Buka Isi Amplop

Malam harinya, Farhan dan Fira sama-sama gugup saat berada di ruang yang sama. Bahkan sekarang mereka sama-sama merasakan stok oksigen yang semakin menipis. Apalagi, hujan lebat terjadi di luar sana, menambahkan suasana seram, bagi Fira.

"Fira ,,," panggil Farhan.

"Ya Bang ..." sahut Fira. Padahal sekarang mereka lagi duduk di ranjang yang sama. Tetapi, sama-sama sibuk dengan ponsel mereka.

"Kita udah nikah,"

"Jadi apa?" tanya Fira buru-buru memotong ucapan Farhan.

"Dengar dulu Fira, kita ini udah nikah. Dan semua kebutuhanmu, menjadi tanggungjawab ku. Jadi, apa sebaiknya kamu gak usah kerja lagi?" jelas Farhan.

"Oo ,,, kirain ..." gumam Fira dengan suara pelan, namun berhasil didengar oleh Farhan.

"Jadi boleh?" Farhan menaik turunkan alisnya.

"Kayaknya, aku akan terus kerja deh Bang, lagian selama beberapa hari ini aja aku udah bosan banget karena gak kerja." sahut Fira. "Boleh ya Bang?" tanya Fira kembali.

"Bukan itu, tapi apa yang ada dalam pikiranmu tadi." ralat Farhan.

"Maksud Abang?"

Farhan langsung mendekatkan tubuhnya, dan mengecup sekilas pipi Fira. Setelah itu langsung menarik selimut menutupi wajahnya.

"Abang ..." Fira sadar dari keterkejutannya. Namun, dia kembali teringat saat dimana Alvin sempat mencumbunya, walaupun dia menolak.

Farhan yang penasaran tentang reaksi Fira, membuka sedikit selimutnya untuk mengintip Fira. Tetapi, betapa terkejutnya Farhan kala mendapati Fira menekuk wajahnya disela dua pahanya. Seraya, tubuhnya yang berguncang.

Farhan langsung memeluk erat tubuh Fira, seraya membacakan doa-doa yang dihapalnya. Tak jarang, doa makan pun, disebutkannya.

"Maaf Dik Fira ,,," bisik Farhan kala mendengar nama Alvin keluar dari mulut Fira.

"Makasih Bang Farhan, makasih." kala Fira tersadar jika yang memeluknya adalah Farhan, suaminya sendiri. Lelaki yang telah menolongnya dari segala sisi.

Dengan memberanikan diri, dan melawan segala bayangan yang berada di otak juga pikirannya, Fira mendekatkan diri pada Farhan.

Farhan yang mengerti akan situasi langsung menyambutnya dengan suka cita. Maka terjadilah malam pertama bagi mereka berdua, yang sama-sama membuat mereka penasaran, hingga sampai ditepian masing-masing.

"Kamu gak apa-apa?" tanya Farhan setelah mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan.

"Gak Bang ..." lirih Fira.

"Maaf, jika aku menyakitimu." ucap Farhan membuat Fira bersemu.

Ditempat lain, Alvin juga baru selesai memberikan hak pada Raya. Dia melakukan dengan begitu kasar, sehingga membuat Raya kesakitan.

Alvin terus saja mengingat Fira, kala melakukannya dengan Raya, dia mengingat bagaiman Fira melayani suaminya. Dan itu semakin membuat Alvin emosi tingkat dewa.

"Kamu menyakitiku Bang." cetus Raya.

"Bang," lagi Raya memanggil, karena Alvin sedang menghisap rokoknya. Dia tidak peduli, kalau sekarang berada di kamar.

"Apaan sih." sahut Alvin merasa terganggu. Karena dia masih sibuk membayangkan apa yang Farhan dan Fira lakukan.

"Lupakan." kata Raya menarik selimutnya. Bahkan sekarang dia tidak lagi melarang apa yang dilakukan oleh suaminya itu.

Besoknya, Asma dibuat heran dengan jumlah amplop dalam kotak yang disediakan untuk para tamu. Karena dia hanya mengundang beberapa orang tetangga terdekat. Sedangkan dari pihak Farhan hanya ada kurang lebih lima puluh orang saja. Tapi, dia dibuat tercengang kala melihat banyaknya amplop yang diterimanya.

Kala Asma membuka satu amplop pertama, Asma tidak terkejut sama sekali. Karena dia dapat mengetahui jika itu adalah ulah tetangganya, yang hanya mengisi lima ribu rupiah. Tetapi Asma tidak mempermasalahkannya, karena itu sangat sesuai dengan pekerjaan yang sangat-sangat tetangganya bantu.

Amplop selanjutnya adalah lima ratus ribu. Asma langsung melempar isinya. Ini bukan dari tamunya. Karena jika dari Danu juga tidak mungkin. Karena setelah menikahkan Fira, Danu langsung pergi ketempat kerjanya. Begitu juga dengan Marni, tidak terlihat sama sekali, bahkan hingga acara resepsi selesai. Padahal, dia merendahkan diri, mendatangi Marni untuk mengundangnya secara resmi.

"Apa ini, adalah dari tamu Farhan? Tetapi, dari penampilan mereka terlihat orang-orang berada." gumam Asma.

"Bu ..." panggil Fira dan Farhan yang baru saja keluar dari kamar. Karena untuk sarapan, mereka sama-sama sudah makan sejak tadi pagi.

"Bu aku mau kerja dulu." pamit Farhan hendak mengecup tangan mertuanya itu.

"Apa gak sebaiknya kamu libur dulu nak? Mungkin barang tiga hari. Sebab gak enak sama orang sini, baru nikah langsung kerja." ungkap Asma mengeluarkan pendapatnya.

"Tapi, kita gak mungkin menuruti setiap pikiran tetangga kita Bu." sahut Fira.

"Ibu benar, baiknya, kita libur kerja dulu." ujar Farhan memotong ucapan Fira.

"Baiklah, sekarang kalian bantu Ibu untuk membuka semua amplop ini ya." pinta Asma.

Asma dan Fira sama-sama tidak mengira jika isi amplop resepsi mereka diluar dugaan. Pasalnya, ada dari amplop tersebut berisi hingga dua juta. Sedangkan Farhan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena dia tahu, semua itu ulah siapa.

"Oya, Ibu ingat ada satu amplop lagi yang Ibu simpan. Dari keluarga dekatmu." ucap Asma bangkit memasuki kamarnya.

"Keluarga kami memang sering melakukan tradisi seperti ini. Itung-itung membantu pengantin baru." ucap Farhan kala Fira menatapnya dengan serius.

"Apalagi, aku kan sebatang kara. Jadi, mereka dengan suka rela membantu ku." jelas Farhan, membuat Fira manggut-manggut.

"Nah, ini wanita cantik yang mengaku keluarga dekatmu, dia memberikan amplop ini." ucap Asma. Karena kemarin, dia menyimpannya di kantong bajunya.

"Ini cek Bu." ucap Fira kala melihat isi amplop yang dibukanya. "Dan isinya lima puluh juta?" ucap Fira dengan keras. Dia terkejut membaca jumlah yang tertera.

Farhan hanya bisa menangis dalam diam. Ternyata, orang tuanya diam-diam melakukan aksi mereka.

"Kenapa bisa sebanyak ini?" tanya Fira dan Asma bersamaan.

"Oo mungkin, karena aku sebatang kara. Jadi, mereka membantu kita dengan begini caranya." lagi Farhan memberikan alasan yang sama.

"Tapi ini tidak wajar, ini terlalu banyak untuk kita terima." ujar Fira.

"Terimalah,"

"Aku mau menemui mereka, mau mengucapkan terimakasih." pinta Fira.

"Jangan, ya jangan mereka semua pasti sudah balik keluar kota." bohong Farhan.

Akhirnya Fira dan Asma hanya bisa menerima alasan yang tidak masuk akal dari Farhan.

Setelah mereka hitung semua amplop yang diterima kemarin. Mereka leboh terkejut lagi, karena jumlah semuanya hampir sama dengan isi dari cek tersebut. Hanya kurang beberapa juta saja.

"Bagaimana, kalo uang ini kita buat usaha saja. Kita dirikan kios di halaman depan, dan untuk barangnya, kita ambil dari tempat Kak Santi." tanya Farhan memberi solusi.

Karena sebenarnya dia juga takut, kalau istri dan mertuanya kembali bertanya tentang jumlah yang mereka terima.

"Kalo Ibu terserah kalian saja. Karena ini hak kalian berdua." ucap Asma menyerahkan semua keputusan pada Farhan dan Fira.

Farhan langsung menatap Fira, guna mendengar pendapat darinya. Dan akhirnya Fira pun setuju dengan usulan Farhan. Setidaknya, dia bisa bekerja sama dengan Ibunya. Tanpa harus, Ibunya mengupah pada tetangga-tetangga mereka.

Terpopuler

Comments

niktut ugis

niktut ugis

ya kali Farhan doa mau makan menenangkan orang yg trauma 😌🤣🤣

2024-12-17

1

Ruby Jane

Ruby Jane

iya bagus buat usaha aja.. siapa tau nti jafi pengusaha grosir

2024-11-13

1

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

gmn nanti spi fira tau tentang keboongannya ya....pasti fira sm ibunya sangat kecewa

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!