Episode 3

Di rumah, Danu. Acara tetap berlangsung walaupun tanpa adanya Fira. Danu sedikit merasa tidak enak dengan keponakannya itu. Namun, Marni berkali-kali membisikkan pada Danu, kalau semua itu bukanlah salah Danu. Melainkan takdir yang kuasa. Lagipula, ini saatnya Fira membalaskan jasanya pada mereka semua. Dengan merelakan Alvin hidup bahagia bersama dengan Raya.

Setelah semua tamu pulang, bisik-bisik tetangga mulai terdengar. Sebab sebagian dari mereka tahu, jika Alvin merupakan pacar dari Fira. Dan kenapa sekarang, lamaran dengan Raya?

Bahkan banyak dari mereka yang menuduh, Raya merebut Alvin dari Fira. Buktinya, sampai Fira menangis dan menarik paksa Asma untuk pulang. Padahal, acara belum lah, selesai.

Namun, Marni mematahkan semua tuduhan yang tertuju pada putrinya. Dia mengatakan pada tetangganya, jika semula, Alvin memang berniat melamar Fira pada Danu suaminya. Namun, Fira menolak dengan alasan tidak siap, dan tidak mau cepat-cepat meninggalkan Ibunya. Tetapi, karena keluarga dari Alvin, yang menginginkan Alvin segera menikah, malah tertarik melihat kecantikan dan kemolekan dari Raya, akhirnya mereka memutuskan melamar Raya. Tentu saja, setelah Alvin dan Fira memutuskan hubungan, akibat penolakan yang dilakukan Fira.

"Ibu aku kerja dulu." pamit Fira pada Asma yang sedang mencuci pakaian dari tetangganya.

"Baiklah, hati-hati. Jangan terlalu pikirkan tentang masalah ini. Fokus lah, pada pekerjaan." nasihat Asma pada putrinya.

"Baik Bu, aku pergi dulu."

Fira pergi bekerja, namun sialnya jalan menuju toko kelontong itu harus melewati rumah Raya. Fira berharap, jika tidak ada Raya atau siapapun disana. Namun, harapannya pupus sudah, saat mendengar panggilan dari Bibinya.

"Ada apa Bi?" tanya Fira datar. Dia harus bisa menahan diri, karena bagaimanapun, perempuan didepannya ikut andil dalam membantunya dan Ibunya selama ini.

"Kamu gak apa-apakan?" tanya Marni basa-basi.

Padahal, dia jelas bisa melihat, ada luka dimata Fira.

"Jangan salahkan Raya ya Fira. Itu semua keputusan dari keluarga nak Alvin. Akhirnya mereka sadar, kalo Raya adalah yang terbaik untuk Alvin. Ya, kami pun, harus menerimanya. Toh, itu adalah permintaan yang mulia." jelas Marni panjang lebar.

"Aku kerja dulu Bi." ucap Fira.

"Ini lah, satu alasan mereka menolakmu Fira. Sudah miskin, gak ada sopan santunnya. Orang tua lagi ngomong, malah ditinggal." sindir Marni dengan suara yang keras.

Tatapi, Fira tetap pada niatnya, untuk mengabaikan teriakan dari Marni.

Sampai di tempat kerja, Fira langsung ditatap sendu oleh teman sekaligus pemilik dari toko kelontong itu. Kebetulan sang pemilik, merupakan tetangganya Fira juga.

"Kamu yang sabar ya Fira. Yakinlah, jika nanti akan ada pemuda yang lebih baik dari pada lelaki yang telah mengabaikan mu itu." ujar Bu Santi, pemilik dari toko kelontong. "Apa baiknya, kamu gak usah masuk hari ini? Kamu bisa kok libur." ucap Santi prihatin.

"Makasih Bu, karena telah peduli. Sekarang aku udah gak apa-apa. Aku kerja saja, supaya bisa mengalihkan pikiranku." ungkap Fira.

Santi pun, pamit pulang setelah kedatangan Fira.

Tak lama kemudian, Alvin mengunjungi Fira yang lagi kerja. Karena pembeli lagi ramai, Fira tidak tahu, jika Alvin berada tidak jauh darinya.

"Bagaimana?" tanya Alvin setelah pembeli berkurang.

Fira langsung tercekat, dan membalikkan tubuhnya.

"Kamu kecewa kan? Karena telah menolak aku?" tuduh Alvin.

"Bang Alvin ..." lirih Fira.

"Aku,"

"Menyesal? Seharusnya kamu pikir-pikir dulu, sebelum menolak ku Fira. Coba lihat dirimu, kamu itu gadis yatim yang miskin. Memang kamu cantik, tapi seharusnya kamu juga sadar diri, gak ada lelaki kaya lain yang mau melirik mu." potong Alvin cepat. "Dan entah kenapa selama ini, aku dibuat buta oleh cintaku padamu." lagi, Alvin mengeluarkan kata-kata pedasnya.

"Seharusnya kamu mendengar penjelasan ku dulu Bang, baru kamu bisa menyimpulkan tentang apa dan bagaimana aku."

"Halah, itu gak penting. Dan sekarang aku puas, bisa buat kamu menyesal. Aku masih ingat bagaimana kamu menangisi aku dan Raya kemarin." kekeh Alvin, meninggalkan Fira.

"Bang, Bang Alvin." panggil Fira, namun Alvin tidak menghiraukannya. Dia malah langsung pergi setelah menaiki mobilnya.

"Mungkin benar, kamu bukan lelaki yang baik untukku." batin Fira.

Hari sudah malam, dan sudah saatnya Fira menutup toko kelontongnya. Tentu saja dengan dibantu oleh Santi. Karena setiap malam, Santi pasti ke toko, untuk mengambil uang hasil jualannya hari ini. Bukan dia tidak percaya sama Fira. Namun, dia hanya jaga-jaga, setidaknya nanti kalau ada pencuri yang mencuri di tokonya, paling tidak uangnya sudah aman.

"Sepertinya, aku gak bisa mengantarmu Fira, karena malam ini, suamiku mengajak kami jalan-jalan." ucap Santi menunjukkan mobil suaminya yang terparkir di depan toko.

Akhirnya Fira pulang sendiri, dia berjalan kaki karena memang letak toko tersebut, tidak lah jauh dari rumahnya. Dan tentu saja, orang-orang masih rami di sepanjang jalanan.

"Fira," panggil Raya. Padahal, dia sejak tadi telah mengabaikan mereka, dengan tidak melihat dua orang manusia yang duduk di teras rumah itu.

Fira tetap berjalan, pura-pura tidak mendengarkan panggilan dari Raya. Namun, Raya tidak menyerah, buktinya dia langsung mengejar Fira, dan menarik pergelangan tangannya.

"Ayo gabung." ajak Raya memperlihatkan Alvin yang menatap kearah mereka.

"Aku mau pulang Raya, aku capek." tolak Fira dengan halus.

"Kamu tidak sedang cemburu kan Fira?" tuduh Raya.

"Aku pulang." pamit Fira, apalagi Alvin, sudah berjalan mendekati mereka.

Raya langsung mencekal pergelangan tangan Fira. Dia menahan, agar Fira jangan pergi terlebih dulu.

"Maafkan aku Fira." isak Raya, setelah Alvin berhasil mendekati mereka. "Sungguh ini bukan kemauanku Fira." lanjut Raya.

"Kenapa?" tanya Alvin, melihat tunangannya menangis. Sedangkan Fira memutar mata malas.

"Fira menuduhku merebut mu darinya." ucap Raya, langsung membuat Fira melongo.

"Bukankah, itu kenyataannya? Bahkan paman Danu."

"Cukup Fira, jangan kamu bawa-bawa Ayahku dalam hak ini. Dia gak salah apapun." lagi, Raya terisak.

"Aku baru tahu, jika kamu se licik ini Fira. Bahkan kamu tega memutar balikkan fakta." cemooh Alvin.

"Dan aku juga baru tahu, kalo seleramu adalah gadis seperti dia." ujar Fira merendahkan Raya.

"Apa maksudmu?" tanya Raya tidak terima.

"Haruskah, aku perjelas kan, disini?" tantang Fira.

Melihat wajah tegang dari Raya, Fira tersenyum puas. Dia langsung pergi meninggalkan dua sejoli itu.

Sedangkan Raya hanya bisa mengepalkan tangan pertanda amarahnya sedang memuncak.

Sampai di rumah, Fira langsung mandi dan makan makanan yang telah disiapkan oleh Ibunya. Tentu saja, dengan ditemani oleh sang Ibu tercinta.

Sekarang Fira sadar, mungkin Alvin bukan jodoh yang baik untuknya, karena dulu, Alvin sempat meminta Fira untuk tinggal, di rumah Alvin sendiri. Karena menurut Alvin, rumah Fira terlalu kecil, untuk di tempatkan bersamanya.

Terpopuler

Comments

Della Haura

Della Haura

bibi kurang hajar bisa bisanya dia ngatakan sperti itu. seandainya itu terjadi pada raya anak nya gimana!? itulah mak mak jaman sekarang bisa bisa nya menari di atas luka anak orang lain 😤😤

2024-11-22

2

Della Haura

Della Haura

Alvin kamu slah dan km sudh kehilangan gadis penurut dan baik seperti fira dan kamu akan segera tau yang sebenarnya dan kamu pasti menyesal awaaaassss😤😤

2024-11-22

2

nobita

nobita

tenang aja Fira nanti aja cowok yg jauh lebih baik dari Arvin... yg pasti nya di sediakan sama kak author

2025-02-04

1

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!