Episode 6

Fira kembali bekerja seperti biasa. Entah kenapa setelah melihat tatapan cinta dari Alvin, dan tatapan cemburu dan kesal dari Raya, membuat Fira kembali bersemangat menjalani hari.

Hari ini, dia dimintai tolong oleh Santi untuk masuk dari pagi. Karena dia mau ke tempat sepupu dari suaminya yang meninggal.

Seperti biasa, Farhan, lelaki yang bekerja sebagai tukang buah di depan toko kelontong, memasuki toko tersebut. Dia mengambil beberapa plastik dan minuman dingin.

"Kak Santi, seperti biasa ya. Bayarnya nanti." ucapnya hendak keluar toko.

"Eh Bang, gak bisa gitu dong." seru Fira menghentikan langkah Farhan.

"Eh ,,, bukan Kak Santi ya, kamu siapa?" tanya Farhan basa-basi.

"Bayar Bang, jangan harap bisa keluar dari sini, sebelum Abang membayar belanjaan Abang."

"Manis sekali sih, panggilannya Abang." kekeh Farhan. "Ini, tolong di total kan." seru Farhan menyerahkan barangnya.

"Tiga puluh ribu." ucap Fira jutek. Dia malas sekali meladeni lelaki yang banyak omong nya seperti Farhan.

"Terimakasih, oya kata Kak Santi, aku bisa ambil barang sesuka ku, dan bayarnya juga kapan pun aku mau." ucap Farhan meninggalkan Fira yang melongo.

Fira memang tidak pernah melihat Farhan, selain pedagang baru, Farhan hanya berjualan setengah hari. Karena setengah harinya lagi dia bekerja sebagai karyawan di pom bensin. Dan Farhan juga merupakan, kerabat dekat dari Santi.

"Sinting." gumam Fira kembali membersihkan barang-barang dari tumpukan debu.

Di luar sana, Farhan kembali pada tempatnya, di masih saja memikirkan panggilan yang menurutnya manis sekali. Karena dia anak bungsu dari dua saudara, otomatis tidak seorang pun, yang memanggilnya dengan sebutan Abang. Begitu juga dari sepupu-sepupunya. Farhan merupakan anak terakhir, keponakan terakhir juga cucu terakhir.

Farhan merupakan anak dari seorang pemilik toko mas dan juga SPBU di kota, tempat tinggal Fira. Memang tidak banyak yang tahu, karena selama ini Farhan jarang sekali ikut berkumpul sama keluarga. Dia ingin kebebasan, dan tidak mau dikekang oleh peraturan dari keluarga, terutama dari Ayahnya.

Selama ini, Farhan sangat suka traveling dan menghabiskan uang dari keluarganya. Apalagi, dia anak lelaki satu-satunya di keluarga. Sampai akhirnya, dia di paksa untuk menetap di toko, untuk belajar bagaimana menjual emas, ataupun di SPBU, agar tahu bagaimana cara kerjanya.

Baru saja Farhan bekerja beberapa bulan, semua keluarganya sibuk mencarinya jodoh. Karena mereka semua mengira jika sudah saatnya Farhan menikah. Apalagi, cuma dia cucu satu-satunya dari keluarganya yang belum menikah.

Ya, umur Farhan sudah mendekati kepala tiga, makanya semua gundah, kala Farhan belum juga menunjukkan ketertarikan terhadap lawan jenis. Bahkan Farhan, tidak pernah pacaran sekalipun, selama hidupnya.

Kakak, dan sepupu-sepupu dari Farhan sibuk mengenali Farhan pada teman-teman mereka.Begitu juga dengan Ayah dan Mamanya. Banyak perempuan yang didatangkan pada Farhan, namun semua Farhan tolak mentah-mentah, dia selalu saja beralasan belum siap menikah.

Sampai akhirnya, dia mengatakan pada Ayah, juga Mamanya, kalau semua wanita yang di jodohkan dengannya, cuma mau mengincar hartanya, bukan karena cinta. Maka dari itu, Farhan di suruh untuk keluar dari rumahnya dan dicabut semua fasilitasnya, sebab orang tuanya ingin membuktikan, jika tidak ada perempuan yang mau hidup susah, dan tanpa harta. Jadi, semua wanita yang dijodohkan dengannya bukan semata-mata hanya menginginkan hartanya saja. Tapi, semua itu agar mereka bisa menjamin masa depannya, dengan memilih lelaki yang tepat.

Makanya sekarang, dengan bantuan dari Santi, Farhan bisa menjual buah di depan toko Santi. Itupun, setelah Farhan memohon-mohon pada sepupunya itu. Karena dari sekian banyak sepupu-sepupu Farhan, Farhan hanya bisa berharap pada Santi. Sebab Santi, yang mempunyai harta sedikit lebih banyak dari pada yang lain.

Berharap ada saudara kandung, tentu saja mereka mendapatkan ancaman dari orang tua mereka. Jika dari mereka ketahuan membantu Farhan, ancamannya adalah dicoret dari ahli waris.

Santi mengabarkan pada Fira, jika ia mungkin akan sampai lebih lama, dari yang di prediksinya. Karena sekarang, mobil mereka lagi masuk bengkel, akibat mogok.

Jadi,Fira di mintai untuk menutupnya seperti biasa.

"Dik tukang marah, kata Kak Santi, semua uang hasil jualan hari ini, disuruh simpan sama saya." ujar Farhan saat Fira siap-siap untuk menutup toko.

"Gak-gak, kamu pasti bohong kan? Atau kamu perampok atau pencuri, makanya bilang gitu, ya?" tuduh Fira.

"Eh, bukan gitu."

"Jadi, selama ini kamu udah mata-matai kami ya? Makanya tahu, jika Kak Santi membawa pulang semua uang hasil jualannya?" lagi Fira menuduh.

"Eh bukan, makanya dengar dulu."

"Tolong ,,, tolong!" Fira berteriak namun langsung dibekap mulutnya oleh Farhan.

"Dengar dulu, aku disuruh sama Kak Santi. Katanya, nomormu gak aktif sejak tadi. Makanya, dia tidak memberitahumu." jelas Farhan.

"Tunggu, aku hubungi Kak Santi dulu, agar kamu percaya." ucap Farhan menghubungi Santi.

Setelah mendengar penjelasan dari Santi, baru Fira mempercayai Farhan. Padahal nomor Fira tidak bisa dihubungi karena kehabisan baterei, kebetulan dia tidak membawa charger, akibat terburu-buru tadi pagi.

"Maaf ,,," ucap Fira setelah Farhan membantunya menutup toko. "Dan makasih." lanjutnya.

"Sama-sama, oya boleh ngomong sesuatu gak?" ujar Farhan, sambil berjalan ke arah sepeda motornya.

"Apa?" Fira menghentikan langkahnya. Begitu juga dengan Farhan.

"Jangan suka marah-marah, nanti gak laku." ejek Farhan berlari, dan mendapatkan lemparan sandal oleh Fira di punggungnya.

"Untung, aku masuk siang. Jadi gak pernah ketemu lagi, sama cowok resek seperti dia." gumam Fira mengambil sandal yang telah dilemparnya.

Baru saja Fira berjalan beberapa langkah, tangan ada yang cekal serta mulutnya dibekap dari belakang.

Fira langsung melawan, namun percuma tenaganya kalah cepat sama orang yang membekapnya. Dan dia tahu, betul siapa orang yang berani membekapnya. Dia adalah Alvin, Fira bisa tahu, dari aroma minyak wangi yang sering Alvin pakai.

Alvin langsung menyeret Fira memasuki mobilnya, kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Farhan yang baru saja mengenakan helm, tidak sengaja melihat mobil yang melaju cepat, di dalamnya ada Fira yang mengetuk-ngetuk pintu mobil.

Merasa Fira lagi ada masalah dan butuh pertolongannya, Farhan langsung mengejar mobil di depannya dengan kecepatan tinggi. Dia tidak peduli, dengan umpatan-umpatan dari pengendara lainnya. Yang diinginkannya adalah, gadis didalam mobil tersebut bisa selamat.

"Apa yang kamu inginkan Bang? Lepaskan aku!" teriak Fira.

"Aku menginginkan kamu Fira," jawab Alvin dengan sendu.

"Tapi, kita tidak bisa bersama, kamu sudah menikah Bang, dan yang kamu nikahi adalah sepupuku sendiri." berang Fira.

"Aku bisa menceraikannya Fira, bahkan aku belum menyentuhnya, akibat memikirkan kamu. Jelaskan padaku Fira, jelaskan padaku. Kenapa kamu menolak ku." Alvin juga berteriak.

"Tidak ada, yang perlu dijelaskan lagi. Semuanya sudah usai. Kisah kita usai. Sekarang turunkan aku." pinta Fira.

"Tidak akan Fira, kita akan merajut kembali kisah kita. Dan akan aku buat semua orang merestui hubungan kita." ujar Alvin dengan mata yang memerah. Bahkan dia tidak malu, menangis didepan Fira.

Terpopuler

Comments

Vira Playstore

Vira Playstore

terlambat Alvin,semoga setelah menikah baru minta penjelasan.kenapa GK dari kemarin

2024-11-21

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

enggak semudah itu forgoso

2025-02-07

0

Kamiem sag

Kamiem sag

Alviiiiinn!!!! turunin Fira!!

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!