Tragedi

Alva menatap kosong ke depan, pria itu kini tengah duduk di lorong rumah sakit. Keadaannya sungguh kacau, jelas sekali terlihat dari wajahnya jika dia sedang lelah. Bukan hanya tubuhnya, tapi dirinya juga lelah pikiran. Tak ada yang dapat menghiburnya, dia tak tahu harus melakukan apa saat ini.

Dayana, istrinya itu di vonis memiliki kanker paru-paru empat tahun yang lalu. Yang membuat Alva tambah terkejut, ketika dokter mengatakan jika kanker yang Dayana derita sudah memasuki stadium dua. Begitu mengetahuinya, Alva mencoba memfokuskan dirinya untuk penyembuhan Dayana. Namun, ternyata. Kanker itu semakin menyebar dan menggerogoti bagian dalam tubuh istrinya sampai saat ini.

"Alva."

Alva menoleh, dia mendapati seorang pria paruh baya yang berdiri di sisinya. Dia hanya menatap sekilas sebelum kembali menatap ke arah lantai. Pria paruh baya itu mendudukkan dirinya di sebelah Alva dan turut menatap apa yang sedang Alva lihat.

"Alva, terima kasih karena kamu sudah berbaik hati mencintai putriku setulus itu. Setelah mamanya meninggal, kamu lah alasannya tetap bertahan sejauh ini. Kamu tak menuntutnya untuk memiliki anak, padahal kamu tahu dari awal jika dia wanita yang tidak memiliki rahim. Saat ini, kamu malah di buat kesusahan lagi dengan penyakitnya. Papa sebagai orang tua Dayana, meminta maaf padamu yang sebesar-besarnya." Ujar pria yang biasa di panggil Reyhan, dia adalah Papa kandung Dayana.

Alva menggeleng, "Aku mencintainya, aku menikah dengannya dan berjanji akan selalu ada bersamanya di semua keadaan." Ujar Alva seraya menatap pria paruh baya itu.

Reyhan tersenyum, dia menepuk pelan bahu Alva. Tak salah jika dia menyerahkan putrinya pada pria di sebelahnya ini. "Sebentar lagi, kita akan berangkat. Dokter mengatakan, akan sulit kemungkinan Dayana untuk sembuh. Kuatkan hatimu dari sekarang Nak, jika nantinya kita harus tetap menerima pilihan semesta." Ujar Reyhan dengan tatapan sendu.

Alva mengangguk, matanya berkaca-kaca. Dadanya terasa sangat sesak, dia tak sanggup jika harus melepaskan Dayana. begitu saja. Wanita itu sudah banyak merasakan sakit, Alva merasa kasihan dengan apa yang menimpa istrinya itu saat ini. Dia tak bisa berbuat apapun, semua pengobatan sudah istrinya lakukan. Namun, bukannya sembuh tubuh Dayana justru semakin drop.

Dokter memberi saran agar Dayana di rujuk ke Bandung. Sebab, rumah sakit di sana terdapat dokter spesialis kanker yang sudah sangat berpengalaman dan terkenal akan pengobatannya yang membantu banyak pejuang kanker untuk sembuh. Dokter spesialis kanker itu memiliki rumah sakitnya sendiri di Bandung, sehingga Dayana akan di rujuk ke sana.

"Semoga, Dokter itu bisa menyembuhkan Dayana. Banyak sekali pejuang kanker yang dapat di sembuhkan olehnya." Lirih Reyhan.

"Semoga saja, aku berharap seperti itu." Balas Alva.

Tanpa kedua pria itu ketahui, sejak tadi seorang wanita paruh baya mendengarkan percakapan mereka. Tampak, raut wajahnya terlihat sangat syok. Dia terkejut saat mengetahui fakta yang selama ini di tutupi oleh putranya.

"Jadi, ini yang mereka sembunyikan." Lirihnya.

.

.

.

Si kembar asik melahap sarapan mereka, keduanya ternyata sangat menyukai masakan sang nenek. Begitu pun dengan Yara, dia melahap makanannya dengan bahagia. Sudah lama sekali dia tak memakan masakan Salma, tentunya dia merindukannya. Salma pun menatap penuh bahagia pada cucunya, dia senang jika kedua cucunya menyukai masakannya. Tapi tidak dengan Owen, dia lagi-lagi membuat perkara dengan Vara.

"Heh Vara, kamu tahu shaun the sheep?" Tanya Owen yang mana menghentikan kegiatan Vara.

"Ih, apalah om bulung hantu ini. Tauuu! Tanya nya ental dulu, nanti lemaknya nda di ace ce cama pelutku." Balas Vara dengan kesal.

"Eh, ngerti Acc juga dia." Gumam Owen dengan tatapan tak percaya.

"Heum, temen Vala cuka bilang begitu. Nda di ace ce cama ibunya, gitu." Terang Vara.

Owen menganggukkan kepalanya, dia masih ingin mengerjai keponakan temannya itu. "Kalau tahu ... berarti kamu tahu musuhnya si kambing dong." Tanya kembali Owen.

Kening Vara mengerut dalam, pipinya tampak bergerak karena sedang berusaha mengunyah makanannya sebelum dia telan. "Guguk?" Tanya Vara setelah menelan makanan dalam mulutnya.

"Bukan, satu lagi. Yang warnanya pink, suka buat rusuh ... suka makan... nah, Kamu mirip sama dia ..." Owen menghentikan ocehannya, pria itu menahan tawa saat melihat raut wajah datar Vara saat ini.

"ITU BEB0OOONGG!" Seru Vara dengan wajah memerah menahan kesal.

"Cudahlah, mau pindah tempat makan Vala. Nda cuka, cepelti cangcolang geplek aja lah om ini." Ujar Vara seraya turun dari kursinya dan membawa piring nya pergi dari ruang makan itu.

"Cangcorang geprek coba, emang ada yah?" Gumam Owen dengan tatapan tak percaya.

Vara membawa piringnya ke teras rumah Salma, bocah menggemaskan itu memilih duduk di sana seraya melihat ke arah jalan. Mobil dan motor yang berlalu lalang membuat Vara sedikit terhibur. Dia memakan makanannya sampai habis dan bersendawa dengan kencang.

"Enaknaaa ...." Seru Vara dengan lega.

TONG! TONG! TONG!

Telinga Vara mendengar bunyi kentungan yang tak asing baginya. Gadis kecil itu pun segera berdiri dan berjinjit guna melihat sesuatu yang akan lewat di depan pagar rumahnya. Karena tubuhnya yang pendek, Vara tak bisa melihatnya. Anak itu segera menaiki kursi tamu dan berdiri di sana.

"Es tong-tong." Gumam Vara dengan tatapan berbinar.

"ABAAAANGG! ABAAAANGG! BELIIII" Teriak Vara.

Vara sudah berteriak, tetapi penjual es itu tak kunjung berhenti. Bocah menggemaskan itu tak putus asa, dia terus berteriak hingga suaranya serak. Tak cukup sampai sana, Vara berniat akan masuk ke dalam rumah dan memanggil sang Bunda. Namun, karena tak hati-hati. Vara melompati kursi dengan asal, membuatnya tak mendarat dengan baik.

BUGH!

Jovan yang tadi ingin menghampiri adiknya karena berteriak pun terkejut melihat Vara yang sudah telungkup di atas lantai. "BUNDAAA!" Teriak Jovan seraya berlari menghampiri sang adik.

"HUAAAA!" Vara memegangi dagunya yang terasa sangat sakit. Jovan dengan panik memangku kepala sang adik dan mengecek keadaannya. Namun, saat melihat darah banyak keluar dari dagu Vara, tangisan Jovan pecah.

"BUNDA HIKS ... BUNDAAA!" Teriak Jovan.

Yara dan yang lainnya berlari menghampiri mereka, terlihat Yara panik saat melihat putrinya terluka hingga mengeluarkan darah. Tak ingin berlarut dalam kepanikan, Yara segera membuka sweater yang ia pakai dan menempelkannya pada dagu sang putri untuk menahan darah agar tidak terus keluar. Sementara Owen langsung masuk ke dalam mobilnya dan menyalakannya.

"AYO KAK!" Seru Azka seraya meraih Vara dalam gendongannya.

"Adek hiks ... adek ...." Isak Jovan melihat darah sang adik yang ada di tangannya dengan tubuh bergetar hebat.

"Jovan sama nenek yah, biar bunda bawa adeknya ke rumah sakit dulu." Ujar Salma berusaha untuk tenang. Dia memilih di rumah menjaga Jovan, agar Yara bisa fokus pada Vara yang terluka.

Perjalanan ke rumah sakit tak membutuhkan waktu lama, di karenakan jaraknya yang lumayan dekat dengan rumah Salma. Sesampainya di sana, Azka langsung keluar dari mobil dengan menggendong Vara. Sementara Yara, dia memanggil suster yang sedang berjaga. Para tenaga medis gerak cepat, mereka langsung mengarahkan Azka ke ruang UGD.

"Apa yang terjadi padanya?" Tanya Dokter yang datang untuk memeriksa keadaan Vara.

"Sepertinya jatuh dari kursi dok, dagunya menghantam lantai cukup keras." Terang Yara dengan suara bergetar. Dia sudah merasa ada yang aneh saat mendengar suara sesuatu yang jatuh. Tak pernah mengira jika putrinya yang terjatuh hingga menyebabkannya seperti ini.

"Kak, aku urus administrasinya dulu." Pamit Azka yang langsung di angguki oleh Yara.

___

Jangan lupa dukungannya🥰🥰

Triple yah hari ini😘

Terpopuler

Comments

Alistalita

Alistalita

Duh apa mereka bakal bertemu ya, kalau Vala jelas2 dak ketemu Alva..
Ternyata Alva mencintai Dayana dengan tulus tanpa karena dan sepertinya wanita paruh bay itu Ibunya Alva ya..🤔
Dipikir2 mereka tega ya menghalalkan segala cara demi tuntutan keluarga mereka, ckk kesel lagikan sama mereka.. Wkwkwk
Ok piks kalau gitu Yara sama orang lain aja ada paman aku duda mau gak. Wkwkwk

2024-05-16

95

novi 99

novi 99

Tu kenapa Dayana gak minat adopsi anak aja .. dari pada menyakiti wanita lain ... kan keluarga Alva juga gak tau ....

gak bakal sembuh Dayana . nasibnya meninggoy

2025-01-27

1

Nur Rizqi

Nur Rizqi

kudu dapat maaf dr yara dulu kayaknya biar cepet meninggalnya. ketahan sm marahnya yara tuh🤭🫣

2024-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 Buku nikah di ruang kerja Mas Alva
2 Keputusan Yara
3 Si kembar yang menggemaskan
4 Hampir bertemu
5 Kerinduan si kembar
6 Kedatangan Azka
7 Keputusan Azka
8 Kembali pulang
9 Tragedi
10 Pertemuan yang tak terduga
11 Hubungan kita belum selesai
12 Hubungan kita selesai, Mas!
13 Lepaskan salah satunya!
14 Tingkah si kembar
15 Pertemuan pertama Alva dan Jovan
16 Keputusan Yara
17 Di luar rencana
18 Berduka
19 OM ALPAAA!
20 Terungkapnya keberadaan si kembar
21 Balasan kecil dari Azka
22 Rindu Ayah
23 Lujaaaaakk!
24 Bertemu cucu
25 Kehebohan Grace
26 Kelakuan Alva yang meresahkan
27 Kita paloan yah
28 Kecemburuan Alva
29 Jangan buat Bunda menangis, Ayah
30 Kediaman Elgard
31 Dua puluh tujuh hari sebagai syarat
32 Perdebatan Azka dan Alva
33 Perjanjian
34 Ajakan makan malam
35 Tak pantas mencintainya
36 Tamparan tak di sengaja
37 Kelakuan keluarga Elgard
38 akta si kembar
39 Ku cemburu
40 Pergi bersama
41 Suasana yang hangat dan haru
42 Keadaan hati
43 Jovan sakit
44 Selalu dengan kehebohan
45 Tangisan tanpa suara
46 Kepasrahan Alva
47 Rekam hati seorang anak
48 Andaikan
49 Kembali ke rumah lama
50 Akhir dari persyaratan
51 Jenguk cucu
52 Tidak siap berpisah
53 Kejutan di hari sidang
54 Bukan perpisahan yang diinginkan
55 Tak ingin kehilangan
56 Ingin bertemu ayah
57 Masih mencintainya
58 Hati yang terluka
59 Takut
60 Hanya ketakutan
61 Si kompor meleduk
62 Rindu yang tak bisa di jelaskan
63 Terbayang akan penyesalan
64 Mulai membaik
65 Bertemu lagi
66 Onty cama angkel ngapain?
67 Kebahagiaan yang di inginkan
68 Rumah baruuu
69 Dia yang sangat menggemaskan
70 Pertemuan tak sengaja
71 Aku percaya dengan Istriku
72 Pesanan Oma
73 Aku ingin kejutanku sayang
74 Akhirnya ....
75 Wajah berseri Alva
76 Kedatangan Tuan Arlo
77 Respon si kembar
78 Tentang Tuan Arlo
79 Tidak kalah pedas
80 Kejutan di luar Kejutan
81 Pilihan Alva
82 Ingin bertemu
83 Lebih takut kehilangan kalian
84 Ego Tuan Arlo
85 kelakuan si kecil
86 Mual~
87 Calon adik si kembar
88 Vara yang merajuk
89 Ketegasan Alva
90 Calon debay~
91 Keanehan Malven
92 Lindunya nanti dulu, Vala lapal
93 Tendangan calon baby
94 Gara-gara si Owen
95 Copan kah begitu?
96 Pertama masuk sekolah
97 Mengidam
98 Paksu merajuk
99 Diresmikan
100 Gara gara Pr
101 Tuan Arlo
102 Obrolan santai
103 Jujur dan percaya kunci segalanya
104 Keposesifan Alva
105 Kehamilan Fanny
106 Gara gara kambing
107 Kehangatan keluarga
108 Penyesalan Tuan Arlo
109 Mencintaimu
110 Lahiran mendadak
111 Ezhar Zeroun Elgard
112 Ekstra part 1
113 Ekstra part 2
114 Ekstra Part 3
115 Ekstra part 4
116 Ekstra part 5
117 Ekstra part end
118 KARYA BARU: BERONDONG PILIHAN SINGLE MOM
119 Bonchap
120 Bonchaaap
121 Bonchap MalVa
122 Bonchap MalVa
123 Bonchap MalVa
124 Bonchap MalVa
125 Bonchap MalVa
126 Bonchap MalVa
127 Bonchap MalVa
128 Bonchap MalVa
129 Bonchap MalVa
130 Bonchap MalVa
131 Bonchap MalVa
132 Bomchaap MalVa
133 Bonchap Malva
134 Bonchap MalVa
135 IF YOU COME BACK
136 KARYA BARU!
137 Cinta Yang Kamu Pilih (Promosi)
Episodes

Updated 137 Episodes

1
Buku nikah di ruang kerja Mas Alva
2
Keputusan Yara
3
Si kembar yang menggemaskan
4
Hampir bertemu
5
Kerinduan si kembar
6
Kedatangan Azka
7
Keputusan Azka
8
Kembali pulang
9
Tragedi
10
Pertemuan yang tak terduga
11
Hubungan kita belum selesai
12
Hubungan kita selesai, Mas!
13
Lepaskan salah satunya!
14
Tingkah si kembar
15
Pertemuan pertama Alva dan Jovan
16
Keputusan Yara
17
Di luar rencana
18
Berduka
19
OM ALPAAA!
20
Terungkapnya keberadaan si kembar
21
Balasan kecil dari Azka
22
Rindu Ayah
23
Lujaaaaakk!
24
Bertemu cucu
25
Kehebohan Grace
26
Kelakuan Alva yang meresahkan
27
Kita paloan yah
28
Kecemburuan Alva
29
Jangan buat Bunda menangis, Ayah
30
Kediaman Elgard
31
Dua puluh tujuh hari sebagai syarat
32
Perdebatan Azka dan Alva
33
Perjanjian
34
Ajakan makan malam
35
Tak pantas mencintainya
36
Tamparan tak di sengaja
37
Kelakuan keluarga Elgard
38
akta si kembar
39
Ku cemburu
40
Pergi bersama
41
Suasana yang hangat dan haru
42
Keadaan hati
43
Jovan sakit
44
Selalu dengan kehebohan
45
Tangisan tanpa suara
46
Kepasrahan Alva
47
Rekam hati seorang anak
48
Andaikan
49
Kembali ke rumah lama
50
Akhir dari persyaratan
51
Jenguk cucu
52
Tidak siap berpisah
53
Kejutan di hari sidang
54
Bukan perpisahan yang diinginkan
55
Tak ingin kehilangan
56
Ingin bertemu ayah
57
Masih mencintainya
58
Hati yang terluka
59
Takut
60
Hanya ketakutan
61
Si kompor meleduk
62
Rindu yang tak bisa di jelaskan
63
Terbayang akan penyesalan
64
Mulai membaik
65
Bertemu lagi
66
Onty cama angkel ngapain?
67
Kebahagiaan yang di inginkan
68
Rumah baruuu
69
Dia yang sangat menggemaskan
70
Pertemuan tak sengaja
71
Aku percaya dengan Istriku
72
Pesanan Oma
73
Aku ingin kejutanku sayang
74
Akhirnya ....
75
Wajah berseri Alva
76
Kedatangan Tuan Arlo
77
Respon si kembar
78
Tentang Tuan Arlo
79
Tidak kalah pedas
80
Kejutan di luar Kejutan
81
Pilihan Alva
82
Ingin bertemu
83
Lebih takut kehilangan kalian
84
Ego Tuan Arlo
85
kelakuan si kecil
86
Mual~
87
Calon adik si kembar
88
Vara yang merajuk
89
Ketegasan Alva
90
Calon debay~
91
Keanehan Malven
92
Lindunya nanti dulu, Vala lapal
93
Tendangan calon baby
94
Gara-gara si Owen
95
Copan kah begitu?
96
Pertama masuk sekolah
97
Mengidam
98
Paksu merajuk
99
Diresmikan
100
Gara gara Pr
101
Tuan Arlo
102
Obrolan santai
103
Jujur dan percaya kunci segalanya
104
Keposesifan Alva
105
Kehamilan Fanny
106
Gara gara kambing
107
Kehangatan keluarga
108
Penyesalan Tuan Arlo
109
Mencintaimu
110
Lahiran mendadak
111
Ezhar Zeroun Elgard
112
Ekstra part 1
113
Ekstra part 2
114
Ekstra Part 3
115
Ekstra part 4
116
Ekstra part 5
117
Ekstra part end
118
KARYA BARU: BERONDONG PILIHAN SINGLE MOM
119
Bonchap
120
Bonchaaap
121
Bonchap MalVa
122
Bonchap MalVa
123
Bonchap MalVa
124
Bonchap MalVa
125
Bonchap MalVa
126
Bonchap MalVa
127
Bonchap MalVa
128
Bonchap MalVa
129
Bonchap MalVa
130
Bonchap MalVa
131
Bonchap MalVa
132
Bomchaap MalVa
133
Bonchap Malva
134
Bonchap MalVa
135
IF YOU COME BACK
136
KARYA BARU!
137
Cinta Yang Kamu Pilih (Promosi)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!