Menikah Siri

"Paman ,,, ini gak seperti yang Paman kira." isak Fira.

"Bahkan orang-orang di luaran sana, masih menceritakan bagaimana keadaan kalian saat di temukan oleh mereka. Dan sekarang kamu bilang, tidak seperti yang Paman kira? Hah?" teriak Danu.

"Tapi, dia benar Pak, ini tidak seperti yang mereka tuduhkan." ujar Farhan.

"Kamu diam! Gara-gara kamu Fira jadi seperti ini." bentak Danu pada Farhan.

"Aku sebagai wali dari Fira, menyerahkan Fira pada orang kampung ini. Apapun yang kalian lakukan padanya, saya terima. Lakukan, apapun yang menurut kalian terbaik." jelas Danu menatap pada orang-orang disana.

"Paman ,,," pekik Fira. Tetapi, kembali Danu hendak menamparnya. Tetapi ditahan oleh Farhan.

"Kamu ..." geram Danu.

"Cukup Pak, kenapa tidak mendengarkan dulu, penjelasan dari Fira. Coba tanyakan dulu pada Fira. Siapa lelaki yang membawanya kesini." ujar suami Santi memegangi pundak Danu.

Sebelumnya, Fira memang sudah menceritakan semuanya pada orang-orang kampung disana. Santi dan suaminya terkejut bukan main, saat tahu, Alvin lah, pelakunya.

"Siapa lagi? Kalo bukan lelaki kere ini. Tampang aja ganteng. Ternyata gak ada apa-apa." sinis Danu menatap celana murahan yang dipakai oleh Farhan. Bahkan dia tahu, motor butut di luaran sana adalah milik Farhan. Sebab banyak warga yang masih bisik-bisik hendak membakar motor Farhan.

"Tenang, harap tenang dulu. Begini saja, karena kejadian ini ada di desa kami. Jadi, keputusannya harus mengikuti aturan dari desa kami." kata ketua RT, menghela napas. "Dimana masing-masing dari kalian harus membayar denda untuk kami satu ekor kambing, dan uang satu juta rupiah. Dimana kambing tersebut, akan kami sembelih, dan adakan acara kenduri, untuk membersihkan desa kami ini. Dan kalian berdua, harus menikah terlebih dahulu, baru bisa keluar dari sini." lanjutnya langsung membuat Fira dan Farhan saling menatap.

"Kami keberatan."

"Baiklah, jika itu keputusan kalian." ucap mereka hampir bersamaan.

"Bang ,,," pekik Fira tidak terima.

"Fira, kamu harus menikah malam ini juga. Lagipula, lelaki mana yang mau sama kamu, saat tahu kamu udah seperti ini." jelas Danu.

"Tapi, kami tidak ngapa-ngapain Paman. Dia bahkan tidak menyentuhku, dia yang membantuku, dari perbuatan munafik menantumu." berang Fira.

"Jangan sekali-kali kamu memfitnah nak Alvin Fira. Paman tahu kamu masih mencintainya. Tapi, jangan memfitnahnya. Dia mungkin, lagi keluar kota bersama Ayahnya." ucap Danu tidak terima.

"Cih, percuma aku beritahu Paman, Paman tidak akan percaya." cibir Fira.

Malam ini, dengan atau tanpa persetujuan dari Fira. Mereka dinikahkan, apalagi wali dari Fira setuju. Dan ada saksi dari pihak lelaki. Yaitu suami dari Santi.

Dengan mahar satu juta rupiah, sekarang Fira dan Farhan sah menjadi suami istri. Itupun, mahar diberikan oleh Santi, yang kebetulan, ada uang cash di tasnya.

"Untuk dendanya, berikan nomor rekeningnya. Aku akan mengirimkan uangnya sejumlah harga kambing. Begitupun dengan punyanya." tunjuk Farhan pada Fira.

Fira savitri, istri yang dinikahkan karena kesalahpahaman.

Ditempat lain, Alvin sampai di rumah orang tuanya. Kebetulan Ayahnya yang hobi merokok, masih duduk santai di teras depan.

Melihat kedatangan anaknya, Hendra langsung menghampiri. Padahal, mereka pengantin baru, seharusnya Alvin tidak meninggalkan istrinya seorang diri.

"Ayah, tolong aku." pinta Alvin dengan wajah memelas.

"Ada apa?" tanya Hendra menghembuskan asap rokoknya.

Alvin pun menceritakan semuanya, pada Ayahnya, tanpa ada yang ditutupi sedikitpun.

"Goblok ..." ujar Hendra meninju pipi Alvin.

"Maafkan aku Ayah, sekarang bantulah, aku. Aku mengatakan pada Raya dan Ayah Danu, kalo aku ikut kamu keluar kota." mohon Alvin.

"Menyusahkan, baiklah, sekarang kamu mandi dan bersiap-siap. Kebetulan, besok pun Ayah harus keluar kota. Jadi kita akan pergi sekarang juga." ujar Hendra masuk ke rumahnya. Dan diikuti oleh Alvin.

Hendra pun mengatakan pada Ratih, kalau ada yang menanyakan mereka, bilang saja jika mereka sudah pergi ke luar kota sejak selepas magrib. Dan Ratih pun, mengikuti keinginan suaminya. Dia takut, membantah, dan kembali mendapatkan tamparan berupa hukuman.

Kembali ke tempat, dimana Fira dan Farhan berada. Sekarang, mereka berdua sudah berada di perjalanan pulang. Baik Fira dan Farhan, sama-sama larut dalam pikiran masing-masing.

"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Santi dari bangku depan.

"Ya Kak." sahut Farhan dan Fira bersamaan.

"Kenapa, kamu mau menikahi Fira, jika kamu tidak melakukan apa yang mereka tuduhkan." tanya Santi, membuat Fira juga menatap Farhan, lelaki yang sudah sah menjadi suaminya, walaupun hanya nikah siri.

Sebab, Fira juga penasaran, akan jawaban dari Farhan.

"Karena aku melihat amarah di mata lelaki yang dipanggil Paman oleh Fira. Seperti ada dendam dimatanya." sahut Farhan menyandarkan kepalanya di sandaran mobil.

"Aku takut, jika setelah ini pun, Fira kembali mendapatkan hal-hal yang tidak di inginkannya." lanjut Farhan.

"Gak mungkin, Paman ku gak mungkin begitu." bantah Fira.

"Tapi, kenapa dia gak percaya sama kejujuranmu. Aku yakin, jika ia tahu, kalo kamu gak bohong." tuduh Farhan. Langsung membuat Fira menunduk.

Iya, Danu biasanya akan selalu percaya pada ucapannya. Bahkan Danu, tahu kapan dia berkata bohong. Mungkin, benar jika sekarang Pamannya telah berubah.

Tapi, bukankah bukti sudah menyatakan, dengan menyuruhnya untuk menolak Alvin, dan malah menikahkan, Alvin sama anaknya sendiri. Dan sekarang dengan mudah dia menerima Farhan, padahal baru mengenalinya saat musibah tersebut, terjadi.

Fira hanya bisa menelan ludah pahit, saat mengingat semuanya.

"Jadi sekarang bagaimana? Maksudku, kamu akan pulang ke rumah Fira?" tanya suami Santi.

"Eh jangan ,,," larang Fira spontan. "A-aku belum siap. Biarkan aku jelaskan dulu sama Ibu." lirih Fira menundukkan kepalanya.

"Kita sama-sama akan menjelaskannya ya." ucap Santi menghibur Fira.

Benar saja, walaupun Santi telah menghubungi Asma dan mengatakan jika ia dan Fira menuju ke suatu tempat. Asma tetap saja masih menunggu kepulangan anak gadisnya. Dia tidak bisa tidur, sebelum melihat langsung wujud anaknya. Apalagi, memang sejak tadi hatinya sangat gelisah tidak menentu.

"Ibu ,,," Fira menyalami dan memeluk Ibunya seperti biasa.

"Apa yang terjadi, kenapa pipimu merah, dan sudut bibirmu terluka?" tanya Asma bernada khawatir.

"Ibu, duduk lah dulu. Biar kami jelaskan semuanya." ujar suami Santi.

Akhirnya semuanya yang ada disana, ikut duduk lesehan. Termasuk Farhan. Sedangkan Fira, memilih untuk duduk disamping Ibunya, dan memeluk lengan Ibunya. Karena dengan begitu, bisa sedikit menenangkan hatinya.

Santi dan suaminya pun, menjelaskan apa yang terjadi. Bahkan Farhan sesekali ikut menimpalinya. Asma langsung memeluk erat Fira, saat mengetahui anaknya baru saja mengalami hal tersulit di hidupnya.

"Bagaimana ini nak, jangankan kambing. Uang satu juta pun, kita gak punya." isak Ella.

"Itu sudah menjadi tanggung jawab saya Bu." ujar Farhan hati-hati.

"Kamu telah menolong Fira nak, bagaimana mungkin, kami kembali memberatkan mu." ucap Asma menatap sendu ke arah Farhan.

"Sebenarnya, kami sudah nikah siri Bu." lirih Fira pelan.

Terpopuler

Comments

Akbar Razaq

Akbar Razaq

Hendra si kaya yg sombong.Istrinya saja takut karena mmg kasar dan KDRT.Lalu bagaimana dg Alvin? Bisa di tebak jk Alvin tak lebih baik dr ayahnya.Beruntunglah Fira tak jadi dg Alvin bs bs di jadikan babu oleh Alvin.Mmg ya ketetapan Allah itulah yg terbaik buat hambaNya.

2025-02-04

0

Akbar Razaq

Akbar Razaq

Yang menyekolahkan Danu adalah Ayah dr Fira.Lucu srkarang membantu menyekolahkan Fira sampe SMA saja Danu anak dan istri menuntut balas budi.

2025-02-04

0

Kamiem sag

Kamiem sag

setega itu Danu pd abak abangya yg telah berjuang menyekolahkannya hingga sarjana hanya demi ambisi dan obsesi anaknya siRaya paok itu??

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!