Malam harinya, setelah memastikan kalau Alena sudah tertidur pulas, Arthur langsung bergegas ganti baju. Beres ganti baju, Arthur langsung keluar dari kamar dan pergi mengendarai mobil yang sudah Kenny siapkan.
Pukul 00.21, Arthur sampai di sebuah halte yang sudah terdapat seorang pria menunggu di sana.
"Bayaran 300 triliun, bersih, jika anda berhasil mengeksekusi gembong Narkotik di Thailand. Alamat lengkap sudah tertera didalam map ini." ucap pria itu menyodorkan sebuah map coklat pada Arthur.
Arthur tidak menjawab, dia langsung pergi begitu saja setelah mendapatkan sedikit informasi dari pria itu. Arthur mengendarai mobilnya menuju markas untuk menemui Kenny dan yang lainnya.
Sesampainya di markas, Arthur langsung masuk dan menemui Kenny yang sudah menunggunya.
"Kau dapat?" tanya Arthur duduk di sofa lalu menyulut rokoknya.
"Ini, bos. Tingkat SS, kebetulan target sedang liburan di kota G, China. Mereka juga membawa beberapa pasukan khusus sebagai pengawal setelah tau kalau ada kelompok yang menargetkan mereka." jawab Kenny sambil menyodorkan sebuah berkas penting pada Arthur.
"Kira-kira?" tanya Arthur merujuk pada pasukan yang dibawa target.
"Sekitar 40 sampai 75 orang, bos." jawab Kenny.
"Oke, aku minta tolong juga untuk carikan beberapa informasi soal gembong ini." ucap Arthur menyerahkan sebuah map coklat pada Kenny.
"Oke, besok atau lusa aku akan beri kabar." ucap Kenny mengangguk paham.
Setelah semua beres, Arthur kembali pergi mengendarai mobilnya. Arthur menelusuri jalanan kota yang sepi di tengah malam. Dia melaju menuju kota G, tepatnya di Hotel YanZui.
2 jam perjalanan, akhirnya Arthur sampai di lokasi. Dia memarkirkan mobilnya cukup jauh dari lokasi hotel untuk mengawasi keadaan sekitar.
"Lumayan ketat." gumam Arthur menyadari setiap bangunan di sekitar hotel diisi oleh orang-orang bersenjata lengkap.
[Pakai langkah setan saja, bos! kalau anda memaksa untuk memakai kemampuan dasar, aku yakin tubuhmu akan jadi sarang peluru]
"Cih! aku tau itu!" ucap Arthur kesal.
[Kalau begitu, ini strategi ku! kita masuk lewat pintu belakang, habisi beberapa pasukan khusus, menyelinap menuju kamar target, eksekusi, lalu mulai perangnya!]
"Oke, aku coba strategi rendahanmu itu sesekali!" ucap Arthur mengangguk paham.
[Cih! sombong!]
Setelah memastikan peluru, bom asap, kunai, dan beberapa peralatan lainnya lengkap, Arthur langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju belakang hotel.
Dengan mengendap-endap, Arthur membunuh beberapa pasukan yang berjaga di pintu belakang hotel. Berhasil masuk, Arthur lanjut membunuh para pasukan khusus yang mondar-mandir di lorong hotel dengan senyap.
Jleb..
Crass...
Menutup mulutnya, lalu menusuk leher target, setelah mati, Arthur menggulingkan targetnya ke tempat tersembunyi. Hal ini Arthur lakukan berulangkali sampai dia sampai di depan kamar target utamanya.
Cekrek..
Arthur mengokang pistolnya, lalu memencet bel kamar.
Ting tong...
Ceklek..
Saat pintu terbuka, Arthur langsung menembak orang yang membukakan pintu.
Piu
Piu
Piu
Pistol yang sudah dilengkapi peredam itu menembakkan peluru ke arah kepala target.
"What! tidak ada bodyguard didalam?!" gumam Arthur kaget karena yang dia tembak mati adalah target utamanya.
[Ini terlalu mudah, bos!]
"Cih! bodoh sekali orang ini!" gumam Arthur kesal, lalu bergegas pergi.
Arthur berlari menelusuri lorong hotel sembari melepas peredam di pistolnya. Dia juga menyiapkan sebuah pedang kecil di sakunya.
Sesampainya di tangga turun, Arthur langsung menembakkan peluru ke arah pasukan yang sedang menuruni tangga.
Dor
Dor
Dor
Dor
Empat tembakan yang terdengar sangat keras membuat seluruh pasukan yang sedang berjaga sadar akan penyusupan. Semua pasukan langsung siap siaga dan berlari menuju asal suara tembakan.
Arthur yang sudah memprediksi hal ini, segera menggunakan kemampuan khusus yang dia peroleh dari Academy Ninja. Kemampuan itu adalah langkah setan, kemampuan yang membuat penggunanya bergerak seperti sebuah bayangan.
Sreetttt
Dor
Dor
Dor
Dor
Arthur berseluncur didepan segerombolan pasukan khusus dan menembak kepala mereka semua dengan satu peluru satu kepala tanpa meleset.
Beres dengan kloter pertama, Arthur lanjut berlari berkeliling Hotel dan membunuh setiap pasukan khusus yang dia lihat.
Keributan ini tentu saja diketahui oleh seluruh penghuni hotel maupun karyawan hotel. Mereka yang ketakutan segera menghubungi polisi untuk menyelamatkan mereka semua.
Dor
dor
Dor
Dor
Dor
Suara adu tembak di beberapa sisi hotel membuat situasi semakin mencekam. Belum lagi aroma anyir yang mulai tercium oleh penghuni hotel maupun karyawan hotel.
Tidak sampai 15 menit, sirine polisi terdengar memasuki area hotel. Tidak hanya itu, bahkan helikopter juga dikerahkan oleh polisi untuk menangkap semua penjahat yang terlibat.
Kepala Polisi memimpin pasukan khusus masuk dengan formasi siaga dan dibekali senjata lengkap. Mereka menelusuri bangunan hotel dari lantai satu sampai lantai 12.
Namun sayangnya sejak kedatangan mereka, seketika adu tembak didalam hotel berhenti total. Mereka hanya menemukan mayat-mayat anggota khusus Mafia Mexico dengan kepala hancur atau leher tertebas benda tajam.
Di setiap tembok depan lift pun kepala Polisi menemukan lambang asing yang baru pertama kali dia lihat. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa pelaku pembunuhan massal ini dilakukan oleh seorang pembunuh bayaran profesional.
Menyadari hal ini, kepala Polisi segera menghubungi pihak terkait yang khusus menangani kasus pembunuh bayaran. Sambil menunggu kedatangan pihak terkait, kepala Polisi memerintahkan untuk segera mengevakuasi para karyawan dan penghuni hotel ke tempat aman.
Di sisi lain, Arthur sudah mengendarai mobilnya keluar dari kota G. Dia memutuskan untuk kembali ke markas dan membersihkan tubuhnya dari lumuran darah musuhnya.
Sesampainya di markas, Arthur langsung masuk ke dalam kamar yang sudah disediakan oleh Kevin. Selesai mandi, Arthur langsung pergi menemui Kenny yang sedang bersantai bersama Kevin, Draco, dan para petinggi Mafia Mortem Tuam.
"Aku sudah kirim buktinya padamu, kau tinggal cetak dan kirim ke pihak terkait untuk pencairan dana." ucap Arthur yang duduk di sofa dan menyulut rokoknya.
"Semudah itu, bos?" tanya Draco yang cukup kaget saat melihat Arthur kembali dalam kurun waktu 3 jam saja.
"Target ceroboh, tidak menaruh bodyguard di kamarnya. Jadi waktu dia buka pintu, aku langsung tembak beberapa kali sampai mati. Akupun tidak ekspek kalau yang buka langsung target utama." jawab Arthur.
"Aihh! pantas saja! tapi bagaimana dengan pasukannya? apa anda menyelinap semudah itu?" tanya Draco.
"Penjagaan sangat renggang, itu memudahkan aku untuk membunuh mereka satu-persatu. Tapi akhirnya tetap perang juga." jawab Arthur dengan santainya sambil menghisap rokoknya.
"Oh ya bos, berkas yang tadi itu ternyata potongan informasi dari gembong Narkoba Thailand, namanya itu El Pouncer. Anggota yang standby di markas menurut informasi, sekitar 2000 lebih. Pemimpin organisasi ini di jaga ketat oleh anggota-anggota khusus yang tergabung ke dalam Organisasi Khusus Pembunuh Bayaran Profesional." ucap Draco menjelaskan.
"Brengsek! dia mau mencobaku ternyata!" gumam Arthur kesal.
"Aku kira anda ambil job ini di The Continental, bos." ucap Draco kaget.
"Aku malas dengan aturan mereka, orang-orang itu terlalu padat!" ucap Arthur kesal.
"Hehehe...aku kira, bos." ucap Draco terkekeh.
Mereka berbincang-bincang cukup lama, sampai akhirnya Arthur kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
hehehe padat dan sulit untuk masuk ..
2025-01-24
0
Fendi Kurnia Anggara
gk ada lanjutan ni novel ?
2024-06-22
0