Esok harinya, polisi mengeluarkan berita menggemparkan atas kematian beberapa bos perusahaan sekaligus Ketua Mafia yang menguasai sebagian wilayah underworld Negara Mexico.
Berita besar ini langsung meledak dan membuat heboh seluruh dunia. Bukan tanpa alasan, ini karena Carlos adalah orang yang ternyata mendalangi berbagai perang saudara di Negara-negara tertentu.
Spekulasi ini bukan tanpa bukti, beberapa foto di dalam markas besar Carlos lah yang menjadi bukti kuat atas dugaan dalang dari perang saudara yang sedang banyak terjadi.
Foto papan yang berisi rencana rencana Carlos kedepannya, bukti foto kontainer berisi kokain yang akan di ekspor ke luar negeri, foto-foto mayat dari Yakuza, Mafia Russia, Gengster Mafia Blood Wings, pengedar n*rk*ba, sampai foto-foto mayat yang teridentifikasi sebagi polisi, militer, hingga agen yang bekerja dengan Carlos.
Semakin kuatlah dugaan bahwa Carlos adalah sumber dari berbagai kekacauan yang sedang terjadi di dunia. Semakin heboh soal dugaan dugaan yang merujuk pada Carlos, semakin minimlah penyelidikan atas pembantaian gembong kejahatan itu.
Arthur yang sedang beristirahat di motel pun tersenyum puas karena pembunuhannya tidak terendus oleh para polisi.
"Halo, kumpulkan semuanya, aku akan berangkat sore ini. Jangan lupa, jemput aku di bandara." ucap Arthur yang sedang menghubungi Zack via telepon.
"Ya, suruh mereka untuk menunggu di markas." ucap Arthur menimpali sahutan dari teleponnya.
"Yoo.." ucap Arthur menutup telepon.
Setelah itu, Arthur membeli tiket pesawat menuju Indonesia melalui aplikasi. Mendapatkan jam terbang pukul 16.30, Arthur memutuskan untuk segera beres-beres dan mandi.
Sorenya, Arthur terbang menuju Indonesia, meninggalkan Negara Mexico yang sedang dilanda kehebohan.
Sesampainya di bandara, Arthur langsung dijemput Zack yang sudah menunggunya sedari tadi. Mereka pun pulang ke rumah dengan posisi ayah dan ibu mereka yang sudah menunggu.
[Loh! bos! bukannya anda kemarin berangkat membawa mobil?!]
"Akhh! sial! aku lupa! kemarin aku bawa mobil sendiri! brengsek!" ucap Arthur menepuk dahinya.
"Besok aku suruh anak buahku untuk ambil mobilmu." ucap Zack santai.
"Sial! aku kecapean! sampai lupa segalanya!" gumam Arthur mengusap wajahnya.
"Kita mau langsung ke markas atau bagaimana?" tanya Zack.
"Markas, besok aku mau puas istirahat." jawab Arthur.
"Baiklah.." ucap Zack.
Zack mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan musik.
Dor..
Dor..
Dor..
Dor..
Baru juga setengah perjalanan, tiba tiba mobil yang dikendarai oleh Zack dan Arthur di berondong peluru hingga hilang kendali dan menabrak pohon.
Tidak berhenti di sana, komplotan bersenjata yang tadi menyerang, kembali menyiram mobil Zack menggunakan peluru.
Dor..
Dor..
Dor..
Dor..
Dor..
Setelah di rasa penumpang mobil tersebut telah tewas, komplotan bersenjata itu langsung kabur sambil tertawa keras dan menyoraki sebuah nama yang sangat sangat dekat dengan dua target komplotan itu.
Dari dini hari, sampai pagi hari, Arthur dan Zack masih tergeletak tidak sadarkan diri di dalam mobil. Sampai akhirnya, siang harinya, kebetulan ada yang melewati jalan sepi yang mengarah ke sebuah wilayah khusus.
Orang yang lewat dan melihat ada kecelakaan langsung berhenti untuk mengecek apakah ada korban di dalamnya.
"Panggil ambulans!!! bos jadi korbannya!!!!" teriak pria yang mengecek isi mobil ringsek itu.
Dalam beberapa menit saja, dua ambulans dan beberapa polisi datang untuk melakukan olah TKP. Arthur dan Zack yang kondisinya kritis dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Kedua orang tua Arthur yang mendengar kabar buruk ini, segera pergi ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi terkini kedua anak mereka.
"Maaf tuan dan nyonya, kondisi saudara Arthur dan saudara Zack saat ini benar-benar dalam keadaan kritis. Kami membutuhkan donor darah O dan AB untuk melakukan operasi pengangkatan peluru di dalam tubuh keduanya." ucap Dokter.
"Segera siapkan ruangan operasi! kami akan bantu cari pendonornya!" ucap Diana, ibu angkat Arthur.
"Benar, dok! kami akan bantu carikan pendonor! masalah biaya dan sebagainya, tidak usah dipikirkan! kami akan bayar berapapun asal Arthur dan Zack selamat!" ucap Simon, ayah angkat Arthur.
"Baiklah, kami akan siapkan ruangan operasi, kami juga akan berusaha mencarikan pendonor untuk saudara Arthur dan saudara Zack. Tuan dan Nyonya, mohon doanya untuk kelancaran semuanya." ucap Dokter.
"Baik, dok! kami menyerahkan segalanya pada anda." ucap Simon.
"Kalau begitu, saya permisi, kami harus lebih cepat bergerak untuk menyelamatkan nyawa kedua putra anda." ucap Dokter, lalu pergi.
"Cepat hubungi Draco dan Kenny! minta bantuan mereka untuk cari pendonor!" ucap Diana pada Simon.
"Ini aku sedang menghubungi mereka! tenangkan dirimu! jangan panik!" ucap Simon.
Draco dan Kenny, tangan kanan dan tangan kiri Arthur dalam mengoperasikan seluruh cabang, dari pusat Kejahatan yang Arthur bangun. Pusat Kejahatan yang telah berhasil menembus dan berkembang di hampir seluruh Negara maju di Dunia.
Pusat Kejahatan ini Arthur beri nama, Rex Criminis, atau dalam bahasa Indonesia berarti Rajanya Kejahatan. Bukan hanya sebesar gangster, organisasi yang Arthur dirikan dari usia 13 tahun ini sudah lebih besar dari ukuran Mafia.
Kenapa? karena Rex Criminis inilah yang menjadi otak dari gangster, Mafia, tentara bayaran, hingga jasa pembunuh bayaran tingkat profesional.
Sebagai ketua dari semua kepala yang memimpin setiap visi, Arthur menjadi buruan para polisi, komandan militer, ketua Mafia, gembong narkotik, sampai 7 pemimpin Scelus Dominus.
Semua oknum yang ingin memusnahkan Arthur ini bertujuan untuk mengambil alih kursi kebesaran yang masih Arthur duduki hingga kini.
Malam harinya, setelah Simon mendapatkan pendonor untuk kedua putra angkatnya dan darah sudah di ambil oleh pihak rumah sakit, operasi pada Arthur dan Zack pun dilakukan.
Diana, Simon, dan beberapa anak buah Arthur juga menunggu di ruang tunggu dengan wajah khawatir sekaligus marah pada orang yang dengan beraninya melakukan ini semua.
Syukurnya, setelah operasi selama 5 jam, nyawa Arthur dan Zack berhasil di selamatkan. Peluru yang total jumlahnya mencapai 12 peluru berhasil di angkat dari tubuh Arthur dan Zack.
Kini, tubuh keduanya di pindahkan ke ruang pemulihan dengan berbagai alat bantu kesehatan menempel di tubuh keduanya. Di dalam maupun di luar ruangan juga di jaga oleh anak buah Arthur yang menyembunyikan senjata api di balik jaket atau jas mereka.
24 jam mereka berjaga, mengamankan ruang rawat seorang pria yang telah mengubah hidup mereka, dari yang dulunya miskin serta sering ditindas, hingga kini yang memiliki harta melimpah dan wilayah bisnis yang Arthur berikan untuk dikelola dan dibagi dua dengan organisasi.
Setelah 6 hari, Zack pun tersadar dari komanya. Dia mengeluhkan rasa sakit di bagian pundak, dada, dan lengannya.
"Iya, iya, tenang sayang. Tunggu dokter, yaa..." ucap Diana menenangkan Zack yang terus merintih kesakitan.
Tidak lama kemudian, Dokter masuk kedalam ruangan bersama suster yang mendorong troli kesehatan. Dokter menyuntikkan obat pereda rasa sakit pada infus Zack, setelah itu Dokter lanjut mengecek kondisi luka kecelakaan dan luka tembak pada tubuh Zack.
"Tinggal pemulihan saja, nanti suster akan datang membawakan makan siang dan obat untuk saudara." ucap Dokter.
"Terimakasih dok." ucap Diana merasa lega.
"Kita tinggal menunggu saudara Arthur untuk sadar. Jika malam ini, saudara bangun, tolong segera pencet tombol pemanggilan. Luka pada kepalanya cukup serius, saya khawatir akan ingatan saudara Arthur. Belum lagi luka pada tulang belakang akibat benturan keras. Patah tulang pada kaki kanan dan lengan kirinya juga menjadi perhatian khusus kami selaku tenaga medis." ucap Dokter.
"Baik, dok, kami akan segera memencet tombol, jika Arthur sadar." ucap Diana.
"Kalau begitu, kami permisi dulu, selamat beristirahat, cepat sembuh yaa.." ucap Dokter, lalu pergi bersama suster.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
S H 10
Sadisss Gilaa.. Harap Arthur cepat sedar yaa..
2025-01-24
0