Episode 15: Hohohihe :v

Selesai makan, Arthur mengajak Alena pergi ke apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal Arthur dulu.

"Ini milik anda pribadi, tuan?" tanya Alena yang kagum dengan isi Apartemen Arthur yang sangat mewah, lengkap, dan harum.

"Tepatnya bangunan ini milikku." jawab Arthur yang membuat Alena tersedak ludahnya sendiri.

"Uhuk..uhuk..maaf tuan, saya melupakan latar belakang anda." ucap Alena.

"Tidak masalah, istirahatlah, kita akan tinggal di sini mulai sekarang." ucap Arthur.

"Satu kamar?" tanya Alena syok.

"Bukannya aku sudah menuruti syaratmu? aku tidak membunuhmu, maka kau harus menuruti semua yang aku minta. Bukan begitu?" tanya Arthur balik bertanya.

[Nice bosss!]

"T-tapikan kumpul kebo tidak baik, tuan." ucap Alena beralasan.

"Kau mau menikah denganku? oke, biar aku hubungi asistenku untuk siapkan semuanya." ucap Arthur membuka ponselnya.

"B-bukan begitu, tuan! akhhhh!" seru Alena panik.

"Halo, Ren, kemarilah, ke Apartemen, wanita kemarin itu katanya mau menikah denganku." ucap Arthur pada Rendi melalui telepon.

"Whatt?!!! bos!!! pekerjaan kantor sangat banyak!! jangan buat aku semakin sibukk!" seru Rendi sampai membuat Arthur menjauhkan ponselnya dari telinga.

"Ha?! kau sibuk apa?" tanya Arthur.

"Revisi berkas pengajuan ke investor, tanda tangan persetujuan investor masuk, tanda tangan berkas-berkas dari perusahaan cabang, persetujuan untuk pengadaan brand ambassador, mengurus pengiklanan, mencari model untuk iklan pakaian keluaran terbaru, dan yang paling penting, mengurus masalah keuangan perusahaan yang perlahan berkurang!" jawab Rendi panjang lebar.

"Banyak sekali, kau kerja apa selama ini?" tanya Arthur heran.

"Boss! kalau aku boleh memakimu, aku akan memaki-maki anda saat ini juga! arghhhhh!" teriak Rendi penuh kekesalan.

"Pernikahan kita pending dulu, Rendi sibuk." ucap Arthur pada Alena.

"Cepatlah bekerja, bos! aku tidak sanggup lagi!" teriak Rendi lalu menutup telepon.

"Huh! merepotkan!" gerutu Arthur kesal.

"Oh ya, soal janjimu!" ucap Arthur yang seketika membuat Alena ketakutan dan berusaha menutup seluruh tubuhnya.

"Loh! kau berani ingkar?!" tanya Arthur lalu menaruh dua pistolnya di atas meja.

"T-tidakk! tuan! tadi anda bilang tidak akan menjadikan saya budak!" ucap Alena.

"Itu tidak masuk kriteriamu. Apalagi kau sudah berjanji akan menuruti semua permintaanku. Hayooo..." ucap Arthur tersenyum lebar.

"T-tapikan usia kita jauh berbeda, tuan!" ucap Alena.

"Berapa usiamu?" tanya Arthur.

"22!" jawab Alena cepat.

"Aku baru 28, itu sudah wajar, hanya terpaut 6 tahun saja." ucap Arthur.

"Saya menstruasi, tuan!" ucap Alena cepat.

"Oh ya? mana? aku mau lihat." tanya Arthur.

"Kyaaaa! tidakkkkk!" teriak Alena ketakutan.

"Payah! dasar tukang ingkar janji! huu! tau begini, aku membunuhmu tadi. Memutilasi, terus aku berikan tubuhmu pada buaya peliharaan ku!" ucap Arthur kesal.

"J-jangan.." ucap Alena semakin ketakutan.

"Untuk apa aku membawamu?! huhh! aku menyesal memberikan 300 miliar pada ayahmu! nanti malam, aku akan membawamu pulang ke rumah ayahmu." ucap Arthur.

"J-jangan, aku mohon, jangan, tuan." ucap Alena yanqg tidak mau merasakan kembali pengapnya kamar di rumahnya.

"Kau mau aku bunuh saja?" tanya Arthur menawarkan.

"A-ampuni s-saya...saya masih ingin menghirup udara segar di pagi hari..hiks..." jawab Alena penuh rasa ketakutan.

"Satu, dua, tiga, empat, emmm...masih 7 peluru." gumam Arthur semakin membuat Alena ketakutan.

"Dor.." ucap Arthur yang membuat Alena mematung.

"Oh ya, ngomong-ngomong, apa benar kau pernah melakukan negoisasi penawaran tubuhmu di aplikasi hijau?" tanya Arthur sambil menghidupkan TV dan menyulut rokoknya.

Alena tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepala dengan wajah pucat.

"Kemari, berdiri." ucap Arthur menepuk-nepuk pahanya.

Alena masih diam di tempat, dia sangat-sangat ketakutan dengan Arthur, apalagi saat ini mereka hanya berduaan di dalam kamar Apartemen yang kedap suara.

"Aku hanya bercanda tadi! cepatlah! aku mau mendengarkan ceritamu!" ucap Arthur sambil cengengesan.

Dengan ragu, Alena berdiri, lalu pergi duduk di paha Arthur yang kekar.

"Beginikan lebih dekat!" ucap Arthur memaksa Alena untuk saling berpelukan.

"Oh ya, mulai detik ini, jangan panggil tuan, panggil sayang saja ya, hahahaha...tidak tidak bercanda, kamu bebas panggil apa aja, asal jangan pak." ucap Arthur menepuk-nepuk punggung Alena supaya tenang.

Bukannya jawab, Alena malah menangis sesenggukan mendapatkan perlakuan buruk dari Arthur.

"Hey, jangan menangis, tenanglah." ucap Arthur melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Alena dengan lembut.

"Ke-kenapa anda melakukan ini?! padahal anda tampan, rupawan, dan kaya. Saya hanyalah anak yang tidak berguna, kenapa?! kenapa anda melakukan ini pada saya?!" tanya Alena masih dengan tangis sesenggukan.

"Jujur saja, aku bukan tipe orang yang banyak drama. Sejak awal, saat kamu datang, aku sudah memiliki ketertarikan tersendiri denganmu. Aku bukanlah tipe pria yang mudah tertarik pada lawan jenis, mungkin hanya beberapa, namun itu hanya ketertarikan biasa. Sedangkan saat menatapmu mengenakan pakaian yang lebih tertutup, itu membuat pandanganku lebih cerah, kecantikan dan aura kasih sayang didalam dirimu terpancar kuat." jawab Arthur.

"Jangan merasa kalau dirimu lebih rendah dariku. Aku hanyalah manusia biasa yang diberikan kelebihan oleh Tuhan. Kita sama sama manusia, jangan berkecil hati. Aku akan melindungi mu walaupun nyawaku taruhannya. Tenanglah, aku selalu ada untukmu." ucap Arthur tersenyum manis, sebuah senyuman yang hanya bisa dilihat oleh Alena seorang.

Mendengar ucapan serius dari Arthur, Alena semakin menangis dan kembali memeluk Arthur dengan jauh lebih erat dan tulus.

"Sudahlah, aku mau mandi!" ucap Arthur melepaskan pelukan Alena, lalu pergi begitu saja.

'Hiks...kenapa tubuhku melakukan hal itu! bodoh! memalukan! dasar wanita murahan!' batin Alena merutuki sikapnya.

Di kamar mandi, Arthur sedang berendam di bathtub. Mencoba rileks, dan memikirkan langkah kedepannya.

[Lebih baik, untuk menyibukkan diri dan membuang jauh-jauh nafsu birahi mu, saya menyarankan anda untuk kembali bekerja]

'Aku mau menyelesaikan masalah dengan Titin dulu! aku sangat dendam padanya!' ucap Arthur kesal.

[Maksud saya, setelah masalah itu selesai, bos]

'Kalau begitu, aku setuju! kau kalau memberi ide selalu setengah-setengah! bodoh!' ucap Arthur kesal.

[Cih! bos saja yang tidak bisa sabar mendengar saya selesai bicara!]

Selesai mandi, Arthur langsung duduk di ruang TV, menyulut rokoknya, dan membuka ponselnya untuk memesan makanan.

"Hey, mandilah, aku sudah siapkan pakaianmu di lemari kamar." ucap Arthur pada Alena yang sedari tadi tidak berhenti menangis sesenggukan.

"Anda sangat jahat! sepertinya lebih enak mati dari pada hidup dengan anda!" ucap Alena dengan air mata yang membasahi seluruh wajahnya.

"Nanti aku akan membunuhmu, tenang saja, sekarang mandi dulu. Biar kalau mati, orang-orang tidak terganggu dengan bau badanmu." ucap Arthur dengan santai.

"Anda memang kejam! tidak berperikemanusiaan!" ucap Alena.

"Cepatlah! dari pada aku yang mandikan! aku kalau sudah lihat hal hal mesum, sudah tidak bisa kontrol diri! cepat mandi!" ucap Arthur.

"Dasar pria jahat!" ucap Alena lalu berlari pergi masuk ke dalam kamar.

"Apa ku pake aja ya? gemes juga liatnya! bajingan!" gumam Arthur kesal.

Saat sedang berpikir keras untuk malam ini, ponsel Arthur berdering dan menunjukkan nama Kenny.

"Halo! kenapa?!" tanya Arthur mengangkat telepon.

"Bos, Adik mantanmu sudah Kevin tangkap, besok mereka menunggu kehadiranmu di sana!" jawab Kenny.

"Ohh, baiklah! aku juga mau bunuh seseorang! siapkan semuanya besok! pisau, tali, ruangannya, dan jangan sampai buaya kita kenyang sebelum jamnya!" ucap Arthur sengaja dengan suara keras supaya Alena dengar.

"Oke, bos! kami akan siapkan semuanya!" ucap Kenny lalu menutup telepon.

Di kamar, Alena yang mendengar kalau Arthur sudah merencanakan eksekusi, langsung pucat dan seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.

'A-aku s-salah bicara! bagaimana ini?! aku masih belum mau mati!' batin Alena panik.

"Oi! ayo makan! sudah masuk makan siang! cepat!" ucap Arthur dengan tatapan tajam.

"B-baik.." jawab Alena menganggukkan kepala.

Sambil menonton TV, Arthur makan dengan lahap. Berbeda dengan Alena yang merasa kalau makanan yang dia makan terasa hambar.

"Besok ikut aku." ucap Arthur tanpa menengok.

"T-t-t-tuan, s-s-saya s-sedang s-sakit." jawab Alena tergagap.

"Aku akan menyembuhkan sakitmu." ucap Arthur.

"J-jangan, t-tuan." ucap Alena menggelengkan kepala.

"Atau sekarang saja?" tanya Arthur melirik Alena sambil mengeluarkan sebuah pisau.

"J-jangan! aku mohon, jangan! tuan bisa ambil semuanya dariku, asal jangan nyawaku!" ucap Alena ketakutan.

"Ayo kekamar!" ucap Arthur yang berlalu pergi.

'Hiks..demi nyawaku!' batin Alena menguatkan dirinya.

Alena mengikuti Arthur masuk ke dalam kamar, Arthur tiduran di atas kasur sambil menatap tajam ke arah Alena.

"Kau pernah menonton film wikwik?" tanya Arthur.

Alena menganggukkan kepala dengan malu.

"Layani aku seperti film yang kau tonton itu." ucap Arthur tersenyum menyeringai.

"T-tapi s-saya belum pernah melakukanya, t-tuan." ucap Alena malu.

"Aku ajari! tenang saja! ayo!" ucap Arthur tidak sabar.

Alena membuka satu persatu pakaiannya, lalu menindih Arthur dengan wajah merah merona karena malu. Mencium aroma harum dari tubuh Alena, seketika membuat nafsu Arthur memuncak.

Tanpa aba aba, Arthur dengan beringas menyetubuhi Alena dengan ganasnya.

"P-pelan pelan, s-sayang..." ucap Alena lirih dan membuang muka karena malu.

Mendengar panggilan sayang, Arthur dengan semangat langsung menusuk Alena sampai mentok ke ujung.

Akhhhh...

Sakittt.....

"Nanti enak kok.." ucap Arthur sambil mencium bibir manis Alena dengan lembut.

Perlahan, Arthur menggerakkan pinggulnya, menikmati setiap jepitan yang menyerang ular pitonnya.

Berjam-jam mereka berdua melakukan hubungan panas. Alena yang awalnya malu-malu seketika berubah menjadi ganas karena merasakan nikmat yang tiada tara.

Setelah 3 ronde, keduanya pun tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan tanpa mengenakan sehelai pakaian.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Nahwin Killer

Nahwin Killer

gila

2025-02-24

0

S H 10

S H 10

Gilooo.. /Awkward//Awkward//Awkward//Awkward/

2025-01-24

0

deni syahputra

deni syahputra

ganas neh piton nya...

2024-07-31

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Awal
2 Episode 2: Amarah
3 Episode 3: Kembali
4 Episode 4: Pekerjaan Lama
5 Episode 5: Sampai Dan Sambutan Hangat
6 Episode 6: Permulaan
7 Bab 7: Pembantaian
8 Episode 8: Serangan Misterius!
9 Episode 9: Pemulihan
10 Episode 10
11 Episode 11: Jackpot!
12 Episode 12: Siapa Arthur sebenarnya?!
13 Episode 13: Mengunjungi Master
14 Episode 14
15 Episode 15: Hohohihe :v
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18: Bisnis
19 Episode 19: Drama paling dramatis :v
20 Episode 20
21 Episode 21: Bamm
22 Episode 22: Kehidupan Baru
23 Episode 23: Makeover
24 Episode 24: Kerjaaaa
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27: Misi pertama dari Re Del Male
28 Episode 28: Wadohhh!!
29 Episode 29
30 Episode 30: Misi
31 Episode 31: Libur
32 Episode 32: Misi baru
33 Episode 33: Mudah
34 Episode 34
35 Episode 35: Misi Pemusnahan
36 Episode 36
37 Episode 37: Awal yang Sempurna!
38 Episode 38
39 Episode 39'
40 Episode 40: Welcome Back!!!
41 Episode 41: Kekuatan yang sesungguhnya!
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46: Monkey King's
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49: Mengungkap Pengkhianatan
50 Episode 50: Mengungkap Pengkhianatan ll
51 Episode 51: Meeting
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia
55 Episode 55: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia ll
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59: Amarah dan Sisi Gelap Yang Mengerikan!!
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65: Kesempatan Besar Memperluas Jaringan!
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69: Ingatan Buruk
70 Episode 70
71 Episode 71'
72 Episode 72
73 Episode 73: Pertemuan
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
78 Episode 78: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
79 Episode 79: Pertemuan Penting!
80 Episode 80: Pertemuan Penting ll
81 Episode 81
82 Episode 82: Kehancuran l
83 Episode 83: Kehancuran ll
84 Episode 84: Kehancuran lll
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93: Ingatan Kelam
94 Episode 94: Bertemu Leluhur
95 Episode 95: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup l
96 Episode 96: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup ll
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101: Hal Besar
102 Episode 102: Hal Besar ll
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106: Kebangkitan Sosok Fenomenal!
107 Episode 107: Panik
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111: EZZZ
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116: 7 Penguasa
117 Episode 117: Musim Kawin!
118 Episode 118: Lega!
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122: Ketahuan
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132: Akuisisi
133 Episode 133: Masalah!
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139: Jati Diri
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142: Tertangkap!
143 Episode 143: The Big Bos!
144 Episode 144
145 Episode 145 18+ (Warning! isinya tidak penting! skip saja!)
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150: Muak!
151 Episode 151: Kejutan!!
152 Episode 152: Menyenangkan!
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156: Lawan Yang Dicari-cari!
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159: Penguasa Mutlak
160 Episode 160'
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164: Full Power
165 Episode 165
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Episode 1: Awal
2
Episode 2: Amarah
3
Episode 3: Kembali
4
Episode 4: Pekerjaan Lama
5
Episode 5: Sampai Dan Sambutan Hangat
6
Episode 6: Permulaan
7
Bab 7: Pembantaian
8
Episode 8: Serangan Misterius!
9
Episode 9: Pemulihan
10
Episode 10
11
Episode 11: Jackpot!
12
Episode 12: Siapa Arthur sebenarnya?!
13
Episode 13: Mengunjungi Master
14
Episode 14
15
Episode 15: Hohohihe :v
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18: Bisnis
19
Episode 19: Drama paling dramatis :v
20
Episode 20
21
Episode 21: Bamm
22
Episode 22: Kehidupan Baru
23
Episode 23: Makeover
24
Episode 24: Kerjaaaa
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27: Misi pertama dari Re Del Male
28
Episode 28: Wadohhh!!
29
Episode 29
30
Episode 30: Misi
31
Episode 31: Libur
32
Episode 32: Misi baru
33
Episode 33: Mudah
34
Episode 34
35
Episode 35: Misi Pemusnahan
36
Episode 36
37
Episode 37: Awal yang Sempurna!
38
Episode 38
39
Episode 39'
40
Episode 40: Welcome Back!!!
41
Episode 41: Kekuatan yang sesungguhnya!
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46: Monkey King's
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49: Mengungkap Pengkhianatan
50
Episode 50: Mengungkap Pengkhianatan ll
51
Episode 51: Meeting
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia
55
Episode 55: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia ll
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59: Amarah dan Sisi Gelap Yang Mengerikan!!
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65: Kesempatan Besar Memperluas Jaringan!
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69: Ingatan Buruk
70
Episode 70
71
Episode 71'
72
Episode 72
73
Episode 73: Pertemuan
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
78
Episode 78: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
79
Episode 79: Pertemuan Penting!
80
Episode 80: Pertemuan Penting ll
81
Episode 81
82
Episode 82: Kehancuran l
83
Episode 83: Kehancuran ll
84
Episode 84: Kehancuran lll
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93: Ingatan Kelam
94
Episode 94: Bertemu Leluhur
95
Episode 95: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup l
96
Episode 96: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup ll
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101: Hal Besar
102
Episode 102: Hal Besar ll
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106: Kebangkitan Sosok Fenomenal!
107
Episode 107: Panik
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111: EZZZ
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116: 7 Penguasa
117
Episode 117: Musim Kawin!
118
Episode 118: Lega!
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122: Ketahuan
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132: Akuisisi
133
Episode 133: Masalah!
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139: Jati Diri
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142: Tertangkap!
143
Episode 143: The Big Bos!
144
Episode 144
145
Episode 145 18+ (Warning! isinya tidak penting! skip saja!)
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150: Muak!
151
Episode 151: Kejutan!!
152
Episode 152: Menyenangkan!
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156: Lawan Yang Dicari-cari!
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159: Penguasa Mutlak
160
Episode 160'
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164: Full Power
165
Episode 165

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!