Membeli rumah

Raya pulang dengan suasana hati tidak karuan. Tiba-tiba moodnya berubah karena Fira tidak memperdulikannya. Bahkan Fira tidak menunjukkan rasa iri terhadap emas yang dipakainya itu.

"Aku harus bisa membuat Fira cemburu. Ya, harus bisa." gumam Raya.

"Raya, kamu beli ikan dimana?" sentak Marni muncul dari arah dapur.

"Di tempat Fira Bu, tolong Ibu masakan gulai ya." perintah Raya.

"Kenapa kamu beli di sana? Sudah berapa kali Ibu bilang, jangan belanja di kedai Fira. Nanti dia mendapatkan keuntungan. Kamu mau, kalau nantinya dia lebih kaya dari kita?" papar Marni.

"Tenang Bu, aku ke sana sekalian mau pamer ini." Raya menunjukan emas yang dipakainya. "Lagipula, aku pengen makan ikan Bu." rengek Raya.

"Nanti Ibu belikan ikan tempat lain, yang itu kamu buang aja. Bila perlu, kamu buang di halaman depan. Biar semua orang lihat, kita gak level makan ikan dari kedai Fira."

"Tapi Bu, aku mau ikan itu, boleh ya?" Raya masih saj merengek, sampai akhirnya Marni menyerah berdebat dengan Raya.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Darwis yang dihubungi oleh Miranti, langsung datang ke rumah Kakaknya itu. Dia selalu berusaha untuk menyempatkan datang, kala Miranti yang menyuruhnya. Berbeda saat acara resepsi nikahan Farhan, dia tidak datang karena kebetulan lagi berada si luar kota.

"Aku sudah datang Mbak, tapi ku mohon, jangan paksa aku untuk menikah." keluh Darwis saat melihat Miranti turun dari lantai atas.

"Kamu memang seharusnya sudah menikah lagi Darwis, ini udah lima belas tahun. Sudah seharusnya kamu mencari penggantinya." sahut Miranti.

"Aku gak bisa Mbak, aku masih mencintai dia." ungkap Darwis.

Dia yang dimaksud adalah almarhum istrinya yang telah tiada. Dulu, istrinya meninggal akibat penyakit ginjal yang dideritanya.

"Aku juga gak mau menyakiti wanita lain, karena di hatiku, masih menyimpan namanya." jelas Darwis.

"Mbak hanya kasihan padamu Darwis, Mbak hanya ingin ada orang yang menemanimu, dan juga menjaga serta merawat mu." papar Miranti mengeluarkan keluh kesahnya.

"Mbak, aku punya uang. Aku punya kuasa. Jadi, aku bisa membayar siapapun untuk merawat ku." sahut Darwis mulai muak dengan pembahasan.

"Tapi, kebutuhan lelakimu?" Miranti tidak gencar memancing Darwis.

"Aku akan menunduk pandangan ku Mbak, sehingga aku tidak melihat wanita yang membangkitkan syahwatku." jawab Darwis.

Miranti hanya bisa bungkam, kala mendengar jawaban dari adik semata wayangnya itu.

"Kamu kenal lelaki ini?" Miranti menyerahkan foto Hendra, yang kemarin di tinggalkan oleh Farhan.

"Pak Hendra, dia salah satu orang kepercayaan ku." sahut Darwis, saat melihat foto yang di sodorkan oleh Miranti. "Kenapa?" lanjutnya karena tidak biasanya sang Kakak menyerahkan foto seorang lelaki padanya.

"Coba kamu cari tahu tentangnya di perusahaan, selidiki lah, tentang pekerjaannya." perintah Miranti.

"Kenapa Mbak? Jangan bertele-tele." ujar Darwis.

Miranti pun menjelaskan dari mana dia mengetahui tentang Hendra, dan juga tentang dimana Hendra membeli emas dengan jumlah yang sangat banyak.

"Tapi, dia orang kepercayaan ku Mbak." ungkap Darwis kala Miranti menjelaskan kecurigaan, jika Darwis melakukan tindakan korupsi. "Jadi, gak mungkin dia berani melakukan itu. Karena dia tahu betul, apa konsekuensinya." seru Darwis.

"Makanya Mbak menyuruhmu menyelidikinya Darwis, bukan langsung menuduhnya." ucap Miranti.

"Baiklah, terimakasih infonya. Dan sampaikan pada Farhan, jika benar Pak Hendra korupsi, anaknya pun, akan menanggung konsekuensinya." seru Darwis.

Kemudian, Darwis di ajak Miranti untuk menikmati hidangan makan siang yang telah di siapkannya sejak tadi. Karena, Darwis sangat menyukai masakannya.

Ditempat lain, Marni mendapatkan kabar dari Sumini sahabatnya. Jika tetangga depan rumah Fira berniat menjual rumahnya. Di karenakan suami dari pemilik rumah tersebut terjerat hutang pinjol, karena kecanduan bermain game judi online.

Raya yang kebetulan mengetahui tentang hal itu langsung tersenyum senang, kala mendapatkan sebuah ide, agar Fira merasa iri padanya. Ya, Raya tidak sengaja menguping pembicaraan Sumini dan Ibunya.

Raya berencana membeli rumah tersebut dan memamerkannya pada Fira.

"Kamu beli aja rumah itu Marni, secara kan, kamu termasuk salah satu orang terkaya di kampung kita ini." rayu Sumini.

"Gak ah, karena aku udah ada rumah ini." sahut Marni. "Lagian rumah itu berhadapan sama rumah Asma, otomatis aku harus melihat wajahnya setiap hari." ujar Marni.

"Iya juga ya." sahut Sumini.

"Bi, emang di jual berapa?" tanya Raya tiba-tiba.

"Kamu nguping?" ujar Marni kala Raya tiba-tiba muncul.

"Maaf Bu, gak sengaja." kata Raya.

"Murah kok." sahut Sumini.

Benar saja, Raya langsung memberitahu Alvin tentang rumah tersebut, kala Alvin pulang dari kerja. Dia memaksa Alvin untuk membelinya. Dan berdalih, ingin merasakan hidup berdua dengan Alvin, tanpa campur tangan orang tuanya.

Alvin langsung setuju, apalagi saat mendengar jika rumah tersebut berhadapan dengan rumah Fira. Otomatis dia bisa melihat Fira setiap waktu, untuk mengobati rasa rindunya.

Besoknya, dengan ditemani Ayah dan Ibunya. Raya datang ke rumah tersebut, dan mengatakan kalau dia berminat untuk membeli rumah itu, dengan harga yang di tawarkan , tanpa meminta kurang sedikit pun.

"Jadi, kapan kalian mengosongkan rumah ini?" tanya Raya angkuh.

"Berikan kami waktu satu minggu, karena banyak barang yang harus kami angkut." jawab pemilik rumah.

"Baiklah, dan untuk surat-suratnya biar kami yang urus." ucap Danu.

Kemudian mereka bertiga mohon pamit. Sebelumnya, tentu saja Raya telah meninggalkan uang sebagai uang muka, ataupun tanda jadi.

"Ayah dan Ibu, pulang lah, terlebih dahulu. Aku ada perlu." ujar Raya.

Marni yang hendak protes langsung diam, kala tangannya di tarik oleh Danu.

"Bi, Fira nya mana?" tanya Raya.

"Eh Raya, mau belanja apa nak? Fira nya masih di dalam, karena nak Farhan lagi kurang sehat." ucap Asma dengan lembut.

"Sakit apa?" tanya Raya basa-basi, sedangkan tangannya sibuk memilah sayur yang hendak dipilihnya.

"Cuma demam biasa." sahut Asma.

Kebetulan, hanya ada Raya di kedai tersebut.

"Cuma demam? Tapi gak masuk kerja? Emangnya Farhan bisa dikatakan pemalas ya Bi, masak gara-gara demam gak masuk kerja." sinis Raya.

"Namanya juga sakit, lebih baik ya istirahat. Jangan dipaksakan untuk kerja, karena tubuh juga harus di istirahatkan." bela Asma.

"Bukan gitu Bi, aku hanya kasihan pada Fira. Masak setelah nikah dia juga harus bantu menaiki ekonomi keluarga. Coba Bibi lihat aku, aku gak kerja, tapi emas ada di seluruh tubuhku. Dan asal Bibi tahu, aku sudah membeli rumah itu." tunjuk Raya.

"Alhamdulilah, berati rezeki mu lancar, dan Bibi harap semoga ada keberkahan disana." ucap Asma.

"Makanya, Bibi harus paksa menantu Bibi untuk lebih giat lagi dalam bekerja. Jangan hanya jual buah dan kerja di pom bensin, bila perlu ngojek sampai malam. Siapa tahu, dalam setahun dia bisa membeli sedikit emas untuk Fira." kekeh Raya menghina Farhan.

Asma hanya tersenyum kala mendengar hinaan dari keponakan suaminya itu.

Terpopuler

Comments

Elok Pratiwi

Elok Pratiwi

karakter fira nya sangat tidak menarik apalagi ibu nya mudah ditindas dan lemah bikin cerita nya tidak seru tidak ada greget nya .... cerita yg tidak menarik

2025-02-01

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

cih dasar tukang iri...sibuk urus orang lain huh...

2025-02-07

0

Evy

Evy

Bisa saja om nya Farhan jodoh dengan ibunya Fira

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!