Kedai Milik Fira

Sudah seminggu semenjak pertemuan mereka berempat. Sekarang di rumah Fira sudah kedatangan mobil pengantar semen juga besi.

Marni yang kebetulan melewati rumah Asma, di buat heran. Pasalnya mobil tersebut merupakan dari toko bangunan terbesar di kota mereka. Dan ini merupakan pertama kalinya rumah Asma kedatangan mobil pengantar barang, setelah suaminya Asma tiada.

"Maaf Dik, kenapa bawa barang kesini? Emangnya pemilik rumah ini mau bangun apa?" tanya Marni pada salah seorang petugas yang membawa turun barang.

"Kami kurang tahu Bu, coba Ibu tanyakan pada pemilik rumah ini." sahut mereka membuat Marni mencibir.

Saat Marni hendak balik badan, Fira pun keluar dari rumahnya. Dia membawa napan berisi air untuk para petugas tersebut.

"Bi, mampir ..." panggil Fira langsung membuat Marni membuang muka.

"Silahkan Bang, minum dulu." perintah Fira.

Marni yang tidak senang melihat keluarga Asma berkembang, merasakan sensasi panas dihatinya. Dia bertanya-tanya bagaimana bisa seorang babu seperti Asma membeli barang di toko bangunan terbesar dan terkenal itu.

Apalagi, toko tersebut dikenal dengan barang-barang mahal. Sebab mereka hanya mengandalkan barang-barang berkualitas tinggi.

Andai saja Marni tahu, jika toko tersebut merupakan milik dari Adik Alan, atau Omnya Farhan.

Marni langsung menyerbu Danu, kala Danu pulang dari kerjanya. Perlu diketahui Danu merupakan kepala sekolah di salah satu sekolah SMA negeri di kotanya.

"Bang, tahu gak? Di rumah Asma ada besi dan semen loh." ungkap Marni kala Danu baru turun dari sepeda motornya.

"Iya, Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama, mereka bisa membeli barang tersebut." sahut Danu sambil melangkah masuk kedalam.

"Kok Alhamdulillah sih Bang, harusnya Abang teliti dan cari tahu dulu, dari mana Asma bisa mendapatkan uang, dan membeli semua barang itu." ujar Marni mengejar langkah suaminya.

"Biarin aja Marni, kan Asma dan Fira udah lama bekerja." ujar Danu jengah dengan sikap istrinya.

"Ya, mereka kan cuma bekerja untuk kebutuhan sehari-hari, lagian ini belanjaannya banyak loh Bang, coba deh Abang tanya dulu." bujuk Marni.

"Emang kenapa sih? Kan seharusnya kita senang. Keluarga kita sudah lebih baik dari segi harta." nasihat Danu.

"Abang ini mah, bagaimana kalo uang tersebut dari hasil mencuri? Yang malu siapa? Kita juga loh." lagi Marni mencoba membujuk Danu.

"Udah deh Bu, aku mau istirahat. Ibu aja yang cari tahu sendiri." bentak Danu meninggalkan Marni yang melongo karena dimarahi oleh suaminya.

Marni yang tidak terima dengan bangkitnya keluarga Asma, mengajak Raya untuk ke rumah Fira.

Saat mereka sampai disana, tidak ada lagi mobil tersebut. Yang ada adalah semen, besi dan juga keramik, serta barang-barang lainnya.

Dengan tanpa malu, mereka langsung memasuki rumah Fira tanpa permisi terlebih dahulu.

"Ehem ,,, uang dari mana bisa beli barang-barang begitu banyak?" tanya Marni tanpa basa-basi.

"Eh Marni, duduk dulu." ujar Asma yang kebetulan lagi duduk di ruang tamunya.

"Gak usah, emang kalian gak ada niat tuh. Bayarin sedikit uang yang sudah suamiku keluarkan untuk menghidupi kalian selama ini?" tanya Marni.

"Bi, Bibi lupa? Bukannya setiap bulan Bibi meminta uang padaku? Bibi lupa, Bibi selalu minta sebagian gajiku?" beruntun Fira.

"Eh ,,, itu mana cukup. Kalian pikir uang yang Pamanmu keluarkan itu sedikit? Banyak ya, banyak." ucap Marni lagi.

"Kalau gitu, aku juga mau minta sebagian gaji Paman dong, kan dengar-dengar Paman bisa sekolah tinggi, karena dari hasil kerja keras Ayahku." sindir Fira.

"Nak ..." Asma langsung menegur Fira, agar jangan ngomong kelewatan.

"Tapi benar loh Bu, kalo gak salah. Paman sendiri yang pernah ngomong begitu." ucap Fira tidak peduli dengan teguran Ibunya.

Padahal Asma sudah menggelengkan kepala, pertanda agar Fira diam.

"Ya, kalo itu sih, udah kewajiban Ayahmu lah, salah sendiri dia lahir sebagai anak pertama." bela Marni.

"Ya udah, kalo itu sih salah Paman sendiri, siapa suruh membiayai hidup kami." sahut Fira lagi.

"Eh Fira, semenjak menikah aku lihat-lihat kamu udah pinter ngejawab ya. Pasti suamimu itu membawa pengaruh buruk kan? Beda sama Bang Alvin." ucap Raya yang sejak tadi hanya diam saja.

"Wah benarkan? Jadi, boleh lah ya. Kalo aku kembali sama Bang Alvin. Dia kan baik." ujar Fira menaik turunkan alisnya.

"Kamu ..." tunjuk Raya.

"Apa? Keluar ..." usir Fira.

"Nak ..." lagi Asma memegang pundak Fira. Agar bisa mengendalikan diri.

"Udah Bu, sudah cukup kita diam. Sudah cukup kita sabar. Sekarang saatnya kita melindungi harga diri Bu. Apalagi, dari manusia-manusia licik seperti mereka. Yang sayangnya, adalah keluarga kita." ucap Fira memandang remeh kedua manusia dihadapannya.

"Hei, seharusnya kami yang ngomong gitu ya. Sungguh kasihan, kami punya keluarga miskin seperti kalian." tuding Marni.

Kemudian Marni dan Raya, sama-sama keluar dari rumah Fira.

Fira langsung memasuki kamarnya kala Marni dan Raya sudah hilang dari pandangan matanya. Karena dia tahu, setelah ini Ibunya pasti menasehatinya panjang lebar.

Asma yang melihat kelakuan Fira hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyalahkan sikap Fira. Akan tetapi Asma hanya tidak ingin menambah masalah jika itu berhadapan dengan Marni.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Dua bulan berlalu, sekarang kedai milik Fira sudah hampir selesai dibangun. Rencananya besok dia akan memanggil seorang Ustad untuk mendoakan agar kedai miliknya bisa menjadi ladang rezeki untuk keluarganya.

Farhan juga sudah memberikan sejumlah uang untuk Santi agar, dia bisa menyuruh orang untuk mengirimkan barang-barang yang sudah dicatatnya.

Di bantu oleh Asma. Fira dan Farhan sama-sama menata barang ke dalam rak yang sudah ada. Bahkan sesekali Farhan, mengganggu Fira yang sedang serius menata barang. Sampai-sampai Asma dibuat geleng-geleng oleh kelakuan anak mantunya itu.

Besoknya setelah acara syukuran kecil-kecilan. Fira resmi membuka kedainya. Banyak pembeli yang datang kesana. Apalagi, Fira menyediakan aneka ikan segar, yang Farhan pasok dari teman dekatnya. Setidaknya itulah yang di akui Farhan pada Fira.

"Alhamdulilah ya, Fira setelah nikah auranya berbeda aja gitu. Kayak tambah adem aja." ucap seorang Ibu-ibu yang sedang membeli ikan juga sayuran.

"Iya Bu, karena suami bisa menyenangkan istri. Otomatis, karena bahagia auranya juga beda." kekeh Fira menangapi ucapan Ibu tersebut.

"Halah, palingan itu juga karena baru nikah. Belum juga sampai puluhan tahun kayak kita." ucap temannya Marni, dia juga ikut membeli sayur.

"Semoga Bang Farhan gak kayak gitu Bu, dan semoga kami bahagia sampai anak cucu nanti. Mohon doanya ya." ucap Fira mencoba sabar, karena dia gak mau pelanggannya menilai jika dia kasar.

"Boro-boro doain kamu bahagia, untuk diri sendiri aja gak sempat." cibir teman Marni lagi.

"Bu Sum ini kenapa sih? Orang Fira ngomong baik-baik kok Bu Sum jawabnya kayak cetus gitu. Harusnya kita doain rumah tangga Fira, baik sampai anak cucu. Gak bermasalah kayak Bu Sum dan suami yang suka selingkuh." ujar seorang Ibu yang jengah melihat Sumini bertingkah.

"Ooo pada belanja disini semua? Kasihan dong sama tukang sayur keliling. Pada gak ada yang beli. Kamu sih Fira, menghambat pintu rezeki untuk orang lain." ucap Marni yang baru datang dengan emas di seluruh tubuhnya.

Marni memang berniat untuk pamer, terutama pada Fira dan juga Asma.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

orang syirik hidupnya enggak bahagia tu...biarpun banyak duit

2025-02-07

0

Kamiem sag

Kamiem sag

Marni oamer emas
asal lah bukan imitasi

2025-01-30

0

niktut ugis

niktut ugis

awas Marni emas nya sepuh itu 🤣

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!