Satu minggu setelah Arthur pulang, Zack memerintahkan seluruh anak buahnya untuk semakin menekan angka penjualan, perebutan wilayah, serta pembantaian terhadap penghianat dan lawan gangster mereka.
Zack melakukan ini karena merasa ada bekingan kuat di belakangnya. Arthur yang masih sibuk memikirkan rencana selanjutnya, tidak perduli dengan apa yang Zack lakukan.
Satu bulan berlalu, Arthur masih tidak melakukan apa apa. Dia masih diam di kamar, memikirkan rencana-rencana yang bagus untuk kedepannya.
Di China, Keluarga Bernard yang merasa kalau ancaman Arthur dan anak buahnya hanya ancaman tidak nyata, langsung membatalkan untuk mengangsur hutan Titin dan lebih memilih tidak memperdulikan hutang tersebut.
"Ternyata hanya ancaman belaka! nek! aku yakin, dia hanya mengaku aku! tidak mungkin seorang pembunuh bayaran mengakui identitasnya di hadapan banyak orang!" ucap Doni.
"Apa kau buta? dia membunuh ratusan pihak berwajib dengan mudah!" ucap Ana memarahi Doni.
"Halahh! itu tidak mungkin! percaya padaku! ini semua hanyalah ancaman! tidak mungkin dia akan melakukan hal lebih pada kita!" ucap Doni.
"Ya, aku setuju dengan Doni." ucap Titin yang membuat Ana semakin kesal, namun dia hanya biasa pasrah atas keputusan Titin.
Setelah genap dua bulan, Arthur pun memulai aksinya. Pertama, Arthur meminjam mobil ayahnya, lalu pergi menuju The Continental yang pusat semua cabang berada di Indonesia, di kota A.
[Jangan lupa bos, topeng dan jubah legendaris milikmu]
"Aku tidak lupa, tenang saja." jawab Arthur.
Sesampainya di The Continental, Arthur turun dari mobil, lalu berjalan masuk ke dalam Hotel mewah itu.
"Miguel." ucap Arthur pada resepsionis yang wajahnya terlihat syok sekaligus ketakutan.
Ya, penampilan Arthur yang khas, dengan mengenakan Jas panjang hitam, kalung khusus dari Scelus Dominus yang berarti kejahatan yang sebenarnya, dan topeng yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.
Resepsionis yang sangat ketakutan itu memencet tombol alarm yang terhubung langsung ke ruangan CEO The Continental.
Mendengar alarm yang di tekan berulang-ulang, Miguel, CEO The Continental, langsung berlari keluar. Betapa terkejutnya dia, melihat sosok yang dikabarkan telah mati oleh Scelus Dominus, datang ke hotelnya.
"Aku butuh misi." ucap Arthur menatap dingin Miguel.
"Ikut aku!" jawab Miguel berusaha tenang di tengah gejolak takut, panik, dan kesal dengan pihak Scelus Dominus yang memberikan berita palsu.
Arthur tidak menjawab, dia hanya mengikuti langkah Miguel dengan menghiraukan tatapan nafsu membunuh orang-orang di dalam hotel.
Miguel berhenti di papan misi pembunuh bayaran tingkat tertinggi. Di papan tersebut, terdapat nama nama penguasa besar underworld yang dipasang dengan imbalan di atas 130 triliun rupiah.
Tidak hanya penguasa-penguasa underworld, tapi, di sana juga banyak nama nama artis terkenal, pengusaha besar, konglomerat, sampai warga biasa dengan imbalan ratusan ribu rupiah.
Dari sini, kalian harusnya sudah bisa menebak identitas Arthur sebenarnya. Namun, ini baru permulaan, selanjutnya akan ada kejutan lain dalam terungkapnya identitas Arthur.
"Tidak ada namaku?" tanya Arthur.
"Namamu tanpa di pasang pun akan selalu ada di kepala setiap orang." jawab Miguel.
"Cih! aku ambil yang paling atas." ucap Arthur.
"Silahkan, urus di tempat biasanya." ucap Miguel memberikan plat misi tingkat tertinggi pada Arthur.
Arthur tidak bereaksi, dia hanya menatap plat di tangannya, lalu pergi menuju sebuah kaca di sebelah pintu keluar ruangan misi.
Dia mengurus batas penyelesaian misi, tawar menawar harga, dan setelah beres, Arthur pun pergi untuk menyelesaikan misi pembunuh bayaran.
Arthur memesan tiket pesawat menuju Mexico, lalu terbang ke Negara Mexico malam itu juga. Sesampainya di Negara Mexico, Arthur melakukan penyamaran, dia menyamar sebagai orang biasa yang sedang nongkrong di cafe tempat biasanya para berandalan menjual kokain.
"Aku dapat info dari orang-orang Continental, kalau bos Carlos sedang di incar oleh pembunuh bayaran yang terkenal akan 100% keberhasilannya dalam membunuh!" ucap pemuda yang duduk di meja sebelah Arthur.
"Oh ya?! wahh! itu pasti sangat berbahaya!" ucap pemuda lainnya menyahut.
"Satu lagi! berita ini sudah beredar di majalah To Hell, kalau salah satu pembunuh bayaran paling di takuti dan diincar oleh banyak pembunuh profesional, kembali muncul setelah di beritakan tewas dalam misi beberapa tahun lalu." ucap pemuda 1.
"Salah satu? apa maksudmu?" tanya pemuda 2 keheranan.
"Ya! di dunia ini kasta tertinggi pembunuh bayaran adalah dari lulusan Academy Ninja yang tempatnya masih di pertanyakan hingga saat ini! kau tau, papan peringkat pembunuh bayaran paling di cari dan diburu oleh semua orang, 1-10 diantaranya dari terobosan Academy Ninja itu!" jawab pemuda 1.
"Siapa saja mereka?! aku penasaran!" tanya pemuda 3 yang ikut nimbrung karena tertarik dengan pembahasan dua pria itu.
"Kalau kau ingin tau, pergilah ke Hotel Continental. Menyebutkan nama mereka adalah cara lain kau membunuh dirimu sendiri. Itu sudah jadi legenda turun temurun dari jaman dulu!" ucap pemuda 1.
"Sial! masuk ke tempat itu memerlukan biaya yang sangat mahal! mana mungkin aku menghabiskan tabungan demi menuruti rasa penasaranku!" ucap pemuda 3.
"Hahaha...lebih baik sayangi uangmu dari pada harus menuruti rasa penasaran mu itu!" ucap pemuda 2 tertawa geli.
"Oh ya! tadi saat aku mengambil barang di markas bos Carlos, aku melihat banyak sekali Yakuza, mafia Russia, sampai mafia Blood Wings berkumpul di sana! aku sempat menduga kalau akan terjadi perang lagi, namun setelah mendengar cerita kalian berdua, aku baru paham." ucap pemuda 3.
"Minggu ini akan jadi malam yang mencekam!" ucap pemuda 1.
"Benar! aku juga berpikir seperti itu." ucap pemuda 3.
Mereka bertiga ganti topik pembicaraan setelah sama sama tidak mau mengambil resiko lebih jauh. Arthur kembali menyeruput kopinya, menyimpan informasi penting dari tiga pemuda itu, lalu kembali mendengarkan pembicaraan orang lain.
[Bos, saya kira, kita akan sedikit kesulitan malam ini. Mendengar bergabungnya kelompok kriminal yang tidak diragukan lagi kekuatan anggota dan kekejamannya di dunia bawah ini]
'Jarvis, aku mengambil misi tingkat tinggi ini untuk melakukan pengukuran. Aku ingin tau, seberapa jauh menurunnya kekuatan yang aku miliki.' ucap Arthur menjelaskan pada suara misterius itu.
[Kalau begitu adanya, saya hanya bisa menurut dan membackup jalan anda, tuan]
Arthur duduk di cafe itu sampai sore hari, dari pagi, Arthur hanya duduk, diam, menikmati kopi dan makanan yang dia pesan sembari mendengarkan berbagai pembicaraan heboh mengenai orang yang jadi incaran pedangnya.
Hasil dari mencari informasi ini, Arthur mendapatkan info kalau beberapa kelompok kriminal besar bergabung dengan incarannya, polisi dan militer Mexico sudah berjaga di sepanjang jalan menuju markas besar incaran Arthur, dan yang paling penting, Arthur mendapatkan informasi, kalau malam itu, orang incarannya akan kabur ke Negara Brasil menggunakan pesawat jet pribadi.
Setelah menyusun rencana di motel tempatnya menginap, malam harinya, tepatnya pukul 23.41, Arthur berangkat menuju markas besar Carlos menggunakan angkutan umum yang kebetulan masih beroperasi di putaran terakhirnya.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
Carlos macam pernah dengar.. emmm/Speechless//Speechless//Speechless/
2025-01-24
0
Nahwin Killer
mantap
2025-02-24
0
Fendi Kurnia Anggara
nice thor
2024-04-25
1