Keesokan harinya, pukul 13.49, Arthur bersama Alena berangkat menuju markas besar Kevin dengan mengendarai mobil yang di supiri langsung oleh Kenny dan didampingi Rendi di kursi depan.
"Sepertinya besok akan bekerja ekstra." ucap Kenny membuka percakapan di dalam mobil yang sunyi.
"Kenapa?" tanya Rendi heran.
"Markas besar Booldstains kemarin malam diserang dengan brutal oleh kelompok asing. Sekitar 12 anggota tewas tertembak, 20 anggota tewas terkena tebasan atau lemparan kunai, sekitar 79 anggota terluka parah, dan 226 anggota luka ringan." jawab Kenny.
"Bodoh, Zack sendiri yang bodoh! mentang-mentang aku pulang, dia langsung lakukan banyak pembunuhan ke Mafia sebelah!" ucap Arthur kesal.
"Tapi, bos, ada satu pelaku tertangkap, dia mengaku bukan dari anggota sebelah. Melainkan dari Le Eversor yang sudah sejak lama memang mengincar Bloodstains untuk di ambil alih wilayahnya." jawab Kenny.
"Tidak mungkin seorang anggota Mafia dengan mudah membocorkan tempat asalnya! jangan mudah terkecoh." ucap Arthur kesal.
'Astagaa! kenapa aku harus hidup di lingkungan berbahaya!!!! kenapa ya Tuhan!!! kalau begini, bagaimana bisa aku melakukan aktivitas seperti biasanya!!' batin Alena ketakutan.
"Tetap perketat penjagaan setiap markas, perketat juga penjagaan untuk nama nama yang sudah ada di daftar. Aku akan bekerja mulai lusa, carikan juga driver pribadi untukku. Usahakan kau sudah tau seluk-beluk orangnya." ucap Arthur pada Kenny.
"Baik, bos." jawab Kenny mengangguk paham.
[Apa kita akan mandi, bos?!]
'Ya, siapkan nyalimu.' jawab Arthur dingin.
[Baiklah bosss! hahahahaha....]
Sesampainya di markas Mafia Mortem Tuam, markas besar Kevin, Arthur langsung masuk ke ruangan yang sudah disiapkan oleh Kevin.
Arthur duduk di kursi pemimpin yang sudah disiapkan, beberapa anak buah Kevin juga terlihat berdiri tegap di belakang kursi dengan senjata lengkap.
"Duduklah, kenapa malah melamun?" tanya Arthur pada Alena yang terdiam mematung melihat orang-orang dengan fisik menyeramkan didalam ruangan tersebut.
"Ck! kemari, duduk di pangkuanku kalau kamu takut!" ucap Arthur menepuk pahanya.
Alena tersadar dari lamunannya, lalu bergegas duduk di pangkuan Arthur dengan tubuh tegang.
"Tenanglah, mereka tidak akan membunuhmu! singkirkan pikiran burukmu itu!" ucap Arthur
"T-tetap saja wajah mereka menakutkan!" bisik Alena.
"Semalam kamu sibuk apa?" tanya Arthur mengalihkan perhatian Alena.
"Ahh! iya! aku mau minta saran kamu soal ini, ck! laptopnya ketinggian di mobil!" ucap Alena kesal.
"Draco, tolong ambilkan laptop di mobil." ucap Arthur pada Draco yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Oke, boss..." jawab Draco dengan senang hati pergi keluar mengambilkan laptop Alena di mobil.
2 menit setelah Draco pergi, Kenny bersama Zack dan Kevin datang bersama segerombolan orang dengan wajah-wajah yang tidak asing di mata Arthur.
"Bos, mereka datang." bisik Kenny.
"Mana bayarannya?" tanya Arthur menatap heran Kenny.
"Entah, aku juga bingung kenapa mereka malah datang sekeluarga." jawab Kenny juga bingung.
"Coba kau tanyakan." ucap Arthur.
"Berikan bayarannya! kami tidak menerima jaminan perpanjangan waktu!" ucap Kenny.
"Cepat suruh Doni masuk!" bisik Titin pada Abigail.
Abigail langsung berlari keluar memanggil seseorang. Tidak berselang lama, Draco datang bertepatan dengan masuknya Abigail, Doni, dan para gadis cantik nan sexy ke dalam ruangan.
"Kami jual para wanita ini padamu! kami juga berikan uang tunai sebesar 1,9 triliun padamu! bajingan! Mafia busuk!" ucap Doni penuh kebencian.
"Laptopnya, bos." ucap Draco menyerahkan laptop Alena pada Arthur.
"Cek kemulusannya, jangan sampai pelanggan kita kecewa." ucap Arthur pada Kenny.
"Woke!" jawab Kenny santai.
Saat Kenny dan Draco sibuk membolak-balik para gadis, Arthur malah fokus mendengarkan penjelasan Alena mengenai bisnis kecil-kecilan yang akan dia jalankan.
"Konsepnya bagus, kamu mau bikin toko kue sekaligus cafe, gitu kan?" tanya Arthur memastikan.
"Iya, tapikan harus survei dulu, aku harus sesuaikan menu untuk pelanggan sekitar toko. Misal kalau toko dikelilingi perkantoran, aku bisa fokus ke makanan ringan, coffee, atau bisa juga sedia makan berat untuk mereka makan siang." ucap Alena.
"Iya, cuman kamu juga harus tentuin dari sekarang, menunya apa aja, alat yang dibutuhkan, harga yang harus bisa menutup modal yang kamu keluarkan, target market, plus desain tokonya mau gimana. Kalau kamu cuma minta saran soal survei apa aja, ya aku jawabnya semua keadaan harus di survei. Dari harga bahan baku, harga alat, harga meja, etalase, kursi, dll. Belum lagi kamu harus survei kegiatan di sekitar toko, kamu mau targetkan anak muda kuliahan atau orang-orang kantor." ucap Arthur menjelaskan pada Alena berapa ribetnya memulai usaha.
"Bos, di sekitar toko, ada tiga perusahaan besar, dua SMA, satu Universitas Negeri. Mungkin itu bisa membantu." ucap Rendi yang kebetulan duduk di sebelah kursi Arthur dan mendengarkan dengan teliti penjelasan Alena tadi.
"Kalau gitu, kita ambil tengah-tengah aja. Target kita untuk masyarakat menengah kebawah. Jadi, usahakan untuk harga terjangkau, tapi kamu juga dapat untung. Masalah harga dan target udah kebayangkan?" ucap Arthur.
"Iya, terus?" jawab Alena mencatat penjelasan Arthur di laptopnya.
"Nah, sekarang kita pikirin soal desain toko plus cafe. Kamu harus pikirin tata letak etalase kue, kasir, tempat pelanggan duduk, plus desain toko yang menarik. Bebas, mau dibikin estetik atau cuma sekedar gambar gambar animasi aja." ucap Arthur yang kemudian dicatat oleh Alena.
"Saran saya, lebih baik bikin suasana yang nyaman, tenang, plus rileks. Misal, anda bisa sewa seorang Pianist untuk mengiringi setiap waktu nongkrong pelanggan. Atau bisa juga bekerjasama dengan pemusik sekitar." ucap Rendi memberikan saran.
"Kalau desain itu masalah selera, ini bisnismu, jadi kamu bebas mau pakai desain gimana. Lanjut, kita bahas jam kerja, sama karyawan. Yang paling penting itu jam kerja. Dari info tadi, kita bisa tarik kesimpulan kalau pelanggan kita rata-rata orang kantor sama pelajar. Menurut kamu, waktu cocoknya dari jam berapa sampai jam berapa?" tanya Arthur menguji otak Alena.
"Kalau orang kantor itu berangkat jam berapa sih? aku tidak pernah keluar rumah sebelumnya, hehehe..." tanya Alena.
"Rata-rata sih jam 7 sampai jam 9, pulangnya juga sore jam 4 sampai jam 7. Kalau mereka lembur bisa sampai tengah malam." jawab Rendi.
"Kalau buka jam 7, nanti kepagian, mending buka jam 10an sampai jam 9 atau jam 11 malam." ucap Alena setelah berpikir keras.
"Ya udah, catet." ucap Arthur menjitak Alena.
"Iyaa!" jawab Alena kesal.
"Terus kamu mau ambil berapa karyawan? bagian dapur berapa, waiters berapa, kasir berapa." ucap Arthur.
"Bagian dapur itu dua orang cukup, nanti aku bantu dikit-dikit. Terus waiters, kayaknya sementara satu dulu, kalau kasir itu satu orang cukup." ucap Alena.
"Gitu boleh, nanti ditambah kalau semisal udah kewalahan." ucap Arthur.
"Kalau udah semua?" tanya Alena.
"Kamu tinggal jumlahin, berapa biaya yang harus dikeluarkan, nanti kalau udah ketemu, kamu cari harga yang pas buat setiap menu. Pikirin harga bahan, alat yang dibutuhkan, plus alat makannya. Kalau kamu kasih harga tinggi, kamu harus jamin kualitasnya, kalau kasih harga rendah, kamu harus dapet minimal 20% keuntungan dalam satu hari dari uang yang keluar untuk bahan baku." jawab Arthur.
"Arghhh! hitung-hitungan teross!" ucap Alena kesal.
"Otak tuh di manfaatkan! jangan di anggurin! sekarang berkarat kan!" ucap Arthur menyentil kening Alena berkali-kali.
"Iya!! ish!" ucap Alena ketus dan mulai menghitung didalam laptopnya.
"Gimana?! oyy!" tanya Arthur pada Draco.
"Bos! kloter ke dua! beberapa ada yang laki-laki! kloter satu semuanya bagus, walaupun rata-rata mengaku sudah tertusuk benda tumpul." jawab Draco.
"Laki laki buat apa asu?!" tanya Arthur kesal.
"Mau kita jual saja bos?! lumayan, masih muda, sehat-sehat juga." tawar Kevin.
"Emang masih bagus ya harganya?" tanya Arthur tidak terlalu mengikuti pasaran organ manusia.
"Sudah naik lagi, bos. Kalau untuk bangun 5 hotel juga cukup jual satu orang, sekarang." jawab Kevin.
"Wihh, bagus juga ya, ya udah! cek kesehatan aja tuh yang laki!" ucap Arthur pada Draco.
"Oke bos!" jawab Draco.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
bisa aja Arthur
2025-01-24
0
y@y@
😁🤣😁🤣😁
2024-08-12
0