Apa maksudmu?"
"Sudahlah Kevin, jangan sok polos begitu karena aku tahu dengan jelas kamu pasti paham apa yang barusan aku bicarakan."
"Bagaimana bisa kamu langsung menarik kesimpulan sendiri padahal aku saja belum mengatakan apa pun?"
"Dari sikapmu saja sepertinya itu sudah jelas kan? Kamu tertarik pada wanita lain dan Runi tahu itu kemudian kalian bertengkar hingga kamu mengungsi ke rumah ini."
"Sepertinya kamu terlalu banyak nonton drama hingga pikiranmu bisa begitu."
"Jadi aku salah?"
"Kalau semua yang kamu katakan tadi benar, apa reaksimu?"
"Jadi semua itu benar?!"
"Jawab saja pertanyaanku."
"Jawabanku adalah aku sama sekali tak peduli."
"Tidak peduli?"
"Aku sama sekali tak ada rasa untukmu jadi silakan saja kamu menikahi wanita lain dan memperbanyak selir namun kalau sampai media tahu tolong lindungi aku dari berondongan pertanyaan mereka."
****
Andri baru saja tiba di rumah dan ia menemukan Ariel di rumah ini, Andri ingin bertanya di mana Berlian namun Mayra sudah angkat suara terlebih dahulu memberitahu suaminya mengenai apa yang menyebabkan Ariel bisa ada di sini.
"Ikutlah denganku."
Mayra kemudian membawa suaminya masuk ke dalam kamar dan ia pun menjelaskan semuanya secara gamblang tanpa adanya yang coba ia tutupi dari sang suami. Andri diam saja mendengar semua penjelasan sang istri yang nampak sangat menggebu dan bersemangat sekali ketika bisa membungkam kesombongan menantu mereka.
"Jadi dia ada masalah dengan Berlian? Kenapa juga harus melarikan diri ke rumah ini? Mereka kan sudah dewasa dan bukannya anak-anak lagi, harusnya bisa dong mereka selesaikan ini dengan kepala dingin."
"Apa yang kamu katakan memang benar sayang tapi sekarang kan kondisinya sedang tak baik-baik saja. Mereka sedang bertengkar maka lebih baik salah satunya pergi untuk sementara waktu kan?"
"Tapi bukankah nantinya akan menjadi masalah yang lebih besar lagi? Bagaimana kalau pada akhirnya hal ini berdampak pada pernikahan mereka dan terancam bercerai?"
"Kalau soal itu lebih baik kita jangan ikut campur karena aku yakin bahwa Ariel pasti akan bijak dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mereka," ujar Mayra yang mencoba menenangkan sang suami.
****
Runi tak bisa menahan diri lagi karena sampai saat ini Kevin tak kunjung pulang maka ia akan mencari di mana Kevin berada dan tujuan pertamanya adalah rumah Tasya. Ia yakin bahwa Kevin ada di sana, Runi menekan klakson mobilnya kencang hingga satpam berjalan menghampirinya dan bertanya ada keperluan apa datang ke sini.
"Buka saja gerbangnya."
"Maaf namun saya tak bisa sembarangan membuka gerbang karena ini adalah perintah langsung dari pak Kevin."
"Jadi benar selama ini dia ada di sini?"
Emosi Runi sudah naik hingga ke ubun-ubun saat tahu Kevin ada di sini selama ini maka gegas saja ia turun dari dalam mobil dan hendak masuk ke dalam namun satpam dengan sigap menariknya.
"Lepaskan aku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Uthie
Dasar istri muda tak tau diri kata gtu mahhh 🤨😡
2024-06-15
0