Episode 12

"Eh bener juga ya. Pantas mukanya gak asing, padahal penjual buah toh." cibir salah satu Ibu-ibu.

"Tapi kan Fira, secara logis nih yah, memang sih calon suamimu ini ganteng. Tapi, kan rumah tangga gak makan ganteng doang. Masih mending Alvin lah, wajahnya juga lumayan, tapi kan orang berada." kekeh teman Marni. "Untung ada Raya, yang mau sama nak Alvin." lanjutnya.

"Udah Bu? Pulang sana." usir Fira jengah dengan omongan tetangganya itu.

"Kamu itu kami nasehati Fira, harusnya kamu bersyukur, karena masih ada yang peduli sama kamu."

"Bu, pulang. Lagian Bang Farhan juga mau pulang. Jadi, jangan halangi dia." lagi Fira mengusir.

Farhan menghela napas, niat mau membuat Fira terkesima akibat dia yang setia menunggu, malah diganggu dengan kedatangan Ibu-ibu. Akhirnya, Farhan pun mohon pamit, pada Fira juga Ibu-ibu yang ada di sana.

Setelah kepergian Farhan, Ibu-ibu di sana pun bubar tanpa barisan.

Fira langsung menutup rapat pintunya, seraya ngedumel tentang kelakuan Farhan yang nyaman sama Ibu-ibu disana.

"Pasti bangga tuh, di puji ganteng." gumam Fira.

"Siapa yang ganteng nak?" tanya Asma, karena kebetulan dia keluar dari kamar, dan berpapasan dengan Fira.

"Siapa lagi, kalau bukan Bang Farhan." sahut Fira.

"Emang dia ganteng nak, dan dari tadi pagi, Ibu-ibu di warung hampir semuanya membahas nak Farhan. Ibu sempat mendengarnya kala Ibu lewat. Terus, saat mereka bertanya sama Ibu, ya Ibu tetap sama, diam." kekeh Asma.

"Iya deh iya." sahut Fira, karena malas berdebat dengan kanjeng ratunya.

Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu oleh keluarga Farhan tiba. Mereka datang untuk menemui calon istri anaknya. Karena sekarang kedua mempelai sudah sah menjadi suami istri, baik di negara dan juga agama. Tentu saja, Danu kembali menjadi wali dari Fira, karena bagaimanapun rasa bersalah pada keponakannya akan selalu ada.

Miranti terkesima dengan kecantikan yang dimiliki oleh Fira. Begitu juga dengan kakak dari Farhan. Ingin sekali Miranti memeluk dan mengecup anak mantunya itu. Namun, apalah daya, Farhan bahkan selalu memperingati mereka agar jangan macam-macam saat acara sedang berlangsung.

Miranti bahkan diam-diam meneteskan air mata bahagia. Dia sangat berharap, jika ke dua mempelai hidup bersama selamanya.

Sekarang, saatnya acara foto keluarga. Dan Santi mengajak semua keluarga inti Farhan untuk ikut bersama. Walaupun Fira sempat heran, karena Santi tidak ikut bersama-sama dengan keluarga, yang Santi akui keluarga terdekat mereka, tetapi Fira tetap mengikuti permintaan Santi.

"Berbahagialah nak ..." ucap Miranti memeluk erat tubuh Fira. Sedangkan Farhan malah menatap Papanya dengan tatapan memohon, agar segera memisahkan Mamanya dengan Fira.

Alan yang paham dengan yang dimaksud anaknya pun, pura-pura gak mengerti. Dia bahkan membiarkan Miranti memeluk Fira lebih lama.

"Papa sialan ..."

Ucapan yang hanya terlontarkan di batin Farhan.

Setelah semuanya bubar dari pelaminan sederhana Farhan dan Fira. Kembali, Miranti menatap anak dan menantunya itu. Dia langsung mendekati Asma, guna menyerahkan amplop. Dan mengaku sebagai keluarga dekat Farhan.

Asma, dapat melihat sedikit kemiripan di wajah Miranti dengan Farhan. Namun, dia tidak berani bertanya lebih lanjut. Tentang hubungan keluarga bagaimana diantara keduanya itu.

Karena ini acara sederhana, jam tiga sore pun semua tamu sudah pada bubar. Dan sekarang Fira dan Farhan sama-sama memasuki kamar sederhana Fira.

Farhan menatap sekeliling kamar, tidak ada yang istimewa disana. Hanya ada tilam untuk ukuran dua orang, dan itupun hasil mereka beli bersama. Lemari, dan kaca hias.

"Kamar mandinya mana?" tanya Farhan setelah tidak melihat pintu lain di kamar tersebut.

"Oo ada dibelakang. Abang mau mandi?" sahut Fira dan juga balik bertanya.

"Iya ..." ucap Farhan, karena tiba gugup memikirkan hal selanjutnya ketika dia selesai mandi.

"Bentar, Fira ambilkan handuk dulu." ucap Fira bangkit. Karena tadi dia berada di depan meja hias, untuk membersihkan makeup dan juga aksesoris yang berada di kepalanya.

Baru saja Fira berjalan beberapa langkah, Fira hampir terjatuh. Dan untungnya dengan sigap Farhan menangkap tubuh mungil Fira. Tetapi, yang terjadi adalah, Fira dan Farhan sama-sama terjatuh kembali, dengan posisi Farhan dibawah tubuh Fira. Dan sialnya lagi tangan Farhan berada tepat di kedua payud*ra Fira. Karena tadi, dia berniat untuk menahan tubuh Fira.

Fira buru-buru menggulingkan badannya, kala sadar tentang pelecehan yang kembali dilakukan oleh orang yang berbeda. Iya, Fira menganggap itu pelecehan, karena Farhan memegangnya tanpa izin darinya.

"Lancang kamu Bang." ucap Fira menyilangkan tangannya didepan dada.

"Eh ,,, aku gak sengaja loh. Tapi boleh lah." kekeh Farhan.

"Apa?" tanya Fira dengan mata melotot.

"Mana handukku?" tanya Farhan mengalihkan pembahasan.

"Ambil sendiri, di lemari paling atas." sahut Fira kembali ke meja hias.

Farhan pun keluar setelah mengambil handuk yang disuruh oleh Fira. Dia langsung menuju dapur dan masuk ke kamar mandi.

Sedangkan Fira, juga keluar dari kamar. Dia menemui Ibunya yang masih berada didepan.

"Ada apa?" tanya Asma setelah mendekati Asma.

"Tolong bukain resleting Bu." pinta Fira membalikkan badannya.

"Eh, kok sama Ibu. Kan ada nak Farhan." kekeh Asma, menuruti permintaan anaknya itu.

"Malu lah, Bu." sahut Fira.

Setelah mengucapkan terimakasih, Fira kembali masuk ke kamar. Meninggalkan Asma yang masih saja bersih-bersih dengan beberapa warga lainnya.

Di tempat lain, Alvin hanya bisa termenung kala mengetahui kenyataan pahit dalam hidupnya. Sekarang perjuangan sia-sia, orang yang dicintainya telah menikah dengan orang lain.

Padahal, rencananya dulu bukan begitu. Dengan memberitahu pada warga jika Fira dan lelaki yang sekarang jadi suaminya berzina. Mereka dihukum dan diberikan efek jera. Bukan dinikahkan seperti sekarang.

Padahal dia ingin membuat Fira malu, dan tidak akan ada lelaki lain yang mau menikahinya. Sampai nanti baik Asma dan Fira datang padanya, dan meminta pertanggungjawaban untuk menikahi Fira. Tetapi semua rencananya sirna.

"Masih memikirkan mantanmu yang selingkuh itu?" tanya Raya memeluk pinggang Alvin. Karena sekarang Alvin sedang berdiri di teras depan rumah mereka.

"Jangan memfitnah Fira, Raya." cetus Alvin melepaskan pelukan istrinya itu.

Bagaimanapun dia tidak terima, saat nama Fira dijelek-jelekkan.

"Loh, aku benar loh. Sekarang bahkan sudah menyebar satu kampung, kalo Fira itu selingkuh dari kamu." kata Raya.

"Benarkah?" tanya Alvin melihat ke arah Raya, yang sudah duduk di kursi. Dan Raya, menganggukkan kepalanya.

"Jika itu benar, maka akan dengan mudah membuat padangan buruk orang-orang tentang Fira." batin Alvin.

Terpopuler

Comments

Lina Suwanti

Lina Suwanti

emang cocok Raya n Alvin,,kayak sampah n tempat sampah.....untung Fira ga jd nikah sm Alvin

2025-02-08

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

cocoklah alvin sm raya sama sama licik

2025-02-07

0

Rini Ariani Rinathi

Rini Ariani Rinathi

ya bukan begitu caranya ferguso

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Acara lamaran Raya
2 Kenapa Bu?
3 Episode 3
4 Minta penjelasan, Paman Danu
5 Datang Ke Resepsi
6 Episode 6
7 Kejadian Tidak Terduga
8 Menikah Siri
9 Sudah Menikah
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Buka Isi Amplop
14 Sedikit Melawan
15 Kedai Milik Fira
16 Episode 16
17 Fira Memberitahu Raya
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Membeli rumah
21 Kepergok Oleh Asma
22 Salah Sangka
23 Mencari Tahu
24 Episode 24
25 Pemecatan Hendra
26 Raya Pingsan
27 Saling Mengungkapkan Perasaan
28 Episode 28
29 Rumah Orang Tua Farhan
30 Diterima Dengan Baik
31 Dukungan Dari Marni
32 Sedikit Kecewa
33 Bertemu Ratih
34 Episode 34
35 Mau Meninggalkan Ku
36 Alvin Tahu Semuanya
37 Rumah baru
38 Acara Resepsi
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Ancaman Farhan
42 Fira Hamil
43 Episode 43
44 Raya Hendak Melahirkan
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Rencana Raya
49 Alvin Mulai Cinta
50 Masuk Rumah Sakit
51 Episode 51
52 Gagal
53 Fira Pendarahan
54 Bayi Laki-laki
55 Alvin, Mengikuti Salsa
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60 Episode 60
61 Merubah Penampilan
62 Episode 62
63 Marni pingsan
64 Danu, Bertemu Masa Lalu
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Ke Hotel
69 Fira Marah
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Rahasia Raya
74 Alasan Menghilangnya Darwis
75 Karma Danu
76 Kedatangan Farhan dan Fira
77 Menjual Tanah
78 Maaf
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Mengulang Hal Yang Sama
82 Marni Tahu
83 Episode 82
84 Permintaan Maaf
85 Pembalasan Wulan
86 Episode 85
87 Bunuh diri
88 Isi Surat Wulan
89 Penjelasan Sumini
90 Pemecatan Danu
91 Hadiah Dari Farhan
92 Pengumuman!
93 Pengumuman Novel Baru
94 Pengumuman Novel Baru
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Acara lamaran Raya
2
Kenapa Bu?
3
Episode 3
4
Minta penjelasan, Paman Danu
5
Datang Ke Resepsi
6
Episode 6
7
Kejadian Tidak Terduga
8
Menikah Siri
9
Sudah Menikah
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Buka Isi Amplop
14
Sedikit Melawan
15
Kedai Milik Fira
16
Episode 16
17
Fira Memberitahu Raya
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Membeli rumah
21
Kepergok Oleh Asma
22
Salah Sangka
23
Mencari Tahu
24
Episode 24
25
Pemecatan Hendra
26
Raya Pingsan
27
Saling Mengungkapkan Perasaan
28
Episode 28
29
Rumah Orang Tua Farhan
30
Diterima Dengan Baik
31
Dukungan Dari Marni
32
Sedikit Kecewa
33
Bertemu Ratih
34
Episode 34
35
Mau Meninggalkan Ku
36
Alvin Tahu Semuanya
37
Rumah baru
38
Acara Resepsi
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Ancaman Farhan
42
Fira Hamil
43
Episode 43
44
Raya Hendak Melahirkan
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Rencana Raya
49
Alvin Mulai Cinta
50
Masuk Rumah Sakit
51
Episode 51
52
Gagal
53
Fira Pendarahan
54
Bayi Laki-laki
55
Alvin, Mengikuti Salsa
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Marni Dan Sumini Tak Tahu Malu
60
Episode 60
61
Merubah Penampilan
62
Episode 62
63
Marni pingsan
64
Danu, Bertemu Masa Lalu
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Ke Hotel
69
Fira Marah
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Rahasia Raya
74
Alasan Menghilangnya Darwis
75
Karma Danu
76
Kedatangan Farhan dan Fira
77
Menjual Tanah
78
Maaf
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Mengulang Hal Yang Sama
82
Marni Tahu
83
Episode 82
84
Permintaan Maaf
85
Pembalasan Wulan
86
Episode 85
87
Bunuh diri
88
Isi Surat Wulan
89
Penjelasan Sumini
90
Pemecatan Danu
91
Hadiah Dari Farhan
92
Pengumuman!
93
Pengumuman Novel Baru
94
Pengumuman Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!