Datang Ke Resepsi

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu oleh Raya tiba. Hari ini adalah hari pernikahannya bersama dengan Alvin.

Raya tampil cantik dengan baju adat yang digunakannya. Sedangkan Alvin juga terlihat menawan dengan setelan yang digunakannya. Mereka terlihat serasi, dan bisa menghipnotis pandangan semua tamu.

Fira memilih tetap di rumah, dia mengurung dirinya sendiri, walau bagaimanapun. Hatinya tetap sakit, jika melihat pasangan yang diagung-agungkan itu bahagia.

Sedangkan Asma, dia tetap memilih membantu di rumah Danu, karena bagaimanapun, Danu sangat berjasa dalam hidupnya dan tentunya juga Fira. Tetapi, dia tetap tidak memaksa Fira untuk menghadiri acara tersebut.

Suara dentingan musik mendukung melancarkan acara tersebut. Tetapi, bagi Fira, bunyi tersebut bagai nyanyian lagu kematian.

"Bangkit Fira, kamu bisa, kamu harus tunjukkan pada mereka kalau kamu bisa." isak Fira menyemangati diri sendiri.

"Ya, aku harus tunjukkan pada mereka, kalo aku bisa melupakan pengkhianatan yang mereka lakukan. Aku harus bisa." ucap Fira menghapus jejak air matanya.

Fira langsung memutuskan untuk mandi dan bersiap menghadiri acara tersebut. Setelah mandi, Fira memilih baju terbaik menurutnya, dan juga memoles natural wajahnya. Setelah dirasa sempurna, Fira langsung berjalan ke arah rumah Raya.

Kedatangan Fira, tentu saja mencuri pandangan semua orang. Terutama, mereka-mereka yang selama ini penasaran akan cerita yang sebenarnya. Karena saat mereka bertanya pada Asma, Asma selalu bungkam. Bahkan tidak segan meninggalkan orang yang bertanya tersebut.

Alvin langsung terpana pada Fira yang memakai gaun berwarna maroon tersebut. Dimatanya, Fira terlihat lebih bersinar dari pada wanita yang berada disampingnya.

Raya yang menyadari tatapan Alvin tertuju pada Fira langsung mengandeng lengan Alvin.

"Aku lah, istrimu Bang Alvin. Bukan Fira." bisik Raya sambil tersenyum pada tamu yang sedang bisik-bisik.

"Selamat ya." ucap Fira menyalami kedua pengantin. Kemudian turun, ikut membantu keberlangsungan acara.

Dan sepanjang acara tersebut, Alvin tetap fokus pada Fira. Dan itu, berhasil membuat amarah Raya semakin memuncak.

"Jangan terus-terusan melihat Fira Bang, orang-orang sedang menertawakan mu." gumam Raya, langsung membuat Alvin mengalihkan pandangannya.

Sedangkan Fira, yang merasa terus-terusan ditatap oleh Alvin, tersenyum puas. Dia sangat bangga pada dirinya sendiri, setidaknya dia bisa membalas sedikit sakit hatinya.

Asma sibuk dibelakang, langsung dicari oleh Marni. Dia malah menyuruh Asma untuk segera membawa pulang Fira. Karena kedatangan Fira, langsung membuat acara menjadi kacau. Sebab sejak kedatangan Fira, Raya langsung cemberut, karena Alvin terus-menerus melihat ke arah Fira.

Asma tentu saja terkejut, mendengar perintah Marni. Apalagi Marni berkata dengan judesnya, padahal di sekeliling mereka ada beberapa tetangga lainnya yang ikut memasak dan mencuci piring.

Marni mengatakan, kalau Fira sengaja datang untuk menggoda Alvin, dan gara-gara kedatangannya membuat Raya sedih.

Asma langsung pergi menghampiri Fira, yang terlihat sedang mengobrol dengan gadis-gadis seusianya. Bahkan, tidak terlihat jika Fira menatap ke arah Alvin. Hanya Alvin, yang terus saja menatap kagum ke arah Fira.

"Fira ,,," panggil Asma lembut, dia menghampiri anaknya. "Kita pulang!" ajak Asma, dan Fira langsung berdiri, tanpa bertanya alasan apa, pada Ibunya.

Sama dengan Fira, Asma pun sedikit merasa puas saat mendapati wajah kesal Raya. Entah kenapa, dia mendukung keputusan anaknya untuk datang ke acara resepsi Raya dan Alvin.

Sampai di rumah, Asma langsung menuju ke dapur. Sedangkan Fira memilih duduk lesehan di ruang tamu. Karena memang, mereka tidak memiliki sofa, ataupun kursi, di ruang tamu.

"Ternyata, aku harus terlihat kuat. Baru bisa membalas Raya." gumam Fira.

"Apa yang kamu lakukan di resepsi Raya, nak?" tanya Asma setelah mengantikan pakaian, karena tadi dia ke dapur untuk mandi. Sebab mereka hanya ada satu kamar mandi, yang berada didekat dapur.

"Hanya ingin membuktikan, kalo aku sudah tidak apa-apa. Aku udah bisa melupakan Bang Alvin," sahut Fira.

"Ibu bangga, jika kamu beneran bisa melupakan Alvin. Sekarang sudah saatnya kamu menata hidupmu kembali. Bangkit lah, buktikan kamu bisa walaupun tanpa Alvin di sisimu." nasihat Asma, mendapatkan anggukan dari Fira.

Malam harinya, di kamar sang pengantin. Raya masih saja mengingat tentang bagaimana pandangan Alvin terhadap Fira.

"Kamu kenapa sih?" tanya Alvin melihat istrinya bermuka masam.

"Aku tuh sebel sama kamu Bang, kenapa tadi kamu menatap Fira, sampai kayak gitu?" tanya Raya.

"Kamu ngomong apa sih?" ucap Alvin pura-pura gak ngerti.

"Jangan pura-pura bodoh Bang, semua tamu sadar, kalo kamu menatap kemanapun Fira pergi. Kamu masih cinta sama dia hah?" pekik Raya tidak terima.

"Jangan di permasalahkan, lebih baik kita nikmati malam pertama kita." rayu Alvin.

"Aku ingin kamu Jujur Bang, kamu masih cinta sama Fira? Jawab!" seru Raya.

"Iya aku masih cinta sama dia, dia mempunyai tempat istimewa di hatiku." sahut Alvin menarik rambut frustasi.

Dan Raya hanya bisa menelan ludah pahit. Nyatanya, menghapus Fira di hati Alvin tidak semudah yang dikiranya.

"Sekarang juga, aku minta sama kamu. Lupakan Fira Bang, lupakan Fira. Aku ini istrimu, aku yang wajib kamu cintai, bukan Fira, gadis miskin tidak tahu diri itu." jelas Raya.

"Jangan sekali-kali kamu menghina Fira Raya, walaupun miskin, Fira wanita terhormat, bahkan tidak sekalipun dia meminta sesuatu barang padaku. Malah, dia berusaha untuk mendapatkannya sendiri. Tidak seperti kamu, yang mana baru saja tunangan, sudah minta dibelikan tas baru." ujar Alvin tidak sengaja, membandingkan Raya dan Fira.

"Jadi, maksud kamu Fira lebih baik, dari pada aku, istrimu sendiri? Gila kamu Bang."

"Aku memang Gila, bisa-bisanya aku yang mencintai Fira, tapi menikah denganmu, sepupu dari pacarku sendiri."

"Tapi aku tidak memaksamu, bukan aku yang memaksamu, kamu datang dengan suka rela."

"Tahu ah, aku keluar dulu. Pusing aku, ngadepin istri kayak kamu." cetus Alvin keluar dari kamar.

Kebetulan malam ini, mereka berdua menginap di hotel. Karena itu, merupakan hadiah dari orang tuanya Alvin, supaya mereka bisa lebih tenang, dalam menjalankan ritual malam pertama.

"Aku harus bisa buat Bang Alvin jatuh cinta padaku. Aku gak mau, Fira tahu, kalo Bang Alvin masih cinta padanya. Aku gak mau di anggap kalah oleh Fira." gumam Raya, setelah ditinggal sendiri oleh Alvin.

Alvin sendiri, memilih untuk menikmati pemandangan malam hari, diatas rooftop. Masih terbayang bagaimana manisnya Fira, dan anggunnya Fira, saat mendatangi acara resepsinya.

"Fira, datang lah, lagi, dan mohon maaf lah, padaku. Akan aku ceraikan Raya, dan kembali padamu. Ku mohon datang lah." batin Alvin.

Bahkan tanpa sadar, Alvin menitikkan air matanya. Dia merasa kesal pada keluarganya, terutama sang Ayah, dan juga pada dirinya sendiri, yang tidak bisa memperjuangkan Fira. Seharusnya, dia mendengarkan penjelasan dari Fira terlebih dahulu, bukan malah mengikuti gengsi dan emosi.

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

siapa suruh loe bego alvin..gampang bgt masuk jebakan si paman danu asu

2024-11-10

3

nobita

nobita

tuh kan Arvin kamu tuh ketinggian ego... gak mau denger penjelasan nya Fira.. menyesal kan... ? baru sadar dia

2025-02-04

1

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

mampus nikmati aja si raya

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!