Episode 19

"Ini kan, yang tadi beli emas di toko kita. Iya, Papa masih ingat dengan jelas orangnya, karena dia membeli dengan jumlah lumayan banyak." ungkap Alan.

"Iya, sebelumnya dia juga pernah ke toko untuk membeli emas. Dan dia juga bekerja di perusahaan Om Darwis." ungkap Farhan.

Om Darwis merupakan adik kandung dari Miranti.

"Dan menurut hasil yang didapatkan oleh orang suruhan ku. Pak Hendra ini merupakan orang kepercayaan Om Darwis." lanjut Farhan.

"Wah benarkah? Tapi kok Mama gak kenal ya? Lagian bukannya orang kepercayaan Darwis itu, supirnya ya?" tanya Miranti.

"Beda sayang, mungkin Hendra ini orang kepercayaan di perusahaan. Sedangkan sopir sudah menjadi seperti keluarganya sendiri." ralat Alan, langsung membuat Miranti memanyunkan bibirnya.

"Kamar yuk!" ajak Alan, dilempari bantal oleh Farhan.

"Papa, aku serius. Gara-gara anak Pak Hendra ini lah, Fira trauma." ungkap Farhan.

Kemudian menceritakan semuanya, termasuk kejadian kemarin. Dimana Alvin yang memeluk Fira di kedai.

"Kurang ajar sekali dia, seharusnya dia tidak menganggu menantuku. Apalagi, gara-gara dia kalian harus menikah." umpat Miranti.

"Apa yang bisa Papa lakukan untuknya Ma?" tanya Alan.

"Aku hanya penasaran, berapa gaji Pak Hendra, sehingga dalam sebulan saja bisa membeli dua kali emas. Dan itu, jumlahnya tidak sedikit." jelas Farhan.

"Tergantung pangkatnya. Mungkin karena dia orang kepercayaan Darwis, pangkatnya juga tinggi di perusahaan." ungkap Alan.

"Iya, dan yang aku tahu, Pak Hendra menjabat sebagai wakil direktur." ujar Farhan, membuat Alan dan Miranti menggeleng tak percaya.

"Tapi, Papa rasa ada yang tidak beres. Pasalnya, dia bisa membeli jumlah emas dengan banyak. Kita katakan lah, mungkin gaji Pak Hendra tersebut, sekitaran empat puluh juta. Ataupun, lima puluh juta beserta bonusnya. Dan kamu tahu? Dia kemarin membeli emas dengan harga empat puluh juta. Dan sekarang juga sudah hampir akhir bulan." papar Alan.

"Atau mungkin saja, dia ada usaha lainnya." ucap Alan.

"Tidak Papa, dia hanya bekerja di perusahaan Om Darwis, tidak ada usaha lainnya, ataupun pekerjaan lainnya." bantah Farhan.

"Jika begitu, nanti malam kami akan menyuruh Darwis kesini." ucap Miranti.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Alvin sedang bekerja seperti biasa, karena rindu. Dia kembali membuka galeri foto yang berisi fotonya bersama dengan Fira.

Saat melihat foto Fira, rasa tidak rela selalu saja muncul. Namun, untuk merebutnya kembali pun, serasa tidak mungkin. Maka, Alvin bertekad akan membuat Fira lah, yang kembali mengejarnya. Dia akan memanjakan Raya dengan harta agar Fira merasa menyesal, sebab tidak mau kembali kepadanya.

Apalagi, setahu Alvin, Farhan hanya seorang penjual buah dan dia seorang lelaki miskin yang harus bekerja di dua tempat untuk melanjutkan hidup.

Alvin pulang kerja dengan membawa sebuah dress untuk Raya. Itupun, sebagai hadiah agar Raya merasa dicintai.

Benar saja, Raya begitu bahagia kala mendapatkan dress dari Alvin. Dia bahkan memamerkan pada Ibu dan Ayahnya.

Marni langsung tersenyum, kala melihat Raya begitu antusias, sedangkan Danu hanya melihat tanpa ekspresi pada Alvin yang duduk di depannya. Sampai-sampai membuat Alvin salah tingkah.

Di tempat lain, Farhan sengaja pulang tanpa membawa uang sepersen pun. Dia kembali ingin menguji Fira dan juga Asma. Karena kata Miranti, Mamanya perlakuan seorang mertua juga bisa mempengaruhi sebuah ikatan dalam rumah tangga.

"Maafkan aku Dik, hari ini aku gak bisa membawa apapun." ujar Farhan pada Fira, yang memberikannya segelas air putih.

"Tidak apa Bang, setidaknya Abang sudah berusaha dengan keluar untuk mencari rezeki." ungkap Fira memilih duduk di dekat Farhan.

Asma yang mendengar pembicaraan anak mantunya hanya bisa tersenyum. Kebetulan, Farhan pulang sudah agak larut, jadi mereka sudah menutup kedainya.

"Benar nak, kamu sudah berusaha, dan rezeki sudah ada yang atur." ujar Asma yang sedang melipat pakaian.

Farhan semakin yakin mempertahan Fira. Dia akan berusaha agar Fira bisa cepat hamil. Karena dengan begitu mereka sudah memiliki sebuah ikatan darah yang akan sulit untuk dipisahkan.

Sebenarnya baik Fira ataupun Farhan memang belum lah, saling mencintai. Namun, mereka berdua sama-sama menumbuhkan rasa cinta tersebut. Bahkan Farhan hampir setiap saat mengatakan cintanya untuk Fira, itu semua dilakukan agar menyakinkan diri sendiri pada jodoh yang sudah ditakdirkan oleh Yang Kuasa.

Farhan memang tahu, jika Fira belum mencintainya. Namun, Farhan juga bisa melihat jika Fira membenci Alvin, itu terbukti dengan rasa trauma yang terjadi pada istrinya itu.

"Setidaknya tidak ada lelaki lain di hati Fira." itulah yang Farhan pikirkan kala melihat tidak ada cinta untuknya pada Fira.

Dan Fira hanya bisa bersyukur, karena Farhan selalu berusaha memenuhi kebutuhannya, apalagi, Farhan adalah seorang lelaki yang tidak pernah memaksa kehendak. Bahkan Farhan juga tidak pernah memaksa dirinya untuk melayaninya setiap saat.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Hari ini, Raya mendatangi kedai Fira. Dia sengaja kesana hanya untuk membeli ikan dan juga beberapa kebutuhan lainnya.

Dan kebetulan sekali, disana hanya ada Fira dan juga beberapa Ibu-ibu lainnya. Tidak terlihat Asma dimanapun.

"Bibi mana? Kok gak kelihatan?" tanya Raya basa-basi.

"Lagi mengantar ikan Bu Yani," sahut Fira.

"Ooo, aku mau ikan ini satu kilo. Ini satu kilo, dan ini satu kilo." tunjuk Raya seraya memamerkan cincin dan juga gelang emas yang dipakainya.

"Kenapa? Kalian mau?" cetus Raya pada Ibu-ibu yang menatap kagum pada emas yang berada di tangan Raya.

"Emang ini asli?" sahut salah satu Ibu-ibu.

"Ya asli lah, Bu. Oya, kalian mana tahu, mana yang asli dan mana yang palsu. Karena apa? Karena kalian tidak pernah membelinya." kekeh Raya merendahkan Ibu-ibu disana.

"Oya, asal Ibu-ibu semua tahu ya, ini semua Bang Alvin yang membelinya. Dia memang hobby sekali membahagiakan aku istrinya." ucap Raya melirik Fira yang memilihkan ikan segar pesanannya.

"Kamu gak apa-apa kan Fira? Karena Bang Alvin membelikan aku emas." sindir Raya.

"Ya gak apa-apa lah Raya, kamu tuh yang harus menjaga agar suamimu tidak digoda untuk membeli emas pada wanita lain." sahut Sumini yang kebetulan mendengarkan ucapan Raya.

"Wah, Bibi Sumini benar. Aku harus ekstra jaga-jaga, agar Bang Alvin tidak mudah tergoda pada pesona mantannya." kekeh Raya.

Tetapi sama, Fira tidak memberikan respon apapun.

"Ada yang lain?" tanya Fira, seolah-olah Raya tidak menyindirnya.

"Ini aja, aku pulang dulu." pamit Raya setelah membayar pesanannya. Dan langsung diikuti oleh Sumini, sahabat Marni.

Ibu-ibu yang berada disana langsung gemas, kala melihat Fira diam saja. Padahal, mulut mereka sudah gatal sejak Raya menghina mereka tentang masalah emas. Namun, mereka masih berharap jika Fira menjawab mulut lemes dari Raya.

"Kenapa kamu diam saja, saat dia menghina mu?" tanya tetangga Fira.

"Karena aku tidak merasa jika Raya ngomong tentang ku." jawab Fira membuat Ibu-ibu disana melongo tidak percaya.

Terpopuler

Comments

Sintia Dewi

Sintia Dewi

wah..si si raya maunya pamer malah kena ulti sm ibu2🤣"emang ini asli" wkwkwkw

2025-02-11

0

Kamiem sag

Kamiem sag

bener juga sikap Fira "diam lebih baik anggap Raya bicara sama demit😃"

2025-01-30

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

fira keerrreeennn

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!