Sejak hari itu,
Mark benar-benar berusaha merebut Erika dari Martin, awalnya Ia hanya merasa tertantang juga geram dengan Martin yang memata-matainya di Perusahaan tapi lama-kelama an Mark benar jatuh cinta pada Erika.
Mark merasa Erika begitu gigih dan semakin Ia mencari tahu tentang Erika maka ketahuan lah olehnya betapa polos juga lembut nya seorang Erika begitu berbeda dengan pikiran-nya selama ini yang otak Mark telah di provokasi oleh Lana.
Mark berusaha membuat Erika kembali pada nya dengan berbagai cara bahkan Ia telah menjadi pemeran Antagonis diantara Cinta Erika dan Martin.
Mark juga begitu frustasi ketika semakin Ia mengikat Erika dengan cara nya maka Erika semakin membencinya.
"Cukup Mark..! kamu enggak cinta sama aku..??! kamu cuma terobsesi menginginkan aku karna kamu nggak pernah di tolak, kenapa kamu jadi berubah Mark? apa yang salah denganmu? kita nggak pernah dekat sebelumnya lalu kenapa kamu begitu berubah sampai jadi mengerikan begini?" marah Erika yang telah berada diambang batas kesabarannya.
Erika begitu muak pada Mark yang terus mengganggunya bahkan saat ini pun Mark masih berusaha menculiknya di hari Pernikahannya dengan Martin.
"Cintaku bukan Obsesi Ika..! aku tahu beda Obsesi dan Cinta, awalnya aku memang begitu tapi sekarang semakin aku mencari tahu tentangmu aku makin menyukaimu dan jadilah aku yang seperti ini." bela Mark yang berusaha memegang tangan Erika.
Erika menepis tangan Mark, "jangan ajari aku soal cinta saat kamu sendiri nggak tahu apa itu artinya Cinta. kamu nggak Cinta sama aku, kamu hanya ingin rebut aku dari Mas Martin." berang Erika lagi.
"Ika?? dengarkan aku.??! kita menikah hari ini ya? aku janji akan perbaiki semuanya." bujuk Mark tak menyerah.
"Cukup Mark..! cukup..! jangan bermain-main lagi, Mas Martin udah menungguku dan karnamu aku jadi nggak bisa datang tepat waktu." potong Erika tak terima.
"Ika?" rayu Mark memelas.
"berhenti memanggilku dengan sebutan itu, kita enggak terlalu dekat sampai kamu bisa memanggilku begitu." marah Erika.
"Cinta itu pengorbanan..! kamu enggak cinta dengan aku karna kalau kamu cinta pasti enggak akan begini sama aku. kamu akan biarkan aku bahagia dengan Pria yang bisa membuatku bahagia." lanjutnya lagi dengan muka memerah dan air mata nya terus mengalir bukan karna sedih melainkan geram bercampur marah.
Mark menggeleng kepalanya, "aku cinta sama kamu Ika, percayalah padaku!" bujuk Mark.
"ENGGAK!!?" bantah Erika geleng-geleng kepala sambil menutup kedua telinganya.
"aku benci kamu..!" ucap Erika dengan penuh kemarahan.
kata-kata itu seperti sambaran petir bagi Mark, Ia berusaha menahan Erika tapi Gadis itu terus berontak dengan sekuat tenaga sampai pengawal-nya Martin tiba menolong Erika.
Mark di pukuli oleh Orang-orangnya Martin sementara Erika malah masuk ke pelukan Martin dan menangis dipelukan Martin yang terus membujuk Erika.
Mark begitu marah melihat Erika memeluk Martin, sejak kecil Mark tak pernah gagal mendapatkan apapun yang Ia inginkan termasuk Cinta.
"Byuurrr??!!"
Tiba-tiba Mark memuntahkan seteguk darah dan tak sadarkan diri.
.
di Rumah Sakit,
"Mark?" Will menyapa Mark yang baru saja membuka mata.
"Will? dimana ini?" Mark duduk memegang kepalanya yang terasa sakit.
Will menahan tubuh Mark untuk tidak bergerak, raut wajah Will terlihat berbeda.
"apa yang kau lakukan selama ini? kenapa kau nggak sadar terkena penyakit kelamin yang mematikan hah? kau suka bergonta-ganti pasangan?"
JEDUAR!!!
seperti tersambar petir di siang bolong mendengar pertanyaan Will.
"apa maksudmu? aku nggak pernah berhubungan bad*n dengan wanita manapun selain Lan...?" ucapan Mark terhenti seketika seakan menyadari sesuatu.
"bodoh..! kau nggak pakai pengaman melakukannya? jelas kau tertular darinya yang suka gonta-ganti pasangan." Will meraup wajahnya frustasi mengetahui penyakit Mark bahkan kata Dokter Mark tak bisa disembuhkan karna sepertinya Mark menahan rasa sakitnya selama ini hingga sampai ke tahap akhir yang tak tersembuhkan lagi.
Will sendiri merasa heran belakangan ini Mark semakin kurus dan tak terawat tapi Ia berpikir Mark hanya sibuk mengejar Cinta nya yang terlambat disadari.
"bagaimana ini Mark? umurmu hanya 1 bulan lagi." kata Will mengacak-acak rambutnya sendiri seperti tak terima penyakit yang di derita atasan sekaligus temannya ini.
Will juga marah-marah karna sejak awal Ia telah memperingati Mark untuk tak menyentuh Lana sebelum periksa ke Dokter, inilah akibatnya dari pergaulan bebas Lana tertular ke Mark dan Ia baru tahu kalau Lana sudah meninggal dunia beberapa hari yang lalu di RSJ karna penyakit yang sama.
Mark mematung mendengar ucapan Will, "1 bulan?" lirihnya dengan tatapan kosong.
"yeah." jawab Will ikut sedih dengan derita Mark yang tiada henti.
Papa nya meninggal saat masih muda, Mama nya meninggal sakit jantung karna ulahnya juga, Lana menghianatinya, Erika minta Cerai, Cinta Mark terlambat, penyakitan, dan terakhir hidupnya tak lama lagi.
sungguh Will merasa ngeri dengan kehidupan Mark bahkan sorot mata nya saja tak memiliki semangat hidup lagi karna hari ini adalah hari pernikahan Erika dengan Martin.
.
Mark tak bisa memperjuangkan Erika lagi sebab hidupnya tak akan lama dan Ia harus tinggal di Rumah Sakit karna penyakitnya itu.
Will selalu datang ke Rumah Sakit demi melihat Mark yang selalu melamun dan semakin hari Pria malang itu semakin kurus juga tak ada yang menjenguknya termasuk Erika sebagai sosok yang di cintai-nya.
kini Mark berada di Balkon kamar inap-nya.
Mark melihat ke bawah dan Ia tertegun menemukan sosok Erika tengah tersenyum cerah juga begitu bahagia ke Martin, Martin mengelus perut Erika yang datar hingga Mark merasa hatinya jatuh ke lantai memegang pagar pembatas dengan kuat.
"dia hamil?" lirih Mark berkaca-kaca lalu meneteskan air matanya.
Mark begitu menyedihkan saat ini tapi Ia tak menyesali apapun selain Erika saja sebagai Penyesalan terbesarnya, Mark ingin Erika mencintainya dan tersenyum seperti itu.
"Mark?" Will memanggil Mark dan melihat ke arah tatapan Mark karna Ia memanggil Atasan sekaligus temannya itu tak menyahut lalu Ia menghela nafas.
"Will?" lirih Mark lemah.
"ya." sahut Will.
"sampai sekarang aku belum menemukan jawabannya." ucapnya masih lemah dan penuh luka.
"jawaban apa?" tanya Will bingung.
"aku kira dia menikahiku karna harta tapi dia berubah dan menikahi Pria itu yang kekayaannya tak ada apa-apanya dengan-ku." ucap Mark.
Will terdiam lalu melihat lagi ke arah Martin dan Erika yang terlihat begitu bahagia sampai memasuki Mobil.
"Papa pernah bilang kalau dunia akan mengabulkan 1 permintaan terakhir disaat kita berada di titik terendah." gumam Mark teringat masa kecilnya saat Papanya selalu mengatakan hal itu untuk menyenangkannya.
"lalu apa maumu?" tanya Will.
"jika Reinkarnasi memang ada, aku ingin di kehidupanku yang kedua bertemu dengannya dan aku yang akan mencintainya juga nggak akan membuatnya menangis." batin Mark meneteskan air mata ketulusan -nya dan penuh harapan akan terwujudnya keinginan Mark itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Sani Srimulyani
apakah mark benar2 akan bereinkarnasi?
2024-05-30
0
Lilis mulyati
semakin menarik AQ yakin jika Mark memang beringkarnasi maka mark yg jdi martin dan Martin yg jdi mark.ibaratnya pertukaran jiwa Antra Mark jga martin.smoga dech Mark bnar2 brubah dikehidupan yg barunya nanti dimasa dpan
2024-05-30
0
RJ 💜🐑
gak sabar sama kelanjutannya 😍😍❤🤗❤🤗👍🏻👍🏻
2024-05-30
0