Episode 18

Danu langsung mengajak Fira untuk bicara berdua. Beruntung, tidak ada pembeli disana. Dan Asma juga bisa mengantikan Fira untuk menjaga kedai tersebut.

"Kenapa kamu memberitahu Raya?" tanya Danu mencoba bicara selembut mungkin.

"Aku lelah Paman, aku lelah. Bahkan Raya datang kesini, menuduhku menggoda suaminya. Aku lelah." sahut Fira.

"Tapi, kamu tidak berkewajiban membuatnya tahu yang sebenarnya terjadi Fira. Tahu gak? Gara-gara kamu Raya jadi uring-uringan di rumah. Kasihan dia." ungkap Danu membuat Fira memutar mata malas.

"Terus Paman tidak kasihan padaku? Bahkan kemarin menantu mu datang kesini dan memelukku Paman. Dan masih juga Raya menuduhku?" jelas Fira.

"Makanya Paman sudah memberitahu jangan membuka kedai disini, karena bisa saja Alvin menemuimu. Lagian Paman heran sama suamimu, kenapa kamu harus ikut-ikutan mencari uang, bukannya ini tanggung jawabnya?"

"Ini rumah tanggaku Paman, jadi apa yang terjadi disini, adalah urusanku dan tanggung jawabku. Jadi, Paman tidak berhak ikut campur." tekan Fira.

"Kamu keras kepala Fira. Sudah berubah, bukan lagi Fira yang Paman kenal."

"Dan ingatlah, Paman yang mengubahku. Dengan Paman menyuruhku menolak menantu mu dan malah Paman nikahi dengan Raya. Maka disitulah, Paman telah mengubahku. Menghilangkan respek terhadap Paman." ungkap Fira.

"Kalian itu tidak berjodoh Fira, Alvin berjodoh dengan Raya, dan dan perantara melewati dirimu. Dan coba kamu bayangkan, jika Paman menikahkan mu dengan Alvin, tentu saja kamu gak bisa menikah dengan suamimu yang sekarang. Seharusnya kamu berterimakasih padaku." cibir Paman. "Paman pamit dulu, karena percuma saja bicara sama kamu. Sekarang hatimu sekeras batu." ujar Danu meninggalkan Fira yang meraup mukanya.

Fira memasuki kedai, kemudian menceritakan apa yang Danu katakan padanya. Dan Asma hanya menyuruh Fira untuk bersabar dan jangan terlalu keras dalam menjawab.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Alvin sampai di rumah, kala memasuki kamarnya, dia langsung di lempari bantal oleh Raya, beruntung Alvin dengan sigap menangkapnya.

"Kenapa sih?" cetus Alvin.

"Dari mana aja hah? Kenapa pulang terlambat? Apa mampir ke tempat mantanmu dulu?" beruntun Raya.

"Oo, cuma gara-gara itu?" ucap Alvin mengambil bantal dan menaruh ke tempat semula.

"Dan apa yang kamu lakukan pada Fira, pada saat malam ke tiga setelah pernikahan kita?" tanya Raya penuh penekanan.

Alvin langsung menelan ludah kasar, kala mendengar pertanyaan dari Raya. "Maksud kamu?" Alvin pura-pura bingung.

"Jangan pura-pura gak tahu Bang, Fira sudah menceritakan semuanya." ungkap Raya.

"Sialan ..." umpat Alvin.

"Apa yang Fira katakan? Dan kamu lebih percaya padanya?" tanya Alvin mendekati Raya yang sedang berada di ujung kasur. "Dengar, memang malam ke tiga, sebelum aku keluar kota. Fira sempat memanggilku. Saat itu, kebetulan aku lewat di depan toko kelontong tempat dia bekerja dulu. Aku pikir, mungkin dengan menemuinya sejenak itu bisa menyelesaikan masalah antara kami berdua. Akan tetapi, itu semua diluar prediksiku. Fira langsung memeluk tubuhku, dan memohon agar aku menceraikan mu. Karena saat itu, kebetulan toko lagi sepi. Kamu tahu apa ynag lebih parah, dia bahkan sempat mencium bib*rku. Aku yang diperlakukan begitu langsung tergoda." jelas Alvin.

"Terus kenapa dia sampai tahu, jika Abang belum juga menyentuhku sampai malam itu?" tanya Raya lagi.

"I-itu karena, aku keceplosan. Ya, aku keceplosan. Maafkan aku Raya. Sungguh, aku sedang mencoba untuk melupakannya, tolong bantu aku ya." ucap Alvin mengecup kedua tangan Raya.

"Awas saja kamu Fira." batin Alvin.

"Oya, aku bawa sesuatu untukmu, semoga kamu suka ya." kata Alvin kemudian mengambil tasnya yang berada diatas kasur.

"Ini," Alvin menyerahkan sebuah kotak berisi kalung untuk Raya. "Ini sengaja aku beli untuk mu, sebagai bentuk terimakasih ku, karena kamu telah berusaha menjadi istri yang baik untukku." puji Alvin membuat muka Raya memerah.

"Tapi, kata Fira kemarin kamu ke kedainya, dan memeluknya." ujar Raya memanyunkan bibirnya.

"Iya, kan aku sudah katakan, jika Fira tersenyum genit padaku. Aku memang memasuki kedainya. Tujuannya ya ingin memperingatinya kalo kami berdua sama-sama sudah berumah tangga. Tapi, suaminya datang dan malah memukulku." bohong Alvin mengarang cerita.

"Jadi, semua yang Fira katakan itu bohong?" tanya Raya.

"Iya, aku memang belum mencintaimu, tapi aku akan terus berusaha membuka hatiku untuk mencintaimu dan melupakan Fira. Aku akan setia padamu Raya, karena kamu pun, telah mengorbankan banyak hal padaku." ujar Alvin menyatukan napasnya.

...🍁🍁🍁🍁🍁...

Farhan pulang ke rumah orang tuanya. Dia memang tidak ke pom bensin hari ini. Karena Miranti hampir setiap hari menyuruhnya untuk kembali.

Begitu sampai, Farhan langsung di peluk erat oleh Miranti, dan itu berhasil membuat Alan mencibir ke arah Farhan.

"Kenapa tidak membawa menantu Mama?" rajuk Miranti.

"Sabar Ma, sebentar lagi." sahut Farhan.

"Jangan terlalu lama, karena Mamamu terlalu cerewet dan menyuruhku untuk menekan mu." ungkap Alan yang berada di sofa yang sama dengan mereka berdua.

"Sabar Mama. Aku harus menjelaskan semuanya dulu sama Fira. Lagi pula, sepertinya dia bukan cewek yang gila akan harta. Buktinya Fira bahkan tidak mengeluh saat aku hanya membawakan uang seratus ribu." ujar Farhan.

Flashback

"Dik, maaf, jualan Abang hari ini terlalu sepi. Dan Abang hanya bisa memberimu uang segini." Farhan menyerahkan uang seratus ribu.

"Alhamdulilah, setidaknya masih ada seratus ribu Bang, jadi bisa sedikit membantu untuk membeli makanan untuk tukang besok." ungkap Fira menerima uang pemberian suaminya. "Abang mau makan, mandi dulu?" tanya Fira.

"Mandi, tapi temenin." rengek Farhan, membuat Fira tersipu.

"Ada Ibu, malu." ucap Fira dengan muka memerah. Dan Farhan hanya bisa mengangguk kepala, karena pahan posisi kamar mandi berada di dapur, tidak seperti rumahnya. Yang bahkan kamar pembantu disediakan kamar mandi di kamar masing-masing.

"Ternyata uang seratus juta tidak cukup ya Bang, untuk Kak Santi mau memberikan barang-barangnya walaupun kita hanya membayar sebagian uangnya." ucap Fira meletakan baju kotor milik suaminya.

"Itu karena Kak Santi percaya padamu, dia tahu kamu jujur dan baik. Dia juga yang menyakini ku, untuk menikahimu." bisik Farhan memeluk erat pinggang Fira dan meletakan dagunya dibahu Fira.

"Eh, bukan karena Kak Santi saudara Abang? Karena selama ini, yang aku tahu Kak Santi tidak melayani hutang dalam jumlah banyak. Dia tidak mau rugi di kemudian hari." jelas Fira.

"Itu juga salah satunya sih." kekeh Farhan.

flashback off.

"Mama setuju jika kamu mempertahankan Fira. Karena Mama dan Papa pun, bisa menilai jika ia adalah gadis baik-baik." seru Miranti. "Ya kan Pa?" tanya Miranti pada Alan yang menyadarkan kepala pada bahunya.

"Iya." sahut Alan singkat.

"Tapi, sepertinya Fira trauma Ma." ucap Farhan membuat Miranti menatapnya serius, begitu juga dengan Alan.

"Mama atau Papa mengenali orang ini?" tanya Farhan menyerahkan selembar foto Hendra, karena beberapa hari ini Farhan menyuruh orang untuk memata-matai Hendra.

Terpopuler

Comments

MashMellow🍭

MashMellow🍭

sabar pun ada batasnya buk, itu bodoh/paloi namanya kalau xmelawan, anjing pun akan melawan tuannya bila selalu dikasar.

2025-01-21

0

Royani Arofat

Royani Arofat

kayak sunetron ikan terbang.yang sabar kelewat sabar.dizalimi sabaaaar.ug jahat kelewat jahat.g tobat2.

2025-01-30

0

Kamiem sag

Kamiem sag

apa Hendra dan Alvin kerja di oerusahaan Alan papanya Farhan?

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!