memang egois

ke esokan paginya,

Erika terbangun lalu Ia mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok yang telah menjadi suaminya masih tidur di ranjang.

"apa mas Mark Kerja?" batin Erika.

Erika bangkit dari Sofa nya dan pergi ke Kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berganti pakaian, setelah berdandan sedikit langsung saja Erika mendekati Mark tapi masih ragu-ragu membangunkan Mark.

"bagaimana caraku membangunkan Mas Mark? tadi malam aja aku sentuh baju tidurnya langsung di suruh buang ke tong sampah. aku nggak mau dia tambah membenciku." batin Erika kebingungan sendiri.

"M--Maas??" panggil Erika.

"Mas bangun Mas? apa Mas kerja?" tanya Erika dengan nada sedikit lebih kuat dari biasanya.

Erika tak berani menyentuh Mark yang bisa saja marah padanya, Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"kenapa nggak bangun juga?" gumam Erika segera berdiri dan mencari Murni.

"bangunkan aja dia sayang, katanya dia memang harus berangkat pagi-pagi." begitulah kata Murni membuat Erika kembali lagi ke Kamar mereka tapi tak menemukan siapapun di Ranjang.

"Loh? kok nggak ada?" gumam Erika mengedarkan pandangannya hingga Ia mendengar suara gemericik air menandakan Mark ada di Kamar mandi.

Erika mengelus dadanya yang merasa lega, "untung aja Mas Mark udah bangun. aku nggak tahu gimana cara bangunin dia tanpa disentuh." ucapnya pelan.

drrrttt!!

Erika menoleh ke Ponsel Mark yang bergetar dengan hati-hati Ia mendekati meja nakas, hati Erika berdenyut nyeri melihat nama kontak di layar ponsel suaminya itu, MY ❤ .

Erika hendak memegang Ponsel Mark.

"jangan pernah sentuh barang milikku..!" suara dingin itu tiba-tiba menghentikan tangan Erika yang sedikit lagi akan menyentuh Ponsel Mark itu.

Erika seketika melangkah mundur, "ma--maaf Mas.! aku dengar ponselmu bergetar, siapa tahu penting jadi aku berniat memberikannya padamu di depan pintu Kamar mandi." bela Erika seakan takut Mark kembali salah paham padanya dan semakin sulit bagi Erika meluruskan kesalahpahaman mereka.

Mark melangkahkan kakinya ke arah Erika, bau sabun menyeruak di hidung Erika sampai Ia menahan nafas. suaminya terlalu mempesona hingga bisa membuat wanita memiliki pikiran liar di otaknya.

Mark mengangkat panggilan dari kekasih hatinya, "halo sayang?" sapa Mark dengan lembut sambil berbalik pergi meninggalkan Erika yang mematung seorang diri.

Mark terus berbicara lemah lembut pada sosok itu sampai tiba di Ruangan ganti pun tak memutuskan panggilan diantara mereka, Erika sungguh merasa iri pada sosok itu dan Ia akan mencari tahu Model yang menjadi kekasih Suaminya. siapa tahu dia baik dan bisa meninggalkan suaminya kalau Erika memohon dengan setulus hati.

sesama wanita seharusnya saling memahami satu sama lain, siapa yang mau menjadi Orang Ketiga? tapi disituasi mereka kini memang Erika yang salah memasuki kehidupan keduanya, namun tak bisa juga Mark menganggap dirinya sendiri merasa benar karna sejak awal Mark tak menolak pernikahan ini, Erika kan tidak memaksa malah Murni yang terus mendesak Mark untuk menikahi Erika.

Erika menguatkan hatinya terus mendekati Ruangan ganti, "Mas? kamu mau dibuatkan sarapan apa?" tanya Erika di depan pintu Ruangan ganti tanpa berani memasuki nya.

Mark yang sedang bersenda gurau berbicara dengan kekasihnya berdecak, "nggak usah..! aku sarapan diluar." teriaknya menahan geram.

Wanita kampung itu sungguh merepotkan menurut Mark.

"Beb? kamu harus begitu terus sama dia ya? aku nggak suka kamu bicara manis sama wanita manapun." kata wanita yang berbicara dengan Mark.

"iya Sayang..! kamu nggak usah takut tersaingi ya? dia itu jauh dibawah levelmu." Mark menyemangati Kekasihnya supaya tak merasa rendah dengan posisi nya kini seperti seorang simpanan saja.

Mark sendiri sungguh geram dengan Erika yang bisa membuat Mama nya segila itu memaksa Mark menikahi Erika, Mark sudah pernah membawa Selana atau dipanggil Lana ke Murni tapi sayangnya wanita yang telah melahirkannya itu begitu tak suka pada Lana sehingga begitu keras kepala menikahi Mark dengan Erika.

awalnya Mark menolak begitu keras tapi Ia terkejut ketika Murni terjatuh pingsan saat dibawa ke Dokter ternyata Murni memiliki penyakit jantung dan tak boleh syok apalagi terbebani.

Mark terpaksa menerima permintaan Murni yang terus mendesaknya bahkan tanpa segan menuduh Mark akan menjadi penyebab kematiannya jika masih berhubungan dengan Lana.

.

di Meja makan,

Erika dan Murni telah duduk di sana menunggu Mark yang tak kunjung tiba, ketika Orang yang di tunggu telah terlihat malah seperti sengaja melewati mereka.

"mau kemana kamu Mark?" tanya Murni dengan suara meninggi.

"Ma?" bujuk Erika mengelus lengan Murni yang sepertinya begitu emosi.

"ma? aku udah telat." balas Mark tanpa berniat berhenti untuk menanggapi panggilan Murni dan terus berlari sambil melihat ke Arlojinya.

Murni memegang dadanya yang terasa sesak seketika membuat Erika panik.

"Ma? Mama kenapa?" tanya Erika begitu ketakutan.

"To--Tolong obat Mama di Kamar nak..!" pinta Murni terus mengusap dadanya yang terasa sesak.

Erika mengangguk lalu segera berlari sekuat tenaga menuju Kamar Murni dan menemukan obat yang ada di meja nakas tanpa menunggu lagi Erika kembali ke Meja makan.

"berapa butir Ma?" tanya Erika terengah-engah.

"2." bisik Murni sampai terduduk lemas di tempat duduknya.

Erika buru-buru mengeluarkan pil obatnya Murni lalu memberikannya di telapak tangan Murni yang segera memasukkannya ke dalam mulutnya sementara Erika cepat mengambil segelas air putih dan memberikannya ke Murni yang telah menjadi lebih baik.

Erika terduduk disamping Murni dengan perasaan lega, "Mama sakit apa Ma?" tanya Erika begitu khawatir.

"jantung nak." jawab Murni merasa bersalah pada Erika.

"Jantung? itu berbahaya Ma.! apa Mama nggak Operasi? atau periksa ke Dokter?" tanya Erika semakin panik saja.

Murni memegang tangan Erika dan menggeleng kepalanya pelan, "Mama merasa bersalah padamu nak..! maafkan Mama yang egois memaksamu menikah dengan anak Mama padahal tahu dia punya pacar. Mama udah ancam dia dengan penyakit Mama tapi sekarang dia malah begitu dingin padamu."

Erika akhirnya mengerti alasan Mark tak bisa menolak pernikahan ini ternyata karna Murni.

"bertahanlah sampai Mama meninggal nak." pinta Murni membuat Erika sedih memeluk Murni.

"Mama nggak boleh bicara begitu." tangis tertahan Erika.

Murni mengecup sisi wajah Erika, "Mama terlalu menyayangimu sampai nekat berbuat begini tanpa Mama ketahui semua ini hanya menyakitimu aja."

"enggak Ma." geleng-geleng kepala Erika.

Murni memeluk Erika dengan penuh kasih sayang, yah..! Murni benar-benar menyayangi Erika seperti anak kandungnya sendiri tapi ternyata Putranya malah memperlakukan menantu kesayangannya begitu buruk.

"sepertinya takdirku memang akan mati karna anakku sendiri, kalau dia nggak berubah mungkin aku benar-benar berakhir." batin Murni meneteskan air matanya.

"mungkin umur mama enggak sampai setahun nak, kamu hanya perlu bertahan sampai Mama tiada nak. setelah itu kalau kamu mau meninggalkan Mark ! Mama pasti sangat rela melihatmu dari atas sana asalkan kamu bahagia, cari kebahagiaanmu sendiri sayang?! kamu gadis yang baik pasti akan bahagia di 7 kehidupanmu."

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

mark bener2 egois.

2024-05-24

0

Cahaya yani

Cahaya yani

semngt up ny thooorrr

2024-05-22

0

Nur

Nur

lnjut

2024-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 awal
2 Mertua yang baik
3 sakit hati
4 memang egois
5 bertemu lagi
6 kemarahan
7 berjanji akan selalu ada
8 menghibur
9 warisan
10 mencari kesenangan sendiri
11 mendadak
12 Kritis
13 Kemarahan
14 Makam
15 berduka
16 merasa di bodohi
17 Berita Lana disebarkan
18 memperebutkan
19 Antagonis?
20 penyesalan terbesar
21 Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22 kehidupan kedua
23 berubah drastis
24 menahan
25 pelukan saja
26 ingin berpihak
27 mendatangi
28 terbuka
29 mengetahui alasan-nya
30 membantu
31 Antar Makan Siang
32 tiba-tiba aneh
33 Wanita Gila
34 Boneka yang sama
35 Kegilaan Lana
36 ingin sembuh
37 gempar di dunia maya
38 Oh Sweet
39 percaya diri nya Erika
40 impian Mark
41 Mark dilema
42 mimpi
43 Operasi Murni
44 siapa Martin?
45 sangat tahu
46 dia segala-nya bagi-ku
47 mimpi buruk
48 memeriksa
49 Toilet
50 Mark kesal
51 cerita masa lalu
52 Jawaban
53 Aneh saja
54 protes wanita jahat
55 wajah asli yang tersembunyi
56 alasan
57 dia tertarik?
58 Bakat
59 membangunkan Singa Tidur
60 rasa bersalah
61 Ternyata Pria Muda
62 malu atau menyesal?
63 banyak hadiah
64 tak sengaja bertemu
65 hadiah kecil
66 selalu merepotkan
67 merubah tempat tinggal
68 mengapa menyuruh?
69 menceritakan
70 Kendala
71 Masalah Ide yang Bocor
72 menyibukkan diri
73 Kesibukan
74 Pulang Karna Rindu
75 mengetahui
76 kesalahpahaman
77 ungkapan yang tulus
78 tak sengaja mengotori
79 Teka-Teki Mimpi
80 mencari tahu Bukti
81 pengawal
82 Penjahat Sebenarnya
83 Kebenaran
84 Siapa George?
85 sedikit Lega setelah bercerita
86 Alasan Geo mengajak bertemu
87 Netizen
88 Istri menggemaskan
89 ke Kota
90 Pertemuan lagi
91 menghadiri acara
92 dadakan
93 bertingkah manja
94 kelahiran
95 Berbahagia
Episodes

Updated 95 Episodes

1
awal
2
Mertua yang baik
3
sakit hati
4
memang egois
5
bertemu lagi
6
kemarahan
7
berjanji akan selalu ada
8
menghibur
9
warisan
10
mencari kesenangan sendiri
11
mendadak
12
Kritis
13
Kemarahan
14
Makam
15
berduka
16
merasa di bodohi
17
Berita Lana disebarkan
18
memperebutkan
19
Antagonis?
20
penyesalan terbesar
21
Kembali, Untuk Mencintai-Mu
22
kehidupan kedua
23
berubah drastis
24
menahan
25
pelukan saja
26
ingin berpihak
27
mendatangi
28
terbuka
29
mengetahui alasan-nya
30
membantu
31
Antar Makan Siang
32
tiba-tiba aneh
33
Wanita Gila
34
Boneka yang sama
35
Kegilaan Lana
36
ingin sembuh
37
gempar di dunia maya
38
Oh Sweet
39
percaya diri nya Erika
40
impian Mark
41
Mark dilema
42
mimpi
43
Operasi Murni
44
siapa Martin?
45
sangat tahu
46
dia segala-nya bagi-ku
47
mimpi buruk
48
memeriksa
49
Toilet
50
Mark kesal
51
cerita masa lalu
52
Jawaban
53
Aneh saja
54
protes wanita jahat
55
wajah asli yang tersembunyi
56
alasan
57
dia tertarik?
58
Bakat
59
membangunkan Singa Tidur
60
rasa bersalah
61
Ternyata Pria Muda
62
malu atau menyesal?
63
banyak hadiah
64
tak sengaja bertemu
65
hadiah kecil
66
selalu merepotkan
67
merubah tempat tinggal
68
mengapa menyuruh?
69
menceritakan
70
Kendala
71
Masalah Ide yang Bocor
72
menyibukkan diri
73
Kesibukan
74
Pulang Karna Rindu
75
mengetahui
76
kesalahpahaman
77
ungkapan yang tulus
78
tak sengaja mengotori
79
Teka-Teki Mimpi
80
mencari tahu Bukti
81
pengawal
82
Penjahat Sebenarnya
83
Kebenaran
84
Siapa George?
85
sedikit Lega setelah bercerita
86
Alasan Geo mengajak bertemu
87
Netizen
88
Istri menggemaskan
89
ke Kota
90
Pertemuan lagi
91
menghadiri acara
92
dadakan
93
bertingkah manja
94
kelahiran
95
Berbahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!