Sudah Menikah

"Menikah?" tanya Asma terkejut gak percaya.

"Iya Bu, kami mohon maaf karena tidak meminta persetujuan dari Ibu sebelumnya." pinta Farhan bangkit dari duduknya.

Dia langsung memegangi lutut Asma, sebagai permintaan maaf darinya.

"Tapi bagaimana bisa? Kalian tidak melakukan apapun." isak Asma.

"Memang mereka tidak melakukan apapun Bu, tapi siapa yang percaya, melihat Fira hanya memakai baju kaos milik Farhan. Sedangkan Farhan sendiri hanya menggunakan celana. Tanpa baju, karena telah meminjamkannya pada Fira." jelas Santi.

"Ya Allah, nak! Kenapa bisa begini. Dan kenapa Paman mu." isak Asma tidak melanjutkan ucapannya.

"Kalau begitu, baiknya kalian urus surat-surat, agar bisa segera untuk menikah secara resmi. Bukan apa, nikah siri biasanya memberatkan pihak perempuan." ucap suami Santi.

"Baiklah, kami pulang dulu. Dan Farhan, baiknya juga ikut pulang. Karena bagaimanapun, para warga sini belum tahu jika kalian sudah menikah. Kembali lah, saat kalian sudah nikah secara agama dan negara." ucap Santi dan mohon pamit.

Setelah kepergian semua orang, Asma kembali memeluk Fira dengan erat. Dia bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh anaknya. Bahkan dia juga ikut merasakan bagaimana ketakutan Fira, kala di lecehkan. Walaupun, baru sebatas dibukakan bajunya.

"Maaf Bu, maaf ..." Fira berulangkali memohon maaf pada Ibunya.

"Kamu gak salah nak, kamu gak salah. Besok akan Ibu tanyakan pada Pamanmu, ya?" ujar Asma, dan Fira mengangguk pasti.

Besoknya, dengan ditemani Fira, Asma mengunjungi Danu. Dan kebetulan nya lagi, hanya ada Danu seorang di rumah. Tidak terlihat, Raya juga Marni.

"Apa maksudmu Danu, kenapa kamu tega melakukan ini pada Fira." tanya Asma dengan lembut.

"Apa aku salah? Aku hanya menyelamatkan Fira. Coba kamu pikirkan Asma, lelaki mana yang mau sama Fira, jika tahu kejadian ini? Ini telah mencoreng nama baik keluarga kita. Terutama keluargaku." sentak Danu emosi.

"Tapi, kamu tidak berhak, memutuskan semuanya Danu."

"Jadi, siapa yang lebih berhak? Kamu? Kamu bahkan tidak bisa menghidupinya seorang diri Asma, jika tanpa ikut campur tangan ku ini." cibir Danu.

"Aku Ibunya Danu, aku lebih berhak pada Fira."

"Aku walinya, dan aku sudah tuntaskan semua kewajibanku padanya. Sekarang kalian pulang lah, karena tanggung jawabku pada Fira telah usai. Dia sudah ditanggung oleh suaminya." usir Danu.

"Tapi Paman ,,, bagaimana dengan menantu mu yang hampir menodai ku?" tanya Fira.

"Dan kamu pikir aku percaya? Alvin lagi di luar kota sama Ayahnya. Dan aku sudah membuktikan sejak semalam."

"Itu bohong, pasti Paman bohong. Yang membawaku kesana, adalah menantu mu, dia masih tergila-gila padaku Paman. Bahkan dia berniat menceraikan Raya, jika berhasil menodai ku." ungkap Fira.

"Pulang ,,, aku gak mau mendengar cerita karanganmu Fira. Pulang lah!" usir Danu.

Asma dan Fira pun pulang dengan tangan kosong, mereka tidak juga mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Danu.

Sementara Danu hanya bisa menghembus napas lega.

"Maafkan Paman Fira, Paman harus menyelamatkan rumah tangga dan cintanya, Raya." gumam Danu, menatap kepergian Asma dan Fira.

Pada saat malam pertama yang seharusnya panas untuk pengantin baru itu gagal. Raya, sengaja menelpon Ayahnya untuk mengadu segalanya pada Danu. Raya bahkan tidak segan mengetuk Fira, karena telah berani datang ke acara resepsinya.

Bahkan Raya tidak segan menceritakan, dimana malam pertamanya gagal, karena Alvin yang terus saja memikirkan Fira.

Mendengar itu, Danu hanya bisa menjanjikan pada Raya, dia akan membuat Alvin agar segera melupakan Fira. Dan untungnya lagi, Fira lagi mendapatkan masalah, yang bisa dimanfaatkan olehnya. Bahkan Danu tahu, jika Fira tidak berbohong, tentang dimana Alvin yang membawanya kesana. Karena sebelumnya pun, Fira tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, cuma Alvin. Ya, Alvin adalah cinta pertama Fira.

Danu tahu, jika Fira jujur. Karena selama ini Fira tidak pernah berbohong padanya sekalipun. Berbeda dengan Raya, yang sering mengkambing hitamkan Fira, jika dia ketahuan, lagi jalan sama pacarnya. Bahkan kerap kali, Raya mengatas namakan Fira, agar dia bisa keluar dari rumah saat malam tiba.

Tak lama kemudian, Raya dan Marni pulang. Mereka sengaja di suruh oleh Danu untuk pergi ke pasar. Awalnya Raya menolak, namun Danu berdalih sakit pinggang, dan tidak sanggup untuk mengantar istrinya. Terpaksa lah, Raya yang mengantar Ibunya.

"Suamimu masih di luar kota?" tanya Danu, karena Marni sudah masuk ke dalam, sedangkan Raya memilih untuk istirahat di samping Ayahnya.

"Masih Yah, dan mungkin besoknya baru pulang!" sahut Raya. "Tadi malam, kami sudah vidio call." lanjut Raya.

"Bagus lah, bagaimana dengan hubungan kalian?"

"Dia terlihat lebih baik, saat menghubungiku semalam Yah, dan dia mengucapkan rindu." kekeh Raya tersipu. "Semoga, dia bisa lebih cepat melupakan mantannya itu." ujar Raya, enggan menyebutkan nama Fira.

"Iya, dan Ayah akan memastikannya. Ayah akan melindungi rumah tanggamu nak, Ayah akan melakukan segalanya." ujar Danu menatap jauh ke depan.

"Terimakasih Ayah, semoga Ayah bisa membuktikannya. Karena kalau tidak, aku ragu siapa sebenarnya anak kandung Ayah." cibir Raya, memanyunkan bibirnya. Dan Danu hanya tertawa.

"Tentu kamu, dan hanya kamu. Ayah hanya melakukan kewajiban Ayah, sebagai wali darinya. Tidak lebih dari itu." ungkap Danu.

Di tempat lain, Farhan pulang ke rumah orang tuanya. Dia ingin mengabarkan berita bahagia pada keluarganya, padahal duka yang di rasakannya.

Impian Farhan adalah, menikah jika ada perempuan yang berhasil membuat hati dan jantungnya berdetak lebih cepat. Namun , sekarang dia menikah dengan gadis tukang marah, yang bisa dikatakan membawa nasib sial terhadapnya. Karena baru ketemu saja, sudah mendapatkan musibah, dengan cara menikah.

"Kak ,,, Mama, Papa kemana?" tanya Farhan pada Kakaknya yang ke tiga. Kebetulan dia memang sering ke rumah orang tuanya. Karena suaminya yang sering pergi keluar kota untuk bekerja.

"Honeymoon ,,," cetusnya asal.

"Jangan asal Kak, aku ke kamar mereka dulu." ucap Farhan meninggalkan Kakaknya yang tiduran di sofa ruang tamu.

Memang benar, orang tua mereka sering menghabiskan waktu di kamar. Apalagi, jika Papa berada di rumah. Entah apa yang mereka lakukan. Padahal umur Ayahnya saja sudah enam puluhan lebih. Dan Farhan yakin, Papanya tidak sekuat itu.

Farhan menggedor pintu kamar dengan keras. Orang tua mereka yang sedang menghabiskan waktu bersama pun. Di buat risih, dan tentu saja senyum di bibir Mamanya terlukis indah, karena tahu siapa yang melakukan hal tersebut. Apalagi, mereka melihat kedatangan Farhan, dari jendela kamar.

"Jangan keluar dulu Ma, tetap lah disini." ucap Papa Farhan bernama Alan.

Miranti yang masih berada di pelukan suaminya hanya terkekeh pelan. Tidak menghiraukan larangan dari suaminya, dia tetap bangkit untuk menemui anak yang dirindukannya itu.

"Masih siang loh, Ma. Jangan berikan aku adik lagi." cetus Farhan dengan muka masam.

Miranti spontan memukul lengan anaknya itu. Kemudian membawa Farhan ke pelukannya. Sedangkan Alan hanya bisa memutarkan mata malas. Dia enggan sekali menatap pemandangan di depannya. Karena keberadaan Farhan, bisa mengalihkan dunia istrinya itu.

"Jangan lama-lama kamu peluk istri ku." larang Alan masih berada di dekat jendela.

"Tapi dia Mama ku." ledek Farhan menjulurkan lidahnya.

"Makanya nikah, biar ada yang kamu peluk, kapan saja." cetus Miranti.

"Sudah." jawab Farhan singkat.

Alan dan Miranti langsung terdiam dan saling pandang.

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

keluarga Farhan termasuk keluarga yg harmanis...

2025-02-04

1

Muhammad Yamin

Muhammad Yamin

jgn kau remeh dong han, tua2 kelapa lho

2024-12-11

1

Kamiem sag

Kamiem sag

eits... Farhangak mau adik??

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!