Kritis

Dokter Dexter spesialis Jantung telah menunggu dengan beberapa perawat di depan pintu Rumah Sakit.

"cepat bergerak!?" teriak Dexter.

"iya Dok." jawab Suster yang sudah bersiaga.

Mobil Murni pun berhenti segera Erika keluar dibantu oleh Perawat laki-laki yang ada.

"Mama?? hiks.. hiks." lirih Erika meneteskan air matanya.

Erika berlari membantu Para Perawat mendorong Brangkar Rumah Sakit di sisi kiri Murni, Erika memegang lengan Murni.

"Ma? Mama harus bertahan Ma.!" isak tangis Erika.

Dexter meminta semua Suster semakin cepat bergerak karna dilihat dari wajah Murni begitu mengkhawatirkan.

"maaf Nona? anda tidak bisa masuk, silahkan urus pendaftaran Pasien.!." pinta Salah satu Perawat menahan Erika yang hendak masuk ke Ruang UGD.

Erika mengangguk buru-buru berlari mencari tempat administrasi dengan air mata yang terus berderai, Erika lupa membawa Ponsel tapi Ia selalu membawa dompet.

selama beberapa bulan Erika memang tak bekerja dan nafkah diberikan suaminya juga tak seberapa namun Murni memberinya sebuah ATM yang isinya cukup fantastis untuk Erika, awalnya Erika menolak pemberian Murni tapi ketika Murni meminta Erika menyimpannya demi biaya pengobatan nya jika Murni tiba-tiba drop harus dilarikan ke Rumah Sakit membuatnya menyimpan ATM itu.

Erika menemukan Ruang Administrasi langsung mendaftarkan kartu pengobatan khusus sakit jantung pada Suster, "tolong cepat Sus..!" pinta Erika dengan nada gemetar dan gelisah tak karuan.

"sebentar Nona." balas Suster mengetik nomor pengobatan kartu pengobatan khusus milik Murni.

Erika menunggu semakin berdebar tak karuan, "Semoga Mama baik-baik aja." batin Erika mengusap air matanya yang terus menetes.

"berhasil Nona." kata Suster memberikan Kartu Identitas Pasien dan Erika langsung berlari ke Ruang UGD setelah mendaftarkan Murni.

.

Erika terengah-engah didepan UGD sesekali menggigit ujung kukunya dan mondar-mandir begitu khawatir.

"kenapa lama banget sih? apa Mama baik-baik aja?" lirih Erika begitu ketakutan.

"Nona??" Ani berlari tergopoh-gopoh ke arah Erika sambil membawa tas berisi pakaian ganti.

"Bibi?" Erika menghampiri Ani dan mereka berpelukan satu sama lain disusul Zaki yang baru tiba setelah berhasil memarkirkan Mobil.

"bagaimana keadaan Mama Bi? aku takut..!" isak tangis Erika.

"sabar Nona.?! Nyonya pasti akan baik-baik aja." jawab Ani sebenarnya juga merasa takut tapi masih berusaha menyemangati Erika.

butuh waktu setengah jam mereka menunggu didepan Ruang UGD tapi tampaknya kondisi di dalam sana masih belum baik-baik saja, apalagi Dokter Dexter belum juga keluar.

"Nona? ini Ponsel Nona saya bawakan." kata Ani mengeluarkan 2 Ponsel dan diberikan ke Erika.

Erika menerima Ponselnya lalu mengerutkan keningnya, "ini ponsel siapa Bi?" tanya Erika yang tak kenal Ponsel itu.

"itu Ponsel Nyonya, pagi-pagi tadi Nyonya bilang kalau Paketan Casing HPnya baru aja tiba terus langsung dipakai olehnya." jawab Ani.

Erika membuka Casing HP baru Murni ternyata memang Ponsel Murni, "Tunggu?? tadi pas Bibi lihat Mama baik-baik aja kan? terus tiba-tiba jatuh setelah memainkan HP. apa benar Bi?" tanya Erika dan Ani mengangguk cemas.

"sebenarnya Nona,.. Anu?? Nona..?" Ani kebingungan menjelaskan alasan yang Ia tebak mengapa Murni tiba-tiba serangan jantung.

"Bi? kenapa Bi?" tanya Erika memegang kedua bahu Ani dengan khawatir.

"ada apa Bi?" tanya Zaki juga penasaran.

Ani tak bicara hanya melihat HP Murni saja, Erika segera menyimpan Ponselnya di saku baju nya lalu membuka layar kunci Ponselnya, Erika tahu sandi Ponsel Murni begitu juga Murni tahu sandi Ponsel Erika.

Ani memejamkan matanya pasrah ketika Erika melihat Ponsel Murni, Erika membelalak melihat layar Ponsel Murni.

"i--ini apa?" dengan tangan bergetar Erika menekan tombol tengah layar sehingga Vidio terputar membuat bola matanya semakin melebar syok.

"ahhhkkkhh!!!" jerit Erika seketika membuat perhatian Orang-orang disekitarnya menoleh ke Erika dan Zaki semakin dibuat penasaran langsung menangkap Ponsel Murni yang hendak dibuang oleh Erika.

Erika ambruk di lantai langsung dibantu oleh Ani.

"Nona??" Ani menangis melihat kekacauan Erika yang terus menjambak-jambak rambutnya.

Zaki melihat Vidio yang terputar pun syok, "Ya Tuhan.!" lirihnya pelan pantas saja Murni langsung terkena serangan jantung.

"BIADAB...!! LAKI-LAKI GILA..??!! Kenapa Mama harus punya anak MENJIJIKKAN SEPERTI NYA??!!" jerit Erika meraung-raung.

Ani hanya bisa menangis memeluk Erika yang terus memberontak seolah-olah Murni adalah Ibu Kandung Erika yang disakiti oleh Orang lain.

tak lama kemudian Dokter Dexter Keluar dengan raut wajah sedih dan tak berdaya.

"Dok?" Zaki menghampiri Dexter.

Erika menghapus air matanya dengan sekuat tenaga Ia berdiri dibantu oleh Ani mendekati Dokter Dexter.

"Maaf Nona? Nyonya Murni dalam Kondisi Kritis dan hidupnya tidak bisa kami tolong lagi kecuali keajaiban, itupun sangat tipis." ucap Dokter Dexter dengan raut wajah bersalah.

Erika terduduk lemas dibantu oleh Ani yang terus menangis menyebut Nona Nya itu supaya sadar, Erika tak bisa berpikir jernih. Erika kembali bangkit memohon pada Dexter untuk menyelamatkan nyawa Murni tapi sayangnya Dexter hanya bisa memperlihatkan raut wajah tak berdaya.

Pasien segera di pindahkan, Erika berlari ke arah Brangkar dan hatinya begitu sakit melihat banyaknya selang serta alat-alat terpasang di tubuh Murni dan terlihat detak jantungnya begitu lemah.

"Mama?? jangan tinggalkan Ika Ma??" isak tangis Erika terus berlari mengikuti arah Brangkar di dorong oleh Suster.

Zaki pun membantu mendorong dan Ani hanya berlari sembari mengusap-usap air matanya yang terus mengalir, bagaimanapun Wanita itu adalah Atasannya yang baik hati tapi harus mengalami situasi seperti ini karna ulah anak satu-satu nya itu.

di Ruangan ICU,

Zaki merasa Mark harus tahu bertanya pada Erika yang mata nya berkilat marah seketika nama itu disebut.

"biar aku yang menghubungi Pria itu." kata Erika segera pergi keluar membiarkan Zaki dan Ani menjaga Murni.

Erika mengeluarkan Ponselnya lalu menghubungi nomor Mark tapi tak diangkat, Erika semakin memerah geram dan sorot matanya begitu benci lalu kembali menghubungi nya lagi sampai puluhan kali tak peduli sesibuk apapun Pria itu.

panggilan terhubung, "Ckkk!! mau apa kau hah?" bentak Mark yang geram dengan Erika mengusiknya bahkan menelfonnya sampai puluhan kali sungguh ingin sekali Ia mencekik Erika saat ini.

"sudahi Acara bulan madumu Brengsek..! ANAK DURHAKA..! Cepat Pulang kalau KAU TAK MAU MENYESAL, MAMA ada di Rumah Sakit..! SEKARAT..! Puas Kalian hah??!" Geram Erika penuh penekanan dan Amarah yang sudah di Ubun-ubun lalu mematikan panggilannya tanpa menunggu balasan dari Pria itu.

Erika menarik nafas dalam-dalam lalu langsung lemas dan duduk di bangku terdekatnya, Erika memegang dadanya yang terasa sesak bukan karna sakit jantung lalu Ia memukul-mukul dadanya itu dan menangis sejadi-jadinya.

Erika menenangkan diri selama 1 Jam lalu Ia melihat sepasang sepatu laki-laki ada didepannya, ketika Erika mendongak ternyata Martin yang datang dengan raut wajah khawatir dan nafas tak beraturan.

"Ika?" sapa Martin.

Tangis Erika kembali pecah lagi padahal tadi sudah jauh lebih tenang, Martin langsung memeluk Erika dan mengatakan hal yang menenangkan Erika.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

pasti ulah si ulat bulu yg ngirim video sama foto mereka.

2024-05-26

0

Sama Lia

Sama Lia

ikutan tegang membacanya... itu tandanya ceritanya bener bener berasa...
semangat author..

2024-05-26

0

Tia Saputri

Tia Saputri

seneng bgt nih up nya 2 kali dan tepat makin cinta aja sama Thor dan cerita nya 😘

2024-05-26

1

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Mertua yang baik
3 sakit hati
4 memang egois
5 bertemu lagi
6 kemarahan
7 berjanji akan selalu ada
8 menghibur
9 warisan
10 mencari kesenangan sendiri
11 mendadak
12 Kritis
13 Kemarahan
14 Makam
15 berduka
16 merasa di bodohi
17 Berita Lana disebarkan
18 memperebutkan
19 Antagonis?
20 penyesalan terbesar
21 Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22 kehidupan kedua
23 berubah drastis
24 menahan
25 pelukan saja
26 ingin berpihak
27 mendatangi
28 terbuka
29 mengetahui alasan-nya
30 membantu
31 Antar Makan Siang
32 tiba-tiba aneh
33 Wanita Gila
34 Boneka yang sama
35 Kegilaan Lana
36 ingin sembuh
37 gempar di dunia maya
38 Oh Sweet
39 percaya diri nya Erika
40 impian Mark
41 Mark dilema
42 mimpi
43 Operasi Murni
44 siapa Martin?
45 sangat tahu
46 dia segala-nya bagi-ku
47 mimpi buruk
48 memeriksa
49 Toilet
50 Mark kesal
51 cerita masa lalu
52 Jawaban
53 Aneh saja
54 protes wanita jahat
55 wajah asli yang tersembunyi
56 alasan
57 dia tertarik?
58 Bakat
59 membangunkan Singa Tidur
60 rasa bersalah
61 Ternyata Pria Muda
62 malu atau menyesal?
63 banyak hadiah
64 tak sengaja bertemu
65 hadiah kecil
66 selalu merepotkan
67 merubah tempat tinggal
68 mengapa menyuruh?
69 menceritakan
70 Kendala
71 Masalah Ide yang Bocor
72 menyibukkan diri
73 Kesibukan
74 Pulang Karna Rindu
75 mengetahui
76 kesalahpahaman
77 ungkapan yang tulus
78 tak sengaja mengotori
79 Teka-Teki Mimpi
80 mencari tahu Bukti
81 pengawal
82 Penjahat Sebenarnya
83 Kebenaran
84 Siapa George?
85 sedikit Lega setelah bercerita
86 Alasan Geo mengajak bertemu
87 Netizen
88 Istri menggemaskan
89 ke Kota
90 Pertemuan lagi
91 menghadiri acara
92 dadakan
93 bertingkah manja
94 kelahiran
95 Berbahagia
Episodes

Updated 95 Episodes

1
awal
2
Mertua yang baik
3
sakit hati
4
memang egois
5
bertemu lagi
6
kemarahan
7
berjanji akan selalu ada
8
menghibur
9
warisan
10
mencari kesenangan sendiri
11
mendadak
12
Kritis
13
Kemarahan
14
Makam
15
berduka
16
merasa di bodohi
17
Berita Lana disebarkan
18
memperebutkan
19
Antagonis?
20
penyesalan terbesar
21
Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22
kehidupan kedua
23
berubah drastis
24
menahan
25
pelukan saja
26
ingin berpihak
27
mendatangi
28
terbuka
29
mengetahui alasan-nya
30
membantu
31
Antar Makan Siang
32
tiba-tiba aneh
33
Wanita Gila
34
Boneka yang sama
35
Kegilaan Lana
36
ingin sembuh
37
gempar di dunia maya
38
Oh Sweet
39
percaya diri nya Erika
40
impian Mark
41
Mark dilema
42
mimpi
43
Operasi Murni
44
siapa Martin?
45
sangat tahu
46
dia segala-nya bagi-ku
47
mimpi buruk
48
memeriksa
49
Toilet
50
Mark kesal
51
cerita masa lalu
52
Jawaban
53
Aneh saja
54
protes wanita jahat
55
wajah asli yang tersembunyi
56
alasan
57
dia tertarik?
58
Bakat
59
membangunkan Singa Tidur
60
rasa bersalah
61
Ternyata Pria Muda
62
malu atau menyesal?
63
banyak hadiah
64
tak sengaja bertemu
65
hadiah kecil
66
selalu merepotkan
67
merubah tempat tinggal
68
mengapa menyuruh?
69
menceritakan
70
Kendala
71
Masalah Ide yang Bocor
72
menyibukkan diri
73
Kesibukan
74
Pulang Karna Rindu
75
mengetahui
76
kesalahpahaman
77
ungkapan yang tulus
78
tak sengaja mengotori
79
Teka-Teki Mimpi
80
mencari tahu Bukti
81
pengawal
82
Penjahat Sebenarnya
83
Kebenaran
84
Siapa George?
85
sedikit Lega setelah bercerita
86
Alasan Geo mengajak bertemu
87
Netizen
88
Istri menggemaskan
89
ke Kota
90
Pertemuan lagi
91
menghadiri acara
92
dadakan
93
bertingkah manja
94
kelahiran
95
Berbahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!