Sudah dua hari Alva dan Yara berada di jakarta, hari ini keduanya memutuskan untuk kembali ke Bandung. Sebab, Alva harus memantau keadaan restonya. Dia mengajak sang istri untuk menjemput kedua anak mereka yang masih berada di kediaman Elgard. Entahlah nanti Vara mau pulang atau tidak, karena anak itu tergantung dengan moodnya.
"Mampir beli rujak dulu, aku lapar." Ujat Yara seraya melirik suaminya yang fokus menyetir.
"Lapar kok makan rujak, kita mampir ke Resto saja yah yang dekat." Usul Alva.
Raut wajah Yara berubah kesal, "Gak jadi lapar, gak mau makan sampe lebaran gajah pokoknya." Desis Yara seraya membuang pandangannya ke jendela.
Mendengar itu, Alva melirik sekilas ke arah istrinya. Mood ibu hamil memang sulit di tebak, seperti Yara saat ini. Alva terpaksa menghentikan mobilnya di dekat gerobak penjual rujak. Menyadari suaminya berhenti untuk membeli rujak, seketika Yara tersenyum lebar.
"Nyengir aja kayak Vara kalau di turutin maunya." Ledek Alva.
"Ish! Udah lah, aku mau beli dulu."
"Eh!! Mau apa?! Enggak! Sini aja, jangan keluar!" Larang alva saat istrinya itu hendak turun dari mobil.
Yara mengerucutkan bibirnya sebal, dia tak menolak perintah suaminya. Wanita itu memandang ke arah Alva yang keluar dari mobil dan menghampiri penjual rujak itu. Senyuman wanita itu terbit, tangannya pun mengelus lembut perutnya yang terlihat bulat sempurna.
"Ayahmu ternyata ganteng banget yah dek kalau di liat-liat, mesti di jagain nih." Gumam Yara seraya mengelus perutnya.
Tak lama, Alva kembali ke mobil dengan sebungkus rujak di tangannya. Dengan semangat, Yara meraihnya. Dia ingin segera memakannya, tetapi karena sudah dekat dengan rumah mertuanya. Jadi, dia urungkan.
"Tidak ada nanas dan tidak terlalu pedas, aku menghindari dua hal itu untuk bayi kita. Jadi, jangan protes." Ujar Alva seraya menyalakan mesin mobilnya.
"Ck, iya-iya! Lagian kata dokter kemarin boleh kok makan nanas dan pedes! Gak ngaruh ke bayi, soalnya kandunganku kan sudah besar!" Protes Yara.
Alva memutar…
Don'T Take My Baby
Keposesifan Alva
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 137 Episodes
Comments
Aᥣіstɑ.
Masa Derren dua kali selingkuh, pantesan aja Fanny gelagatnya selalu was2, Kakek buyut Arlo dan Fanny sama2 punya trauma mendalam termasuk Yara tpi Yara bisa berdamai mencoba berdamai dengan keadaan dan Alva pun membuktikan kesetiaannya dengan memilih Yara dibanding kakeknya sendiri.. Fanny parahh juga sih tapi dia yang minta derren berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangganya yang jadi pertanyaan Derren benar2 bisa ngobatin rasa traumanya fanny gak ya. Waktu dikolam saat berbicara dengan alva dia bijak bangeett sedangkan saat bersama fanny seolah biasa saja, Jadi kasihan sama Fanny semoga derren dan keluarga bisa mengatasi rasa trauma Fanny..
Alva posesif takut yara dan baby boy kenapa2 tapi gak harus sombong bilang kamu yang menghamili yara kali. kan yara jadi kalah😭🤣 oma grace juga ternyata gak mau kalah dari cucu, ingin balas dendam lewat adiknya ehh adiknya malah cowok gagal deh buat debat sama Vara.. Wkwkwk
2024-06-23
59
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Darren pernah selingkuh saat fanny hamil?
2025-02-20
2
Atik Marwati
setiap hamil daren selingkuh???? wah kalo sekali lagi gitu juga buang kelaut ajalah fan 😤😤😤😤
2026-10-04
0