Kenapa Bu?

Flashback

"Aku mencintai Bang Alvin Ayah. Aku mencintainya." isak Raya. Saat Danu mengatakan kalau Asma menyuruhnya ke rumah, sebab ingin membicarakan tentang Alvin, yang hendak melamar Fira.

"Raya, kamu sadar Raya. Alvin itu pacar sepupumu sendiri." bentak Danu.

"Ayah yang harus sadar. Dari aku kecil, aku selalu dituntut untuk berbagi dengan Fira. Bahkan aku harus membagi kasih sayang dari kalian berdua. Aku ikhlas Yah, sungguh aku ikhlas. Tapi, jika sampai Bang Alvin dan Fira menikah, jangan salahkan aku, jika nanti Ayah akan kehilanganku untuk selamanya." cerca Raya dengan isakan.

"Raya ..." Marni langsung memeluk putri semata wayangnya. Karena dia takut, pada ancaman Raya.

"Bu, aku ingin Bang Alvin Bu. Aku mencintai Bang Alvin." lagi, Raya meminta permintaan yang tidak masuk akal menurut Danu.

"Aku sudah berkorban terlalu banyak untuk Fira Bu, aku bahkan tidak cemburu, saat kalian membelikannya baju yang sama denganku. Aku bahkan tidak cemburu saat kalian memberikan dia sekolah di tempat yang sama denganku." ujar Raya.

"Tapi, itu semua kewajiban Ayah Raya. Ayah selaku wali dari Raya, berhak untuk menjaganya." sahut Danu.

"Berarti Ayah juga berhak untuk membatalkan lamaran itu. Bukankah Ayah wali dari Fira?"

"Ayah gak bisa, Fira dan Nak Alvin saling mencintai." tekan Danu.

"Berarti, Ayah lebih rela kehilanganku? Baiklah." Raya langsung melepaskan pelukan Ibunya dan berlari ke arah dapur.

Marni yang panik, pun, mengikuti Raya.

"Istighfar nak, istighfar ... Ayah, Ayah." teriak Marni.

"Ayah lebih sayang Fira kan? Maka, Ayah siap untuk kehilanganku." ucap Raya seraya meletakan pisau dapur di nadi tangannya.

"Ayah, Ibu mohon Yah. Selamatkan anak kita. Selamatkan Raya." mohon Marni dengan tangisan yang menyayat hati.

"Baiklah, baiklah. Ayah akan membatalkannya demi kamu. Ayah akan membatalkannya." seru Danu. Dia takut, jika putri kesayangannya beneran bunuh diri.

Mendengar penuturan dari Ayahnya. Raya langsung menjatuhkan tubuhnya. Begitu juga dengan pisau yang ikut jatuh ke lantai.

Marni langsung mendekati putrinya, seraya membuang jauh-jauh pisau yang berada di lantai tersebut.

"Berjanjilah, Ayah."

"Ayah janji, Ayah akan membatalkan lamaran mereka." ungkap Danu. Kemudian pergi meninggalkan anak dan istrinya.

Setelah mengungkapkan keberatan dan ketidaksediaannya pada Fira. Besoknya Danu langsung menemui keluarga Alvin.

"Sebelumnya, perkenalkan saya Paman dari Fira, sekaligus wali dari Fira, meminta maaf sebesar-besarnya. Karena Fira menolak acara lamaran ini." ungkap Danu menarik napas dalam.

"Apa, gak mungkin." seru Alvin terkejut.

"Alasannya apa?" tanya Hendra. Ayah dari Alvin.

"Alasan Fira adalah, dia gak mau terikat dengan pernikahan terlalu awal. Karena dia ingin membahagiakan Ibunya terlebih dahulu. Lagipula, dia merasa kalian berdua gak cocok." ungkap Danu dengan segala kebohongannya.

"Itu bukan sebuah alasan yang jelas Paman. Aku gak terima, dengan alasan Fira." ujar Alvin menahan amarah. Bahkan sekarang dia mengepal erat tangannya.

"Aku sebagai Pamannya hanya bisa menyampaikan. Dan Fira juga berpesan. Jangan pernah lagi menghubunginya. Biar akulah yang jadi, pembawa beritanya untuk terakhir kalinya." ujar Danu.

"Ini gak bisa. Ini sebuah penghinaan Alvin. Kamu tinggalkan dia. Apa dia gak sadar, dia itu gadis miskin. Harusnya dia bersyukur, bisa dilamar sama kamu." berang Hendra tidak terima.

Sedangkan Ratih, Mama dari Alvin hanya menunduk sedih dan juga kecewa. Pasalnya dia sangat menyukai dan menyayangiku Fira. Dia juga kurang yakin, dengan ucapan Danu. Namun, dia gak berani berkomentar apapun. Apalagi, saat melihat suaminya merasa terhina.

"Aku harus menanyakan ini langsung sama Fira. Aku gak terima." ucap Alvin bangkit.

"Jangan pernah hubungi Fira lagi Nak Alvin. Dia sudah menyampaikan penolakan melalui saya." ujar Danu menghentikan langkah Alvin.

Sebenarnya Danu takut, jika nanti Fira mengatakan hal yang sebenarnya.

"Alvin, kembali kesini. Jangan pernah kamu coba-coba menghubungi gadis tak tahu diri itu. Seharusnya kamu bersyukur, karena belum melamarnya. Jadi, kamu berkesempatan untuk mencari gadis lain yang lebih baik darinya." ujar Hendra dengan suara yang tegas.

"Maaf, jika saya lancang Pak. Saya juga mempunyai seorang anak gadis, yang sudah siap dinikahi. Barang kali, Nak Alvin suka." ujar Danu ragu-ragu.

Hendra langsung beralih menatap Danu.

"Siapa Raya?" tanya Alvin. Karena dia tahu, jika Danu merupakan Ayah dari Raya.

Alvin juga beberapa kali, pernah bertemu dengan Raya. Saat Raya, menemani Fira tentunya.

"Raya? Yang pernah mampir kesini?" tanya Hendra memastikan pada Alvin.

"Iya Yah." sahut Alvin.

"Boleh juga tuh, biar sekalian kamu balas sakit hatimu sama Fira. Dia kira, kamu gak bisa mendapatkan gadis lain." ujar Hendra tersenyum sinis.

"Ta-tapi kami tidak saling mencintai Ayah." ralat Alvin.

"Cinta akan tumbuh, saat kita sering bersama Alvin. Dan sudah seharusnya, kamu mencintai istrimu nantinya. Dan lupakan gadis miskin itu." tekan Hendra.

"Baik lah." sahut Alvin mematuhi Ayahnya.

"Baiknya kita lakukan acara lamaran, seperti rencana sebelumnya." ujar Hendra.

"Jangan, bukan apa. Kami belum siap apapun. Bagiamana dengan dua minggu ke depan?" tawar Danu.

Akhirnya mereka semua menyetujui tawaran dari Danu. Kecuali Ratih, sejak tadi dia hanya diam saja. Tidak ikut berkomentar, karena ada suaminya yang mendominasi.

flashback off.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Ratih menatap sendu kearah Fira yang menjatuhkan air matanya. Sedangkan Hendra dan Alvin, puas membuat Fira menangis di hari bahagia Alvin dan Raya. Setidaknya, mereka bisa membalas sedikit sakit hati, dengan melihat air mata dari Fira.

"Ayo," ajak Raya menarik tangan Fira.

"Kenapa?" gumam Fira mengangkat wajah, menatap dalam ke arah Raya.

"Bukannya, kamu ikhlas?" Raya menyunggingkan senyuman sinis. Senyuman yang tidak pernah Fira lihat sebelumnya.

Fira langsung berlari ke dapur, saat melihat senyum aneh dari sepupunya itu.

"Ibu, ayo kita pulang." ajak Fira menarik tangan Ibunya.

"Tapi ini, kamu kenapa?" tanya Asma melihat Fira menangis.

"Pulang Bu." paksa Fira dengan tatapan memohon.

Asma pun, mengikuti langkah kaki anaknya yang buru-buru. Dia ingin bertanya apa yang terjadi. Namun, niatnya diurungkan sampai mereka sampai ke rumah.

"Kenapa?" tanya Asma lembut, begitu sampai rumah.

"Yang melamar Raya, adalah Bang Alvin Bu." isak Fira memeluk erat Ibunya.

"Apa?" Asma terkejut tak percaya.

"Padahal, alasan yang tepat Paman menolak Bang Alvin adalah, karena dia ingin Raya yang bersama Bang Alvin Bu. Sebab Raya telah lama mengidamkan Bang Alvin Bu." ujar Fira dengan tangisan yang menyayat hati. Sedangkan Asma mematung mendengar penuturan anaknya.

"Kenapa Bu, kenapa Paman tega?" tanya Fira. Tentu saja Asma sendiri, tidak tahu jawabannya.

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

dasar setan ni si paman...tp alvin juga tega bukannya mencari kebenaran...langaung percaya gitu aja....huh...

2025-02-07

1

Heny

Heny

Smg fira dpt pengganti yg bisa membahagiakan dia biar gk bergantung lg sm paman nya

2024-11-19

0

nobita

nobita

ooh berarti dalangnya Paman Danu... menfitnah... Fara

2025-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!