Minta penjelasan, Paman Danu

"Bu, bagaimana kalo kita pergi merantau. Pergi jauh dari kota ini?" tanya Fira hati-hati.

"Kenapa?" Asma bertanya balik. "Karena Raya dan nak Alvin?"

"Dengar nak, jika kamu ingin menjauh karena masalah yang sedang terjadi, bukannya ini malah membuat mereka semakin merasa senang? Mereka semua semakin bangga, karena kamu mengaku kalah. Padahal, mereka baru saja memulai sebuah pertandingan. Ibu bukan gak mau untuk menjauh, tapi coba kamu pikirkan lagi. Rumah ini, harta satu-satunya peninggalan Ayahmu nak, cuma ini kenangan kita bersama Ayahmu. Bukan, bukan Ibu pelit atau apapun yang kamu kira. Tapi, kamu yakin, meninggalkan segala sesuatu yang terjadi disini? Segala kenangan kita berdua?" papar Asma.

Fira menunduk, memikirkan omongan dari Ibunya. Bukankah, dia terlalu kejam, merenggut kenangan yang Ayahnya berikan untuk mereka berdua. Bukannya dia sangat kejam? Menghilangkan kenangan, yang susah payah Ayahnya bangunkan untuk anak istrinya.

"Ibu benar, seharusnya aku menunjukkan pada mereka, kalo aku bisa. Bisa bertahan dalam luka yang mereka torehkan." ujar Fira.

"Bertahanlah Fira, karena Ibu yakin jodohnya sedang disiapkan di suatu tempat yang bahkan kita sendiri tidak tahu dimana. Perbaiki lah, dirimu, agar mendapatkan lelaki baik yang mampu membimbingku mu." nasihat Asma.

Setelah makan, masing-masing dari mereka memasuki kamar masing-masing. Asma langsung mengambil qur'an, membacanya dengan suara pelan juga merdu. Dia terus berharap, jika Fira mampu bertahan untuk melewati segala ujian dan rintangan yang berlaku.

Di kamar sebelah, Fira kembali menatap foto yang diunggah oleh Raya, di sosial medianya. Dimana foto mereka yang saling memamerkan cincinnya. Air mata Fira kembali menetes.

"Ternyata melupakanmu lebih berat, dari sekedar ucapan Bang." gumam Fira menahan sakit di dadanya. "Bohong kalo aku ikhlas Bang, bohong aku ikhlas. Aku terus berdoa dan berharap. Tidak satupun diantara kita kalian yang akan merasakan bahagia." lanjut Fira.

Besoknya, sebelum berangkat kerja. Fira hendak menemui Pamannya. Dia ingin bertanya alasan yang jelas dari sang Paman. Kebetulan Asma gak ada di rumah, dia lagi menyetrika di rumah orang yang mengupahnya.

Saat Fira ke rumah Danu, kebetulan sekali Danu baru pulang belanja. Buktinya ada beberapa kresek yang berisikan sayur mayur juga ikan segar.

"Paman," panggil Fira agar Pamannya sadar akan kedatangannya.

"Fi-Fira, masuk nak masuk. Raya ada di dalam." ucap Danu, dia selalu merasa tidak enakan pada keponakannya itu.

"Aku, ingin menemui Paman. Bukan Raya, ada hal yang ingin aku tanyakan pada Paman."

Danu menghela napas. Bagaimanapun, dia harus siap jika Fira kembali bertanya tentang ini. Tentang alasannya saat itu.

"Mungkin, Paman sudah tahu, maksud kedatangan ku ini." lirih Fira setelah menduduki bale yang tersedia di teras samping rumah Danu.

"Kenapa Paman?" tanya Fira dengan mata berkaca. Bahkan dia enggan menatap kearah Danu.

"Maafkan Paman nak, Paman."

"Gak usah minta maaf Yah, memang nak Alvin lebih cocok sama Raya. Dari segi harta dan segalanya, Raya lebih unggul dibandingkan Fira." cetus Marni yang tidak tahu entah sejak kapan berada di samping Danu.

Tadi, Marni berada di dapur. Dia sudah mendengar suara dari motor suaminya. Namun, sudah menunggu beberapa saat. Danu, tidak kunjung masuk, makannya dia mencari keberadaan Danu. Kebetulan juga, dia mendengar suara percakapan dari teras samping.

"Setidaknya, kamu sudah membalas semua kebaikan kami sekeluarga dengan mengikhlaskan nak Alvin bersama Raya. Bukankah, kamu juga menyadarinya, jika mereka lebih cocok dibandingkan dengan mu?"

"Marni masuk lah." usir Danu.

"Bukannya aku benar ya Yah? Selama ini, kita cukup banyak membantu Fira. Bahkan segala hal menjadi tanggung jawab kita. Berapa sih upah yang Asma dapat? Gak akan cukup Yah. Mungkin jika hanya mengharapkan Asma, Fira hanya bisa sekolah sampai bangku SD. Gak kayak sekarang, setidaknya dia bisa tamat SMA, itupun atas bantuan kita." lagi, Marni mengungkit jasanya.

"Marni ,,, masuk lah." tekan Danu dengan suara agak tegas.

Melihat ada amarah dimata suaminya, Marni buru-buru masuk ke dalam. Tetapi, dia tetap berdiri dekat jendela guna mendengar pembicaraan mereka berdua.

"Sebelumnya, maafkan Paman nak. Paman pun tidak menyangkan akan terjadi seperti ini. Namun, satu hal yang harus kamu ketahui, setiap jodoh itu adalah rahasia Illahi, mungkin jodoh Raya adalah Alvin, cuma mereka bisa bersama lewat perantara. Yaitu kamu." ucap Danu, tidak memberi alasan yang jelas.

"Bukan itu yang ingin aku tanyakan Paman. Aku bertanya, kenapa Paman tega? Paman tega memisahkan aku dan Bang Alvin. Paman, yang memberitahu pada mereka, kalo aku menolak lamaran dari Bang Alvin kan?" tanya Fira menahan sesak.

"Iya, dan aku yang paksa Ayah untuk bicara begitu. Kamu tahu? Aku menyukai Bang Alvin, sejak pertama kali kamu memperkenalkannya sebagai pacarmu. Aku mencintai Bang Alvin, Fira." ucap Raya.

Saat Marni menguping pembicaraan Fira dan Danu, Raya keluar dari kamarnya, dan melihat Ibunya yang berdiri disitu. Saat dipanggil, Marni langsung memberi isyarat tentang Fira dan Danu diluar sana. Makanya, Raya bisa tahu, apa yang sedang terjadi di luar sana.

"Tapi, kenapa harus Bang Alvin Raya, kenapa harus Bang Alvin? Bukannya katamu, banyak lelaki di luar sana yang mengemis cintamu? Bahkan teman kampusmu yang tergila-gila padamu?" tanya Fira.

"Karena Bang Alvin, selalu menatapmu dengan cinta Fira. Aku gak suka, aku gak suka. Sama seperti Ayah dan Ibu ku, yang memperlakukanmu seperti anak kandung mereka sendiri. Aku gak suka. Aku membencinya Fira. Aku benci." teriak Raya dengan dada naik turun.

"Ternyata kamu gak sebaik yang ku kira Raya. Bahkan kamu tega memutuskan persahabatan kita, hanya untuk menuntaskan rasa cemburu mu itu." ujar Fira, bangkit meninggalkan rumah Danu.

"Oya Paman, terimakasih karena telah peduli padaku selama ini. Bibi benar, mungkin aku hanya bisa sekolah sampai sekolah dasar, jika tanpa bantuan darimu. Dan semoga, aku bisa membayar semua, yang telah kalian berikan padaku dan pada Ibuku." ucap Fira membalikkan badannya.

"Cih ,,, sombong sekali. Kerja di toko kelontong, berharap bisa membalas semuanya." sinis Marni yang mendengar ucapan Fira. Bahkan sekarang di berdiri di sisi pintu.

Sejak dulu, Marni memang sedikit keberatan pada kebaikan suaminya, yang dianggap berlebihan dalam mengurus Fira. Saat dia menyampaikan keberatannya, Danu selalu memberinya nasihat dan bisa dianggap ceramah oleh Marni.

"Ini hanya sebagian kecil, dari yang Abang lakukan untukku Marni. Abang bahkan berjuang di teriknya matahari, untuk menyekolahkan aku sampai kuliah." bentak Danu. Disaat dulu, Marni menyuarakan keberatannya.

Makanya, dia memilih diam. Dan diam-diam menghasut Raya, dengan membanding-bandingkan kasih sayang yang Danu curahkan pada Fira, juga Raya.

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

alur ceritanya yg menarik ku suka ku suka

2025-02-04

0

Kamiem sag

Kamiem sag

wajar Raya buruk krn menurun dari induknya

2025-01-30

0

Lina Suwanti

Lina Suwanti

biang keroknya ternyata Marni....

2025-02-08

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!