Berbagai terapi, obat dari dokter, sampai pengobatan tradisional Arthur jalani. Rasa sakit Arthur telan mentah-mentah demi kesembuhannya.
Dengan tetap didampingi oleh Rendi, akhirnya setelah 9 bulan berjuang, Arthur kembali pulih dan Vit seperti sediakala. Arthur bisa berjalan dengan lancar, lompat-lompat dengan bebas, bergulat dengan bebas, pokoknya, tubuhnya kembali sehat tanpa cacat sedikitpun.
Kini, Arthur sedang menjalani treatment latihan keras. Ini dia lakukan demi mengembalikan masa otot, bentuk tubuh, reflek bertarung, kecepatan, teknik bertarung, dan insting predator yang telah pudar semenjak kecelakaan lalu.
Tidak hanya melatih fisiknya, Arthur juga mempelajari banyak buku bisnis, taktik dalam dunia bisnis, dan sebagainya. Arthur melakukan ini juga supaya langkahnya tidak mudah dijegal oleh musuh.
Arthur juga terus mengawasi orang-orang kepercayaannya yang menunjukkan gelagat mencurigakan. Terutama orang yang paling dekat dan paling Arthur percayai selama ini.
Orang yang Arthur jadikan penasihat sekaligus pemegang kekuasaan terbesar dari 6 orang kepercayaan Arthur.
Melihat hal berbahaya ini, Arthur semakin giat berlatih guna mempercepat pemulihan kekuatannya.
...----------------...
Genap 1,5 tahun pasa kecelakaan, akhirnya Arthur kembali ke masa prima. Masa dengan kekuatan di atas rata-rata, insting predator, kemampuan Hipotesis Prediksi yang berasal dari pengalaman Arthur selama menjadi pembunuh bayaran berdarah dingin, hingga kecepatan bak sebuah bayangan.
Arthur kembali dengan versi brutal dan minim belas kasihan pada orang-orang yang berani menentang kerajaan yang telah dibangunnya.
Wajah dingin, tatapan tajam, aura mendominasi, dan sikap minim bicara, membuat Zack, Diana, dan Simon segan.
"Fiuhhh....aku akan kembali bersama kebrutalan ku." gumam Arthur yang saat itu baru selesai bersemedi.
Arthur beranjak dari duduk silanya, lalu pergi kembali ke kamar untuk bersih-bersih. Selesai mandi, Arthur turun ke dapur untuk mengisi perutnya yang kosong.
Sambil makan, Arthur memikirkan kemana hilangnya suara misterius yang dia berikan nama Jarvis itu. Suara misterius yang telah membantunya membangun kerajaan bisnis dengan ide ide mind blowing.
Saat sedang berpikir itulah, Arthur dikagetkan dengan suara Rendi yang tiba tiba muncul di sebelahnya.
"Maaf, bos, dari tadi saya sudah panggil, tapi anda tidak merespon." ucap Rendi membungkuk meminta maaf.
"Ada apa?" tanya Arthur sambil menyendok nasi ke mulutnya.
"Jika malam ini anda free, Draco dan Kenny mengundang anda ke Club Elite Elixirs. Draco memberi pesan kalau ada seorang pengusaha yang ingin menjadikan anaknya sebagai jaminan pinjaman 300 miliar." jawab Rendi.
"Ya, nanti malam aku free." ucap Arthur singkat.
"Baik, bos, saya akan kabari Draco. Nanti, pukul 9, saya akan jemput." ucap Rendi.
"Hmm.." Arthur hanya berdehem tanpa menengok.
"Permisi, bos, saya pergi dulu." ucap Rendi berpamitan, lalu pergi.
Selesai makan, Arthur memutuskan untuk bersantai di ruang TV. Menonton Masha And The Bear, dilanjut Upin Ipin, My Little Pony, dan diakhiri SpongeBob.
"Tontonan pria." ucap Arthur dengan wajah garang.
Arthur menikmati waktu bersantainya sampai tidak sadar tertidur pulas. Arthur terbangun karena Diana, ibunya yang baru pulang dari kantornya.
"Pindah ke kamar sana, sakit semua nanti badan kamu." ucap Diana dengan lembut.
"Hmphhh....hoammmm...." Arthur menguap, mengucek mata, mematikan TV, lalu pergi menuju kamarnya di lantai dua.
Sesampainya dikamar, Arthur melanjutkan tidur nyenyak nya. Arthur tidur pulas sampai jam menunjukkan pukul 20.33. Bangun-bangun, Arthur merasa kalau tubuhnya lebih bertenaga dan terasa lebih kuat dari sebelumnya.
Setelah mengumpulkan nyawa, Arthur pun pergi mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Tepat setelah Arthur selesai berpakaian, pintu kamarnya di ketuk.
"Saya kira anda lupa, bos." ucap Rendi tersenyum konyol.
"Ayo." ucap Arthur jalan mendahului Rendi.
Di bawah, Arthur pamit pada Diana yang kala itu sedang asik menonton sinetron di ruang TV bersama Simon.
"Pulang jam berapa?" tanya Diana.
"Gak tau, paling besok atau lusa." jawab Arthur mencium tangan Diana dan Simon.
"Jangan banyak minum! kamu baru pulih!" ucap Simon tegas.
"Iya, pah." jawab Arthur nurut.
"Suruh adikmu cepat pulang! 3 hari gak pulang! kaya gak punya rumah aja!" ucap Diana ketus.
"Iya, nanti aku telpon." jawab Arthur.
"Ya, dah sana." ucap Diana dengan mimik wajah kesal.
"Permisi, nyonya, tuan." ucap Rendi membungkuk, lalu pergi menyusul Arthur yang jalan duluan.
Arthur masuk ke dalam mobil Rendi, lalu berangkat menuju Club yang telah Rendi janjikan siang tadi.
Sesampainya di lokasi, keduanya langsung masuk ke dalam Club mewah dan dari luar terlihat banyak kupu-kupu malam cantik yang berdiri mengobral di parkiran maupun lobby Club.
Saat memasuki ruangan utama Club Elite Elixirs, Arthur langsung disambut oleh Draco dan Kenny yang wajahnya menunjukkan kegembiraan.
"Aku mau menikmati suasana, jangan ganggu dengan masalahmu!" ucap Arthur ketus.
"Hehehe...bos tau saja! mari, adikmu juga datang!" ucap Draco tersenyum konyol.
Draco memimpin jalan, dia menuju ruangan VVIP yang berada di lantai dua.
"Bos mau pesan apa?" tanya Draco.
Arthur menunjuk beberapa makanan dan minuman beralkohol di dalam menu tanpa berbicara. Draco mencatat semuanya, lalu pergi memberikan catatannya pada pelayan yang siaga di luar.
Sambil menunggu, Arthur membicarakan soal bisnis dengan Rendi, Draco, Zack, serta Kenny di sana. Tidak berselang lama, makanan dan minuman pesanan Arthur datang dengan tampilan menggugah selera.
"Bos, bolehkan?" tanya Draco cengengesan.
"Akhh! botak mesum!" ucap Arthur kesal.
"Hehehehe....sepi bos! minum minum tanpa kehadiran bidadari itu sangat sangat tidak berwarna!" ucap Draco.
"Pergilah!" ucap Arthur kesal.
"Hehehe! tunggu sebentar, bos!" ucap Draco, lalu pergi untuk memanggil beberapa wanita cantik dan sexy yang sudah dia seleksi untuk disuguhkan pada Zack, Kenny, Rendi, dan bosnya.
"Bagaimana perusahaan mu?" tanya Arthur pada Zack.
"Masih berjalan dengan stabil." jawab Zack.
"Kau sudah menyelidiki orang-orang yang menyerang kita?" tanya Arthur.
"Dari penelusuran Tio, asistenku, mereka bagian dari The Fanaticus. Tapi aku kurang yakin dengan informasi ini." jawab Zack.
"The Fanaticus? kau tidak percaya?" tanya Kenny kaget.
"Maksudmu? apa selama ini mereka berbuat aneh?" tanya Zack heran.
"Ayolah! sejak kau melakukan dominasi pada musuh, mereka sudah menunjukkan gelagat tidak suka! belakangan ini mereka juga sering membuat masalah dengan kita! jangan tutup matamu!" ucap Kenny kesal.
"Wah! aku tidak mendengar kabar itu!" ucap Zack kaget.
"Hey hey hey! kalian bahas apa?! kenapa aku tidak di ajak?!" seru Draco yang masuk bersama 7 wanita cantik dan sexy.
"Hanya masalah bisnis." ucap Arthur.
"Ayolah bos! anda baru pulih! jangan memikirkan hal hal seperti itu! itu terlalu membebani pikiranmu! sebaiknya kita bersenang senang malam ini!" ucap Draco.
"Selamat malam, tuan..." ucap seorang wanita cantik yang duduk di paha Arthur dan bersandar dipundak Arthur sambil mengelus elus dada Arthur dengan lembut.
"Tolong, jangan lancang." ucap Arthur memperingati wanita itu.
"Tuan jangan kaku begitu, saya paham anda pelanggan baru." ucap wanita itu dengan centil.
"Dia pemilik club ini bodoh!" ucap Rendi sambil menarik wanita itu menjauh dari Arthur.
"Aku hanya ingin menikmati suasana segar ini, aku tidak berniat untuk check-in." ucap Arthur lalu menyulut rokoknya.
"Kalau begitu! kenapa anda tidak bilang! saya punya wine premium yang di impor langsung dari Perancis dan Italia!" ucap Draco penuh semangat.
"Ambil bodoh! kenapa kau malah menyediakan wanita! brengsek!" ucap Kenny kesal.
"Tunggu sebentar ya, bosku yang paling tamfan!" ucap Draco yang langsung pergi untuk mengambil wine koleksinya.
"Oh ya, apa anda sudah tau masalah hutang 300 miliar?" tanya Kenny.
"Ya, aku mau lihat seperti apa jaminannya. Kalau cocok, aku akan berikan dengan bunga rendah. Jika tidak, aku akan membunuhnya." jawab Arthur santai.
"Hahahaha....anda tidak pernah berubah, bos." ucap Kenny tertawa keras di samping para wanita yang seketika merinding ketika mendengar ucapan Arthur barusan.
"Oh ya, berita tahun lalu, soal Blood Wings, kau tau?" tanya Zack.
"Aku di lokasi, kenapa?" tanya Arthur balik.
"Berapa nominalnya?" tanya Zack penasaran.
"286 Triliun, potong pajak 4 triliun untuk pihak terkait." jawab Arthur santai.
"Bajingan! kalau sampai pihak Dominus tau bagaimana?! kau akan di buru!" ucap Zack marah.
"Aku yang akan memburu mereka. Aku sudah muak di perintah." ucap Arthur.
"Kau memang nekat!" ucap Zack kesal.
Tidak berselang lama, Draco datang membawa troli berisi botol-botol wine, camilan tambahan, dan rokok cerutu impor.
"Ayo dinikmati, bos! kita harus bersenang-senang malam ini!" ucap Draco penuh semangat.
Mereka ngobrol santai sembari minum wine premium koleksi Draco.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
ada wine wahh.. /Hunger//Hunger//Hunger//Hunger/
2025-01-24
0