Runi begitu emosi karena satpam yang berjaga di depan gerbang malah menghalangi jalannya untuk masuk ke dalam rumah ini padahal satpam ini jelas tahu siapa dirinya dan yang membuatnya sangat tak terima adalah dirinya diperlakukan seperti orang asing.
"Aku bukan orang asing! Aku adalah istri dari Kevin Lazuardi!"
"Maaf namun saya di sini hanya menjalankan perintah saja."
Runi emosi dan memukul satpam itu dan meronta sekuat tenaga supaya ia bisa melepaskan diri namun upayanya gagal. Runi tak bisa melepaskan diri dari satpam hingga karena mendengar keributan dari dalam maka Tasya keluar bersama asisten rumah tangga untuk mengecek ada apa gerangan di sini.
"Ada apa ini?"
"Bu, wanita ini memaksa masuk ke dalam."
"Aku bukan orang asing, aku ini istrinya Kevin!"
Tasya nampak menggelengkan kepalanya melihat Runi yang sedang emosi sekali saat ini. Percuma saja ia diizinkan masuk ke dalam karena pasti akan berbuat gaduh yang membuat suasana menjadi lebih kacau dari sebelumnya.
"Kamu sedang tak baik-baik saja, lebih baik pulang dan tenangkan dirimu sebelum bicara dengan Kevin."
Runi yang mendengar apa yang Tasya katakan nampak tergelak sumbang, ia menertawakan bagaimana bisa Tasya seenaknya mengatakan itu padahal sumber masalah semua ini berasal dari dia. Runi makin menjadi saja meracau dan menuduh Tasya yang bukan-bukan, andai saja ia sedang tak baik-baik saja moodnya pagi ini maka sudah pasti Tasya akan menampar dan menyuruh satpam membawa wanita ini keluar dari rumahnya.
"Teruslah menuduhku yang bukan-bukan namun pada kenyataannya Kevin tetap memilihku kan?"
Tasya memang sengaja memancing amarah Runi supaya wanita ini mengatakan lebih banyak hal padanya yang Kevin tidak katakan padanya.
"Lepaskan aku! Aku mau bertemu dengan suamiku!"
Runi makin menggila dan berusaha melepaskan diri namun satpam masih menahan Runi supaya tak membuat onar di rumah ini dan kegilaan Runi baru berhenti ketika mobil Mayra berhenti di depan rumah ini dan wanita itu turun dari dalam mobil dan menatap Runi tajam.
****
Mayra tanpa tendeng aling-aling menampar Runi yang sudah membuat onar di rumah anak dan menantunya. Mayra mengatakan bahwa Runi ini adalah wanita simpanan Kevin yang jelas statusnya tak lebih dari selir jadi harusnya Runi tahu diri dan tak berbuat seenaknya di rumah ini.
"Wajar saja kamu tak memiliki etika, kamu kan berasal dari keluarga kaya raya."
Ucapan pedas Mayra yang menyinggung soal status sosial mereka pun memancing amarah Runi, wanita itu mengatakan bahwa Mayra sama sekali tak pantas untuk mengatakan hal itu padanya padahal semua ini karena Tasya.
"Berani sekali kamu masih saja menyalahkan anakku! Kalau memang anakku menginginkannya maka sudah sejak dulu ia melabrak kamu dan sama sekali tak mengizinkan Kevin menikah denganmu atas dasar rasa kasihan kamu sudah mengandung anaknya!"
Kevin yang sejak tadi di dalam rumah dan mendengarkan keributan di antara ketiga wanita itu memilih untuk keluar rumah dan menyelesaikan semua ini. Runi yang melihat Kevin langsung meminta bantuan Kevin untuk melepaskannya namun reaksi Kevin sungguh sangat bertolak belakang dengan apa yang ia harapkan.
"Mau apa kamu datang ke sini? Jangan membuat onar di rumah istriku!"
"Mas, kamu kenapa tidak membelaku? Aku diserang habis-habisan oleh istri dan mertuamu!"
****
Runi akhirnya dipaksa untuk pulang oleh Kevin awalnya Runi menolak dengan keras keinginan Kevin itu namun karena Kevin mengatakan bahwa ia akan menemuinya nanti di rumah dan menyelesaikan semuanya maka ia akhirnya menurut dan tak lagi berbuat onar di rumah ini.
"Astaga, wanita itu benar-benar membuat Mama naik darah," sungut Mayra kesal.
"Mama baik-baik saja?" tanya Tasya.
"Harusnya Mama yang bertanya seperti itu, apakah kamu baik-baik saja? Apakah wanita itu melukaimu? Bilang pada Mama biar Mama berikan wanita tak tahu diri itu pelajaran!" seru Mayra emosi.
Tasya menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa ia sama sekali tak ada luka apa pun atas apa yang Runi lakukan padanya.
"Kamu serius kan? Jangan membuat Mama khawatir atau menyembunyikan apa pun."
"Aku mengatakan yang sejujurnya kok."
Mayra bisa menghela napas lega dan kemudian Kevin angkat bicara dan meminta maaf atas drama yang dibuat oleh Runi barusan, sejujurnya Kevin sama sekali tak menyangka bahwa Runi akan nekat datang ke sini dan membuat drama seperti tadi.
"Kevin, maaf kalau Mama lancang mengatakan ini namun apakah kamu masih mau mempertahankan rumah tanggamu dengan wanita itu? Maaf bukannya Mama mau ikut campur namun kamu lihat sendiri bagaimana kelakuannya tadi kan?" ujar Mayra menanggapi apa yang menantunya katakan.
****
Sementara itu Ariel dan Andri bicara di ruang kerja Andri. Di sana sang papa menanyakan apakah Ariel sedang ada masalah dengan Berlian dan Ariel dengan jujur mengatakan bahwa ia dan Berlian memang sedang ada masalah saat ini.
"Kami sedang masalah dan kami bertengkar."
"Kalau memang kalian sedang bertengkar kenapa tidak dicari jalan keluarnya?"
Ariel tak menjawab pertanyaan yang Andri katakan, papanya itu mengatakan bahwa setiap rumah tangga pasti ada masalahnya namun melarikan diri seperti ini juga tidak baik.
"Kalau kamu butuh waktu untuk sendiri dan memikirkan semua yang terjadi itu bisa sangat diterima dan memang ada kalanya kita harus sendiri dan mencerna ulang setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita supaya kita tahu apa yang salah namun membiarkan masalah berlarut-larut bukanlah hal yang bijak yang ada masalah akan semakin runyam karena kamu selalu melarikan diri."
Ariel menganggukan kepalanya dan setuju dengan yang papanya katakan, ia mengatakan pada sang papa bahwa akan segera menyelesaikan masalahnya dengan Berlian.
"Baguslah kalau begitu, semoga saja kalian mendapatkan jalan keluar atas masalah yang sedang kalian hadapi saat ini."
"Terima kasih banyak, Pa."
Maka setelah mendapatkan wejangan dari sang papa, Ariel memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan menyelesaikan masalahnya dengan Berlian.
****
Mayra sudah janjian bertemu dengan Erlita di salon langganan mereka, pasangan besan itu nampak kompak satu sama lain karena memang pada dasarnya mereka berdua sudah saling mengenal sejak puluhan tahun lalu jadi ketika anak-anak mereka menikah sudah tak canggung lagi ketika mengobrol seperti ini.
"Tadi pagi istri kedua Kevin datang ke rumah dan membuat onar," cerita Mayra.
"Apa? Apa yang dilakukan oleh wanita itu di rumah Tasya?"
Maka Mayra kemudian menceritakan semuanya pada sang besan, Erlita yang mendengar cerita sang besan nampak terkejut sekaligus tak menyangka bahwa Runi nekat berbuat onar di rumah Tasya.
"Jeng Mayra tenang saja, Kevin pasti bisa menangani semua itu."
"Aku hanya kasihan saja pada anakku, pagi-pagi harus ada drama dengan wanita itu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments