Kejadian Tidak Terduga

Farhan yang sempat kehilangan mobil Alvin pun tidak menyerah, dia tetap saja melajukan sepeda motornya sesuai feeling nya sendiri. Sampai akhirnya dia melihat mobil yang sama terparkir didepan sebuah bangunan tua.

Walaupun merasa takut, Farhan memberanikan diri untuk memeriksa bangunan tersebut. Dia takut terjadi apa-apa ada gadis tukang marah, yang baru dikenalinya itu.

"Malam ini, aku aku buktikan, kalau kita akan bersama selamanya." kekeh suara lelaki yang terdengar oleh Farhan.

Farhan pun mengumpulkan keberanian dan memeriksa dimana suara lelaki tersebut berasal. Tak terdengar suara dari gadis tukang marah sedikitpun, Farhan takut, jika gadis tersebut sudah pingsan ataupun mati.

Dengan hati-hati, Farhan melangkah. Dia menggenggam satu batang balok yang kebetulan ditemuinya, tidak juah dari pintu masuk tersebut.

Plak ,,, Farhan memukul keras tengkuk Alvin. Sampai-sampai Alvin meringis dan hampir pingsan. Sedangkan didepannya terlihat Fira yang diikat, serta disumpal mulutnya. Bahkan lebih parahnya lagi, baju bagian atas Fira entah hilang kemana.

Alvin yang menyadari kelakuannya diketahui orang lain, langsung berlari keluar. Farhan yang hendak mengejar pun, mengurungkan niatnya. Karena baginya menyelamatkan gadis tukang marah, jauh lebih penting dari pada mengejar pelaku tersebut.

Farhan buru-buru membuka kaosnya untuk bisa dipakai oleh Fira, agar bisa menutupi tubuh bagian atasnya.

"Kamu gak apa-apa?" tanya Farhan setelah melepaskan ikatan dari tangan serta mulut Fira.

Fira buru-buru memakai pakaian yang diberikan oleh Farhan, dan Farhan juga memutar tubuhnya. Agar tidak kembali melihat yang seharusnya tidak dilihatnya.

"Makasih." isak Fira memeluk erat tubuh Farhan dari belakang.

"Keluar kalian tukang zina. Keluar." terdengar suara teriakan dari luar gedung.

Fira buru-buru melepaskan pelukannya, dia terkejut akibat teriakan yang didengarnya. Begitu juga dengan Farhan, dia juga terkejut mendengar teriakan tersebut.

"Kalian keluar lah, percuma kalau kalian hendak lari. Karena tempat ini sudah kami kepung." lagi suara teriakan terdengar.

"Dengar kan aku baik-baik. Kita keluar, dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka." ujar Farhan menenangkan Fira yang keburu menangis akibat ketakutan.

"Kamu jangan takut, aku ada disini. Bersamamu." lagi, Farhan berucap. Padahal dia sendiri tidak yakin, jika orang-orang akan percaya padanya. Apalagi jika mereka melihat, tubuhnya polos tanpa baju.

Farhan dan Fira sama-sama melangkah untuk keluar secara berdampingan. Tanpa sadar, Fira menggenggam erat tangan Farhan.

"Ooo ini nih, pasangan mesum." pekik mereka saat melihat Fira dan Farhan bersama.

"Oo jadi, kalian sengaja kemari hanya untuk mengotori kampung kami?" tanya bapak-bapak disana.

"Bakar aja mereka. Mereka sudah berani-berani mengotori kampung halaman kita." ujar seorang bapak-bapak seperti menggompori.

"Kami bukan berzina. Aku kesini untuk menolongnya dari lelaki yang hendak memperkosanya." ucap Farhan memberi penjelasan.

"Dia benar Bapak-bapak Ibu-ibu."ucap Fira dengan menunduk.

" Halah, aling itu cerita bohong dari kalian. Buktinya Adik ini gak pakai baju. Dan kamu juga gak pakai kut*ng deh kayaknya."ujar seorang Ibu menarik tangan Fira yang sedari tadi berada di dadanya.

"Jangan Bu." larang Fira menangisi aksi brutal yang diterimanya.

"Jangan Bu, dia gak salah." larang Farhan memegang lengan Ibu-ibu yang hendak menarik tangan Fira agar bisa terlihat oleh khalayak ramai. Kalau Fira tidak memakai underwear.

"Mereka beneran berzina Pak Bu, terbukti gadis ini tidak memakai dalaman. Jadi, baiknya kita bawa keliling kampung. Dan buka semua baju mereka. Agar tidak ada pasangan lainnya yang berani berbuat zina di tempat kita." ucap Ibu-ibu yang tadi menarik tangan Fira.

"Ada apa ini? Kenapa tidak ada yang melapor pada saya?" tanya seorang lelaki yang memakai peci.

"Mereka telah berani mengotori kampung kita dengan berzina di bangunan tua ini Pak RT." ucap seorang lelaki, pada orang yang di panggil pak RT.

"Iya Pak RT, dan kami semua sepakat, jika mereka ditelanjangi dan dihukum keliling kampung." ujar lainnya.

"Ditelanjangi untuk apa? Biar suami ataupun istri dari kalian, bisa melihat aurat orang lain? Dan agar bisa kalian bayang, dan banding-bandingkan dengan milik pasangan ataupun milik kalian sendiri? Nauzubillah!" ucap Pak RT.

"Ibu-ibu, Bapak-bapak. Ada baiknya kita musyawarah dulu, jangan langsung main ambil tindakan sendiri. Untuk kalian berdua, ikuti saya ke rumah." ajak Pak RT. mendapatkan sorakan dari warga yang kecewa.

"Oya, tolong untuk wakil dari warga, tolong datang ke rumah sebanyak delapan orang. Yang lelaki!" tekan Pak RT. Karena paham bagaimana rusuhnya ras terkuat di muka bumi ini. Ataupun Ibu-ibu.

Setelah mendengarkan cerita dari Farhan dan Fira. Kemudian Pak RT juga bertanya pada warga. Bagaimana mereka bisa tahu, jika dibangunan tersebut, telah terjadi perbuatan zina.

"Jadi gini Pak RT. Tadi, saya baru pulang dari warung. Dan warga disini semua juga tahu, kalau rumah aku melewati bangunan tua tersebut. Keluarlah, seorang pemuda dengan napas ngos-ngosan. Dia mengatakan melihat pasangan didalam sedang melakukan zina. Tapi, dia tidak berani menegurnya. Karena keburu takut." ujar seorang Bapak, yang tadi seperti kompor.

"Lalu?" tanya Pak RT.

"Dia menyuruh saya untuk memanggil warga lainnya, dan dia sendiri berjaga disana. Agar pasangan yang didalam tidak lari. Ataupun meninggalkan tempat itu."

"Saat kami sampai disana, tidak terlihat lagi pemuda yang memberitahukan pada kami. Tapi, aku melihat motor butut diluar bagunan tersebut. Sedangkan mobil yang sebelumnya ada disana, entah hilang kemana." jelasnya.

Pak RT langsung menghela napas, mendengar penjelasan dari saksi mata. Tapi, yang dijelaskan warga tadi pun, menjadi pertimbangannya. Bagaimana, jika mereka telah melakukan aksi haram tersebut. Apalagi, bukti memperlihatkan jika mereka seperti telah melakukannya. Ataupun, baru saja hendak melakukannya.

Tak lama kemudian, Santi dan suaminya datang kesana. Dia sebelumnya dihubungi oleh Farhan. Dan Farhan hanya mengatakan secara garis besar pada Santi.

"Kak Santi." isak Fira memeluk erat tubuh Santi. Dan Santi juga membalas dengan sama eratnya.

"Aku tidak melakukannya Kak, sungguh." isak Fira.

"Iya, iya Kakak percaya padamu. Kamu sabar ya. Kakak juga telah menghubungi pamanmu. Karena dia bertanggung jawab atasmu." ucap Santi memijit pelipisnya.

"Ibu ,,,"

"Kakak, tidak memberitahu padanya. Hanya mengatakan kamu ada urusan sama Kakak." ucap Santi, dia paham akan kekhawatiran yang dirasakan anak buahnya itu.

Tak lama kemudian Danu sampai, karen sebelumnya dia sudah diberikan alamat lengkap oleh Santi.

Plak ,,, Danu langsung menampar keras wajah Fira. Dia amat teramat kecewa pada keponakannya itu.

"Kenapa kamu mempermalukan aku hah? Kenapa harus dengan cara ini, kamu membalaskan dendammu pada Paman, Fira?" teriak Danu dengan keras.

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

hadehhh paman Danu langsung tampar saja.. di depan umum pula

2025-02-04

1

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

cih dasar kampret ini si danu datang2 main langsung gampar

2025-02-07

0

Kamiem sag

Kamiem sag

mamoyslah kau Danu nanti nenyesal

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!