merasa di bodohi

di sisi lain,

Mark menemui Asisten Pribadinya yaitu Willdan atau akrab di panggil Will saja.

"Mark?" Will terkejut ketika melihat Mark berada di depan Apartemennya karna setahunya kan Mark ada di Dubai.

Will belum tahu berita yang sedang hangat di perbincangkan Sosmed karna Will punya kesenangan sendiri yaitu membuat guci-guci dari tanah liat bahkan tangannya kini masih kelihatan kotor walau sudah di cuci.

"Will? apa kau sibuk?" tanya Mark menerobos masuk ke Apartemen Asisten sudah rasa teman itu baginya.

Will menggeleng kepala, "kenapa? apa Perusahaan ada masalah?" tanya Will.

Mark berjalan duluan ke arah ruang tamu Will yang menghela nafas menutup pintu Apartemennya.

"kali ini apa lagi masalah kalian? apa kamu cemburu sama Lana yang berpose seksi? pakaian seksi? atau apa?" cecar Will yang malas mendengarkan curahan hati Mark selalu tentang Lana padahal Will tak suka dengan wanita itu.

"kau bilang Lana tak sebaik yang ku kira kan?" tanya Mark membuat Will tersentak langsung berjalan dengan langkah lebar dan duduk di hadapan Mark.

"akhirnya kau mencurigainya juga, selama ini otakmu yang begitu bebal dan susah dikasih tahu." gerutu Will.

"tapi apa yang membuatmu curiga?" tanya Will penasaran karna Ia sangat tahu watak Mark yang begitu keras kalau menyangkut Lana selalu tak percaya berita buruk tentang Lana.

Otak Mark benar-benar sudah di cuci oleh Lana sehingga seperti orang bodoh yang di kendalikan.

Will melihat penampilan Mark yang serba hitam, "kenapa penampilanmu? kayak baru habis jenguk Orang meninggal aja." kata Will dengan heran sembari sibuk mengucek hidungnya yang terasa gatal.

"Mama meninggal Will." ujar Mark penuh sesal.

"APA??" Will membelalakkan matanya seakan baru tahu berita mengejutkan itu.

"Kok bisa??" sentak Will tak percaya bercampur syok.

Mark menjambak rambutnya frustasi, "Kata Erika, Mama syok setelah menonton Vidio itu. siapa yang ngirim kalau bukan Lana, Will? aku nggak segila itu sampai nekat kirim Vidio itu." ucap Mark.

Will mendengar Mark baru pertama kali menyebut nama Istrinya itu terkejut sesaat lalu Ia menghilangkan pikiran itu, bukan itu yang terpenting sekarang melainkan Vidio yang dimaksud Mark.

"Vidio apa Mark? kenapa mamamu bisa meninggal cuma nonton Vidio?" bentak Will berdiri dari duduknya.

"kami melakukannya tapi aku nggak pernah tahu kalau Lana akan merekam itu lalu mengirimkannya ke Mama." lirih Mark.

Will melototkan matanya lalu terduduk lemas dengan ekspresi tak percaya nya, sebenarnya dalam hubungan kekasih di Kota ini telah biasa melakukan hubungan diluar batas apalagi di kalangan atas. pernikahan bukanlah hal yang paling utama bagi mereka yang sudah terkena pergaulan bebas malah aneh kalau ada yang tak pernah melakukan hal itu.

"aku akan melihat Tante Murni dulu, tapi?? akhhh!" Will mengacak-acak rambutnya frustasi karna baru tahu berita itu pasti telah ramai di Sosmed sementara Ia sudah begitu terlambat.

"Mama udah terkubur, lebih baik kamu kasih tahu aku bukti yang kamu temukan waktu itu? aku ingin lihat." ucap Mark serius.

Will menarik nafas dalam-dalam lalu menenangkan diri selama beberapa menit, setelah merasa baikan Will mencari berkas yang telah lama Ia simpan itu di Ruangan Kerja bahkan sudah berdebu.

Mark menunggu dengan pandangan kosong, jika semua rumor buruk yang telah sampai ke telinga nya namun Ia tepis ternyata benar maka Mark telah di bodohi selama ini.

.

Will meletakkan berkas yang Mark minta, "aku rasa keputusanku benar menyimpan berkas ini padahal dulu kamu minta dibakar aja." ejek Will.

Mark tak peduli perkataan Will yang jelas Ia harus memastikan kebenarannya dan ternyata semua tentang Lana tak ada yang baik, tangan Mark sampai bergetar melihat semua bukti-bukti kejahatan Lana yang sudah banyak di gugat oleh Wanita-wanita bersuami walau tak masuk penjara tapi Lana di bela oleh suami mereka hingga Lana tak akan bisa masuk penjara.

"I--ini benar Wil?" tanya Mark tanpa mengalihkan pandangannya dari bukti-bukti yang Will dapatkan.

"hmm? kamu memang kekasihnya tapi teman ranjangnya banyak, coba kamu lihat semua wajah-wajahnya? bukankah kamu mengenal mereka? mereka semua Sponsor Lana." kata Will dengan wajah datar.

Mark mengepalkan tangannya kuat dan memejamkan matanya dengan gigi gemeretak geram, "kenapa kau baru beritahu aku sekarang?" tanya Mark tanpa membuka matanya.

"ckk..! kamu nggak ingat apa aja yang udah aku katakan? jangan mencari pembenaran seolah-olah akulah yang salah nggak memberitahumu memang kamu nya aja yang bebal dan susah dibilangin." decak Will dengan jengah.

Will mau marah pun percuma sebab Mark sudah terlihat menyesal juga begitu tertekan, menyedihkan karna kehilangan Mama nya baru-lah mata serta telinganya terbuka tentang siapa Lana itu sebenarnya.

Mark terdiam mendengar kata Pembenaran, sebab itu adalah kata-kata yang Erika lontarkan pada-nya dengan penuh kemarahan, bahkan Erika menuduhnya begitu tak sabar menikahi Lana sampai begitu tega mengirim Vidio itu ke Murni yang sangat diketahui tak merestui Mark dengan Lana sehingga Murni meninggal dan Mark bisa menikah dengan Lana.

Erika menyebutnya Iblis juga mempertanyakan dirinya memang anaknya Murni atau bukan.

"akkhhh?" Mark menjerit keras sambil melempar berkas tentang Lana dan meraup wajahnya kasar, penampilannya begitu kacau saat ini.

"baru sadar kalau kamu di bodohi selama ini?" ledek Will menghela nafas.

"Aku nggak tahu kalau Lana sejahat itu, dia..? dia..? sepertinya dia harus di tuntut." geram Mark yang begitu marah telah di permainkan selama ini oleh Lana.

"buktinya? Vidio itu? sama aja kamu juga memenjarakan dirimu sendiri." tukas Will yang lebih bisa berpikir positif.

"lalu aku harus bagaimana?? membiarkan dia keliaran? jelas-jelas dia yang mengirim Vidio itu melalui ponselku." bentak Mark dengan mata memerah tak terima.

Will menarik nafas dalam-dalam lalu meminta Mark untuk tenang dan Ia juga menjelaskan situasinya tak memungkinkan Mark untuk melaporkan Lana, pengaruhnya begitu besar ke Mark yang tanpa sadar juga terlibat didalamnya.

"kamu nggak bisa ubah fakta kalau kamu juga terlibat Mark." ucapan Will seperti sambaran petir mengenai ulu hatinya.

Mark begitu frustasi lalu Will menanyakan keberadaan Lana yang masih di Dubai karna sibuk dengan kerjaannya.

"huuh!! kamu udah mengenalnya maka buang aja wanita itu." pinta Will.

"aku nggak akan melepaskannya, akan aku siksa dia dengan harga yang setimpal." ucap Mark dengan sorot mata penuh dendam.

Mark di bodohi tentu saja dia marah dan Lana juga membunuh Mamanya serta melibatkannya, sungguh wanita iblis sehingga sekarang Mark harus menanggung rasa bersalah yang begitu besar atas kepergian Murni.

Will mengangguk saja membiarkan Mark membalaskan dendam ke Lana asalkan tidak melaporkan Lana ke Polisi sebab dalam Vidio itu Mark terlibat, panjang urusannya jika semua itu dijadikan bukti ke Polisi dan Will tak akan bisa menyelamatkan karir Mark apalagi Perusahaan yang pasti akan jatuh sementara banyak ratusan Karyawan yang masih membutuhkan pekerjaan di Perusahaan.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

percuma mau balas dendam juga toh semuanya sudah terjadi akibat kebodohanmu mark.

2024-05-28

2

Liana CyNx Lutfi

Liana CyNx Lutfi

sdh basi mark km mau menyiksa lana sharusny km bahagia krn ibumu sdh gk menghalangi hubungnmu dngn betinamu itu,
q pkoknya erika dan martin bahagia selamanya


semangat trs thor

2024-05-28

0

Sama Lia

Sama Lia

semangat author....

2024-05-28

0

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Mertua yang baik
3 sakit hati
4 memang egois
5 bertemu lagi
6 kemarahan
7 berjanji akan selalu ada
8 menghibur
9 warisan
10 mencari kesenangan sendiri
11 mendadak
12 Kritis
13 Kemarahan
14 Makam
15 berduka
16 merasa di bodohi
17 Berita Lana disebarkan
18 memperebutkan
19 Antagonis?
20 penyesalan terbesar
21 Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22 kehidupan kedua
23 berubah drastis
24 menahan
25 pelukan saja
26 ingin berpihak
27 mendatangi
28 terbuka
29 mengetahui alasan-nya
30 membantu
31 Antar Makan Siang
32 tiba-tiba aneh
33 Wanita Gila
34 Boneka yang sama
35 Kegilaan Lana
36 ingin sembuh
37 gempar di dunia maya
38 Oh Sweet
39 percaya diri nya Erika
40 impian Mark
41 Mark dilema
42 mimpi
43 Operasi Murni
44 siapa Martin?
45 sangat tahu
46 dia segala-nya bagi-ku
47 mimpi buruk
48 memeriksa
49 Toilet
50 Mark kesal
51 cerita masa lalu
52 Jawaban
53 Aneh saja
54 protes wanita jahat
55 wajah asli yang tersembunyi
56 alasan
57 dia tertarik?
58 Bakat
59 membangunkan Singa Tidur
60 rasa bersalah
61 Ternyata Pria Muda
62 malu atau menyesal?
63 banyak hadiah
64 tak sengaja bertemu
65 hadiah kecil
66 selalu merepotkan
67 merubah tempat tinggal
68 mengapa menyuruh?
69 menceritakan
70 Kendala
71 Masalah Ide yang Bocor
72 menyibukkan diri
73 Kesibukan
74 Pulang Karna Rindu
75 mengetahui
76 kesalahpahaman
77 ungkapan yang tulus
78 tak sengaja mengotori
79 Teka-Teki Mimpi
80 mencari tahu Bukti
81 pengawal
82 Penjahat Sebenarnya
83 Kebenaran
84 Siapa George?
85 sedikit Lega setelah bercerita
86 Alasan Geo mengajak bertemu
87 Netizen
88 Istri menggemaskan
89 ke Kota
90 Pertemuan lagi
91 menghadiri acara
92 dadakan
93 bertingkah manja
94 kelahiran
95 Berbahagia
Episodes

Updated 95 Episodes

1
awal
2
Mertua yang baik
3
sakit hati
4
memang egois
5
bertemu lagi
6
kemarahan
7
berjanji akan selalu ada
8
menghibur
9
warisan
10
mencari kesenangan sendiri
11
mendadak
12
Kritis
13
Kemarahan
14
Makam
15
berduka
16
merasa di bodohi
17
Berita Lana disebarkan
18
memperebutkan
19
Antagonis?
20
penyesalan terbesar
21
Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22
kehidupan kedua
23
berubah drastis
24
menahan
25
pelukan saja
26
ingin berpihak
27
mendatangi
28
terbuka
29
mengetahui alasan-nya
30
membantu
31
Antar Makan Siang
32
tiba-tiba aneh
33
Wanita Gila
34
Boneka yang sama
35
Kegilaan Lana
36
ingin sembuh
37
gempar di dunia maya
38
Oh Sweet
39
percaya diri nya Erika
40
impian Mark
41
Mark dilema
42
mimpi
43
Operasi Murni
44
siapa Martin?
45
sangat tahu
46
dia segala-nya bagi-ku
47
mimpi buruk
48
memeriksa
49
Toilet
50
Mark kesal
51
cerita masa lalu
52
Jawaban
53
Aneh saja
54
protes wanita jahat
55
wajah asli yang tersembunyi
56
alasan
57
dia tertarik?
58
Bakat
59
membangunkan Singa Tidur
60
rasa bersalah
61
Ternyata Pria Muda
62
malu atau menyesal?
63
banyak hadiah
64
tak sengaja bertemu
65
hadiah kecil
66
selalu merepotkan
67
merubah tempat tinggal
68
mengapa menyuruh?
69
menceritakan
70
Kendala
71
Masalah Ide yang Bocor
72
menyibukkan diri
73
Kesibukan
74
Pulang Karna Rindu
75
mengetahui
76
kesalahpahaman
77
ungkapan yang tulus
78
tak sengaja mengotori
79
Teka-Teki Mimpi
80
mencari tahu Bukti
81
pengawal
82
Penjahat Sebenarnya
83
Kebenaran
84
Siapa George?
85
sedikit Lega setelah bercerita
86
Alasan Geo mengajak bertemu
87
Netizen
88
Istri menggemaskan
89
ke Kota
90
Pertemuan lagi
91
menghadiri acara
92
dadakan
93
bertingkah manja
94
kelahiran
95
Berbahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!