Episode 16

"Eh besti, mau belanja?" tanya Bu Sumini kala melihat kedatangan Marni.

"Belanja? Disini? Gak level." sahut Marni.

"Wah, benarkah? Mungkin karena disini tidak diberlakukan hutang ya Bu." kekeh tetangga Asma.

"Apa maksudmu? Aku ini belanjanya di supermarket. Bukan di kedai kecil begini." sahut Marni tidak terima.

"Oo iya kah? Bukannya karena yang bisa ngutang kayak tukang sayur, juga warung Bu Yati, yang hampir tutup itu ya?" kekeh tetangga Asma yang lainnya. Karena mereka sedikit tidak menyukai sikap Marni yang sok kaya.

"Siapa bilang aku suka ngutang sama tukang sayur dan Bu Yati? Aku ini orang kaya ya. Bahkan sekolah Fira aja sanggup aku bayarkan. Jangan memfitnah ku sembarangan." berang Marni tidak terima.

"Marni mau belanja apa? Biar aku tolong." seru Asma agar jangan ada keributan di kedainya.

Bukan apa, dia tahu betul bagaimana sikap Ibu-ibu jika sudah emosi. Barang-barang orang berantakan pun, dia tidak peduli.

"Coba kalian semua lihat ini, ini dan ini. Masak aku belanja disini sih." ujar Marni menunjukan leher tangan dan jarinya yang dipenuhi emas.

"Ya sudah Bi, kalo gak mau belanja jangan disini. Kasihan Ibu-ibu lainnya terganggu dengan suara Bibi yang tidak merdu itu." kekeh Fira mengusir secara halus.

"Yok Sumini, aku traktir kamu belanja sepuasnya di supermarket. Disini ikannya gak segar." sinis Marni meninggalkan kedai milik Fira diikuti oleh Sumini sahabat baiknya itu.

Alvin sengaja pulang kerja dengan jalan memutar. Dia ingin menatap wajah teduh Fira. Apalagi, Alvin tahu dari Raya, jika sekarang Fira sibuk menjaga kedai kecil miliknya. Yang otomatis, wajah Fira selalu terpampang jelas walaupun Alvin berdiri di tepi jalan.

Melihat Fira yang sendirian. Alvin langsung turun dari mobilnya. Dan menghampiri Fira yang sibuk menakar gula ke dalam plastik.

"Sayang ..." sapa Alvin.

Fira langsung tercekat kala mendengar suara Alvin. Bahkan sekarang bulu kuduknya juga berdiri. Sampai-sampai tangannya juga ikut gemetar.

"Fira ..." lagi Alvin memanggil, kala melihat tidak ada respon dari Fira.

"Pergi ..." usir Fira tanpa menatap ke arah Alvin yang berada tepat di belakangnya.

"Maaf," bisik Alvin seraya memeluk tubuh Fira dari belakang.

Perbuatan Alvin langsung membuat air mata Fira luruh. Dia kembali teringat bagaimana kasar dan brengseknya Alvin di malam itu.

Fira bukan tidak melawan, akan tetapi, tenangnya yang hilang entah kemana. Bahkan hanya sekedar untuk berteriak minta tolong.

Bugh ... Farhan datang menarik tubuh Alvin dari belakang, dan dia tidak segan langsung menonjok pipi Alvin.

"Apa yang kamu lakukan pada istriku hah?" teriak Farhan, berhasil membuat tubuh Fira melorot jatuh ke lantai.

"Istrimu? Ingat dia dulu mantanku." kekeh Alvin menghapus darah yang berada disudut bibirnya.

"Iya, mantan yang kau tinggalkan." tekan Farhan.

"Pergi kamu, jangan sesekali menggangu istriku. Atau aku teriak biar semua orang tahu, kelakuan busukmu." ancam Farhan, membuat Alvin keluar dari kedai milik Fira.

"Dik, Fira ..." Farhan memeluk Fira yang masih mematung di lantai.

Lagi Fira menangis kala menyadari jika yang memeluknya sekarang adalah Farhan. "Aku takut." lirih Fira dengan isakan.

"Lawan Dik, lawan. Jangan biarkan ketakutan itu menghantui mu. Lawan lah, jangan biarkan dia bersarang di kepalamu." bisik Farhan menenangkan Fira.

Hari ini Farhan sengaja pulang lebih, bukan apa. Itu semua, karena Farhan sedang tidak enak badan. Namun, saat melihat mobil Alvin berada tidak jauh dari kedai Fira. Farhan langsung merasa firasat tidak baik. Dan benar saja, saat dia datang, dia melihat Alvin yang sedang memeluk tubuh Fira. otomatis Farhan langsung emosi.

Alvin sampai di rumah, namun tidak ada Raya disana. Yang ada hanya Marni juga Danu sedang duduk bersama di ruang keluarga.

Tanpa menyapa mertuanya, Alvin langsung memasuki kamar. Dia melihat Raya sedang tidur nyenyak di kasur empuknya.

Alvin langsung menanggal pakaiannya dan memasuki kamar mandi, untuk menjernihkan pikirannya dari pesona Fira. Bahkan wangi tubuh Fira bisa membuatnya gila.

"Farhan sialan ..." gumam Alvin, kala sekelebat bayangan Farhan kembali muncul saat dia sedang membayangkan Fira. Beserta tubuh bagian atas Fira, yang pernah disentuhnya.

Alvin langsung menyudahi acara mandinya, dan berniat menuntaskan hasratnya pada Raya. Sebab, gara-gara memeluk Fira tadi, nafsunya meningkat.

"Raya bangun..." Alvin menepuk paha Raya.

Raya langsung mengeliat, kala melihat Alvin berada di dekatnya.

"Layani aku ..." pinta Alvin tanpa ada rayuan agar meningkatkan hubungan romantis antara keduanya.

"Maaf Bang, aku lagi gak enak badan. Udah seharian aku pusing." seru Raya.

"Aku gak peduli, tugasmu adalah mengikuti perintahku." tekan Alvin.

"Tapi ..." ujar Raya.

Namun, ucapannya terhenti akibat dibungkam oleh Alvin.

Alvin memaksa Raya, tak peduli, dengan tubuh demam istrinya itu. Karena sekarang, dimatanya Raya adalah Fira. Sesekali dia melakukannya dengan lembut. Akan tetapi, kembali kasar jika mengingat Farhan yang menjengkelkan.

"Makasih Fira ..." lirih Alvin sebelum dia tertidur pulas.

"Jadi, dari tadi kamu membanyangkan kalo aku ini Fira? Jahat kamu Bang." isak Raya mengguncang tubuh Alvin.

"Tidur Fira ..." racau Alvin tanpa membuka matanya.

"Bang ..." pekik Raya tidak terima.

Raya langsung memaksa Alvin untuk bangun. Dia tidak peduli dengan keadaan Alvin yang kecapean. Bahkan dia tidak bertanya tentang kenapa sudut bibir Alvin yang sedikit membiru.

"Bangun." paksa Raya menarik tangan Alvin agar bisa duduk.

"Apaan sih Raya, kamu nganggu aja tahu gak." bentak Alvin.

"Ganggu? Ganggu mimpimu sama mantan mu itu?" tebak Raya.

"Ka-kamu ngomong apa sih." ucap Alvin menatap sembarang arah.

"Kamu jahat tahu gak, kamu menganggap aku ini Fira kan? Yang kamu setubuhi aku, aku Raya. Bukan Fira." tekan Raya.

"Kamu bahkan berterimakasih pada Fira. Padahal jelas-jelas aku yang ada disini. Sakit Bang, sakit." ungkap Raya memukul dadanya.

"Maaf, maaf ..." Alvin langsung memeluk tubub Raya, kala tidak sengaja melihat bayangan di bawah celah pintunya.

"Maaf, karena tadi aku banyak pikiran. Dan Fira juga tersenyum menggoda kearah ku, kala aku pulang." bohong Alvin dengan posisi masih memeluk Raya.

"Kenapa kamu bisa kesana? Bukannya dari jalan lebih dulu sampai ke rumah kita?" tanya Raya masih dengan isakan.

"Tadi aku ada sedikit keperluan, jadi harus memutar arah. Makanya melewati kedai Fira. Di sanalah, dia tersenyum padaku. Seolah menggodaku. Maaf." bisik Alvin.

"Kamu punya ku Bang, dan ingat Fira itu juga sudah bersuami. Dan dia memang berniat untuk menggodamu. Ku mohon, kamu tetap setia padaku." pinta Raya, kala mengingat jika Raya pernah mengatakan akan merayu Alvin.

"Benarkah Fira berniat menggodaku? Atau jangan-jangan dia masih cinta padaku? Buktinya, dia tidak melawan saat aku memeluknya tadi." batin Alvin tersenyum senang.

Terpopuler

Comments

niktut ugis

niktut ugis

besti banget nech Sumarni Sumini 😀

2024-12-17

1

aku hampir bilang dia kayaknya rada-rada gila, tapi inget lgi di awal bab Fira bilang mantannya itu orangnya posesif 🥴

2024-12-04

1

Osie

Osie

fira jgn lemah donk..lawan alvin dia lawan rasa takutnya.. jgn mau ditindas terus terusan

2024-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!