Hyun Jin tidak pernah membayangkan ia akan menghabiskan waktu menyesap teh dan kue-kue manis di dalam penginapan man wol, tempat yang disebut Nam Gil sebagai persinggahan para arwah sebelum pergi ke alam baka melewati sungai sinzu. Sejak pertama kali menginjakan kaki di tempat itu, Hyun Jin tidak merasakan keanehan apapun sampai ia melihat sendiri seorang wanita berjalan menenteng kepalanya mengikuti staff penginapan, Hyun Jin hampir dibuat pingsan ketika kepala itu mengangguk dan tersenyum manis padanya.
“Itu korban pembunuhan, suaminya memotong kepalanya dengan kapak. Dia akan menerima perawatan salon dan kepalanya akan disambungkan oleh staff kami, penginapan ini memiliki salon terbaik” jelas Lee Kwang Soo, satu-satunya staff manusia yang menjabat sebagai manajer untuk mengurus masalah pajak, perizinan, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan peraturan bisnis di dunia nyata. Kwang Soo berusia dua puluh delapan tahun dan ia juga baru beberapa bulan bekerja disitu tepat setelah Soohyun menjadi pemilik baru man wol. “Pertama kali bekerja disini, aku juga ingin pingsan, tapi sekarang aku sudah biasa. Mereka memang terlihat jelek saat pertama kali datang, tapi dengan kemampuan staff kami yang sangat berkompeten, para arwah ini dapat kembali ke wujud terbaik mereka” ujar Kwang Soo tersenyum ceria terlihat sudah mulai menikmati pekerjaannya.
“Apa kuenya tidak enak?” tanya Soohyun membuyarkan lamunan Hyun Jin, lelaki itu mendongak dan hanya tersenyum kikuk.
“Dia masih syok temannya adalah yong” beritahu Nam Gil.
“Aku berharap kau akan mulai terbiasa dengan hal itu, karena ke depannya mungkin kau akan lebih sering melihat banyak makhluk aneh yang sudah berkeliaran cukup lama di dunia ini, mereka lihai untuk berbaur jadi kau harus lebih pintar dalam mengenali mereka”
”Akan aku ingat” angguk Hyun Jin sembari memandang ke arah sekitar, mereka sedang minum teh di gazebo taman penginapan. Cukup aneh karena taman itu terasa sangat luas padahal dari luar tanah penginapan itu tidak terlalu besar. Tamu-tamu penginapan juga tidak banyak yang berkeliaran, karena pagi hari sama saja dengan waktu tidur bagi mereka.
“Sekarang kita harus bagaimana?” tanya Nam Gil. “Kami sudah mencari bukti tapi Cha Pan Seok brengsek itu benar-benar telah menghilangkan semua barang bukti. Aku yakin sekali ini bukan pertama kalinya ia melakukan hal seperti ini. Semuanya terasa rapi dengan persiapan matang”
“Aku punya rencana, tapi ini bukan untuk memenjarakan Cha Pan Seok. Aku akan melakukan lebih dari itu” jawab Soohyun.
“Apa kau ingin membunuhnya? Apa kau boleh membunuh manusia?”
“Tidak, aku akan membuat mago kematian memanggil namanya”
“Bukan kah mago kematian tidak bisa mengambil nyawa seseorang jika belum waktunya? Dalam kitab hwanung tertulis mago kematian tidak mau bertatapan muka dengan jiwa yang bunuh diri, karena mereka dianggap melawan takdir. Jadi bagaimana kau bisa memastikan kematian Cha Pan Seok akan terjadi dalam waktu dekat?”
“Mago kematian memang tidak bisa memanggil nama seseorang jika belum waktunya. Ia bertugas memanggil dan kemudian malaikat maut akan membawa jiwa itu” angguk Soohyun pelan, sudut kanan bibirnya terangkat naik menampilkan senyum penuh percaya diri. “Tapi kita punya seseorang yang memiliki kekuasaan untuk mencabut nyawa seseorang diluar takdirnya”
“Yong....” guman Tae Ri langsung tersenyum. Rencana mereka sekarang adalah memprovokasi iblis untuk menghukum Chan Pan Seok. Soohyun terlihat sudah memiliki persiapan matang untuk menjalani rencananya.
“Memori. Kita akan menggunakan memori Mi Yeon” kata Soohyun. Kening Hyun Jin berkerut, terlihat jelas hanya ia satu-satunya yang masih bingung dengan rencana Soohyun, baru ketika Yi Sook muncul ekspresi Hyun Jin berubah cerah.
“Bibi, saya tidak tahu anda juga sering kesini” sapa Hyun Jin. Yi Sook mengenakan baju oranye dengan penampilan cukup kontras di banding sebelumnya, wanita patuh baya itu mengedipkan mata agak kebingungan seakan tidak pernah mengenal Soohyun.
“Ini mago” beritahu Soohyun.
“Aku tahu. Kami pernah minum bersama, benarkan bibi?”
“Kurasa kau bertemu dengan kembarannya” tawa Soohyun menjelaskan. “Mereka ada banyak, aku tidak tahu kau bertemu dengan yang mana, tapi ini adalah mago kenangan, ia yang bertugas untuk menghapus dan mengembalikan kenangan malaikat maut. Namanya juga Yi Sook”
“Aahh, jadi aku harus memanggil Yi Sook satu, Yi Sook dua, begitu?” balas Hyun Jin kikuk, tanpa diduga mago itu tertawa geli lalu mengulurkan tangannya menyalami Hyun Jin.
“Aku selalu mengembalikan setiap kenangan diwaktu yang tepat” senyum Yi Sook ramah. Setelah itu pembahasan rencana dimulai, tapi ternyata meyakinkan Yi Sook untuk mengambil memori Min Yeon bukan lah hal yang mudah. Mi Yeon adalah sebuah jiwa yang berada diluar tanggung jawab Yi Sook, mago kenangan tidak akan mengambil atau menghapus kenangan mereka karena ketika jiwa itu pergi menunju alam baka melewati sungai sinzu, perlahan kenangan mereka akan semua orang di dunia itu akan terhapus dengan sendirinya.
“Aku hanya butuh kenangan itu sebentar, kita tidak perlu menghapusnya” kata Soohyun masih berusaha keras meyakinkan Yi Sook.
“Apa kau tahu setiap pekerjaan ada harganya? Apa harga yang bisa kudapatkan dari sebuah memori?” tanya Yi Sook tenang memandang mereka satu persatu.
”Apa dewa memang selalu penuh perhitungan begini?” ujar Tae Ri balik bertanya. ”Jika seperti ini sepertinya akan sulit berharap pada dewa jika saya tidak memiliki apapun lagi dihidup saya.” Ekspresi Tae Ri perlahan berubah frustasi, Yi Sook sendiri masih tetap tenang menatapnya dengan sorot mata menenangkan dan senyum manis. “Akhir-akhir ini saya terus berurusan dengan yong yang begitu pemarah, pendendam, pembenci, dan penuh perhitungan. Saya tidak menyangka anda pun akan bersikap seperti itu”
“Sepertinya kalian sangat membenci yong, tolong jangan terlalu membencinya, dia adalah wanita yang berduka sepanjang waktu” senyum Yi Sook bijak, terdengar dengusan tidak senang keluar dari mulut Tae Ri.
“Harga seperti apa yang anda inginkan?” tanya Hyun Jin menengahi sebelum Tae Ri meledak.
“Karena kau adalah yang paling pertama bertanya, bagimana jika aku memberikan harga sesuai dengan kenanganmu?”
“Anda akan mengambilnya? Sebenarnya saya tidak memiliki banyak kenangan bagus”
“Aku tidak akan mengambilnya, tapi aku akan memberikannya padamu. Bagaimana? Apa kau mau?”
“Apa aku punya kenangan yang terlupakan?" tanya Hyun Jin, ia bukan tipe yang bisa dengan cepat melupakan kenangan bagus dan buruk, tapi tentu saja seiring berjalannya waktu Hyun Jin perlahan sudah mulai melupakan detail momen-momen yang terjadi ketika ia masih kecil. Jika kenangan seperti itu yang akan dikembalikan Yi Soo, sepertinya tidak akan menjadi masalah besar, toh hanya kenangan yang kembali dan bukan mengulang waktu. “Baiklah” angguk Hyun Jin setuju.
“Kau yang mengijinkanku” kata Yi Soo, senyumnya semakin mengembang lebar dan kemudian ia berpaling pada Soohyun lalu mengangguk pelan.
......................
Cha Pan Seok menatap Soohyun dari atas sampai bawah dengan pandangan menilai. Lelaki itu sangat tampan seperti seorang aktor, raut wajahnya begitu menenangkan, dan secara keseluruhan ia terlihat sangat sempurna dari luarnya.
“Anda mengatakan anda pemilik penginapan apa?” tanya Pan Seok menuangkan teh.
“Penginapan man wol. Sebenarnya saya berencana untuk membesarkan penginapan menjadi sebuah hotel megah” jawab Soohyun menyerahkan kartu namanya. Pan Seok mengangguk, ia masih tidak menyangka paginya akan diganggu oleh seorang pemilik penginapan yang menginginkan akses ke cheobang, untuk ukuran orang asing sepertinya Soohyun memiliki cukup informasi tentang aktivitas ilegal serenity seekers.
“Ada banyak pemasok di negara kita, kenapa anda menginginkan cheobang?" tanya Pan Seok menyesap teh sembari memperhatikan seksama gerak-gerik Soohyun.
“Bukankah uang ada untuk kualitas yang bagus? Saya punya tamu yang pernah merasakan saul dan dia tidak pernah melupakan itu”
“Anda bahkan tahu namanya. Sepertinya tamu anda membayar mahal untuk ini”
“Benar, bayarannya mahal sekali”
“Saya bisa mengatur pertemuan anda dengan cheobang, tapi apa yang akan saya dapatkan?” tanya Pan Seok dengan tatapan serakah. Soohyun menaruh sebuah undangan resmi berwarna hitam dengan cap man wol ke atas meja.
“Anda mungkin memiliki kesempatan untuk bertemu tamu saya itu.”
Pan Seok mengambil undangan itu dan membuka isinya. Undangan makan malam yang ditulis indah dengan tinta berwarna hitam. “Saya mencium bau uang” ujar Pan Seok terlihat dua kali lebih serakah dari sebelumnya. Undangan seperti ini tentu saja tidak bisa dibuat sembarangan, orang ini pasti memiliki banyak uang yang bahkan bisa membuat seorang pemilik penginapan turun tangan langsung untuk memenuhi keinginannya. “Apa tamu anda yang memberikan ide untuk memperbesar penginapan anda menjadi sebuah hotel?”
“Tidak, tapi saya tahu jika penginapan saya berkembang menjadi sebuah hotel maka akan lebih banyak tamu sepertinya yang akan datang.”
Pan Seok tersenyum lebar terlihat sangat menyukai pernyataan Soohyun. “Uang memang memiliki kekuatan besar untuk mengubah seseorang” ujar Pan Seok mengeluarkan kartu namanya.
“Ini kartu nama saya, dua hari lagi saya akan menghubungi anda. Saya akan memastikan semuanya berjalan dengan baik”
”Saya mengerti” angguk Soohyun. “Tapi sebelumnya ada titipan dari tamu saya untuk anda.” Soohyun menyerahkan sebuah memori dalam bungkusan kecil. Pan Seok mengambil memori itu, ekspresinya terlihat penasaran kemudian membuka isinya dengan kabel penghubung diponsel. Mendadak wajah Pan Seok berubah tidak baik begitu melihat rekaman video yang menunjukan dirinya mengancam dan melakukan kekerasan pada Min Yeon, rekaman itu terlihat jelas menunjukan wajahnya dan sepertinya diambil dari kamera saku. Tubuh Pan Seok bergetar ketika mendengar suaranya dan Min Yeon saling beradu, wanita itu memohon ampun sementara Pan Seok menampar dan berteriak memakinya.
“A-nda bagaimana bisa?” gumam Pan Seok tidak percaya, ia sudah memastikan melenyapkan semua barang bukti dan menyiapkan alibi untuk mengelabui kepolisian tepat setelah ia mendapat kabar Mi Yeon menghilang. Apa ini adalah bukti yang diam-diam dikumpulkan Min Yeon sebelum bunuh diri? Tapi bagaimana bisa? Pan Seok bahkan menyewa seorang ahli untuk membereskan masalah ini.
“Ini hanya satu-satunya barang bukti yang tersisa, tamu saya berpesan ingin agar anda menyerahkan diri bersama barang bukti ke kepolisian”
“Apa anda gila?” tanya Pan Seok, perlahan ekspresi jahatnya muncul.
“Saya hanya menyampaikan pesan dari tamu saya, anda bisa memikirkannya terlebih dahulu dan tidak perlu khawatir karena saya secara pribadi tidak akan melaporkan anda ke polisi. Saya tidak terlalu suka untuk berurusan dengan mereka”
“Apa anda membutuhkan uang?”
“Tidak, saya hanya diminta untuk mengantarkan benda itu, sekarang semua terserah pada anda” geleng Soohyun tersenyum.
Sesaat Pan Seok melemparkan tatapan curiga, ia melepas memori itu dan terlihat mempertimbangkan perkataan Soohyun. “Anda bilang hanya ini satu-satunya barang bukti yang tersisa kan?”
“Iya, benar”
”Bagaimana saya bisa mempercayai anda?”
“Bukankah anda akan membuatkan jadwal pertemuan saya dengan Cheobang?” ujar Soohyun membuat ekspresi Pan Seok berubah sedikit lebih lega.
“Pada dasarnya bisnis bisa dimulai dengan membangun sebuah kepercayaan” kata Pan Seok tersenyum licik, ia mengigit memori itu sampai patah menjadi dua dan menaruhnya ke dalam cangkir tehnya.
“Anda sudah membuat pilihan, kalau begitu saya anggap bahwa percakapan tentang barang bukti ini tidak pernah terjadi”
“Benar, ini tidak pernah terjadi" angguk Pan Seok puas. ”Sepertinya saya akan cocok sekali dengan anda.”
Soohyun mengangguk seperti tersanjung mendengar pujian Pan Seok. “Tapi saya penasaran, apa yang terjadi? Sepertinya anda telah melakukan sesuatu pada wanita itu”
“Apa anda tahu tubuh wanita beraroma uang? Saya menyukai bau uang yang berasal seorang wanita dan banyak lelaki yang rela mengeluarkan uang untuk merasakan setiap jengkal tubuh mereka” ujar Pan Seok licik dan jahat.
“Sepertinya anda mendapatkan uang yang cukup banyak”
“Benar, aroma wanita-wanita itu membuat saya merasa mabuk"
“Wanita-wanita...rupanya anda memiliki lebih dari satu wanita”
“Tentu saja, semakin banyak aroma, semakin banyak juga anda bisa menghasilkan uang. Saya bisa memperkenalkan anda pada jalan menuju uang”
“Apakah ada?” tanya Soohyun memasang tampang tertarik. “Apa yang harus saya lakukan untuk mencium aroma uang?”
“Anda hanya perlu merekam dan menguploadnya ke sebuah aplikasi. Semakin banyak rekaman anda maka semakin banyak juga uang yang anda hasilkan, bahkan mungkin anda bisa mendaptkan akses kepada orang-orang kaya yang gila pada wanita cantik”
“Tapi bagaimana dengan wanita-wanita itu?”
“Tutup mulut mereka dengan uang, tapi pastikan mereka tidak tahu keberadaan aplikasi itu, karena semuanya akan menjadi sedikit memusingkan jika mereka melawan”
“Seperti yang dilakukan wanita itu?”
“Benar” angguk Pan Seok, tidak nampak rasa penyesalan terlihat dari raut wajahnya. “Anda bisa menghubungi saya jika ingin memulainya. Saya dengan senang hati akan menjadi partner yang baik untuk anda”
“Terima kasih. Saya akan menghubungi anda dua hari lagi” kata Soohyun bangkit berdiri menyalami tangan Pan Seok.
“Tenang saja, saya akan mengurus pertemuan anda dengan baik” angguk Pan Seok. Soohyun mengangguk senang lalu melangkah pergi, tapi sebelum tangannya menyentuh kenop pintu Soohyun balik badan kembali menatap Pan Seok.
“Tapi anda tau kan segala sesuatu memiliki konsekuensinya? Penginapan saya selalu terbuka untuk anda” kata Soohyun tersenyum lebar untuk terakhir kalinya sebelum melangkah keluar dari ruangan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments