Sedikit Melawan

Hari ini, Fira kembali berjalan melewati rumah Raya. Dia disuruh datang oleh Santi untuk membantunya menjaga toko sebentar. Karena dia ada sedikit urusan mendadak, padahal semenjak Farhan mengutarakan idenya itu, baik Farhan dan Fira sama-sama telah menghubungi Santi untuk mengutarakan niat mereka.

Tetapi, karena ini urusan mendadak. Santi kembali menghubungi Fira, sebab dia belum juga mendapatkan pengganti yang bisa dipercayanya.

"Eh pengantin baru, mau kemana?" cetus Marni yang kebetulan sedang duduk bersama Raya.

"Mau, kerja Bi." sahut Fira singkat.

"Eh kok masih kerja. Bukannya udah ada yang nafkahi? Oo lupa, kan suaminya kismin." kekeh Raya yang mendengar ucapan dari Fira.

"Iya nak, beda sama suamimu. Dia memberikan mu uang tanpa harus bekerja. Dia malah menyuruhmu berfoya-foya, tanpa pernah memperingati untuk berhemat." lanjut Marni.

"Ingat Bi, suami Raya juga mantan kekasih aku yang kalian rebut." ucap Fira meninggalkan mereka berdua.

"Fira sialan." teriak Raya.

Mendengar itu, Fira kembali lagi pada sepupunya itu.

"Tolong di ingatkan ya suaminya. Agar jangan menatapku terlalu lama. Karena dia sudah punya istri." kekeh Fira, berlari meninggalkan Raya dan Marni.

Marni langsung menahan tangan Raya, kala melihat anaknya mengambil sendal hendak mengejar Fira.

"Tenang nak, tenang. Jangan buat Fira semakin senang. Apalagi, melihatmu dengan muka merah begini." ujar Marni menenangkan anaknya.

"Tapi Bu," Raya menghentikan ucapannya, dan masuk kedalam dengan kaki di hentak-hentakkan.

Fira masih saja tertawa, kala mengingat wajah kesal sepupunya itu.

"Ternyata Bang Farhan benar, berhenti untuk tidak enakan sama orang yang seenaknya sama kita itu seru." kekeh Fira.

Tiba-tiba saja wajah bersemu, kala mengingat suaminya itu.

Melihat kedatangan Fira, Santi langsung pergi dengan buru-buru, karena sebetulnya dia sudah terlambat.

Fira datang agak siangan, jadi Farhan sudah tidak lagi berada disana. Karena sekarang sudah saatnya dia kerja di pom bensin.

Fira pernah bertanya pada Farhan, kenapa kerja di dua tempat sekaligus. Jawaban Farhan adalah, jual buah adalah kerja sampingan, sedangkan di pom bensin adalah kerja yang sesungguhnya. Karena pom bensin masuknya siang, jadi paginya digunakan untuk bekerja. Sebab waktu adalah uang.

Fira senang, karena Farhan tipe lelaki yang apa-apa usaha sendiri. Berbeda dengan Alvin, yang apa-apa mengharapkan orang tuanya. Bahkan sekarang, Alvin juga bekerja bersama Ayahnya.

Ya, baik Hendra dan Alvin sama-sama bekerja di perusahaan bidang properti. Dimana Hendra yang menjabat sebagai wakil direktur, sedangkan Alvin masih jauh dibawah Ayahnya.

Perusahan tersebut memang bukan milik keluarga Hendra, tetapi Hendra merupakan salah satu orang kepercayaan di perusahaan yang memperkerjakannya itu.

Fira bekerja seperti biasanya. Dan dia malah meminta pada Santi untuk bekerja seharian penuh seperti biasanya. Tentu saja , Santi sangat senang, karena dia bisa istirahat, setelah beberapa hari berkutat di toko sendirian.

Farhan datang untuk menjemput Fira pulang, kedatangan Farhan bersamaan dengan Santi yang datang untuk mengambil uang hasil jualannya hari ini.

 Setelah membantu menutup toko, Santi langsung pamit pulang. Sedangkan Farhan dan Fira memutuskan untuk jalan-jalan sebentar.

Dengan mengunakan motor butut milik Farhan. Mereka mengelilingi sepanjang jalan. Sampai akhirnya, Farhan membawa Fira pada sebuah taman. Disana, terdapat beberapa orang pedagang makanan. Karena setiap malam, pasti ada saja orang-orang duduk di taman tersebut, walaupun hanya untuk membeli makanan.

Fira dan Farhan sama-sama memesan bakso, baru saja mereka makan beberapa suap. Terlihat, Raya dan Alvin turun dari mobil. Dan menghampiri mereka berdua.

Fira langsung menunduk, kala Alvin mendekat ke arahnya. Farhan yang paham keadaan istrinya, langsung menggenggam erat tangan Fira, yang sedang terkepal.

"Tenang ... Abang akan selalu bersamamu." bisik Farhan. Dan itu, berhasil menjadi kata-kata sebagai obat untuk Fira.

"Masak pengantin baru, makannya disini. Eh lupa kan gak sanggup kalau ke tempat mewah." kekeh Alvin duduk di depan Farhan dan Fira. Juga, di ikuti oleh Raya.

Raya langsung meletakkan sebuah tas, di meja. Seolah-olah guna memamerkan tas dan cincin serta gelang yang dipakainya. Sebab seingat Fira, tadi siang saat berjumpa Raya di rumahnya, Raya belum menggunakan gelang dan cincin tersebut. Hanya, ada cincin nikah, dijari manisnya.

"Lihat nih, suamiku. Mentraktir istrinya, bukan makanan murahan seperti ini. Tapi, langsung membeli emas di toko Indah bersinar. Kalian pasti belum pernah kesana kan?" kekeh Raya, dan Alvin langsung memeluk bahu istrinya.

"Indah bersinar, punya Papa Mama gua." batin Farhan.

"Tapi kalian jangan kesana deh, kasihan nanti di usir." lagi mereka berdua sama-sama tertawa.

"Maaf Dik, mau pesan bakso apa?" tanya penjual bakso lembut. Karena dia pikir mereka mampir ke tempatnya untuk membeli bakso.

"Kami, gak level makan makanan pinggir jalan gini. Gak kayak mereka." sinis Raya.

"Mereka gak sanggup bayar Pak, jadi maklumi aja." sahut Farhan tanpa melihat ke arah dua manusia didepannya.

"Oo tak sanggup bayar toh." sindir sang penjual meninggalkan meja tersebut.

"Apa maksudmu mengatakan kami gak sanggup bayar hah!" bentak Alvin tidak terima.

"Emang salah ya? Bukannya jika sanggup kamu akan membelinya?" tanya Farhan.

"Kami gak level ya, gak level." Raya membela suaminya.

"Bukannya, dulu kita sering makan makanan pinggir jalan ya Raya? Kamu udah lupa?" kekeh Fira memberanikan diri menatap Alvin juga Raya.

"Setidaknya aku udah naik tingkat sejak menikah, gak kayak kamu masih jalan ditempat." sinis Raya.

"Ooo ..." sahut Fira tanpa lagi memperdulikan dua orang didepannya.

Farhan langsung menyuapkan bakso pada Fira, dan Fira mengucapkan terimakasih dengan memberikan kedipan matanya serta kecupan di pipi Farhan.

Alvin yang menatap keromantisan mereka hanya bisa meremas angin dibawah meja.

"Lebay ..." sindir Raya.

"Emang gak pernah romantis ya?" tanya Fira. "Eh lupa, suaminya kan masih melirik mantan." lanjut Fira menatap Alvin yang sedang menatap sendu ke arah Fira.

"Abang, apa-apaan sih." Raya langsung menarik tangan Alvin agar segera menjauh dari Fira.

Melihat kelakuan Raya dalam menarik Alvin, otomatis membuat tawa Fira dan Farhan meledak.

Tiba-tiba Farhan malah fokus, pada Fira yang tertawa. Bahkan segala keindahan di dunia, berada pada istrinya itu.

Terpopuler

Comments

niktut ugis

niktut ugis

eh rayavin, andai kalian tau siapa itu sebenarnya si Farhan jangan stress trus jadi penghuni RSJ ya

2024-12-17

1

Adi Nugroho

Adi Nugroho

wah jangan" Alfin dan Ayahnya kerja d kantornya Farhan ya thorr

2024-12-21

1

Khairul Azam

Khairul Azam

gak taunya ayahya alvin krj dikantornya bapaknya farhan

2024-11-23

1

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!