Dorr..
Dorr..
Dorr..
Saat Arthur keluar dari Kantor Sidang, tiba tiba seluruh tentara militer, polisi, dan agen yang di perintahkan untuk menangkap Arthur memberondong Arthur dan anak buahnya.
'Kabut Cloning.' batin Arthur.
Tiba tiba, asap hitam pekat keluar dari mulut Arthur dan langsung menyebar serta menutup pandangan semua orang di sana.
Kabut Asap tersebut membuat panik Tentara, Agen, dan Polisi. Kepanikan mereka membuat setiap orang menembakkan senjata apinya ke sembarang arah.
Crash...
Arghhh...
Crash..
Arghh...
Crashh...
Arghhhh..
Wushhhh....
Dor..
Dor..
Dor..
Mendengar teriakan kesakitan dari dalam kabut, Zack bergerak membantu kakaknya dengan menembaki setiap orang yang lengah dan ketakutan dalam penglihatannya.
Wushhh...
15 menit yang dipenuhi teriakan kesakitan, akhirnya berhenti bersamaan dengan kabut hitam yang hilang.
"Fiuhhh...ternyata aku masih lumayan juga!" ucap Arthur mengibaskan tangannya yang penuh dengan darah.
"Siapa kau sebenarnya?! sampah!!" teriak Azka dari belakang.
"Aku? kau mau tau siapa aku?" tanya Arthur menengok ke belakang, tempat Azka dan seluruh keluarga Bernard berdiri.
"Siapa kau?!! tidak usah bertele-tele! dasar pria rendahan!" teriak Azka.
"Hahahaha...aku Angelus Mortis, julukan dari Scelus Dominus. Bos dari semua kriminal di Asia, pembunuh bayaran paling di cari nomor satu di Dunia! orang yang akan menghancurkan Keluarga Bernard dan Keluarga Yan!" ucap Arthur tersenyum menyeringai.
"Aku tambahi, dia adalah anak angkat The Doctor, ratu bisnis di Asia." ucap Zack.
"Selamat menikmati kesengsaraan hidup kalian, bisnis milik kalian akan bangkrut secara perlahan." ucap Arthur, lalu pergi bersama anak buahnya.
"Nenek! kau pasti tau semua ini!" ucap Aldo menatap tajam Titin.
"Diam! kau masih anak anak! tidak akan tau urusan orang dewasa!" ucap Titin marah.
"Cih! keluargaku ternyata tidak sesuci orang yang mereka hina setiap hari! menjijikkan!" ucap Aldo sinis.
"Aldo! jaga omonganmu!" ucap Abigail marah.
"Aku akan pergi! jangan cari keberadaanku! lebih baik memulai hidup sendiri daripada harus hidup penuh ancaman denganmu!" ucap Aldo lalu pergi begitu saja.
"Brengsek! anak itu sudah terkena doktrin pria bajingan itu!" gumam Ana kesal.
"Ayo pulang! kita bicarakan semua ini di rumah!" ajak Titin yang pergi menuju parkiran.
Akhirnya, mereka, keluarga Bernard pulang ke rumah Titin yang mewah. Sesampainya di rumah, semua anggota keluarga Bernard langsung masuk dan duduk di ruangan keluarga.
"Sekarang, cek berapa banyak uang di rekening masing-masing." ucap Titin.
Seketika, semua anggota keluarga langsung mengambil ponsel masing-masing dan mengecek isi rekeningnya. Mereka mengatakan kalau isi rekeningnya masih utuh dan jumlahnya lumayan banyak.
"Berapa?" tanya Titin.
Ada yang isinya 100 juta lebih, ada yang 500 juta lebih, dan ada yang mencapai saldo 3 miliar.
"Ada apa nek? kenapa nenek tiba tiba menanyakan soal uang?" tanya Abigail.
"Aku punya hutang dengan Gengster Mafia Bloodstains, total hampir 3,5 triliun." jawab Titin yang membuat seluruh anggota keluarga Bernard kaget.
"Ibu berhutang sebanyak itu untuk apa?!" tanya Ana yang merasa marah bercampur kaget.
"Untuk menyewa jasa pembunuh bayaran dan menghabisi lawan bisnis kita. Aku akui, aku memang ketagihan menggunakan jasa mereka sampai berhutang sebanyak itu." jawab Titin.
"Kalau sebanyak itu, mau semua perusahaan milik keluarga Bernard di jual pun tidak akan bisa menutupi hutangmu!" ucap Ana marah.
"Benar nek, perusahaan milikku saja, kalau di lelang hanya laku sekitar 11 sampai 17 miliar saja. Sedangkan untuk melunasi hutangmu, kita butuh lebih dari 300 perusahaan sebesar milikku." ucap Abigail.
"Aku juga paham, maka dari itu, aku mengumpulkan kalian di sini untuk mencari jalan keluarnya." ucap Titin.
"Kita angsur sedikit demi sedikit saja, untuk sementara waktu kita menggunakan cara itu." ucap Doni memberikan saran.
"Kalau mau memakai sistem angsuran, mereka meminta untuk 100 juta perbulan. Kalian sanggup?" tanya Titin.
"Sanggup! keluarga Bernard banyak! tidak hanya ini! aku yakin mereka juga akan siap membantu!" ucap Ana.
"Baiklah, kalau begitu, besok aku akan hubungi pihak Bloodstains untuk metode pembayaran hutang ini." ucap Titin.
Keesokan paginya, pukul 08.21, Arthur, Zack, dan anak buah Zack sudah mendarat dengan selamat di bandara internasional kota J di Negara Indonesia.
Mereka langsung di jemput oleh sekelompok orang dengan mobil-mobil mewahnya. Arthur dan Zack di antar menuju sebuah wilayah khusus milik keluarga mereka pribadi.
"Ibu pindah?" tanya Arthur saat mobilnya memasuki halaman sebuah rumah megah dengan ribuan orang memadati halaman serta jalanan di komplek tersebut.
"Ya, banyak ancaman pembunuh bayaran dari lawan bisnis ibu. Jadi dia menyetujui ajakanku untuk pindah ke rumahku ini." jawab Zack.
"Ohh, keras kepalanya masih ada sampai sekarang ya." ucap Arthur tersenyum geli.
Setelah mobil berhenti, Arthur dan Zack langsung keluar dan disambut teriakan hormat dari seluruh orang di sana.
"Selamat datang kembali, tuan besar!" teriak mereka semua penuh hormat.
Arthur tersenyum tipis, lalu berjalan masuk ke dalam rumah megah itu. Ternyata, di ruang tamu, mereka berdua sudah di tunggu oleh sepasang suami istri, tiga pria muda, satu wanita cantik yang menggendong seorang anak, dan beberapa orang kepercayaan Arthur yang memegang wilayah di negara-negara Asia.
[Bos, anda sudah memiliki anak?]
'Aku lupa, berapa wanita yang sudah aku tusuk.' jawab Arthur.
[Ish..ish..ish..saya tidak menyangka anda pria seperti itu!]
"Duduk." ucap wanita setengah baya menatap datar Arthur dan Zack.
"Oke oke." jawab Arthur menganggukkan kepala dan duduk di sofa.
"Kenapa kamu menghilang?" tanya pria setengah baya dengan nada dingin.
"Kau tau? aku sampai sekarang masih jadi incaran pembunuh bayaran seluruh Dunia. Aku pergi menghilang karena perintah dari Scelus Dominus." jawab Arthur sambil menyulut rokoknya.
"Laporan dari Zack, kau bersembunyi di Kota M, China. Dan kau sudah menikah dengan seorang perempuan dari Keluarga Bernard. Baru kemarin sore kau bercerai, apa benar?" tanya pria paruh baya itu.
"Ya." jawab Arthur singkat.
"Apa alasanmu menikah? kenapa tidak dengan orang yang ayah dan ibumu pilih?" tanya pria paruh baya.
"Awalnya, sejak aku tinggal di sana selama 5 tahun, pada tahun kelima, aku menolong seorang pria tua dari kecelakaan. Nah, dari niat baikku itulah, aku di paksa untuk menikahi wanita karir, anak pria itu. Singkat cerita, aku menikah dengannya, namun, bukannya mendapatkan sesuatu yang sepantasnya, aku malah di hina, di caci maki, di pukuli, sampai di jadikan babu oleh keluarga wanita itu." ucap Arthur berhenti sejenak.
"Usia pernikahanku hanya 9 bulan, tanpa adegan wiwiwi. Aku memutuskan untuk cerai dan kembali ke pekerjaanku karena, aku merasa kalau ucapan mereka sudah keterlaluan dan sudah menginjak-injak harga diriku sebagai laki-laki." lanjut Arthur.
"Jadi, secara logika, kau tidak pernah berkeluarga?" tanya wanita paruh baya.
"Ya, bu." jawab Arthur.
"Okee, ayah menerima alasanmu untuk kembali. Sekarang pergi istirahat, susun rencanamu, dan ayah serta ibumu akan membantu sedikit rencanamu itu." ucap pria paruh baya.
"Terimakasih, aku akan pergi istirahat." ucap Arthur mencium tangan sepasang suami-istri itu, lalu pergi menuju kamar yang sudah di siapkan.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
wahhh /Casual//Casual//Sly//Sly//Sly/ Gilo² Arthur..
2025-01-24
0