Selesai makan, Arthur mengajak Alena pergi ke apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal Arthur dulu.
"Ini milik anda pribadi, tuan?" tanya Alena yang kagum dengan isi Apartemen Arthur yang sangat mewah, lengkap, dan harum.
"Tepatnya bangunan ini milikku." jawab Arthur yang membuat Alena tersedak ludahnya sendiri.
"Uhuk..uhuk..maaf tuan, saya melupakan latar belakang anda." ucap Alena.
"Tidak masalah, istirahatlah, kita akan tinggal di sini mulai sekarang." ucap Arthur.
"Satu kamar?" tanya Alena syok.
"Bukannya aku sudah menuruti syaratmu? aku tidak membunuhmu, maka kau harus menuruti semua yang aku minta. Bukan begitu?" tanya Arthur balik bertanya.
[Nice bosss!]
"T-tapikan kumpul kebo tidak baik, tuan." ucap Alena beralasan.
"Kau mau menikah denganku? oke, biar aku hubungi asistenku untuk siapkan semuanya." ucap Arthur membuka ponselnya.
"B-bukan begitu, tuan! akhhhh!" seru Alena panik.
"Halo, Ren, kemarilah, ke Apartemen, wanita kemarin itu katanya mau menikah denganku." ucap Arthur pada Rendi melalui telepon.
"Whatt?!!! bos!!! pekerjaan kantor sangat banyak!! jangan buat aku semakin sibukk!" seru Rendi sampai membuat Arthur menjauhkan ponselnya dari telinga.
"Ha?! kau sibuk apa?" tanya Arthur.
"Revisi berkas pengajuan ke investor, tanda tangan persetujuan investor masuk, tanda tangan berkas-berkas dari perusahaan cabang, persetujuan untuk pengadaan brand ambassador, mengurus pengiklanan, mencari model untuk iklan pakaian keluaran terbaru, dan yang paling penting, mengurus masalah keuangan perusahaan yang perlahan berkurang!" jawab Rendi panjang lebar.
"Banyak sekali, kau kerja apa selama ini?" tanya Arthur heran.
"Boss! kalau aku boleh memakimu, aku akan memaki-maki anda saat ini juga! arghhhhh!" teriak Rendi penuh kekesalan.
"Pernikahan kita pending dulu, Rendi sibuk." ucap Arthur pada Alena.
"Cepatlah bekerja, bos! aku tidak sanggup lagi!" teriak Rendi lalu menutup telepon.
"Huh! merepotkan!" gerutu Arthur kesal.
"Oh ya, soal janjimu!" ucap Arthur yang seketika membuat Alena ketakutan dan berusaha menutup seluruh tubuhnya.
"Loh! kau berani ingkar?!" tanya Arthur lalu menaruh dua pistolnya di atas meja.
"T-tidakk! tuan! tadi anda bilang tidak akan menjadikan saya budak!" ucap Alena.
"Itu tidak masuk kriteriamu. Apalagi kau sudah berjanji akan menuruti semua permintaanku. Hayooo..." ucap Arthur tersenyum lebar.
"T-tapikan usia kita jauh berbeda, tuan!" ucap Alena.
"Berapa usiamu?" tanya Arthur.
"22!" jawab Alena cepat.
"Aku baru 28, itu sudah wajar, hanya terpaut 6 tahun saja." ucap Arthur.
"Saya menstruasi, tuan!" ucap Alena cepat.
"Oh ya? mana? aku mau lihat." tanya Arthur.
"Kyaaaa! tidakkkkk!" teriak Alena ketakutan.
"Payah! dasar tukang ingkar janji! huu! tau begini, aku membunuhmu tadi. Memutilasi, terus aku berikan tubuhmu pada buaya peliharaan ku!" ucap Arthur kesal.
"J-jangan.." ucap Alena semakin ketakutan.
"Untuk apa aku membawamu?! huhh! aku menyesal memberikan 300 miliar pada ayahmu! nanti malam, aku akan membawamu pulang ke rumah ayahmu." ucap Arthur.
"J-jangan, aku mohon, jangan, tuan." ucap Alena yanqg tidak mau merasakan kembali pengapnya kamar di rumahnya.
"Kau mau aku bunuh saja?" tanya Arthur menawarkan.
"A-ampuni s-saya...saya masih ingin menghirup udara segar di pagi hari..hiks..." jawab Alena penuh rasa ketakutan.
"Satu, dua, tiga, empat, emmm...masih 7 peluru." gumam Arthur semakin membuat Alena ketakutan.
"Dor.." ucap Arthur yang membuat Alena mematung.
"Oh ya, ngomong-ngomong, apa benar kau pernah melakukan negoisasi penawaran tubuhmu di aplikasi hijau?" tanya Arthur sambil menghidupkan TV dan menyulut rokoknya.
Alena tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepala dengan wajah pucat.
"Kemari, berdiri." ucap Arthur menepuk-nepuk pahanya.
Alena masih diam di tempat, dia sangat-sangat ketakutan dengan Arthur, apalagi saat ini mereka hanya berduaan di dalam kamar Apartemen yang kedap suara.
"Aku hanya bercanda tadi! cepatlah! aku mau mendengarkan ceritamu!" ucap Arthur sambil cengengesan.
Dengan ragu, Alena berdiri, lalu pergi duduk di paha Arthur yang kekar.
"Beginikan lebih dekat!" ucap Arthur memaksa Alena untuk saling berpelukan.
"Oh ya, mulai detik ini, jangan panggil tuan, panggil sayang saja ya, hahahaha...tidak tidak bercanda, kamu bebas panggil apa aja, asal jangan pak." ucap Arthur menepuk-nepuk punggung Alena supaya tenang.
Bukannya jawab, Alena malah menangis sesenggukan mendapatkan perlakuan buruk dari Arthur.
"Hey, jangan menangis, tenanglah." ucap Arthur melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Alena dengan lembut.
"Ke-kenapa anda melakukan ini?! padahal anda tampan, rupawan, dan kaya. Saya hanyalah anak yang tidak berguna, kenapa?! kenapa anda melakukan ini pada saya?!" tanya Alena masih dengan tangis sesenggukan.
"Jujur saja, aku bukan tipe orang yang banyak drama. Sejak awal, saat kamu datang, aku sudah memiliki ketertarikan tersendiri denganmu. Aku bukanlah tipe pria yang mudah tertarik pada lawan jenis, mungkin hanya beberapa, namun itu hanya ketertarikan biasa. Sedangkan saat menatapmu mengenakan pakaian yang lebih tertutup, itu membuat pandanganku lebih cerah, kecantikan dan aura kasih sayang didalam dirimu terpancar kuat." jawab Arthur.
"Jangan merasa kalau dirimu lebih rendah dariku. Aku hanyalah manusia biasa yang diberikan kelebihan oleh Tuhan. Kita sama sama manusia, jangan berkecil hati. Aku akan melindungi mu walaupun nyawaku taruhannya. Tenanglah, aku selalu ada untukmu." ucap Arthur tersenyum manis, sebuah senyuman yang hanya bisa dilihat oleh Alena seorang.
Mendengar ucapan serius dari Arthur, Alena semakin menangis dan kembali memeluk Arthur dengan jauh lebih erat dan tulus.
"Sudahlah, aku mau mandi!" ucap Arthur melepaskan pelukan Alena, lalu pergi begitu saja.
'Hiks...kenapa tubuhku melakukan hal itu! bodoh! memalukan! dasar wanita murahan!' batin Alena merutuki sikapnya.
Di kamar mandi, Arthur sedang berendam di bathtub. Mencoba rileks, dan memikirkan langkah kedepannya.
[Lebih baik, untuk menyibukkan diri dan membuang jauh-jauh nafsu birahi mu, saya menyarankan anda untuk kembali bekerja]
'Aku mau menyelesaikan masalah dengan Titin dulu! aku sangat dendam padanya!' ucap Arthur kesal.
[Maksud saya, setelah masalah itu selesai, bos]
'Kalau begitu, aku setuju! kau kalau memberi ide selalu setengah-setengah! bodoh!' ucap Arthur kesal.
[Cih! bos saja yang tidak bisa sabar mendengar saya selesai bicara!]
Selesai mandi, Arthur langsung duduk di ruang TV, menyulut rokoknya, dan membuka ponselnya untuk memesan makanan.
"Hey, mandilah, aku sudah siapkan pakaianmu di lemari kamar." ucap Arthur pada Alena yang sedari tadi tidak berhenti menangis sesenggukan.
"Anda sangat jahat! sepertinya lebih enak mati dari pada hidup dengan anda!" ucap Alena dengan air mata yang membasahi seluruh wajahnya.
"Nanti aku akan membunuhmu, tenang saja, sekarang mandi dulu. Biar kalau mati, orang-orang tidak terganggu dengan bau badanmu." ucap Arthur dengan santai.
"Anda memang kejam! tidak berperikemanusiaan!" ucap Alena.
"Cepatlah! dari pada aku yang mandikan! aku kalau sudah lihat hal hal mesum, sudah tidak bisa kontrol diri! cepat mandi!" ucap Arthur.
"Dasar pria jahat!" ucap Alena lalu berlari pergi masuk ke dalam kamar.
"Apa ku pake aja ya? gemes juga liatnya! bajingan!" gumam Arthur kesal.
Saat sedang berpikir keras untuk malam ini, ponsel Arthur berdering dan menunjukkan nama Kenny.
"Halo! kenapa?!" tanya Arthur mengangkat telepon.
"Bos, Adik mantanmu sudah Kevin tangkap, besok mereka menunggu kehadiranmu di sana!" jawab Kenny.
"Ohh, baiklah! aku juga mau bunuh seseorang! siapkan semuanya besok! pisau, tali, ruangannya, dan jangan sampai buaya kita kenyang sebelum jamnya!" ucap Arthur sengaja dengan suara keras supaya Alena dengar.
"Oke, bos! kami akan siapkan semuanya!" ucap Kenny lalu menutup telepon.
Di kamar, Alena yang mendengar kalau Arthur sudah merencanakan eksekusi, langsung pucat dan seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.
'A-aku s-salah bicara! bagaimana ini?! aku masih belum mau mati!' batin Alena panik.
"Oi! ayo makan! sudah masuk makan siang! cepat!" ucap Arthur dengan tatapan tajam.
"B-baik.." jawab Alena menganggukkan kepala.
Sambil menonton TV, Arthur makan dengan lahap. Berbeda dengan Alena yang merasa kalau makanan yang dia makan terasa hambar.
"Besok ikut aku." ucap Arthur tanpa menengok.
"T-t-t-tuan, s-s-saya s-sedang s-sakit." jawab Alena tergagap.
"Aku akan menyembuhkan sakitmu." ucap Arthur.
"J-jangan, t-tuan." ucap Alena menggelengkan kepala.
"Atau sekarang saja?" tanya Arthur melirik Alena sambil mengeluarkan sebuah pisau.
"J-jangan! aku mohon, jangan! tuan bisa ambil semuanya dariku, asal jangan nyawaku!" ucap Alena ketakutan.
"Ayo kekamar!" ucap Arthur yang berlalu pergi.
'Hiks..demi nyawaku!' batin Alena menguatkan dirinya.
Alena mengikuti Arthur masuk ke dalam kamar, Arthur tiduran di atas kasur sambil menatap tajam ke arah Alena.
"Kau pernah menonton film wikwik?" tanya Arthur.
Alena menganggukkan kepala dengan malu.
"Layani aku seperti film yang kau tonton itu." ucap Arthur tersenyum menyeringai.
"T-tapi s-saya belum pernah melakukanya, t-tuan." ucap Alena malu.
"Aku ajari! tenang saja! ayo!" ucap Arthur tidak sabar.
Alena membuka satu persatu pakaiannya, lalu menindih Arthur dengan wajah merah merona karena malu. Mencium aroma harum dari tubuh Alena, seketika membuat nafsu Arthur memuncak.
Tanpa aba aba, Arthur dengan beringas menyetubuhi Alena dengan ganasnya.
"P-pelan pelan, s-sayang..." ucap Alena lirih dan membuang muka karena malu.
Mendengar panggilan sayang, Arthur dengan semangat langsung menusuk Alena sampai mentok ke ujung.
Akhhhh...
Sakittt.....
"Nanti enak kok.." ucap Arthur sambil mencium bibir manis Alena dengan lembut.
Perlahan, Arthur menggerakkan pinggulnya, menikmati setiap jepitan yang menyerang ular pitonnya.
Berjam-jam mereka berdua melakukan hubungan panas. Alena yang awalnya malu-malu seketika berubah menjadi ganas karena merasakan nikmat yang tiada tara.
Setelah 3 ronde, keduanya pun tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan tanpa mengenakan sehelai pakaian.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Nahwin Killer
gila
2025-02-24
0
S H 10
Gilooo.. /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/
2025-01-24
0
deni syahputra
ganas neh piton nya...
2024-07-31
0