Erika benar-benar seorang diri di Mansion seluas itu, Ia terpaksa mencari makanan di luar dengan uang saku seada nya bahkan Erika berjalan kaki.
Keberuntungan seakan berpihak padanya, Erika melihat tukang Bubur langsung berlari memanggilnya sehingga Erika punya tenaga.
Selama 2 hari belakangan ini, Erika juga tak di temui oleh Mark.
"kenapa Mas Suami tinggalin aku disini? kalau begini aku tinggal di Rumah Mama aja." lirih Erika yang sudah tidak tahan kesepian di Mansion seluas itu.
Erika seketika menoleh ke Ponselnya ada panggilan masuk dari sahabat baiknya yang tinggal di Kota.
"Halo Erika? aku dengar kamu udah tinggal di Jakarta ya? apa benar?" tanya Tyara Aneta.
"iya.?! aku undang kamu kenapa enggak datang?" tanya Erika seketika senyumnya merekah ketika ada seseorang di jadikan teman nya.
"maaf ya? Keluargaku sedang ada dalam masalah di hari Pernikahanmu waktu itu, aku bahkan udah pakai gaun dan semua-nya terus tiba-tiba aja Papaku minta kami ke Perusahaan malam-malam begitu." jelas Tyara.
Erika mendengarkan, "jadi bagaimana Perusahaan Keluargamu?"
"enggak tertolong..! Keluargaku sedang berada di ambang kebangkrutan. tapi nggak apa..! aku nggak takut hidup sederhana." jawab Tyara begitu santai.
Erika mendengarnya merasa sedih, Ia ingin membantu Tyara tapi Erika sama sekali tak punya uang namun meminta bantuan suaminya sepertinya mustahil akan di kabulkan.
"Mas Suami aja udah 2 hari nggak telfon atau nanyai kabar aku, dia juga enggak nafkahi aku setidaknya kasih uang jajan kek buat aku." batin Erika.
Erika tersentak ketika Tyara memanggil-manggil namanya dengan keras.
Tyara tanpa segan menanyakan siapa suami Erika sebab dari undangan itu jelas seorang Presdir besar Perusahaan ED Group namun setahu Tyara sosok itu telah memiliki kekasih seorang Model Internasional nan cantik juga seksi.
Erika merasa tersentil dengan perkataan Tyara, "jadi cuma aku yang nggak tahu kalau Mas Mark udah punya pacar. hahhh??! bodohnya aku." batin Erika mengutuki diri.
"iya..! aku memang menikah sama Mas Mark tapi aku benar-benar nggak tahu kalau dia udah punya pacar Ara." bela Erika dengan memelas.
Tyara sampai kasihan mendengar pernyataan Erika, Ia tahu kalau Mark telah berpacaran 7 tahun dengan Model itu tapi entah bagaimana akhirnya Pria itu menikah dengan Erika. Tyara hanya takut publik membuli Erika sebagai Orang Ketiga diantara hubungan mereka.
.
Erika berjalan cepat ke arah pintu Mansion ketika mendengar suara Mobil dan ternyata yang datang adalah Murni.
"Mama?" Erika berlari ke arah Murni yang langsung memeluknya seperti anak kandung sendiri.
"maafkan Mama nak..? mama nggak bilang sama kamu kalau Mark udah punya pacar, Mama nggak suka sama pacarnya itu. tapi apa dia jahat sama kamu nak?" tanya Murni memegang kedua bahu Erika dengan raut wajah seriusnya itu.
Erika menggeleng kepalanya pelan, "Ika takut sendiri disini Ma." cicit Erika.
Murni menegang mendengar perkataan Erika, Jadi Erika memang sendirian di tempat ini membuat tangannya terkepal di belakang punggung Erika tapi Ia masih berusaha membujuk Erika supaya tidak terlalu sedih.
"dasar anak Bodoh..! dia masih mempertahankan pacarnya yang murahan itu." batin Murni dengan geram.
Erika adalah Gadis yang baik walaupun berasal dari Desa tapi Murni sangat percaya kalau Erika adalah Gadis yang paling baik hatinya diantara semua Wanita yang Ia kenal.
Murni langsung membawa Erika masuk ke Mobilnya dan akan memberi pelajaran pada Mark, Ia sudah menduga hal ini akan terjadi. mana mungkin Mark mau melepaskan pacarnya yang sudah 7 tahun bersama nya.
Murni tak suka dengan wanita itu karna Ia sendiri sebagai sesama wanita dalam sekali melihat saja sudah bisa menebak Wanita itu tak baik tapi Mark tetap mempertahankan Wanita yang tak baik itu di sisinya, Murni tak pernah rela wanita seperti itu menjadi menantu-nya apalagi mengandung keturunan nya.
Erika dibawa ke Rumah Murni, Erika sudah berusaha menghubungi suaminya tapi tidak pernah diangkat membuat hatinya sedih seolah-olah Erika minta hutang saja hingga Pria itu menghindarinya.
Setelah mengantar Erika ke Kamar khusus, Murni pergi ke Kamarnya dan langsung menghubungi Mark. ketika Mama nya yang menelfon tentu saja Mark mengangkatnya.
"Halo Ma?" sapa Mark.
"dimana kamu?" tanya Murni dengan datar.
"aku di Kantor." jawab Mark.
"kamu pikir Mama nggak tahu kelakuan burukmu hah? berani-beraninya kamu meninggalkan menantuku seorang diri di Rumah sebesar itu." marah Murni.
Mark berdecak, "aku beli memang untuknya, memang dia menikah denganku karna harta kan?" balas Mark seolah tak merasa bersalah sama sekali.
Murni menggeram mendengarnya, "dia menikah denganmu bukan karna harta Mark..! berapa kali Mama bilang kalau dia menikahimu bukan karna harta tapi justru pacarmu murahan-mu itu lah yang menginginkan hartamu." marah Murni lagi.
Mark seakan tuli seolah tak peduli perkataan Murni, "udah Ma? aku sibuk." kata Mark.
"sampai kapan kamu begini hah? mama udah bilang kan kalau Mama punya riwayat jantung? kamu mau buat mama meninggal karna ulahmu iya?" marah-marah Murni.
"Ma? cinta nggak bisa di paksain, lagian aku udah menikahi perempuan pilihan Mama. kalau aku menikah lagi nggak akan ada yang larang kan? jangan bilang Mama mau melarangku juga, aku menikah 7 kali pun aku sanggup menafkahi mereka Ma." Mark.
"sudah cukup..! kau benar-benar tidak tahu hal baik, cepat pulang...??!" bentak Murni.
Mark tak menjawab hanya mematikan panggilannya, Murni memegang dadanya yang terasa sesak, buru-buru Ia mencari obatnya dan menelan pil itu juga meneguk botol mineral yang ada di Kamarnya.
Murni memang hidup dengan Mineral, hampir di setiap sudut Rumah ada Botol Mineral di Rumahnya itu.
"lama-lama aku bisa mati gara-gara anakku sendiri." lirih Murni menarik nafas dalam mengusap dadanya yang terasa sedikit lebih baik.
.
Malam harinya,
Erika dan Murni hanya makan berdua sedangkan ART mereka telah pergi ke Dapur untuk makan disana.
"maafkan Mama ya nak..?" ucap Murni merasa malu pada Erika tapi Ia berharap Erika mau bertahan.
Erika menatap mata Murni, "Ma? nggak apa Ma..?! memang Ika yang bodoh benar-benar nggak tahu kalau mas Mas udah punya pacar. walaupun Ika baru diantara mereka tapi Ika kan Istri Mas Mark." ucapnya pelan dengan lembut.
"Ika akan perjuangan Mas Mark sebisa Ika Ma tapi jika Mas Mark nggak luluh juga, maka saat itu Ika mohon Mama jangan memaksa lagi." pinta Erika membuat Murni tersentak.
"jangan memaksa lagi?" beo Murni.
"lebih baik kita makan Ma.! kayaknya memang Mas Mark terlalu sibuk deh, kita udah nunggu 1 jam sampai makanannya dingin begini." alih Erika memasukkan udang ke dalam mulutnya.
Murni hanya mematung menatap Erika walaupun Erika cepat mengalihkan pembicaraan tapi kata-kata Erika seolah perpisahan akan terjadi jika Mark tak mencintainya setelah Erika berjuang nantinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Cahaya yani
hrs di buat kuat thoorr, gk sudi kl so erika blikan am si mark
2024-05-22
2
RJ 💜🐑
semoga mark menyesal 😤👊🏻
2024-05-22
0
Sama Lia
bikin kuat mc wanitanya author...
semangat author...
2024-05-21
3