memperebutkan

Kini Mark dan Erika duduk di Taman terdekat dengan Makam Murni, ada bangku kayu panjang disana.

Tak ada perbincangan diantara mereka hanya kebisuan sedari dari.

"aku baru tahu kalau Mama memberikan semua aset nya padaku." kata Erika memulai percakapan.

Mark hanya diam sekilas melihat Erika lalu kembali menatap kedua tangannya yang di satukan olehnya entah responnya gugup atau apalah ketika bersama Erika.

"aku akan mengembalikannya padamu." kata Erika lagi.

Mark menghela nafas, "ambil aja apa yang diberikan Mama padamu."

"kenapa aku harus menerimanya? Mama masih memilikimu, aku nggak mau ambil harta yang seharusnya bukan milikku dan aku nggak suka ketulusanku di balas dengan uang." tolak Erika tegas.

Mark teringat rekaman yang di tunjukkan Raga padanya kalau Erika tak suka ketulusannya di bayar dengan uang.

"lalu mau kamu apakan?" tanya Mark.

"akan aku berikan padamu." jawab Erika.

"tak usah, aku nggak pantas menerimanya." tolak Mark juga.

Erika menatap Mark sekilas lalu menghela nafas, "kalau begitu aku akan serahkan ke Badan Amal." ujar Erika lagi.

"terserahmu." balas Mark.

Erika dan Mark pun lagi-lagi diam tak ada pembicaraan lagi, bagaimanapun mereka memang suami-istri tapi tak pernah mereka berbicara seperti ini sejak awal pernikahan.

Erika menatap Mark lagi, "hmm? begini? bisakah kita bercerai?" tanya Erika dengan hati-hati.

Mark tertegun lalu menatap mata Erika yang begitu polos, Mark baru pertama kali bersitatap dengan Erika begitu jelas tanpa ada kemarahan dalam dirinya.

"ke--kenapa? kamu masih dendam padaku?" tanya Mark tergagap.

"bukan begitu, hmm?? ak--aku hanya ingin hidup tenang tanpa merasa bersalah. aku ingin akhiri semua dengan baik-baik denganmu, kamu tenang aja aku hanya minta tanda tangan kamu dan setelah itu aku nggak akan pernah muncul lagi di hadapanmu." ucap Erika dengan serius.

Mark dan Erika bertatapan cukup lama, Mark merasa tertarik dengan bola mata Erika yang polos itu.

"aku minta maaf selama ini mencurigaimu, bisakah kamu tak menceraikanku? aku ingin memperbaiki segalanya denganmu. bagaimanapun kamu adalah wanita yang di sayangi mama." ucap Mark serius.

Erika menggeleng kepalanya, "aku memaafkanmu tapi saat aku melihatmu hatiku sangat sakit, rasa sakit itu hanya akan membuat aku gila..! aku mohon lepaskan aku dan kamu bisa menikahi Lana." kata Erika lagi.

Mark segera menjelaskan bahwa Ia tak pernah mengirim Vidio itu pada Mamanya hanya untuk menikah cepat-cepat dengan Lana, Erika tak mempermasalahkannya.

"terus kalau bukan itu masalahnya apa? kenapa kamu ingin bercerai saat kamu udah lupakan semuanya?" tanya Mark dengan heran.

Erika garuk-garuk kepala merasa bingung dengan alasannya dan pada akhirnya Ia memilih jujur, "ya aku ingin pisah aja terus menikah dengan Pria yang aku cinta." jawab Erika kemudian.

"Cinta? apa kau ingin menikah dengan Pria lain?" tanya Mark serius.

Erika mengangguk-anggukkan kepalanya kuat, "kamu enggak cinta aku kan? aku akan menikahi Pria yang cinta sama aku." jelasnya lagi serius.

"aku bisa menikah dengan Pria yang aku cinta dan kamu bisa menikah dengan Lana." sambung Erika.

"kenapa aku harus menikahi Lana yang jelas udah membunuh Mamaku?" tanya Mark dengan raut wajah tak senangnya.

Erika menggaruk lengannya sendiri yang terasa gatal tiba-tiba, "hmm? kalau kamu cinta ya siapapun dia akan kamu nikahi kan? itu yang namanya cinta." jawab Erika.

Mark tersenyum miring merasa ucapan Erika seperti lelucon, "jadi aku harus menikahi dia yang jelas udah membunuh Mamaku dan dia juga bermain dengan Pria lain di belakangku, kamu pikir aku gila dan bodoh tetap menikahi wanita begituan yang jelas membodohiku sejak awal?"

Mark tanpa sadar mengatai dirinya sendiri seperti itu tanpa sadar tapi Ia benar-benar jengkel dengan kata-kata Erika yang terlalu jujur itu.

"loh? terus kamu nggak tahu siapa Lana? bukannya kamu cinta sama dia? terus gimana perasaanmu? hanya ingin tubuhnya aja? kalau begitu apa bedanya kamu dengan Pria-pria yang tidur dengannya?" pertanyaan beruntun Erika seperti menusuk hati Mark yang sialnya benar.

"ak--aku?" gagap Mark tak bisa menjawab segala pertanyaan Erika.

Erika menarik nafas panjang, "aku nggak bisa terusin pernikahan ini, kamu harus ada bersama Lana karna aku yakin dia sangat butuh seseorang saat ini. aku seorang perempuan dan aku merasakan ada di posisinya walaupun beda masalah tapi kasusnya kami sama-sama terpuruk."

Mark tak bisa berkata-kata, "setidaknya beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubunganku denganmu, Lana udah menghianatiku dan aku nggak bisa dengannya lagi." lirih Mark seolah mengingat semua yang Ia lakukan pada Erika dulu.

Erika merasa Mark begitu keras kepala dan Ia tidak tahu harus bicara apa lagi supaya Mark melepaskannya.

"Beb?" panggilan seseorang membuat perhatian Erika dan Mark teralihkan.

Erika berdiri dari duduknya, "Mas?" senyum manis Erika hendak menghampiri Martin namun terhenti ketika Mark menahan pergelangan tangannya.

"ka--kamu? lepaskan aku.!" pinta Erika sempat terkejut Mark menahan nya.

Mark berdiri tegap dan menatap Erika serius, "dia alasanmu ingin kita bercerai?"

Erika gelagapan, "ak--aku??"

"iya." Martin yang menjawab juga memegang pergelangan tangan Erika yang lain sehingga kedua tangan Erika di pegang oleh kedua sosok tinggi memiliki ketampanan yang khas masing-masing itu.

Mark dan Martin saling menatap tajam satu sama lain.

"apa kau nggak sadar kalau dia istriku?" tanya Mark dengan dingin.

Martin tertawa mengejek, "siapa yang kau sebut Istri?"

Mark menarik tangan Erika sampai terduduk di bangku Taman tadi, Erika meringis memegang pergelangan tangannya di cekal begitu kuat oleh Mark.

Mark meninju rahang Martin yang berani menertawainya.

"Masss??" pekik Erika segera bangkit dan buru-buru membantu Martin yang tersungkur.

Mark terpaku melihat pemandangan didepannya, Erika malah mencemaskan Martin.

"Mas kamu nggak apa?" tanya Erika khawatir lalu melihat luka di sudut bibir Martin membuatnya terkejut.

"Luka? ada darah Mas, ayo aku bantu berdiri dan kita obati lukamu." Erika segera berdiri membantu Martin berdiri dan merangkul Martin membawa Pria itu pergi dari Mark tanpa menoleh.

Martin melirik ke arah samping seolah memberi tatapan mengejek pada Mark yang di tinggalkan oleh Erika.

Mark terpaku pada Erika yang melupakannya hanya karna melihat luka di sudut bibir Martin belum lagi tatapan mengejek Martin itu seperti punya dendam tersendiri padanya.

Mark mengepalkan tangannya, Ia tak suka di rendahkan apalagi di tinggalkan oleh perempuan. Mark selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan termasuk wanita.

Mark mengeluarkan Ponselnya dan menghubungi Will, "cari tahu siapa Pria yang bersama Erika belakangan ini."

"....?"

"aku nggak mau tahu..! cari tahu tentangnya, punya dendam apa dia terhadapku sampai berani memandangku begitu." ucap Mark lagi lalu mematikan panggilannya secara sepihak.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

hayolo mark mulai ketar ketir kan kamu, ga semuanya yang kamu mau harus kamu dapatkan. karna cinta ga bisa dibeli dengan uang.

2024-05-29

0

Suwastika

Suwastika

kebakaran kan.....
kmrn kmn aj bro....

2024-05-29

0

Sama Lia

Sama Lia

Martin dendam sama Mark karna suka nyakiti Erika dan mamanya sendiri (anak durhaka)
semangat author...

2024-05-29

0

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Mertua yang baik
3 sakit hati
4 memang egois
5 bertemu lagi
6 kemarahan
7 berjanji akan selalu ada
8 menghibur
9 warisan
10 mencari kesenangan sendiri
11 mendadak
12 Kritis
13 Kemarahan
14 Makam
15 berduka
16 merasa di bodohi
17 Berita Lana disebarkan
18 memperebutkan
19 Antagonis?
20 penyesalan terbesar
21 Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22 kehidupan kedua
23 berubah drastis
24 menahan
25 pelukan saja
26 ingin berpihak
27 mendatangi
28 terbuka
29 mengetahui alasan-nya
30 membantu
31 Antar Makan Siang
32 tiba-tiba aneh
33 Wanita Gila
34 Boneka yang sama
35 Kegilaan Lana
36 ingin sembuh
37 gempar di dunia maya
38 Oh Sweet
39 percaya diri nya Erika
40 impian Mark
41 Mark dilema
42 mimpi
43 Operasi Murni
44 siapa Martin?
45 sangat tahu
46 dia segala-nya bagi-ku
47 mimpi buruk
48 memeriksa
49 Toilet
50 Mark kesal
51 cerita masa lalu
52 Jawaban
53 Aneh saja
54 protes wanita jahat
55 wajah asli yang tersembunyi
56 alasan
57 dia tertarik?
58 Bakat
59 membangunkan Singa Tidur
60 rasa bersalah
61 Ternyata Pria Muda
62 malu atau menyesal?
63 banyak hadiah
64 tak sengaja bertemu
65 hadiah kecil
66 selalu merepotkan
67 merubah tempat tinggal
68 mengapa menyuruh?
69 menceritakan
70 Kendala
71 Masalah Ide yang Bocor
72 menyibukkan diri
73 Kesibukan
74 Pulang Karna Rindu
75 mengetahui
76 kesalahpahaman
77 ungkapan yang tulus
78 tak sengaja mengotori
79 Teka-Teki Mimpi
80 mencari tahu Bukti
81 pengawal
82 Penjahat Sebenarnya
83 Kebenaran
84 Siapa George?
85 sedikit Lega setelah bercerita
86 Alasan Geo mengajak bertemu
87 Netizen
88 Istri menggemaskan
89 ke Kota
90 Pertemuan lagi
91 menghadiri acara
92 dadakan
93 bertingkah manja
94 kelahiran
95 Berbahagia
Episodes

Updated 95 Episodes

1
awal
2
Mertua yang baik
3
sakit hati
4
memang egois
5
bertemu lagi
6
kemarahan
7
berjanji akan selalu ada
8
menghibur
9
warisan
10
mencari kesenangan sendiri
11
mendadak
12
Kritis
13
Kemarahan
14
Makam
15
berduka
16
merasa di bodohi
17
Berita Lana disebarkan
18
memperebutkan
19
Antagonis?
20
penyesalan terbesar
21
Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22
kehidupan kedua
23
berubah drastis
24
menahan
25
pelukan saja
26
ingin berpihak
27
mendatangi
28
terbuka
29
mengetahui alasan-nya
30
membantu
31
Antar Makan Siang
32
tiba-tiba aneh
33
Wanita Gila
34
Boneka yang sama
35
Kegilaan Lana
36
ingin sembuh
37
gempar di dunia maya
38
Oh Sweet
39
percaya diri nya Erika
40
impian Mark
41
Mark dilema
42
mimpi
43
Operasi Murni
44
siapa Martin?
45
sangat tahu
46
dia segala-nya bagi-ku
47
mimpi buruk
48
memeriksa
49
Toilet
50
Mark kesal
51
cerita masa lalu
52
Jawaban
53
Aneh saja
54
protes wanita jahat
55
wajah asli yang tersembunyi
56
alasan
57
dia tertarik?
58
Bakat
59
membangunkan Singa Tidur
60
rasa bersalah
61
Ternyata Pria Muda
62
malu atau menyesal?
63
banyak hadiah
64
tak sengaja bertemu
65
hadiah kecil
66
selalu merepotkan
67
merubah tempat tinggal
68
mengapa menyuruh?
69
menceritakan
70
Kendala
71
Masalah Ide yang Bocor
72
menyibukkan diri
73
Kesibukan
74
Pulang Karna Rindu
75
mengetahui
76
kesalahpahaman
77
ungkapan yang tulus
78
tak sengaja mengotori
79
Teka-Teki Mimpi
80
mencari tahu Bukti
81
pengawal
82
Penjahat Sebenarnya
83
Kebenaran
84
Siapa George?
85
sedikit Lega setelah bercerita
86
Alasan Geo mengajak bertemu
87
Netizen
88
Istri menggemaskan
89
ke Kota
90
Pertemuan lagi
91
menghadiri acara
92
dadakan
93
bertingkah manja
94
kelahiran
95
Berbahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!