Episode 13: Mengunjungi Master

Esok harinya, Alena membuka mata dengan pikiran bingung. Dia merasa asing dengan tempatnya tidur semalaman itu, kamar yang luas, kasur yang empuk nan lembut, harum kamar yang menenangkan, dan udara yang rasanya sangat segar.

Suasana yang berbeda dengan kamarnya yang sangat kecil, panas, pengap, kotor, dan bau apek. Alena melamun mengingat-ingat apa yang terjadi kemarin.

"Aku baru ingat, semalam ayah menjualku." gumam Alena menundukkan kepala dan merasa putus asa.

Kesedihan yang sangat mendalam, rasa kecewa yang sangat besar, rasa benci terhadap ibu tiri dan adik tirinya, yang paling Alena sesali adalah, kenapa dulu dia menyetujui ayahnya untuk menikah lagi.

Saat Alena sedang melamun, pintu kamar tiba tiba terbuka dan masuklah seorang wanita paruh baya yang memakai seragam seorang pelayan.

"Nona, segera mandi, tuan Arthur, tuan Zack, tuan besar, dan nyonya besar sudah menunggu di ruang makan." ucap wanita itu.

"D-dimana aku?" tanya Alena dengan jantung berdegup kencang.

"Nona jangan takut, perkenalkan, saya Imah, panggil saja bi Imah. Nona saat ini tinggal di daerah khusus yang dilindungi oleh pihak terkait. Anda aman di sini, di rumah tuan muda Zack." jawab Imah.

"B-bagaimana cara keluar dari sini? aku mau pulang!" ucap Alena.

"Nona segera mandi, nanti kita bicarakan dengan tuan muda Arthur." jawab Imah dengan senyuman manis.

"T-tapi..." Alena tidak berani melanjutkan ucapannya karena takut Imah tersinggung dan menyiksanya.

"Ayo ayo, segera mandi, saya akan siapkan pakaian untuk nona." ucap Imah.

Alena mengangguk ragu, lalu turun dari atas kasur dan masuk ke dalam kamar mandi yang aroma harum segarnya sangat menenangkan hati.

Selesai mandi, Alena memakai baju yang sudah Imah sediakan. Baju yang longgar dan cukup menutupi bagian-bagian tubuh Alena yang cukup menonjol.

"Wahh...memang selera tuan muda selalu tepat! ayo nona, kita turun ke bawah." ucap Imah dengan sumringah.

"I-iya, bi." jawab Alena malu karena Imah yang memujinya secara tidak langsung.

Imah memimpin jalan menuju ruang makan, sedangkan Alena mengekor di belakang sambil menatap kagum furnitur mewah yang ada di rumah ini.

Sesampainya di ruang makan, Alena langsung menundukkan kepala saat merasakan aura yang menakutkan dari empat orang di sana.

"Angkat kepalamu." ucap Arthur dengan nada dingin.

Alena yang sangat ketakutan langsung mengangkat kepalanya, namun dia membuang pandangan karena takut dengan semua orang di sana.

"Nona, tenang saja, ada bibi di sini. Ayo mau makan apa? biar bibi ambilkan." ucap Imah.

Namun Alena hanya diam, dia tidak berani mengeluarkan suara, Alena takut suaranya mengganggu mereka dan jika hal itu terjadi, maka hanya kematian yang akan datang pada dirinya.

"Jangan malu malu, ayo cepat dimakan, mumpung masih hangat." ucap Imah yang sudah menyediakan nasi dan beberapa lauk di piring Alena.

"T-t-terimakasih, b-b-bi..." ucap Alena terbata-bata.

"Tuan muda, saya permisi dulu, selamat makan." ucap Imah, lalu pergi kembali ke dapur.

Alena makan dengan pelan, tangannya gemetar hebat karena merasa di tatap dengan tajam oleh seseorang di hadapannya.

"Mah..." panggil Arthur dengan nada tidak suka.

"Kenapa? kamu marah sama mamah?" tanya Diana ketus.

"Aku cuma mau sarapan dengan tenang." jawab Arthur dingin dan wajah datar.

"Cih! minggu depan, Vania datang! kamu harus lamar dia!" ucap Diana.

"Aku akan membunuhnya, memutilasi, memakan otak, jantung, dan matanya! aku akan tumpahkan setiap bagian tubuh jalang itu ke kamar mamah, kalau mamah terus memaksa aku melakukan hal itu!" ucap Arthur penuh penekanan dan tatapan penuh amarah.

"Tenanglah, kak." ucap Zack menyadari kalau Alena semakin gemetaran dan air mata mulai menetes dari matanya.

"Ck! brengsek! ayo ikut aku!" ucap Arthur menyeret tangan Alena pergi.

"T-tapi, t-tuan.." ucap Alena yang seketika menutup kembali mulutnya saat Arthur melirik dengan mata yang tiba tiba berubah warna menjadi merah menyala.

"B-baik, t-tuan.." ucap Alena menuruti perintah Arthur.

Akhirnya, Arthur mengajak Alena pergi dengan mengendarai mobilnya. Di ruang makan, Diana mengepalkan tangan, dia sangat benci dengan kehadiran Alena di rumah ini.

"Jangan berbuat nekat, mah. Kak Arthur saat ini sedang dalam masa tidak memiliki rasa ampun. Lebih baik, batalkan niat mamah untuk menjodohkan kak Arthur dengan wanita haus burung itu." ucap Zack memperingati Diana.

"Lagian harus di kasih berapa banyak bukti lagi? Vania itu wanita manipulatif, playing victim, murahan, haus kekayaan! dia mau dengan Arthur itu cuma mau harta! bukan hati! kalau kau tetap keras kepala, percayalah, seluruh perusahaan yang sudah kamu bangun dari nol akan hangus dia ambil!" ucap Simon kesal.

"Kalian diam saja! kalian itu tidak paham masalah ini!" ucap Diana marah, lalu pergi begitu saja.

"Menyadarkan wanita itu sulit, biarkan saja. Biar ibumu terkena batunya!" ucap Simon kesal.

"Papah jangan ikut-ikutan, jangan buat kak Arthur tidak nyaman." ucap Zack juga memperingati ayahnya.

"Papah bukan orang yang gampang bertindak, jangan khawatir, papah pasti memperhitungkan setiap langkah papah." ucap Simon.

"Baguslah, soalnya internal organisasi juga sedang bermasalah. Jadi kak Arthur harus bekerja keras untuk menyelesaikan semua ini." ucap Zack.

"Papah paham, terimakasih sudah di peringati." ucap Simon mengangguk paham.

"Ini demi kebaikan papah juga." ucap Zack tersenyum senang karan ayahnya mudah di atur, dibandingkan ibunya yang liar dalam bertindak.

...----------------...

"Jangan menunduk! aku benci melihatnya!" ucap Arthur kesal dengan sifat penakut Alena.

"M-maaf..." ucap Alena dengan air mata yang terus mengalir deras.

"Kenapa malah menangis? kau berpikir aku akan mengeksekusimu di dalam hutan?" tanya Arthur mengerutkan kening.

Alena mengangguk dengan rasa takut yang sangat besar.

"Bodoh! kau sangat bodoh! astagaa! otakmu itu selalu negatif thinking! aku memang ketua Mafia, tapi aku tidak akan mengeksekusi seseorang tanpa alasan yang jelas! paham?!" ucap Arthur.

"T-t-tapi di film film, ketua Mafia selalu kejam, tidak memiliki rasa kemanusiaan, membunuh orang yang tidak bersalah dengan ekspresi bahagia, dan menyiksa orang-orang dengan kejam." ucap Alena dengan suara imut.

"Wahh, kau ternyata bisa bicara panjang! itu peningkatan yang bagus!" ucap Arthur manggut-manggut dengan senyuman lebar.

"Jika anda tidak meluruskan prespektif saya tadi, artinya semua yang ada di film benar adanya." ucap Alena.

"Kau terlalu berpaku pada sebuah film, seorang Mafia, pembunuh bayaran, gengster, dan sebagainya, memiliki aturan di setiap kelompok. Dan setiap kelompok memiliki aturan sendiri-sendiri. Salah satu aturan wajib di setiap kelompok adalah dilarang membunuh warga sipil yang tidak bersalah." ucap Arthur sambil fokus ke jalanan.

"Film hanyalah karangan yang dilebih-lebihkan, tidak ada yang asli di dalam sebuah film. Bahkan film dokumenter sekalipun. Kalau pun Mafia dengan sifat yang kau maksud tadi ada, aku yakin dia adalah psikopat yang kebetulan lahir dalam keluarga Mafia." lanjut Arthur.

"Tunggu! kenapa nada bicara anda tidak seperti semalam? kenapa nada bicara anda terdengar lebih lembut?! semalam, ayahku sampai gemetaran ketika berbicara dengan anda yang dingin, berwajah datar, dan penuh aura mendominasi. Kenapa?" tanya Alena curiga.

"Bukankah sebelum meninggal, seseorang harus mendapatkan pengalaman yang membahagiakan?" tanya Arthur tersenyum menyeringai.

"T-t-tidak! jangan bunuh aku! ampuni aku! aku mohon!! aku akan lakukan apapun mau anda! asal jangan membunuhku hari ini!" ucap Alena penuh ketakutan.

"Hahahaha! kau cukup menghiburku!" ucap Arthur tertawa geli.

[Bos! entott!]

"Aku mohon....hiks...hiks...aku masih muda, aku belum menikah, aku belum merasakan kebahagiaan, aku belum merasakan pecah perawan, aku..aku..aku masih mau hidup lebih panjang! aku akan lakukan apapun kemauan anda! apapun itu! asal jangan bunuh aku!" ucap Alena memohon mohon pada Arthur sambil menangis sesenggukan.

"Sssttt! aku sedang menyetir, bodoh!" ucap Arthur kesal.

"Aku mohon tuan....pliss..." ucap Alena menatap Arthur penuh harapan.

"Berusahalah sampai aku berubah pikiran." ucap Arthur yang fokus pada jalanan.

"Aku mohon....tuan..." ucap Alena terus memohon ampunan pada Arthur.

Alena terus saja memohon ampunan supaya tidak dibunuh. Sampai akhirnya, Arthur menghentikan mobilnya di sebuah makam tua yang sepi dan sunyi.

"Ayo turun." ucap Arthur sambil mengantongi dua pistol di jaketnya.

"T-tuan! aku mohon! ampunilah gadis perawan ini!" rengek Alena semakin ketakutan.

"Turun bodoh! kau seperti orang gila! aku tidak akan membunuhmu! aku hanya ingin berkunjung ke makam guruku!" ucap Arthur kesal.

"Bohong! anda bohong!" ucap Alena ketakutan.

"Kalau kau mau mati, aku akan menembak kepalamu detik ini juga!" ucap Arthur dengan tatapan tajam.

"B-b-b-baik t-tuan! s-saya turun!" ucap Alena langsung turun dari mobil dengan tubuh bergetar ketakutan.

"Ikuti aku! jangan kabur!" ucap Arthur, lalu berjalan dan diikuti Alena dari belakang.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

sangat tegas juga Arthur nihh..

2025-01-24

0

pesawat tempur

pesawat tempur

entot yg kasar😭

2025-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1: Awal
2 Episode 2: Amarah
3 Episode 3: Kembali
4 Episode 4: Pekerjaan Lama
5 Episode 5: Sampai Dan Sambutan Hangat
6 Episode 6: Permulaan
7 Bab 7: Pembantaian
8 Episode 8: Serangan Misterius!
9 Episode 9: Pemulihan
10 Episode 10
11 Episode 11: Jackpot!
12 Episode 12: Siapa Arthur sebenarnya?!
13 Episode 13: Mengunjungi Master
14 Episode 14
15 Episode 15: Hohohihe :v
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18: Bisnis
19 Episode 19: Drama paling dramatis :v
20 Episode 20
21 Episode 21: Bamm
22 Episode 22: Kehidupan Baru
23 Episode 23: Makeover
24 Episode 24: Kerjaaaa
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27: Misi pertama dari Re Del Male
28 Episode 28: Wadohhh!!
29 Episode 29
30 Episode 30: Misi
31 Episode 31: Libur
32 Episode 32: Misi baru
33 Episode 33: Mudah
34 Episode 34
35 Episode 35: Misi Pemusnahan
36 Episode 36
37 Episode 37: Awal yang Sempurna!
38 Episode 38
39 Episode 39'
40 Episode 40: Welcome Back!!!
41 Episode 41: Kekuatan yang sesungguhnya!
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46: Monkey King's
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49: Mengungkap Pengkhianatan
50 Episode 50: Mengungkap Pengkhianatan ll
51 Episode 51: Meeting
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia
55 Episode 55: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia ll
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59: Amarah dan Sisi Gelap Yang Mengerikan!!
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65: Kesempatan Besar Memperluas Jaringan!
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69: Ingatan Buruk
70 Episode 70
71 Episode 71'
72 Episode 72
73 Episode 73: Pertemuan
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
78 Episode 78: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
79 Episode 79: Pertemuan Penting!
80 Episode 80: Pertemuan Penting ll
81 Episode 81
82 Episode 82: Kehancuran l
83 Episode 83: Kehancuran ll
84 Episode 84: Kehancuran lll
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93: Ingatan Kelam
94 Episode 94: Bertemu Leluhur
95 Episode 95: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup l
96 Episode 96: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup ll
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101: Hal Besar
102 Episode 102: Hal Besar ll
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106: Kebangkitan Sosok Fenomenal!
107 Episode 107: Panik
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111: EZZZ
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116: 7 Penguasa
117 Episode 117: Musim Kawin!
118 Episode 118: Lega!
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122: Ketahuan
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132: Akuisisi
133 Episode 133: Masalah!
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139: Jati Diri
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142: Tertangkap!
143 Episode 143: The Big Bos!
144 Episode 144
145 Episode 145 18+ (Warning! isinya tidak penting! skip saja!)
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150: Muak!
151 Episode 151: Kejutan!!
152 Episode 152: Menyenangkan!
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156: Lawan Yang Dicari-cari!
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159: Penguasa Mutlak
160 Episode 160'
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164: Full Power
165 Episode 165
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Episode 1: Awal
2
Episode 2: Amarah
3
Episode 3: Kembali
4
Episode 4: Pekerjaan Lama
5
Episode 5: Sampai Dan Sambutan Hangat
6
Episode 6: Permulaan
7
Bab 7: Pembantaian
8
Episode 8: Serangan Misterius!
9
Episode 9: Pemulihan
10
Episode 10
11
Episode 11: Jackpot!
12
Episode 12: Siapa Arthur sebenarnya?!
13
Episode 13: Mengunjungi Master
14
Episode 14
15
Episode 15: Hohohihe :v
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18: Bisnis
19
Episode 19: Drama paling dramatis :v
20
Episode 20
21
Episode 21: Bamm
22
Episode 22: Kehidupan Baru
23
Episode 23: Makeover
24
Episode 24: Kerjaaaa
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27: Misi pertama dari Re Del Male
28
Episode 28: Wadohhh!!
29
Episode 29
30
Episode 30: Misi
31
Episode 31: Libur
32
Episode 32: Misi baru
33
Episode 33: Mudah
34
Episode 34
35
Episode 35: Misi Pemusnahan
36
Episode 36
37
Episode 37: Awal yang Sempurna!
38
Episode 38
39
Episode 39'
40
Episode 40: Welcome Back!!!
41
Episode 41: Kekuatan yang sesungguhnya!
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46: Monkey King's
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49: Mengungkap Pengkhianatan
50
Episode 50: Mengungkap Pengkhianatan ll
51
Episode 51: Meeting
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia
55
Episode 55: Kehancuran Besar Yang Menghebohkan Dunia ll
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59: Amarah dan Sisi Gelap Yang Mengerikan!!
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65: Kesempatan Besar Memperluas Jaringan!
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69: Ingatan Buruk
70
Episode 70
71
Episode 71'
72
Episode 72
73
Episode 73: Pertemuan
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
78
Episode 78: Siapa Penguasa Yang Sebenarnya?!!
79
Episode 79: Pertemuan Penting!
80
Episode 80: Pertemuan Penting ll
81
Episode 81
82
Episode 82: Kehancuran l
83
Episode 83: Kehancuran ll
84
Episode 84: Kehancuran lll
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93: Ingatan Kelam
94
Episode 94: Bertemu Leluhur
95
Episode 95: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup l
96
Episode 96: Mengungkap Misteri Tujuan Hidup ll
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101: Hal Besar
102
Episode 102: Hal Besar ll
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106: Kebangkitan Sosok Fenomenal!
107
Episode 107: Panik
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111: EZZZ
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116: 7 Penguasa
117
Episode 117: Musim Kawin!
118
Episode 118: Lega!
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122: Ketahuan
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132: Akuisisi
133
Episode 133: Masalah!
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139: Jati Diri
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142: Tertangkap!
143
Episode 143: The Big Bos!
144
Episode 144
145
Episode 145 18+ (Warning! isinya tidak penting! skip saja!)
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150: Muak!
151
Episode 151: Kejutan!!
152
Episode 152: Menyenangkan!
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156: Lawan Yang Dicari-cari!
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159: Penguasa Mutlak
160
Episode 160'
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164: Full Power
165
Episode 165

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!