warisan

"kalau aku diizinkan bahagia..! aku ingin Pria ini mencintaiku selamanya." batin Erika.

Erika merasa sudah saatnya melepaskan Cinta nya pada Mark, Erika juga merasa heran mengapa Ia bisa mencintai Mark padahal mereka tak pernah berbahagia sebelumnya.

mungkin rasa kagum Erika pada Mark saat masa sekolah dianggap cinta oleh Erika ditambah lagi Erika tak pernah disakiti apalagi dibentak, ditinggalkan seorang diri membuatnya begitu sedih, Erika juga harus menjaga hati Murni yang berharap banyak padanya.

.

di Tempat lain,

Murni sedang berbicara dengan Pengacara nya.

"anda yakin Nyonya?" tanya Raga yaitu Pengacara yang dipanggil Murni untuk memberi wasiat.

Murni mengangguk dengan senyuman di wajahnya yang sedikit pucat, "aku merasa hidupku udah nggak lama lagi Raga." ucapnya lirih.

"Nyonya bicara apa? jangan melangkahi takdir." sahut Raga tak senang.

Murni tersenyum pahit, "apa aku melangkahi takdir? aku membesarkan anakku seorang diri tapi pada akhirnya dia meninggalkanku hanya karna wanita itu." ucapnya pedih.

"saya mendengar banyak rekan Pengacara saya mengatakan kalau Nona Lana tidaklah sesederhana itu Nyonya, mereka yakin kalau Tuan Mark pasti telah di cuci otaknya." kata Raga dengan serius mengingat cerita Murni yang menurutnya sangat tak masuk akal pria yang dulu patuh pada Murni telah membangkang karna seorang wanita.

"aku tahu." jawab Murni tersenyum kecut.

"wanita jalang itu lah yang bicara hal yang enggak-enggak soal Erika sampai Mark begitu membenci Erika bahkan Mark juga memusuhiku." sambungnya lagi pelan.

"lalu apa rencana anda Nyonya? anda memberikan Rumah serta semua harta yang anda miliki atas nama Nona Erika kan? bagaimana dengan Tuan Mark padahal dia anak kandung Nyonya sendiri?." tanya Raga.

Murni menggeleng kepalanya, "Erika pantas mendapatkannya, aku terlalu malu padanya..! setidaknya dengan warisan yang aku berikan bisa membuatnya bahagia saat menemukan Pria yang tulus mencintainya."

Raga menghela nafas, "kenapa Nyonya tidak mau Operasi?" tanya Raga penasaran.

"aku pernah bersumpah kalau Erika bahagia dan hamil anak Mark maka aku mau di Operasi tapi sayangnya semua harapanku nggak akan terwujud selama ada wanita ular itu melilit anakku." jelas Murni.

Raga terdiam beberapa saat, "baiklah..? dalam waktu 2 hari lagi segala Properti yang di alihkan atas nama Nona Erika akan selesai dan anda tinggal tanda tangan saja."

Murni mengangguk, "Terimakasih Raga..! kamu sangat mirip dengan Ayahmu."

Raga hanya tersenyum mendengarnya, "kalau begitu saya permisi dulu Nyonya..! tolong jaga kesehatan anda. percayalah kebenaran akan selalu menang dan penyesalan akan selalu datang diakhir, Tuan Mark akan menyadari kesalahannya."

"dan saat itu tiba, aku udah nggak ada disisinya untuk sekedar menertawainya." ucapnya tersenyum kecil.

Raga hanya menggeleng pelan, "apa dia memang benar anak Nyonya? kenapa kata-kata anda begitu kejam bagi seorang Ibu?"

"kenapa aku nggak kejam? dia bahkan lebih mendengarkan wanita lain dari pada ibunya sendiri, aku yang membesarkannya tapi dia lah yang membunuhku secara perlahan seperti ini." kata Murni dengan nada sedikit jengkel.

Raga pun segera pamit karna bukan urusannya mencampuri masalah Keluarga Murni, tugas Raga hanya membuat wasiat yang akan ditinggalkan Murni.

Murni beranjak pergi ke Kamarnya dengan langkah berhati-hati, Ia dibantu oleh beberapa pelayannya yang diam-diam merasa sedih dengan apa yang menimpa Murni.

.

di dalam Kamar Murni,

Murni menatap lama potret suaminya yang telah tiada, "sepertinya kau begitu nggak sabar ingin bersamaku ya?" senyum tipis Murni.

"dia sangat mirip denganmu tapi aku nggak bisa membantunya, dia benar-benar nggak tertolong lagi. jangan salahkan aku mencoretnya dari daftar warisan hartaku sedangkan kamu? aku nggak akan mencampuri warisan yang udah kamu berikan untuknya." ucap Murni lagi dengan senyum kecilnya lalu terbatuk-batuk seketika.

Murni lagi-lagi merasa sesak, buru-buru Ia mengambil obatnya dan menelan obat untuk menekan rasa sesak jantungnya itu.

.

Erika kembali ke Rumah Murni dan berlari seperti anak-anak yang tak punya masalah hidup.

Erika seperti Ratu Akting saat ini mampu menutupi kesedihannya yang diperlakukan tak baik oleh Mark.

"Mama??" teriak Erika dengan suara keras.

"Nona? Nyonya Besar sedang istirahat di kamarnya." bisik ART yang bekerja di Rumah itu.

Erika membekap mulutnya seketika lalu berjalan pelan-pelan sambil berjinjit mengangkat rok-nya, ART itu hanya geleng-geleng kepala. terkadang Ia kasihan pada Erika tapi Ia merasa Erika begitu kuat dan tangguh menghadapi kejamnya sikap Mark.

pertengkaran di Rumah itu telah biasa didepan ART yang bekerja di sana tapi mereka juga tak akan memberitahu Orang luar karna kesetiaan mereka pada Murni yang begitu baik hati.

begitulah Erika selalu ceria jika bersama Orang yang menyayanginya dengan sepenuh hati bahkan Erika sanggup menahan rasa sakit hatinya yang di iris-iris oleh Mark, Neraka yang di lukiskan Mark di hati Erika benar-benar menyakitkan dan mampu menghilangkan kejiwaannya untuk beberapa lama sampai ingin mengakhiri hidupnya.

.

Erika kembali ke Kamarnya dengan helaan nafas panjangnya, Ia melangkah pelan ke arah meja hiasnya dan duduk disana sembari menatap wajahnya lama-lama.

"udah 4 bulan kamu bertahan Ika..! apa kamu masih belum mau menyerah? apa yang kamu dapatkan dengan mempertahankannya? lebih baik buka hatimu untuk Martin." lirih Erika menatap dalam wajahnya yang tak lagi bengkak akibat menangis dan berdiam diri di luar sana.

Erika menarik nafas dalam-dalam, "selamat tinggal Mas Mark..! aku nggak akan menunggumu menyukaiku lagi." ucapnya lagi sungguh pelan bahkan nyaris berbisik.

Erika sudah lelah menanggung rasa sakit ini, sekarang Erika akan menikmati hidupnya juga menjaga Murni yang semakin hari penyakitnya semakin bertambah parah sedangkan Mark malah berbulan madu dengan kekasihnya di Luar Negeri.

Erika tak boleh goyah didepan Murni karna itu bisa mempengaruhi kesehatan mertua nya itu.

"semangat Erika..! kamu sangat kuat, kamu mampu bertahan sampai di tahap ini menandakan kamu begitu tangguh." ucap Erika menyemangati dirinya sendiri lalu tersenyum tulus.

Erika benar-benar hanya memperhatikan dan merawat Murni saja dengan sepenuh hati hingga Murni semakin yakin akan pilihannya memberikan semua harta warisan miliknya berpindah ke Erika.

"siapa?" sahut Erika ketika mendengar suara sapaan seorang laki-laki.

"ha--halo Nona? saya Raga, Pengacara Nyonya Besar." ucap Raga yang datang hari ini sesuai dengan janjinya 2 hari yang lalu pada Murni.

"ehh?? iya pak Raga? silahkan duduk..! saya buatkan minum ya? mau apa pak?" tanya Erika ramah.

pertama kali melihat binar ketulusan Erika jelas saja Raga merasa yakin dengan menantu pilihan Murni adalah yang terbaik, Mark pasti akan menyesal melepas bongkahan batu berlian demi menggenggam batu biasa seperti Lana.

"saya mau teh aja Nona." ucap Raga dengan sopan.

"oh..! ok." jawab Erika lalu meminta ART memanggilkan Murni.

Tak berapa lama Erika datang membawakan teh dan Murni juga turun dari tangga di bantu ART, Erika segera berlari menghampiri Murni seperti Ibu kandungnya sendiri.

"hati-hati Ma." pinta Erika dengan serius.

"iya sayang." jawab Murni tersenyum lembut.

Terpopuler

Comments

Sama Lia

Sama Lia

oh...sedihnya.
semangat author...

2024-05-25

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

aku tunggu penyesalanmu mark.

2024-05-25

1

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

kasihan ibu murni di saat dia sakit malah anak nya gak di samping nya 😭👊🏻

2024-05-25

0

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Mertua yang baik
3 sakit hati
4 memang egois
5 bertemu lagi
6 kemarahan
7 berjanji akan selalu ada
8 menghibur
9 warisan
10 mencari kesenangan sendiri
11 mendadak
12 Kritis
13 Kemarahan
14 Makam
15 berduka
16 merasa di bodohi
17 Berita Lana disebarkan
18 memperebutkan
19 Antagonis?
20 penyesalan terbesar
21 Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22 kehidupan kedua
23 berubah drastis
24 menahan
25 pelukan saja
26 ingin berpihak
27 mendatangi
28 terbuka
29 mengetahui alasan-nya
30 membantu
31 Antar Makan Siang
32 tiba-tiba aneh
33 Wanita Gila
34 Boneka yang sama
35 Kegilaan Lana
36 ingin sembuh
37 gempar di dunia maya
38 Oh Sweet
39 percaya diri nya Erika
40 impian Mark
41 Mark dilema
42 mimpi
43 Operasi Murni
44 siapa Martin?
45 sangat tahu
46 dia segala-nya bagi-ku
47 mimpi buruk
48 memeriksa
49 Toilet
50 Mark kesal
51 cerita masa lalu
52 Jawaban
53 Aneh saja
54 protes wanita jahat
55 wajah asli yang tersembunyi
56 alasan
57 dia tertarik?
58 Bakat
59 membangunkan Singa Tidur
60 rasa bersalah
61 Ternyata Pria Muda
62 malu atau menyesal?
63 banyak hadiah
64 tak sengaja bertemu
65 hadiah kecil
66 selalu merepotkan
67 merubah tempat tinggal
68 mengapa menyuruh?
69 menceritakan
70 Kendala
71 Masalah Ide yang Bocor
72 menyibukkan diri
73 Kesibukan
74 Pulang Karna Rindu
75 mengetahui
76 kesalahpahaman
77 ungkapan yang tulus
78 tak sengaja mengotori
79 Teka-Teki Mimpi
80 mencari tahu Bukti
81 pengawal
82 Penjahat Sebenarnya
83 Kebenaran
84 Siapa George?
85 sedikit Lega setelah bercerita
86 Alasan Geo mengajak bertemu
87 Netizen
88 Istri menggemaskan
89 ke Kota
90 Pertemuan lagi
91 menghadiri acara
92 dadakan
93 bertingkah manja
94 kelahiran
95 Berbahagia
Episodes

Updated 95 Episodes

1
awal
2
Mertua yang baik
3
sakit hati
4
memang egois
5
bertemu lagi
6
kemarahan
7
berjanji akan selalu ada
8
menghibur
9
warisan
10
mencari kesenangan sendiri
11
mendadak
12
Kritis
13
Kemarahan
14
Makam
15
berduka
16
merasa di bodohi
17
Berita Lana disebarkan
18
memperebutkan
19
Antagonis?
20
penyesalan terbesar
21
Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22
kehidupan kedua
23
berubah drastis
24
menahan
25
pelukan saja
26
ingin berpihak
27
mendatangi
28
terbuka
29
mengetahui alasan-nya
30
membantu
31
Antar Makan Siang
32
tiba-tiba aneh
33
Wanita Gila
34
Boneka yang sama
35
Kegilaan Lana
36
ingin sembuh
37
gempar di dunia maya
38
Oh Sweet
39
percaya diri nya Erika
40
impian Mark
41
Mark dilema
42
mimpi
43
Operasi Murni
44
siapa Martin?
45
sangat tahu
46
dia segala-nya bagi-ku
47
mimpi buruk
48
memeriksa
49
Toilet
50
Mark kesal
51
cerita masa lalu
52
Jawaban
53
Aneh saja
54
protes wanita jahat
55
wajah asli yang tersembunyi
56
alasan
57
dia tertarik?
58
Bakat
59
membangunkan Singa Tidur
60
rasa bersalah
61
Ternyata Pria Muda
62
malu atau menyesal?
63
banyak hadiah
64
tak sengaja bertemu
65
hadiah kecil
66
selalu merepotkan
67
merubah tempat tinggal
68
mengapa menyuruh?
69
menceritakan
70
Kendala
71
Masalah Ide yang Bocor
72
menyibukkan diri
73
Kesibukan
74
Pulang Karna Rindu
75
mengetahui
76
kesalahpahaman
77
ungkapan yang tulus
78
tak sengaja mengotori
79
Teka-Teki Mimpi
80
mencari tahu Bukti
81
pengawal
82
Penjahat Sebenarnya
83
Kebenaran
84
Siapa George?
85
sedikit Lega setelah bercerita
86
Alasan Geo mengajak bertemu
87
Netizen
88
Istri menggemaskan
89
ke Kota
90
Pertemuan lagi
91
menghadiri acara
92
dadakan
93
bertingkah manja
94
kelahiran
95
Berbahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!