Keduanya terus berjalan menelusuri area pemakaman kuno yang tidak terawat. Arthur menyipitkan mata saat melihat seseorang sedang menaburkan bunga di atas makam Masternya.
'Siapa itu?' batin Arthur.
[Waspada, bos]
"Tetap di belakangku." ucap Arthur pada Alena.
"B-b-b-baik..." jawab Alena ketakutan.
Arthur dengan perlahan mendekati orang itu, dia siap siaga dengan tangan kanan masuk ke dalam jaket bersiap mengeluarkan pistol.
"Siapa kau?!" tanya Arthur menodongkan pistolnya di kepala belakang orang itu.
Orang itu dengan reflek angkat tangan dan berdiri.
"Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Arthur dengan tatapan tajam.
"I-ini makam leluhurku." jawab orang itu.
Arthur mengerutkan kening, dia membalik tubuh pria itu untuk mengetahui lebih jelas wajahnya. Saat orang itu berbalik, Arthur langsung mendaratkan bogem mentah di pipinya.
"Anjink! kenapa kau memukulku?!" teriak pria itu marah.
"Pergi!" ucap Arthur dingin.
"Cuih! aku akan adukan semua ini pada ayahku! aku pastikan, kau akan mati!" ucap pria itu penuh amarah, lalu berlari pergi.
"Cih! anak papi!" gumam Arthur kesal.
Setelah kepergian orang asing itu, Arthur langsung duduk di samping makam, begitupun Alena yang duduk di sebelah Arthur.
"Kau tau siapa yang di kuburkan di bawah nisan ini?" tanya Arthur pada Alena.
"T-tidak, tuan." jawab Alena menggelengkan kepala dengan wajah penuh rasa takut pada Arthur.
"Dia guru beladiriku, saat aku kecil, usia 7 tahun, dia memungut aku dan membawaku ke Academy Ninja yang lokasinya sangat dirahasiakan. Dulu, aku ini hanya anak jalanan yang sejak usia 2 tahun sudah dibuang oleh orangtua kandungku." ucap Arthur memulai ceritanya.
"Hidup di jalanan itu sangat keras, makan jarang, berebut wilayah untuk ngamen atau mulung, mencuri demi makan atau minum, tidur pun hanya beralas kardus. Kau tau? saat itu, setiap hari aku selalu dipukuli oleh preman atau anak anak jalanan, mereka selalu mengambil uang hasil menjual barang bekas yang aku pulung. Mereka hanya menyisakan seribu atau dua ribu untukku, sisanya mereka ambil untuk membeli minuman keras atau untuk ngelem." lanjut nya.
"Kasih sayang adalah hal tabu untukku, dari dulu hingga sekarang. Mungkin hanya master yang memiliki kasih sayang seorang ayah padaku. Dari usia 7 tahun, aku didik dengan keras olehnya, dilatih beladiri tingkat tinggi, dilatih menggunakan berbagai senjata tajam maupun api, dilatih membunuh manusia dengan berbagai teknik, dan masih banyak pelajaran berharga yang beliau ajarkan padaku." lanjutnya.
"Sampai pada usia 13 tahun, master memberikan fakta kalau orang tuaku ternyata tinggal di Academy itu dan menjabat sebagai salah satu petinggi. Mereka juga sempat memberikan pelajaran berharga untukku. Mendengar fakta menyakitkan itu, hatiku hancur dan malam itu juga aku memutuskan untuk kabur." ucap Arthur menundukkan kepala.
"Aku mulai membangun sebuah bisnis kecil-kecilan dengan menggunakan uang yang aku curi dari brankas milik Master. Keuntungan demi keuntungan aku dapatkan, berbagai kegagalan pun sudah aku rasakan. Masuk dunia gelap pun terpaksa aku lakukan demi menyalurkan hasrat dendam terhadap orang tuaku." lanjutnya.
"Sampai akhirnya, pada usia 22 tahun, aku terlibat sebuah masalah besar dengan organisasi yang menaungi seluruh kelompok kejahatan di seluruh Dunia. Aku menjadi buronan satu dunia kala itu. Karena mendapatkan masalah yang sangat serius, aku memutuskan untuk menghilang dan mengasingkan diri." lanjutnya.
"Aku memilih untuk tinggal di China, namun setelah 5 tahun, hasrat membunuh dan balas dendam ku kembali muncul. Aku pun kembali dan akan memperbesar organisasi miliku serta memperbesar bisnis yang telah aku bangun." lanjutnya.
"Kau tau kenapa aku menerimamu semalam?" tanya Arthur menatap Alena yang terlihat syok dengan perjalanan hidup Arthur.
"T-tidak." jawab Alena lirih.
"Aku hanya ingin menyelamatkan mu dari ibu tiri dan adik tirimu. Setelah ini, aku akan menyekolahkan kau di perguruan tinggi. Lanjutkan sekolahmu yang sempat berhenti itu, aku mau kau menjadi seorang perempuan yang memiliki value yang tinggi. Aku tidak mau melihat gadis cantik sepertimu jatuh ke dunia gelap hanya demi sesuap nasi. Sudah banyak wanita-wanita penghibur yang aku temui dengan nasib sama sepertimu." ucap Arthur.
"T-tapi, bukannya saya dijual untuk menjadi budak anda?" tanya Alena kaget.
"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Tenanglah, sudah banyak gadis cantik dan sexsy sepertimu yang dijual padaku. Namun aku tidak melakukan seperti yang kau pikirkan, aku menerima mereka karena tidak ingin nasibnya sama seperti aku dan wanita-wanita penghibur diluar sana." jawab Arthur tersenyum tipis.
"Apa kau sudah memiliki kekasih?" tanya Arthur.
"B-belum, tuan." jawab Alena malu.
"Carilah, mungkin dengan adanya sosok kekasih di dalam hidupmu, rasa semangat untuk menjadi lebih baik akan semakin besar." ucap Arthur.
"T-tapi, kalau anda memasukkan saya ke perguruan tinggi, otak saya tidak akan sanggup, tuan." ucap Alena terus terang.
"Kau tidak bodoh, kau itu sebenarnya cerdas. Hanya saja waktu belajarmu terbatas, cobalah untuk satu semester. Aku akan memberikan waktu belajar tidak terbatas padamu. Jika semangat belajarmu bagus dan nilai-nilai mu bagus, aku yakin kau akan ketagihan untuk melanjutkan perkuliahan ini." ucap Arthur.
"B-baik, tuan." jawab Alena paham.
"Kembalilah ke mobil, aku mau sendirian disini sebentar." ucap Arthur.
"Baik." jawab Alena, lalu pergi kembali ke mobil Arthur.
Arthur memanjatkan doa untuk mendiang Master yang telah mengajarkan banyak hal padanya. Arthur juga meminta maaf karena tidak pernah datang 5 tahun belakangan ini.
"Master, mungkin jalan terbaik untuk hidupku adalah vakum dari dunia gelap penuh dosa ini. Namun, aku minta maaf karena aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa karena aku tidak akan pernah rela meninggalkan Kerajaan yang sudah aku bangun dengan air mata dan darah. Aku minta maaf karena belum bisa jadi lebih baik dari sebelumnya." ucap Arthur mengusap baru nisan sambil tersenyum sendu.
Setelah memanjatkan doa, Arthur pun pergi kembali ke mobilnya.
"Kau masih lapar?" tanya Arthur pada Alena, sambil menghidupkan mesin mobilnya.
"S-saya baru makan satu suapan, tadi." jawab Alena tersenyum canggung.
"Kita makan dulu, aku masih lapar." ucap Arthur lalu mengendarai mobilnya menuju restoran terdekat.
Sesampainya di restoran, mereka berdua langsung masuk ke dalam dan memesan makanan kesukaan masing-masing.
"Jangan kebanyakan bawang putih, mas, saya alergi." pesan Arthur pada pelayan.
"Ohh, berarti nasi goreng kambing ekstra daging kurangi bawang putihnya 1, soto ayam kampung 1, gorengannya 1 porsi isi 6, minumnya mineral?" tanya pelayan memastikan.
"Iya." jawab Arthur.
"Oke, ditunggu yaa..." ucap pelayan, lalu berlalu pergi.
"Besok aku ke China, kau mau ikut?" tanya Arthur.
"B-boleh?" tanya Alena kaget.
"Kalau kau mau ikut, boleh saja. Tapi aku tidak ada jadwal liburan, hanya kunjungan ke beberapa perusahaan milikku dan kunjungan ke perusahaan yang separuh sahamnya milikku." jawab Arthur.
"Maaf terlalu kepo, tapi, tuan memiliki berapa induk perusahaan dan anak perusahaan?" tanya Alena penasaran.
"Aku punya 17 induk dan hampir 60 anak perusahaan. Semua itu aku dapat dari kerja keras, bukan dari hasil memanfaatkan posisiku sebagai bos Mafia besar. Pure kerja keras sejak usia 13 tahun lalu." jawab Arthur.
"Woahh! itu sangat banyak! belum lagi bisnis lainya! anda sangat hebat, tuan!" ucap Alena kagum.
"Kau akan mendapatkan semua ini, jika kau mau bekerja keras dan berani mengambil langkah untuk kedepannya. Ingat, kegagalan itu bukan akhir dari kehidupan, kegagalan itu adalah awal dari kehidupan dan penentu kehidupan mu kelak. Setelah gagal, kau mau terus melangkah, atau berhenti meratapi kegagalanmu." ucap Arthur.
"Apa mungkin saya bisa? hehehe..." ucap Alena tersenyum konyol karena merasa tidak mungkin bisa sukses.
"Apa yang tidak mungkin di dunia ini?" tanya Arthur menaikan satu alisnya.
"B-benar juga, hehehe..." ucap Alena tersenyum konyol dan menggaruk tengkuknya karena merasa sangat-sangat bodoh didepan pria mengerikan ini.
'Kalau dilihat-lihat, pria ini sangat tampan, dia juga sangat cerdas. Tapi sifat dingin, wajah datarnya, dan latar belakangnya, membuatku sedikit minder dan takut dekat dengan pria ini! hufftt...kenapa takdirku selalu rumit!' batin Alena meratapi takdirnya.
Tidak lama kemudian, pelayan kembali datang membawakan pesanan mereka berdua. Setelah makanan tersaji dihadapannya, Arthur dan Alena pun mulai makan dengan lahap.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
Wahh.. Sensei Arthur .. hehe
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/
2025-01-24
0