Ciiittt....
Ceesssss....
Bus berhenti di halte yang posisinya berada di sebrang gerbang raksasa yang dijaga oleh puluhan pria bersenjata lengkap.
"Angkat tangan!" teriak pria bersenjata menodongkan senjata api pada seorang pria yang mengenakan setelan Jas hitam panjang, mengenakan topeng setengah wajah, dan tatapannya menunjukkan nafsu membunuh yang besar.
Serrrr....
Suara kunai yang tiba tiba melesat ke arah para penjaga di depan gerbang besar itu.
Jlebb..
Jlebb..
Jlebb..
Jlebb..
Dalam satu kedipan, puluhan orang yang berjaga di gerbang terjatuh dengan sebuah kunai menancap di leher masing-masing.
"Jarvis, putar Le Monde! lagu cinematic itu membuat pikiranku tenang." ucap Arthur dengan penuh ketenangan.
[Baik, bos. Untuk menambah Adrenalin, saya menyambung dengan lagu Royalty, Go Down Deh, dan beberapa lagu pembangkit adrenalin!]
"Aku suka idemu!" ucap Arthur mengokang dua pistol miliknya yang sudah di beri peredam.
[Selamat menikmati, yang mulia]
Arthur tersenyum di balik topengnya, lalu masuk ke dalam wilayah yang di tutup gerbang besar itu.
Arthur menyelinap dan bersembunyi di balik truk untuk menganalisa keadaan di sekitarnya. Ternyata, apa yang dikatakan tiga pemuda tadi benar adanya.
Di dalam markas besar itu, hampir semua sisi di jaga oleh Yakuza, anggota mafia Russia, dan anggota mafia Blood Wings yang di senjatai dengan lengkap.
"Huhh! kita mulai dari pengawas!" gumam Arthur membuang nafas.
Piu..
Piu...
Piu...
Suara tembakan pistol yang telah di pasang peredam sama sekali tidak di sadari oleh orang-orang yang berjaga. Hal ini membuat Arthur merasa bebas, dia membidik orang-orang yang berjaga di atas tower dan menembak tepat di kepalanya.
Beres dengan orang-orang yang menjadi mata para penjaga di bawah, Arthur segera bergerak dengan perlahan. Dia membunuh satu persatu orang di sana menggunakan pisau.
Jlebb..
Srett...
Jlebb..
srett..
Mengendap-endap, meringkus dari belakang, menutup mulut mangsanya, menusuk lehernya, lalu menarik pisaunya hingga membuat leher mangsanya tergorok dengan sempurna tanpa suara.
Metode ini tidak bertahan lama, itu dikarenakan, saat Arthur sedang mengeksekusi mangsanya, penjaga lainnya memergoki apa yang Arthur lakukan.
"Penyusup!!" teriak penjaga yang memergoki Arthur.
Dor...
Dor..
Dor..
Dor..
Serbuan peluru menghujam tempat Arthur bersembunyi. Terpaksa, Arthur menggunakan bomb asap dan berlari membunuh satu persatu orang di sana menggunakan pedangnya.
Wushh..
Crashh...
crashh..
Crashh..
Crashh..
Crashh...
Satu persatu penjaga di markas besar itu tumbang dengan mata melotot dan luka menganga di leher, perut, sampai ada yang terbelah dua.
Tidak puas dengan pedangnya, Arthur kemudian menggunakan pistolnya dan menunjukkan skill membunuh yang kelasnya sudah berada diatas rata-rata pembunuh profesional.
Dor..
Dor..
Dor..
Sreeettttt....
Arthur meluncur ke balik mobil untuk melakukan reload sekaligus memakan pill pemulih stamina buatannya sendiri.
"Lebih keras!!" teriak Arthur yang berlari menembaki orang-orang yang terkejut dengan langkah yang diluar prediksi mereka semua.
Dor..
dor..
dor..
dor..
Dor..
Tembakan Arthur semuanya masuk sesuai sasaran. Epicnya, Arthur melakukan reload di sela-sela berondongan peluru dari musuh-musuhnya.
Sreetttt...
Cekrekk...
Dor...
Dor..
dor..
Dor..
Gerakan yang cepat, tangkas, dan sulit di prediksi, membuat para penjaga membuang-buang peluru yang entah kemana arahnya.
Dengan stok peluru yang terkuras habis, memaksa para penjaga menggunakan senjata seadanya di sekitarnya. Besi, balok kayu, kapak, pisau, sampai pistol setrum mereka gunakan demi melumpuhkan Arthur yang gerakannya selicin belut dan mematikan seperti Malaikat Maut.
"Ohh, mau adu ketangkasan?! baiklah!" ucap Arthur dengan senyuman menyeringai di balik topengnya.
"Seranggg!" teriak penjaga gerbang.
Brak..brak..brak..
Puluhan langkah kaki terdengar sedang berlari mengeroyok Arthur. Arthur yang sudah menunggu momen ini, langsung mengeluarkan pedangnya dan melayani setiap serangan yang para penjaga layangkan.
Crashh...
Ting..
Ting..
Crashh...
srettt...
Arghhhh...
Bajingannn....
Buaghhh...
"Berisik!" ucap Arthur menendang kepala proa yang tadi berteriak memakinya.
"Matii!!" teriak pria yang dari belakang berlari mengacungkan kapak.
Dor..
Dor..
Dor..
Dor..
Dari suara langkah kaki yang terdengar sangat keras, aura membunuh yang terasa begitu kuat, bayangan, dan suara pria itu, Arthur dapat dengan mudah memprediksi apa yang selanjutnya terjadi.
Dengan cepat, Arthur berbalik dan menembakkan pistol ke tubuh pria itu hingga terjatuh tersungkur dan tewas seketika.
"Hahahaha! aku sangat menyukai adrenalin ini!" teriak Arthur penuh kebahagiaan.
[Lanjutkan, boss! hahaha!]
Arthur dengan penuh semangat, mengambil sebuah shotgun yang tergeletak di depan pintu sebuah rumah megah. Saat mengecek pelurunya, Arthur langsung tersenyum lebar karena peluru senjata itu tersedia di saku jubahnya.
"Aku paling suka adegan ini!" gumam Arthur tersenyum di balik topengnya.
Arthur masuk ke dalam rumah itu dengan mengendap-endap. Dia memfokuskan indra pendengarannya untuk mengidentifikasi suara sekecil apapun.
Ternyata, Arthur mendengar sebuah pesta di lantai dua. Suara musik kencang dan tawa lantang dapat Arthur dengar dengan jelas.
"Pesta baru akan dimulai, kawan." gumam Arthur, lalu bergegas menuju asal suara.
Dengan mengendap-endap, Arthur memastikan jalannya aman dan tidak ada orang yang berjaga. Jikalau ada, Arthur akan langsung menembak menggunakan pistol peredam miliknya.
Tidak hanya bertujuan membunuh target sesuai misi, Arthur juga mengecek seluruh ruangan, mengambil barang-barang berharga, dan membunuh orang-orang yang berada di ruangan tersebut.
Setelah berkeliling cukup lama, akhirnya Arthur berhenti di ruangan terakhir. Ruangan itu adalah ruangan bioskop pribadi yang dari luar terdengar jelas suara lantang yang seperti sedang merayakan kemenangan.
Namun, suara tersebut tiba tiba berhenti, seolah olah mereka baru sadar kalau anak buahnya telah habis terbunuh.
Bruakkk....
Boommm..
cekrek..
boommm..
cekrekk..
Boommm..
Cekrekk..
Hahahahahahahahaha....
Arthur memberondong seluruh manusia yang ada di dalam ruangan bioskop pribadi itu menggunakan shotgun.
Mereka semua ingin melawan dan menembakkan senjata yang sudah di siapkan sejak tadi, namun apalah daya, Shotgun bro! sekali tembak langsung tewas di tempat.
"Wooo! hahahaha!" teriak Arthur penuh kebahagiaan melihat orang-orang di sana kejang-kejang sakaratulmaut.
"Akhirnya! kau mati juga! Carlos!! brengsek!" teriak Arthur menginjak kepala Carlos yang sedang mengalami sakaratulmaut.
"Aku benci tatapan matamu! bajingan!" ucap Arthur, lalu menyolok kedua mata Carlos menggunakan jarinya.
"Ini asik sekali! akhirnya! adrenalin yang sudah aku pendam sejak lama bisa di lepaskan dengan sangat puas!" teriak Arthur yang duduk bersantai di kursi.
"Fiuhhh! nikmatnya!" ucap Arthur menghembuskan asap rokoknya sambil menikmati pemandangan orang-orang yang mati satu persatu karena kehabisan darah dan terluka parah.
Puas beristirahat dan beres mendokumentasikan seluruh target untuk di kirim pada Miguel sebagai bukti bahwa misinya telah berhasil, Arthur pun mencuri mobil milik markas, dan pulang ke motel.
Arthur bersih-bersih, membereskan barang-barang, lalu segera pergi untuk menghilangkan jejak.
Membakar mobil, pedang, pistol, setelan Jas, topeng, semua yang terdapat sidik jarinya, Arthur bakar bersama dengan mobilnya di tengah-tengah hutan.
Beres dengan semuanya, Arthur menenteng kopernya keluar dari hutan untuk mencari tumpangan menuju kota. Sampai di kota J, Negara Mexico, Arthur pun menginap di sebuah motel untuk istirahat.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
Boomm..
Krekk..
Boomm..
Kerkk..
wow keren sihh Arthur.. hehe
2025-01-24
0
Fendi Kurnia Anggara
lanjut thor
2024-04-25
0