"Oi, kau tau informasi lebih The Fanaticus? aku butuh informasi lebih banyak." ucap Zack pada Draco.
"Aku ada banyak, kemarin dapat perintah dari Kenny untuk cari banyak informasi gengster Mafia ini. Kalau kau mau, nanti atau besok ke markas saja." jawab Draco.
"Besok saja, malam ini kau harus pulang! bodoh! mamah marah-marah tadi! brengsek!" ucap Arthur kesal.
"Besok aku ke markas, aku tidak mau ambil resiko." ucap Zack tersenyum konyol.
"Oh ya, bos! aku sampai lupa! masalah di China! Keluarga Bernard dan Keluarga Yan semakin menjadi-jadi. Titin tidak pernah membayar hutangnya, Keluarga Yan mencoba mengusik markas Kevin dengan membongkar sindikat kita." ucap Kenny.
"Bajingan! aku lupa kalau nenek bau tanah itu masih hidup! suruh Kevin mengirim surat ancaman! lusa kita kesana." ucap Arthur baru ingat.
"Kenapa tidak besok?" tanya Zack yang juga geram pada dua keluarga sok jago itu.
"Aku harus ke makam master, besok. Aku mau meminta izin untuk kembali ke dunia gelap." jawab Arthur.
"Aishh! lupa! bos, perguruan Assassin itu beberapa bulan yang lalu mengumumkan akan bergabung dengan sebuah organisasi bernama Hydra. Mereka mengambil langkah ini untuk menciptakan Assassin super dengan kekuatan super. Aku masih mendalami masalah ini, selanjutnya aku akan berikan informasi lebih lanjut pada anda." ucap Kenny.
"Manusia buatan, ya?" tanya Arthur tersenyum sinis.
[Bosss!!! wuhuuuu! aku kembali!!]
'Diam dulu, aku sedang mendapatkan informasi penting.' ucap Arthur.
[Oh? maaf bos! silahkan lanjutkan!]
"Benar, bos. Sepertinya, mereka berusaha untuk menyaingi kerajaan kriminal milik anda." jawab Kenny.
"Cari informasi lebih banyak." ucap Arthur.
"Baik, bos." jawab Kenny tegas.
"Sepertinya kita akan di serang bertubi-tubi, dari luar maupun dari dalam, kak." ucap Zack.
"Aku sudah membuat banyak rencana, ikuti saja apa yang aku perintahkan, jangan membantah." ucap Arthur.
"Okelah kalau itu maumu." ucap Zack menuruti mau kakaknya.
"M-maaf m-memotong, t-tuan, b-bisakah k-kita p-pulang? s-saya s-sangat l-lelah." ucap Alena terbata-bata karena rasa takut yang sangat besar di dalam dirinya.
"Kau ngantuk?" tanya Arthur menatap heran Alena.
"I-iya, t-tuan, d-dari p-pagi s-saya m-mengerjakan p-pekerjaan r-rumah d-dan b-belum s-sempat i-istirahat." jawab Alena terbata-bata.
'Bangsat! baru kali ini aku memiliki ketertarikan pada seorang perempuan! dia sangat gemoy!' batin Arthur berteriak-teriak.
"Nanti aku transfer uang konsumsi malam ini, aku mau pulang dulu." ucap Arthur pada Draco.
"Baik, bos! terimakasih sudah mau datang!" ucap Draco tersenyum aneh.
"Hoaammmmm....akhirnya pulang juga!" ucap Rendi sambil menguap.
"Payah! masih sore sudah ngantuk!" ucap Arthur mengejek Rendi.
"Pekerjaan kantor sangat banyak, bos! saya sangat kelelahan hari ini!" ucap Rendi membela diri.
"Anak mama." ejek Arthur.
"Suka-suka anda, bos." ucap Rendi kesal.
"Ayo." ajak Arthur menarik tangan lembut Alena.
Alena bangkit dan berjalan mengikuti Arthur dengan kepala tetap menunduk takut. Mereka pun pulang ke rumah, begitupun Zack yang mengikuti mobil Rendi dari belakang.
Sesampainya di rumah, Arthur memanggil bi Imah, salah satu ART yang sudah lama bekerja di rumah Zack. Arthur memanggil bi Imah untuk menggotong tubuh Alena yang saat itu tertidur pulas di kursi belakang.
Setelah masalah Alena teratasi, Arthur menyuruh Rendi untuk pulang. Setelah itu, Arthur masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamarnya untuk bermain game.
[Oh ya bos, sudah setahun lebih saya tidur di tubuh anda]
"Ya, aku kira kau hilang." ucap Arthur.
[Tidak, bos, saya tidur karena sedang mengupgrade sistem sampai ke tingkat maksimal. Apa anda tau, siapa sebenarnya saya?]
"Tidak." jawab Arthur.
[Saya adalah sistem pemandu kekuatan, salah satu sistem terbaik di Alam Semesta. Saya memilih anda sebagai tuan juga bukan tanpa alasan, melainkan ini adalah sebuah perjanjian dengan tuan Morris yang kala itu tewas mengenaskan dikhianati muridnya sendiri]
[Nama anda sebenarnya adalah Zai Yamasaki, seorang putra satu-satunya dari pasangan tuan Souta dan nyonya Akeno. Ayah anda berasal dari klan Yamasaki, sedangkan ibu anda dari klan Sato]
[Zai Yamasaki, seorang Ninja pelarian yang digadang-gadang Ninja terkuat saat ini dan bisa menjadi kandidat terkuat sebagai pemimpin Academy Ninja jika anda tidak kabur dari Academy]
[Yang saya ketahui, anda meninggalkan Academy karena ingin hidup bebas, menjadi kaya raya, dan ingin membuat kerajaan bisnis. Selain itu, anda juga merupakan sosok makhluk dengan nafsu membunuh yang tinggi dan rasa kasihan yang minus]
[Ketahuilah, ayah, ibu, dan Master mu, tuan Morris, tewas bukan karena kecelakaan. Melainkan dibunuh oleh seorang pemuda yang saya rasa kekuatannya melebihi anda. Pemuda itu adalah bos besar Yakuza, bos dari Mafia pengedar narkotik terbesar saat ini, bernama The Hand, dan dia adalah mantan murid Master Morris. Dia adalah orang yang sempat berhubungan dekat denganmu]
[Siapa sangka, kepergianmu akan membuat nyawa orang tua dan gurumu melayang di tangan temanmu sendiri]
"Kau terlalu dramatis." ucap Arthur datar.
[Ayolah, bos! aku padahal sudah belajar untuk menghasutmu!]
"Kau memang payah." ucap Arthur lalu lanjut bermain game.
[Tapi bos, apa yang saya katakan tadi semuanya kebenaran. Saya tidak melebih-lebihkan cerita, saya juga tidak mengurangi ceritanya]
"Kenapa kau bisa tau latar belakangku? apalagi itu identitas yang sudah aku kubur sangat dalam." tanya Arthur.
[Saya sistem, bos! apa anda tidak menelaah cerita saya sejak awal?!]
"Maksudku, dari mana, bukan kenapa. Sorry, typo." ucap Arthur.
[Saya sudah ada sejak jaman leluhur anda, tuan. Nama saya dulu Bob, tuan saya namanya juga Arthur, dulu. Jadi, saya sudah tau seluk-beluk dari seluruh manusia di Alam Semesta ini]
"Oh ya, perjanjian apa yang kau lakukan dengan Master?" tanya Arthur.
[Jika dia tewas terbunuh, aku harus pergi mencari muridnya yang aku rasa paling cocok dan memiliki jiwa yang sangat kuat. Aku harus membimbingnya sampai titik kekuatan tertinggi, memiliki kerajaan bisnis yang besar, dan memiliki pasukan yang tangguh. Tuan Morris menginginkan anda mengambil alih Academy yang kini sudah berbelok dari jalan sebenarnya]
"Jika aku tidak mau?" tanya Arthur.
[Tidak ada hukuman, dia sebenarnya hanya ingin anda hidup bebas, namun jika bisa dan mampu, sebaiknya anda lakukan permintaan terakhirnya ini]
"Sudahlah, aku mau refreshing dulu, besok aku pikirkan lagi." ucap Arthur lanjut bermain game.
[Oh ya, bos, ngomong ngomong, gadis yang tadi tidur nyenyak di pundakmu itu siapa?]
"Ada bapak-bapak, jual anaknya ke aku. Dia mau pinjam 300 miliar, terus dia kasih anak gadisnya buat jaminan sekaligus pengurang bunga. Ya aku terima aja, cantik begitu." jawab Arthur.
[Tapi sepertinya dia sangat ketakutan jika duduk bersebelahan dengan anda, bos]
"Aku paham itu." ucap Arthur.
[Hmmm....saya akan cari ide, bos]
"Suka-suka mu!" ucap Arthur malas dan lebih memilih fokus bermain game.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
sistem licik.. sistem pandai berbagai cara untuk menemukan sebuah ide.. Sistem keren ..
2025-01-24
0
Fendi Kurnia Anggara
nice thor
2024-05-02
0