sakit hati

"anak itu akan menyesal nggak mau menerima perempuan pilihanku, dia akan sangat-sangat menyesal. dasar keras kepala..? bodoh..! siapa bilang otaknya jenius? dia bahkan bodoh dalam hal menilai watak seseorang juga tak tahu soal cinta." batin Murni hanya bisa marah-marah dalam hati mengutuki anaknya yang tak bisa di atur.

sekitar jam 10 malam,

Erika masih setia menunggu suaminya di Kamar itu dan ternyata penantiannya tak sia-sia.

"Mas?" Erika berlari menghampiri Mark yang masuk ke kamarnya.

Mark hanya memasang wajah dinginnya menatap tajam Erika, "kau mengadu pada Mama?"

Erika menggeleng kepalanya kuat, "Enggak Mas..? aku nggak ngadu."

Mark berdecih, "dasar munafik..!" sinis Mark melenggang pergi melewati Erika yang terus mengikutinya bak anak ayam.

"Mas? kenapa kamu tinggalin aku di Rumah sebesar itu mas? aku takut seorang diri disana. kamu juga sulit di hubungi." ucap Erika sembari terus mengikuti Mark.

"berhenti mengikutiku..!" bentak Mark membuat Erika terdiam kaku.

"kau menikahiku karna uang kan? lalu kenapa sok munafik nggak mau Rumah itu? aku beli untukmu. tinggallah disana daripada tinggal di Rumah impianku." Marah Mark menuding kening Erika yang menunduk dengan pandangan berkaca-kaca.

"aku nggak begitu mas." lirih Erika.

"nggak usah drama didepan aku..! aku benci wanita munafik!" sinis Mark meninggalkan Erika masuk ke Kamar Mandinya.

Brakkhh

Erika terlonjak kaget mendengar suara pintu yang di tutup begitu keras, Erika meremas gaun baju tidur yang kini di pakainya. Ia tahu kalau Mark punya sifat yang dingin ketika masa sekolahnya dulu tapi Erika tidak tahu kalau Mark punya prasangka buruk padanya.

"sabar Ka..! sabar..!! Mas Mark cuma salah paham sama kamu, sedikit saja kamu mau menunggu pasti kalian akan akur." batin Erika menyemangati diri walau hatinya sakit dengan perlakuan Mark.

seharusnya Erika yang marah dan mengomel pada Mark karna meninggalkannya di Rumah sebesar itu seorang diri bahkan di malam pertama mereka saja bisa-bisanya Mark berkencan dengan kekasihnya itu padahal ada Istri yang sedang menunggunya.

.

Erika menunggu Mark di tempat tidur dan telah memilihkan pakaian tidur Mark yang hampir semua warna hitam.

pintu Kamar mandi di buka,

Erika menoleh ke arah Mark yang keluar dengan handuk melilit pinggangnya juga dada bidangnya yang sungguh berotot seperti roti saja.

glek..!!

Mark tak peduli pada Erika malah langsung pergi ke Ruangan ganti, Erika tersadar segera berdiri.

"Mas? ak--aku udah siapkan bajumu." ucap Erika menunjuk ke arah ranjang mereka.

sayangnya Mark benar-benar tidak menganggap Erika ada seolah Ia hanyalah hantu yang tak terlihat wujudnya apalagi di dengar suaranya.

Erika lagi-lagi meneteskan air matanya, Ia menghapus air matanya detik itu juga.

"jangan menangis..! kamu kan kuat dan tangguh Ika ! jangan sedih cuma karna di cuekin, dulu waktu dimasa sekolah dia memang cuek kan?" batin Erika.

Erika berjalan pelan ke arah kamar mandi dan menutup pintunya dengan berhati-hati, Erika mencuci wajahnya di westafel dan Ia juga memandang ke arah cermin didepannya.

"kenapa kamu sedih? kalian juga enggak saling kenal sebelumnya kan? jangan cengeng Ika !! hubungan kalian enggak sedekat itu sampai bisa mengalahkan kekasihnya yang udah 7 tahun bersama dengannya itu." gumam-gumam Erika seorang diri.

Erika melihat kemeja putih Mark dari pantulan cermin lalu Ia pun memutar badan memungut baju kemeja itu, Erika tersentak melihat ada lipstik disana.

Nyess..!!?

hati Erika sungguh sakit meraba bekas lipstik tercetak di kemeja putih suaminya itu, Ia tak pernah memakai Lipstik kecuali saat Pernikahan mereka dan Erika tak pernah juga terlalu dekat dengan Mark sampai bisa meninggalkan bekas lipstik disana.

"ini pasti pacarnya." gumam Erika.

"dia sangat beruntung di cintai oleh Mas Mark." batin Erika.

Erika menggeleng kepalanya pelan, "aku pasti bisa membuat Mas Mark menyukaiku. setidaknya aku harus meluruskan kesalahpahaman ini." batin Erika meyakinkan diri.

Erika meletakkan Baju kotor Mark di keranjang lalu keluar dari Kamar mandi malah melihat Mark tidur di ranjang dan yang membuat Erika bingung adalah baju yang Ia pilih untuk Mark tadi ada di lantai.

"Mas? kenapa bajunya bisa di lantai?" tanya Erika memungut baju tidur Mark.

"buang aja ke Tong Sampah..!" dingin Mark.

"bu--buang? kenapa? bajunya masih bagus nggak ada yang robek sama sekali." tanya Erika tak bisa menahan rasa penasarannya.

"apapun yang kau sentuh tak akan aku pakai, buang aja baju itu..! lain kali nggak usah sok jadi Nyonya disini, kau hanya beruntung bisa mendapatkan hati Mamaku. entah apa yang membuat Mamaku bisa begitu keras menjadikanmu Istriku. ckkk..! kau pasti main sihir hitam."

Erika melebarkan matanya mendengar ucapan pedas Mark, "aku nggak pernah main sihir hitam apalagi terlibat Mas." bela Erika.

Mark melempar bantal di sampingnya ke lantai, "nggak usah sok suci..! sana kau pergi dan tidur di Sofa."

Erika hanya pasrah dan berjongkok mengambil bantal yang dilempar Mark, bantal itu sudah terkena setetes dua tetes air matanya. Erika menghapus air matanya.

"nggak apa Ika..! mas Mark cuma salah paham padamu, saat pikirannya udah tenang kamu bisa jelasin ke dia." batin Erika hanya untuk menyemangati dirinya supaya tidak terlalu sakit hati.

Mark dengan perasaan tak bersalahnya sama sekali berbaring di tempat tidur memainkan Ponselnya, Erika berjalan pelan ke Sofa sambil memeluk bantal dan baju yang disuruh buang tadi oleh Mark.

Erika berbaring di Sofa dan tidur tanpa selimut, Ia memang tak bisa tidur dengan selimut walau sedingin apapun pasti di tendang olehnya, semua itu memang kebiasaan tidurnya.

"Hmm?" sapa Mark dengan suara lembutnya.

Erika mengangkat pandangannya dan melihat Mark ternyata sedang telfonan, "pasti kekasihnya yang seorang Model itu." batin Erika menahan perih.

"iya..! aku udah sampai di Rumah." jawab Mark tanpa Erika tahu apa yang dibicarakan sosok yang berbicara dengan Mark itu.

"maaf ya? Mama mendesakku untuk pulang kesini." ucap Mark merasa bersalah.

"..."

"kamu tidurlah..! kita akan bertemu lagi besok, bukankah kamu akan jadi Cover majalah yang kamu inginkan? aku akan temani kamu kesana." ucap Mark dengan lembut.

Erika hanya bisa menangis dalam diam, Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu selalu bersikap dingin padanya tapi begitu lembut pada Orang itu, Erika sungguh Iri.

"apa aku bisa mendapatkan Pria yang mencintaiku sebesar itu?" batin Erika dengan mata berkaca-kaca dan tanpa sadar bantalnya telah basah karna air matanya.

Tiba-tiba saja Erika merasa mengantuk dan tertidur disana tanpa mendengar percakapan suami nya itu dengan Wanita lain, percuma juga Erika marah-marah pada Mark karna Ia sendiri baru datang di kehidupan Mark terus menjadi Istrinya lagi, laki-laki mana yang akan tahan dengan kehadiran Orang asing di hidupnya.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

aku pengen liat mark terpuruk karna dikhianati kekasihnya.

2024-05-24

0

RJ 💜🐑

RJ 💜🐑

semangat erika kamu pasti kuat 💪🏻🤗

2024-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Mertua yang baik
3 sakit hati
4 memang egois
5 bertemu lagi
6 kemarahan
7 berjanji akan selalu ada
8 menghibur
9 warisan
10 mencari kesenangan sendiri
11 mendadak
12 Kritis
13 Kemarahan
14 Makam
15 berduka
16 merasa di bodohi
17 Berita Lana disebarkan
18 memperebutkan
19 Antagonis?
20 penyesalan terbesar
21 Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22 kehidupan kedua
23 berubah drastis
24 menahan
25 pelukan saja
26 ingin berpihak
27 mendatangi
28 terbuka
29 mengetahui alasan-nya
30 membantu
31 Antar Makan Siang
32 tiba-tiba aneh
33 Wanita Gila
34 Boneka yang sama
35 Kegilaan Lana
36 ingin sembuh
37 gempar di dunia maya
38 Oh Sweet
39 percaya diri nya Erika
40 impian Mark
41 Mark dilema
42 mimpi
43 Operasi Murni
44 siapa Martin?
45 sangat tahu
46 dia segala-nya bagi-ku
47 mimpi buruk
48 memeriksa
49 Toilet
50 Mark kesal
51 cerita masa lalu
52 Jawaban
53 Aneh saja
54 protes wanita jahat
55 wajah asli yang tersembunyi
56 alasan
57 dia tertarik?
58 Bakat
59 membangunkan Singa Tidur
60 rasa bersalah
61 Ternyata Pria Muda
62 malu atau menyesal?
63 banyak hadiah
64 tak sengaja bertemu
65 hadiah kecil
66 selalu merepotkan
67 merubah tempat tinggal
68 mengapa menyuruh?
69 menceritakan
70 Kendala
71 Masalah Ide yang Bocor
72 menyibukkan diri
73 Kesibukan
74 Pulang Karna Rindu
75 mengetahui
76 kesalahpahaman
77 ungkapan yang tulus
78 tak sengaja mengotori
79 Teka-Teki Mimpi
80 mencari tahu Bukti
81 pengawal
82 Penjahat Sebenarnya
83 Kebenaran
84 Siapa George?
85 sedikit Lega setelah bercerita
86 Alasan Geo mengajak bertemu
87 Netizen
88 Istri menggemaskan
89 ke Kota
90 Pertemuan lagi
91 menghadiri acara
92 dadakan
93 bertingkah manja
94 kelahiran
95 Berbahagia
Episodes

Updated 95 Episodes

1
awal
2
Mertua yang baik
3
sakit hati
4
memang egois
5
bertemu lagi
6
kemarahan
7
berjanji akan selalu ada
8
menghibur
9
warisan
10
mencari kesenangan sendiri
11
mendadak
12
Kritis
13
Kemarahan
14
Makam
15
berduka
16
merasa di bodohi
17
Berita Lana disebarkan
18
memperebutkan
19
Antagonis?
20
penyesalan terbesar
21
Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22
kehidupan kedua
23
berubah drastis
24
menahan
25
pelukan saja
26
ingin berpihak
27
mendatangi
28
terbuka
29
mengetahui alasan-nya
30
membantu
31
Antar Makan Siang
32
tiba-tiba aneh
33
Wanita Gila
34
Boneka yang sama
35
Kegilaan Lana
36
ingin sembuh
37
gempar di dunia maya
38
Oh Sweet
39
percaya diri nya Erika
40
impian Mark
41
Mark dilema
42
mimpi
43
Operasi Murni
44
siapa Martin?
45
sangat tahu
46
dia segala-nya bagi-ku
47
mimpi buruk
48
memeriksa
49
Toilet
50
Mark kesal
51
cerita masa lalu
52
Jawaban
53
Aneh saja
54
protes wanita jahat
55
wajah asli yang tersembunyi
56
alasan
57
dia tertarik?
58
Bakat
59
membangunkan Singa Tidur
60
rasa bersalah
61
Ternyata Pria Muda
62
malu atau menyesal?
63
banyak hadiah
64
tak sengaja bertemu
65
hadiah kecil
66
selalu merepotkan
67
merubah tempat tinggal
68
mengapa menyuruh?
69
menceritakan
70
Kendala
71
Masalah Ide yang Bocor
72
menyibukkan diri
73
Kesibukan
74
Pulang Karna Rindu
75
mengetahui
76
kesalahpahaman
77
ungkapan yang tulus
78
tak sengaja mengotori
79
Teka-Teki Mimpi
80
mencari tahu Bukti
81
pengawal
82
Penjahat Sebenarnya
83
Kebenaran
84
Siapa George?
85
sedikit Lega setelah bercerita
86
Alasan Geo mengajak bertemu
87
Netizen
88
Istri menggemaskan
89
ke Kota
90
Pertemuan lagi
91
menghadiri acara
92
dadakan
93
bertingkah manja
94
kelahiran
95
Berbahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!